
Semua yang ada di situ kaget karena tidak menyangka kalau ada sihir teleportasi di perpustakaan sekolah. Terutama mereka juga sangat terkejut dan tidak menyangka kalau sihir ini hanya berada satu tingkat lebih tinggi dari buku sihir level biru. Mereka mengira kalau sihir teleportasi adalah sihir tingkat tinggi yang berada di jajaran level atas.
Mereka langsung bilang kepada Ravel untuk meminjamkan bukunya setelah selesai ia pelajari. Tanpa banyak menolak ia hanya menganggukkan kepalanya saja. Setelah makan Ravel pergi ke kamarnya dan membaca buku sihir itu. Ia mempelajari buku itu selama 4 jam dan baru bisa memahami sihir tersebut.
Setelah selesai mempelajarinya, jelas kepala Ravel merasa pusing setelah mencoba memahami isi dari buku itu tanpa henti selama 4 jam. Ia pun terlelap seketika ketika membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya. Karena tidur terlalu malam, Ravel masih merasa sedikit mengantuk di keesokan harinya.
Ketika di sekolah ia hanya bermalas-malasan tanpa melakukan apa pun. Ia juga sempat tertidur di tempat pelatihan. Tak terasa waktu istirahat tiba, karena mendapat sedikit waktu tidur Ravel kembali menjadi seperti biasanya. Ia menemui paman Strakeln untuk meminta maaf karena sudah membuatnya terburu-buru dalam pemesanannya dan ternyata tak harus secepat itu.
__ADS_1
Saat tiba di sana, ia langsung meminta maaf pada paman Strakeln. Pemilik toko itu hanya tertawa mengingat betapa bodohnya mereka berdua yang seperti orang yang kerasukan dalam mengejar waktu pembuatan pisau itu. Karena ini jam istirahat, ia langsung kembali setelah meminta maaf. Saat di perjalanan kembali ke sekolah, ia melihat sebuah toko makanan.
Ravel makan di toko itu untuk mengisi tenaganya. Setelah selesai makan, waktu istirahat tersisa 3 menit. Karena berada di luar sekolah waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sekolah tidak akan sempat. Ravel langsung tertawa kecil setelah mengingat sesuatu saat ia terlambat. Ia berpikir mungkin ini saat yang bagus untuk mencoba sihir penghenti waktu yang ia pelajari.
“Hehe, wahai waktu yang ada dalam genggamanku, patuhi aku kendalikan dunia. Time Stop!” Seketika waktu seakan terhenti di hadapannya.
Namun, Ravel sadar kalau ia melupakan suatu hal yang penting.
__ADS_1
”Benar! Sihir teleportasiku. Sebaiknya aku pergi ke jalan kecil terlebih dahulu.”
Ravel menuju sebuah jalan kecil yang ada di dekatnya. Ia menutup matanya dan mengangkat tangannya. Ia membayangkan tempat yang ia tuju dan berfokus ke tangannya. Kemudian muncul lingkaran sihir di sekitar Ravel yang menandakan bahwa yang ia gunakan termasuk sihir kuno yang langka.
“Bawa kembali ke tempat latihan! Teleport!” kemudian muncul semacam kotak seukuran pintu yang penuh cahaya keunguan.
Ravel pun langsung memasukinya dengan cepat. Tak disangka sihirnya benar-benar berhasil dengan sempurna. Kotak itu terhubung dengan ruangan kelas. Orang yang melihatnya tiba dengan cara itu kaget bukan kepalang. Karena mereka baru pertama kali melihat sihir teleportasi. Setelah kotak pintu teleportasi itu menghilang Ravel kembali seperti biasa.
__ADS_1
Orang-orang hanya memandang Ravel yang tidak terduga menguasai sihir teleportasi. Karena sudah terbiasa di pandang oleh yang lain, ia hanya mengabaikannya dan membaca buku sihir langka yang ia bawa dari rumah. Nia dan Dion pun hanya melakukan hal seperti biasa karena mereka sudah tahu kalau Ravel meminjam buku dari perpustakaan inti.