
Setelah makan malam, mereka pergi mandi secara bergantian dan pergi tidur. Tak terasa pagi pun tiba. Hari ini adalah hari latihan yang di siapkan Kak Remon khusus dan sudah meminta izin dari kepala sekolah. Mereka menuju ke tempat latihan yang sebelumnya mereka lihat. Saat memasuki tempat latihan besar itu, mereka merasa melintasi sesuatu yang kasat mata.
“Apa itu tadi?” tanya Ariel sedikit kaget saat merasakannya.
“Kau punya refleks yang bagus ya, apa kau baru pertama kali melintasi hal semacam itu?” ucap Kak Remon memujinya dan menanyakan suatu hal.
“Benar, ini pertama kali bagiku dan Adrea.” jawab Ariel juga mewakili Adrea.
“Itu adalah Barier yang di hasilkan dari artefak langka loh.” ucap Ravel memberi tahu Ariel tentang pertanyaan awalnya.
__ADS_1
“Kau tahu, dari mana kau mengetahuinya Ravel?” tanya Kak Remon terkejut kalau Ravel memiliki wawasan yang sangat luas.
“Aku tahu dari sentuhan awalnya, saat aku merasakan mana di sekitar ada sebuah kumpulan mana tepat di tengah tempat ini dan yang terakhir dari udara mungkin.” jawabnya memberitahu dari mana ia menduga kalau itu adalah artefak langka.
“Kenapa udara termasuk ke dalam alasanmu menebak kalau ini artefak langka?” tanya Nia sedikit bingung dengan ucapan Ravel.
“Apa kau tidak merasakannya? Di sini tidak ada angin yang berembus, jika ini adalah artefak biasa, maka cara kerjanya seperti tembok yang harus melewati jalan masuk yang hanya ada di satu titik.” jawab Ravel menjelaskan.
“Karena, jantung kita tak berdetak dan sebenarnya kita tak bernapas. Ini adalah salah satu artefak langka dimensi ruang, Dimensional spirit cube.” jawab Ravel memberitahu alasan paling utamanya.
__ADS_1
“Kau benar! Wawasanmu sangat luas dan instingmu sangat tinggi. Jika dalam keadaan hidup dan mati, aku yakin kau akan tetap tenang walau nyawa taruhannya.” ucap Kak Remon memuji Ravel.
“Terima kasih Kak, aku masih belum ada apa-apanya di bandingkan Kak Remon.” ucap Ravel merendah dan tidak menyombongkan dirinya.
Sesampainya di sana, terdapat 3 orang yang sedang menunggu Kak Remon dan Kak Nata. Mereka adalah orang yang seangkatan dengan Kak Nata dan Kak Remon. Saat ini Kak Remon merupakan anggota ksatria kerajaan yang memiliki pangkat 1 tingkat lebih tinggi di bandingkan penyihir kerajaan yang Ravel lawan sebelumnya.
Saat ini Kak Remon memimpin sebuah tim yang anggotanya di antara lain adalah ketiga temannya ini. Pertama, Kak Remon yang ahli dalam ilmu pedang dan beberapa sihir level rendah yang sangat berguna dalam pertarungan secara langsung yang dijuluki Thinker. Kedua, Kak Nata yang ahli dalam sihir penyembuhan, pertahanan, dan pendukung yang sangat terlatih yang di juluki Holy Witch.
Ketiga, Walles seorang gadis berambut hijau panjang pengguna panah yang juga ahli dalam sihir jebakan dan menyembunyikan diri serta hawa keberadaan yang di juluki Queen Hunter. Keempat, Azzack pengguna kapak dan gada yang memiliki kekuatan paling kuat di antara yang lain yang mendapat julukan Wall. Kelima, pria berambut kuning pengguna sihir yang di juluki intelligent.
__ADS_1
Mereka semua terkejut selain Ravel yang tak mengenal siapa ketiga orang itu. Karena ia hanya tertarik pada sihir tanpa memikirkan siapa penyihir yang hebat. Karena pada akhirnya ia akan mengejar terus agar menjadi yang terhebat. Mereka pun mulai membagi pelatihan sesuai rencana Kak Remon dan berlatih dengan masing-masing instruktur.