Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Kebersamaan Terindah


__ADS_3

Setelah itu para roh mengobrol bersama dan bergabung dengan Ravel dan yang lainnya. Ariel dan Adrea tidak pernah melihat wajah roh kontrak mereka sesenang ini sebelumnya. Ia merasa kalau hal ini juga tidak terlalu buruk dan cukup menyenangkan. Tak lama Kak Remon dan Kak Nata sampai dan terkejut dengan perwujudan roh sebanyak itu. Terutama Kak Remon, karena tak pernah melihatnya.


“Maaf Kak Remon, jadi ramai begini. Tenang saja, mereka tidak akan menggunakan kamar kok jadi masih cukup untuk semua orang.” ucap Dion menyapa Kak Remon.


“Bagaimana para roh ini bisa memiliki wujud? Baru pertama kali aku melihat ini. Terutama kau! Wujud itu, bukankah kau seorang peri?” ucap Kak Remon yang tak menyangka akan mendapat kesempatan melihat peri secara langsung untuk pertama kalinya.


“Namaku Ella, senang bertemu denganmu. Aku memiliki kontrak dengan Ravel, salam kenal!” ucap Ella memperkenalkan diri.


“Ravel! Jadi kau membuat kontrak dengan peri? Kenapa tak memberitahuku?” tanya Kak Remon benar-benar terkejut melihatnya.


“Kak Remon tak menanyakannya bukan? Dari pada memikirkan hal itu, Kak Nata! Kami sudah kelaparan.” ucap Ravel menjawab Kak Remon dan malah mengabaikannya.

__ADS_1


“Baiklah, kalian bersiaplah di meja makan.” ucap Kak Nata lalu pergi ke dapur.


“Aku akan bantu Kak!” ucap Ravel menuju ke dapur dan malah di tarik semua temannya ke meja makan.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin mengganggunya?” tanya Ariel ke Ravel marah.


“Apa membantu Kak Nata adalah suatu hal tabu hingga aku harus di seret kalian seperti ini?” tanya Ravel yang merasa kalau cara mereka terlalu aneh.


Mereka memasak bersama untuk menyiapkan makan malam. Dari awal mereka memang sudah akrab sejak masuk sekolah dan selalu bersama. Jadi, untuk pertama kalinya mereka akan merasakan mengurus beberapa anak yang lebih muda dari mereka bersama. Saat memasak bersama Kak Nata, Kak Remon terpikir suatu hal.


“Hei Nata, entah kenapa aku merasa memiliki banyak adik. Apa hal ini yang kau rasakan saat di panti asuhan itu?” tanya Kak Remon ke Kak Nata sambil memasak.

__ADS_1


“Begitulah, terkadang mereka memang menyusahkan tetapi ada kalanya mereka membuat kita bangga dan senang. Karena itulah aku meminta pernikahan kita di tunda 1 tahun, sebab aku ingin mereka bertiga terbiasa hidup sendiri terlebih dahulu.” jawab Kak Nata dengan senangnya sambil mengingat kejadian di panti asuhan.


“Begitu kah? Aku juga sudah menganggap Ravel seperti adikku sendiri. Aku merasa kalau dia akan melakukan hal besar di masa depan nanti sejak pertama kali dia berbicara padaku.” ucap Kak Remon mengingat kejadian di saat Ravel memberikan banyak pertanyaannya saat ekspedisi.


“Perkataan mu tadi sih memang sangat bagus, tapi apa kau tahu?” tanya Kak Nata kurang jelas.


“Tahu apa?” tanya Kak Remon bingung.


“Cara bicaramu itu, seperti kakek tua tahu! Hihi.” ucap Kak Nata mengejek Kak Remon dengan diakhiri tawa kecil.


Kak Remon hanya merasa malu saat Kak Nata tertawa. Bukan karena malu akan perkataannya, tetapi ia malu saat memandang wajah Kak Nata yang sangat manis saat tertawa. Ravel, Dion, dan Nia merasa senang atas perkataan Kak Nata sebelumnya. Karena ia bahkan rela mengundur pernikahan hanya untuk menjaga mereka.

__ADS_1


“Makanan sudah siap! Ayo makan dan segera istirahat untuk latihan besok!” ucap Kak Nata dengan ceria karena hari ini sangatlah menyenangkan.


__ADS_2