Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Permitaan Maaf dan Kakak Baru


__ADS_3

Kemudian Ravel menemui Kak Remon di sebuah rumah makan kecil. Karena ia melihat Kak Remon sedang makan sendirian di sana, ia langsung menemuinya tanpa banyak berpikir.


“Kak Remon!” teriak Ravel menghampirinya.


“Iya, kamu kalau tidak salah Ravel bukan? Duduklah dan pesan makanan, biar aku yang bayar.” tanya Kak Remon dan menyuruhnya beristirahat.


“Tak apa, aku akan membayar bagianku sendiri.” jawab Ravel sambil duduk di kursi.


“Jadi, ada apa kamu menemuiku kali ini?” tanya Kak Remon ke Ravel yang ia rasa kalau kedoknya ketahuan.


“Pertama-tama, aku minta maaf!” ucap Ravel sambil menundukkan kepala.


“Tunggu dulu, kenapa kau meminta maaf?” tanya Kak Remon sedikit bingung.


“Aku tidak tahu kalau Kak Remon bertunangan dengan Kak Nata. Aku sebenarnya sadar dengan apa yang Kak Remon tuju dari ekspedisi ini. Kak Remon ingin membuat suatu pencapaian bukan? Karena itu Kak Remon menggunakan Chimera yang di kendalikan oleh rekanmu agar terlihat berhasil mengalahkannya dengan arahan kepemimpinanmu.”

__ADS_1


“Jadi, kua benar-benar tahu ya? Kau hebat sekali!” ucap Kak Remon terkejut kalau Ravel bisa mengetahuinya sedetail ini.


“Aku sudah mendengarnya dari Dion dan Nia. Sebenarnya aku juga salah satu anak dari panti asuhan tempat Kak Nata. Aku tahu kalau Kak Remon merasa tidak pantas dengan Kak Nata dari status keluarganya bukan? Keluarga Kak Nata itu tidak akan memandang seseorang dengan hal seperti itu, jadi Kak Remon tak usah khawatirkan itu dan jadilah diri sendiri saja.” ucap Ravel menasihati Kak Remon yang lebih tua darinya.


“Tidak aku sangka, aku akan mendapat nasihat dari adik kelasku sendiri yang memiliki perbedaan umur 4 tahun.” ucap Kak Remon merespon perkataan Ravel.


“Hihi, aku hebat ‘kan!” ucap Ravel menyombongkan diri yang sebenarnya bertujuan untuk menghibur Kak Remon.


“Hahaha, kamu benar juga. Kalau boleh tahu, siapa nama lengkapmu?” tanya Kak Remon ke Ravel.


“Haha, kau memang benar-benar hebat. Nata berkata padaku saat di pesta malam itu, dia bilang ada satu anak yang lebih berbakat dari Nia dan Dion baik dalam sihir, pola pikir, atau pun tekad. Ternyata Nata benar-benar mengatakan hal yang sesungguhnya.” ucap Kak Remon memuji Ravel secara tidak langsung.


“Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk memenuhi harapan kalian, eh bukan, aku akan berusaha keras untuk melebihi harapan kalian!” jawab Ravel yang merasa sedikit percaya diri.


“Kalau begitu ayo kita makan, apa besok kamu ada rencana?” ucap Kak Remon dan menanyakan rencana Ravel esok hari.

__ADS_1


“Besok aku hanya pergi ke toko pandai besi untuk meminta maaf, setelah itu tak ada yang aku lakukan.” jawab Ravel apa adanya.


“Meminta maaf, apa kau membuat masalah?” tanya Kak Remon mengkhawatirkan Ravel yang sekarang sudah ia anggap adiknya sendiri.


“Tidak, aku hanya sudah merepotkannya beberapa hari belakangan ini.” jawab Ravel dengan wajah sedikit malu.


“Besok sore, apakah kau mau menemaniku latihan? Kita berduel di arena latihan.” tanya Kak Remon mengajaknya latihan bersama.


“Benarkah? Mau, tentu saja aku sangat mau!” jawab Ravel dengan penuh semangat yang menggebu-gebu.


“Baiklah, aku akan menunggumu di sekolah besok sore. Kalau mau kau juga bisa mengajak teman-temanmu.” ucap Kak Remon.


“Baiklah, aku akan mengajak temanku. Tapi, latihan apa yang akan kita lakukan besok?” tanya Ravel yang mengira kalau latihannya bukanlah latihan sihir, karena Kak Remon adalah pengguna pedang dan hanya sedikit mengerti sihir dasar.


“Tentu saja ada banyak jenis latihan. Nantikan saja besok ya!” ucap Kak Remon lalu meninggalkan Ravel karena ia sudah selesai makan.

__ADS_1


“Baiklah, sampai jumpa besok!” teriak Ravel sambil melambaikan tangannya.


__ADS_2