Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Terganggunya Ketenangan Ravel


__ADS_3

Setelah berhasil lari dari Nia, Ravel pergi menara yang ada di sekolah. Menara itu biasanya tempat bel besar berbunyi saat waktu pulang. Ia berada di tempat teratas untuk menikmati pemandangan. Kemudian Ella melakukan perwujudan dan menemani Ravel di atas menara.


“Ravel, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Ella duduk di sampingnya.


“Hanya menganggur saja, sedang bosan.” jawab Ravel.


“Tumben sekali kamu merasa bosan, seingatku kau tidak pernah merasa bosan.” reaksi Ella yang mendengar perkataan Ravel.


“Aku hanya lelah dengan kehidupan yang hanya seperti ini, kurasa aku butuh sedikit perubahan.”


“Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke kota?” ucap Ella sedikit semangat karena bisa pergi bersama Ravel.


“Kalau kita pergi, bukankah akan ada kegaduhan jika mereka melihat peri cantik di sebelahku ini?” ucap Ravel sedikit menggodanya.


“Tenang saja, lihat ini.” jawab Ella lalu sayapnya menjadi tidak terlihat.


“Bagaimana caramu melakukannya? Bukankah kau tidak bisa melakukan itu sebelumnya?” tanya Ravel yang heran.

__ADS_1


“Tentu saja ini berkat dirimu.” jawab Ella apa adanya.


“Memangnya apa yang aku perbuat?”


“Invisible, masa kamu lupa sihir yang barusan kamu pelajari.”


“Benar juga ya, tapi aku tidak tahu kalau sihir itu bisa digunakan seperti ini.”


Kemudian mereka pergi ke area pedagang di tengah kota. Mereka pergi membeli beberapa makanan pinggir jalan dan beberapa tanaman obat. Tak lama Ravel merasa kalau tempat itu terlalu ramai dan mereka memutuskan untuk kembali ke menara. Kemudian mereka memakan makanan sambil bercanda bersama.


Ariel memberitahu mereka kalau portal hutan hewan gaib yang biasa di buka untuk ujian lepas kendali dan mendatangkan banyak hewan gaib. Kemudian Ravel dan Ella langsung bergegas kembali ke tempat Ravel dan Dion. Ketika sampai di bawah tiba-tiba sekolah tertutup penghalang yang sangat kuat. Membuat hewan gaib tak bisa keluar dari daerah sekolah.


“Ini pasti penghalang kakekku, agar hewan gaib tidak keluar wilayah sekolah.”


“Kita harus cepat, dimana Dion dan Nia?” tanya Ravel yang mengkhawatirkan mereka berdua.


“Mereka ada di ruangan tadi, di sana ada 4 hewan gaib yang levelnya tidak rendah.”

__ADS_1


“Sial, kenapa tiba-tiba terjadi hal seperti ini?” ucap Ravel kesal bergumam sendiri.


Sesampainya di depan pintu dimensi ada satu mayat hewan gaib tepat di depan pintu. Mereka dengan cepat langsung menuju ke dalam. Saat masuk Ravel melihat Dion dan Nia yang sedang terkapar di lantai dengan luka cukup parah. Ravel yang melihat 3 ekor hewan gaib level menengah tak gentar sedikit pun setelah melihat kedua temannya.


“Mati kau, hewan tak berguna.” Ucap Ravel dengan rasa kesal yang mendalam.


Kemudian Ravel menggunakan seni bela diri dari kotak hitam. Ia menghabisi 3 ekor hewan gaib hanya dengan 1 pukulan setiap ekornya. Saat ia tengah akan menolong Nia dan Dion.


“Wah!” teriak Nia dan Dion yang mengejutkan Ravel.


“Astaga, apa yang kalian lakukan? Apa kalian terluka?” ucap Ravel terkejut dan menanyakan keadaan mereka berdua.


“Hahaha, rasakan rasanya di tipu.” ucap Nia tertawa terbahak-bahak.


“Kau lihat tadi, saat dia bilang mati kau, hahaha.” ucap Dion yang ikut menertawakan Ravel.


Kemudian mereka bertiga juga di temani oleh Ariel pergi ke tempat evakuasi yang di siapkan kepala sekolah. Namun, baru sampai setengah jalan “Groaaar!” terdengar suara amukan hewan yang cukup besar tak jauh dari mereka. Mereka yang mendengar suara itu pun berfirasat buruk kalau itu adalah suara hewan gaib tingkat atas.

__ADS_1


__ADS_2