Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Hal Tak Terduga


__ADS_3

“Baiklah, aku akan membawa semua tim untuk mundur dan melapor ke kepala sekolah.” ucap Kak Remon yang memilih jalan aman karena khawatir Ravel mengetahui kedoknya.


Ravel pun langsung berpikir kalau Kak Remon bukanlah orang yang mudah terkena tipu daya. Ia pun langsung mendapat kesimpulan kalau Kak Remon melakukan ekspedisi adalah untuk kepentingan pribadinya. Ravel tidak menemukan jawaban apa pun setelah ia berpikir keras mengenai apa alasan Kak Remon melakukan ekspedisi ini.


Kemudian semua tim mundur dan kembali ke sekolah. Ekspedisi berakhir hanya dalam waktu 7 jam, itu pun karena perjalanan menuju ke reruntuhan saja selama 1 jam setengah. Sekembalinya dari reruntuhan, Ravel mencoba bertanya pada Kak Nata tentang keanehan Kak Remon. Kak Nata hanya mendengarkan ceritanya.


“Kak Nata, sebelumnya pernah seangkatan dengan Kak Remon ‘kan?” tanya Ravel ke Kak Nata.


“Hah? Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?” tanya Kak Nata terlihat gugup ketika Ravel menanyakan tentang Kak Remon.


Ravel semakin curiga dengan Kak Remon dan juga sedikit mencurigai Kak Nata juga ikut bersangkutan dalam hal ini. Ia pun mencoba pura-pura tak tahu dan menanyakan hal biasa ke Kak Nata tentang Kak Remon.

__ADS_1


“Apa ada hal yang terjadi dengan Kak Remon belakangan ini?” tanya Ravel ke Kak Nata mencoba terlihat seperti memberikan pertanyaan biasa.


“Eh? Memangnya ada apa?” tanya balik Kak Nata kaget mendengar pertanyaan Ravel dan berbicara dengan wajah memerah.


“Kak Nata, kau kenapa gugup begitu dari tadi? Wajahmu memerah loh.” ucap Ravel sudah malas berpura-pura.


“Sebenarnya aku dan Remon bertunangan 2 minggu yang lalu. Makanya aku kira kau tahu dan terus menanyakan apa yang terjadi dengannya belakangan ini.” jawab Kak Nata malu-malu ke Ravel yang biasanya selalu ia rawat.


“Hahaha, aku kira kenapa!” tawa Ravel melepas kecurigaan dan mengejek Kak Nata.


Kemudian ia memukul Ravel dengan sihir penguat fisik sehingga Ravel sedikit terpental meskipun sudah menahannya. Nia dan Dion langsung menghampiri tempat kegaduhan itu. Ketika sampai Ravel tergeletak dan bersandar di tembok dalam posisi duduk dan tembok memiliki beberapa retakan. Nia dan Dion yang melihat Kak Nata merasa puas setelah memukul Ravel malah menertawakannya.

__ADS_1


“Hahaha, siapa suruh kau mengejek Kak Nata!” tawa Dion mengejek Ravel.


“Dasar bodoh, kenapa kau malah mengusili Kak Nata?” tanya Nia sambil membantu Ravel berdiri.


“Habisnya, dia lucu sekali saat akan bilang dia sudah bertunangan. Aku jadi kelepasan dan menertawainya.” ucap Ravel menjelaskan ke Dion dan Nia ketika Kak Nata sudah pergi.


“Tentu saja dia akan malu, kau menanyakannya di tempat seperti ini dan tiba-tiba begitu apa otakmu sudah rusak?” tanya Nia sedikit memarahi Ravel.


“Ngomong-ngomong, kalian sudah tahu tentang pertunangan Kak Nata?” tanya Ravel heran mereka berdua tak terkejut.


“Kami sudah tahu saat malam pesta saat itu. Bahkan, kami sudah sedikit mengobrol dengan Kak Remon.” jawab Dion memberitahu alasannya.

__ADS_1


“Pantas saja, sepertinya aku harus mengobrol sedikit dengan Kak Remon.” ucap Ravel dalam hatinya.


Ia pun segera menuju ke tim medis dan di sembuhkan oleh Adrea. Kemudian Nia, Dion, Ariel, dan Adrea pergi duluan ke sebuah tempat makan untuk beristirahat. Karena ada hal yang ingin di bicarakan dengan Kak Remon, Ravel pun langsung menuju ke tempat Kak Remon untuk sedikit mengobrol dengannya.


__ADS_2