Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Kesalahan Kecil


__ADS_3

“Ella, kali ini dia kenapa? Kenapa tiba-tiba pingsan lagi?” tanya Dion yang kembali panik.


“Tenang saja, dia hanya kelelahan. Cukup beri dia beristirahat beberapa menit pasti akan sadar.” jawab Ella dengan tenang.


Kemudian Ella menemani Ravel yang tertidur selama beberapa menit. Sementara Dion meneruskan latihannya di dekat Ravel. Semua orang yang ada di sana hanya terdiam memandang Ella yang memangku Ravel. Kepala sekolah pun cukup terkejut kalau pasangan kontrak Ravel bukanlah roh, tetapi peri.


Setelah tertidur selama 15 menit Ravel terbangun dari pangkuan Ella. Ketika ia bangun ia melihat sekitar dan tanpa di duga penuh dengan tatapan orang yang terkejut. Lalu Ariel dan Adrea mencoba menanyakan keadaan Ravel yang baru saja bangun dari tidurnya.


“Ravel, kau tidak apa?” tanya Adrea berlari kecil menuju ke arahnya.


“Aku tidak apa, bagaimana keadaan senior tadi?” jawab Ravel dan hanya menanyakan keadaan orang lain.


“Kau ini ya, bukannya mengkhawatirkan dirimu sendiri malah menanyakan orang yang membuatmu seperti ini.” jawab Ariel yang merasa kalau Ravel terlalu baik.


“Ia menanyakannya karena aku pingsan sebab kesalahanku sendiri!” jawab Ravel menegaskan.


“Memangnya apa yang kau lakukan?” tanya Adrea.

__ADS_1


“Aku malas menjelaskan, Ella kau beritahu saja mereka berdua aku akan mengisi kembali mana ku dulu.” jawab Ravel yang malah bertapa menghisap energi alam.


“Perkenalkan namaku Ella, kalian Ariel dan Adrea bukan?”


“Ya, kenapa kau bisa tahu siapa kami?” tanya Adrea yang sedikit terkejut karena Ella mengetahui identitasnya.


“Karena pikiran aku dan Ravel saling terhubung, tadi kamu kesalahan apa yang di perbuat Ravel bukan?” jawab Ella dan menanyakan pertanyaan sebelumnya.


“Ya, maksud Ravel melakukan kesalahan, kesalahan apa yang ia buat?” tanya Adrea.


“Tadi, dia mencoba langsung menghadang dengan sihir yang sedang ia pelajari. Karena kendalinya belum dikuasai sepenuhnya, ia malah mengeluarkan banyak mana. Di detik terakhir sebelum mengenai pedang ia menahan mananya agar tidak melukai senior.” jawab Ella menjelaskan dengan rinci.


“Justru karena itu lah, ia terus membawa wanita baru.” reaksi Ella setelah mendengar perkataan Ariel.


“Wanita baru? Apa yang kalian bicarakan?” tanya Ravel yang tiba-tiba mencela pembicaraan setelah selesai mengisi kembali mananya.


“Bukan apa-apa!” jawab Ella lalu menghentikan perwujudannya.

__ADS_1


Setelah Ella menghentikan perwujudannya, Ravel hanya tertawa kecil dan melanjutkan latihannya. Ia menyadari saat latih tanding tadi kalau ilmu bela diri kotak hitam sangat sulit di kendalikan sebelum senjata buatannya selesai. Karena akan mempermudah mengendalikannya ketika ada batu katalis. Karena ia sedang bosan ia mencoba sihir yang sedang di pelajari Dion dan Nia.


“Sepertinya aku bisa yang ini” ucap Ravel bergumam sendiri sambil membaca buku Nia.


“Apa yang kau maksud buku Nia? Mana mungkin bisa secepat itu, berhenti bersikap seolah kau bisa melakukan apa pun.” jawab Ariel yang lelah mendengar perkataan Ravel.


“Invisible.” Ravel mengucap sihir lalu ia tak terlihat.


“Mustahil, kau benar-benar mempelajarinya dalam sekejap.” ucap Adrea yang hanya melihat buku Nia terbang.


“Seperti biasa kau sangat cepat, bisa-bisa Nia mengamuk saat tahu kau bisa menggunakan sihir yang ia pelajari dengan sulitnya dan kau bisa melakukannya dengan mudah.” ucap Dion dengan tawa kecil.


Kemudian Nia muncul tak lama setelah Dion mengatakan hal itu. Nia melihat bukunya yang melayang ia sudah menebaknya kalau Ravel akan mempelajari sihirnya dengan cepat.


“Ravel.” ucap Nia dengan nada sedikit menakutkan.


“Ya, aku di sini.” jawab Ravel menghentikan sihirnya dan mulai terlihat kembali.

__ADS_1


“Matilah, Shock Bolt!” ucap Nia menggunakan sihir dasar dengan kapasitas mana tinggi.


Kemudian Ravel menghindari serangan itu, dan tanpa banyak berbicara langsung kabur dari ruangan itu.


__ADS_2