Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Lawan Menjadi Kawan


__ADS_3

"Apa yang kalian inginkan dari wanita ini?" tanya Ravel ke semua prajurit itu.


"Dia sudah menyerang desa dan kota kecil yang berada di luar ibu kota. Raja memerintahku sendiri untuk membawanya baik hidup atau pun mati." ucap pemimpin pasukan prajurit itu.


"Dia sudah bilang, kalau dia tidak menyerang tempat itu. Apa bukti kalian menangkapnya?" tanya Ravel mencoba mencari informasi dari percakapan itu.


"Ras iblis adalah ancaman untuk manusia, mereka sudah banyak membunuh manusia tanpa sebab. Untuk apa aku membawa bukti kejahatannya?" ucap pemimpin itu mencoba menekan Ravel.


"Tidak semua ras iblis berhati buruk, tadi kau bilang banyak ras iblis yang membunuh manusia? Cobalah berpikir dalam pola pikir sebaliknya, juga banyak manusia yang membunuh ras iblis!" ucap Ravel mencoba terlihat membela keadilan.


"Untuk apa kau menyelamatkanku?" tanya wanita iblis itu ke Ravel sambil bangun dari duduknya.


"Karena aku berhutang nyawa padamu, tadi kau membiarkan ku pergi begitu saja, bukan? Kau membiarkan ku hidup juga barulah aku bisa menolongmu." ucap Ravel memberikan tangannya dan membantu wanita iblis itu bangun.

__ADS_1


Lalu ada anak panah yang di lepaskan tepat ke arah kepala Ravel. Pemimpin pasukan itulah yang melepaskan anak panah tersebut. Ravel menangkap anak panah itu dengan mudah dan mematahkannya menjadi dua. Ravel menatap 50 prajurit itu dengan niat membunuh yang sangat kuat. Karena merasa terancam para prajurit memundurkan langkahnya sedikit.


"Serang! Bunuh anak itu juga!" ucap pemimpin itu menghiraukan peringatan Ravel dan menyerang mereka berdua dengan pasukannya.


50 prajurit maju bersamaan dengan pedang yang sangat tajam dan kuat. Wanita iblis itu merasa marah atas apa yang di lakukan mereka seenaknya di wilayahnya.


"Beraninya kalian, aku tidak akan membiarkan kalian keluar dari sini hidup-hidup." ucap wanita iblis itu mengumpulkan mana di kedua tangannya.


"Hentikan, jika kau membunuh mereka maka akan membuat kerajaan memiliki alasan untuk membunuhmu, Sleeping Mist." ucap Ravel lalu di sekelilingnya muncul kabut asap dan ketika kabut itu memudar kembali, semua prajurit sudah tertidur karena sihirnya.


"Mana mungkin aku berani ke tempat mu jika tak memiliki apa pun sebagai perlindungan diri." ucapnya lalu merangkul wanita iblis itu ke dalam gua.


Saat memasuki gua terlihat batu semacam kristal berwarna ungu memenuhi setiap dinding gua yang membuatnya terang dan indah. Ravel terpana dengan isi gua tersebut, karena ini salah satu hobinya saat masih hidup di dunia asalnya, yaitu menjelajah tempat baru. Setelah 30 menit berjalan sambil merangkul wanita itu barulah terlihat ujungnya

__ADS_1


Lalu, mereka sampai di gua yang terdapat sebuah sungai mengalir dengan air panas yang berasal langsung dari air terjun yang keluar dari celah gua itu.


"Astaga, tempat apa ini?" tanya Ravel terpana dengan pemandangan tersebut.


"Ini adalah tempat persembunyianku, aku sembunyi di sini sambil menunggu majikanku kembali ke sini." ucap wanita itu yang merasa mulai baikan.


Lalu, ia menuju sebuah kolam kecil yang di penuhi dengan air berwarna ungu. Ia menyuruh Ravel berbalik badan karena ia akan berendam ke dalam kolam itu.


"Kau sudah boleh berbalik." ucap wanita iblis itu di dalam kolam ungu itu tanpa busana apa pun.


"Jadi, siapa majikanmu itu? Apa wujud ras iblisnya?" tanya Ravel duduk di tanah tanpa membalikkan badannya kembali.


"Namanya adalah Hardy Divers, ia sudah membesarkanku sejak aku masih anak-anak dan mengajariku cara melindungi diri. Lalu, ia bukan ras iblis melainkan hanya manusia." ucap wanita iblis itu menceritakan masa lalunya.

__ADS_1


"Hardy Divers? Mungkin kau akan sedikit terkejut dengan apa yang aku ketahui. Hardy Divers, seorang peneliti sihir yang mendalami sihir pemanggil. Ia di hukum mati raja karena di anggap meneliti ajaran sesat." ucap Ravel karena ia pernah membaca cerita tentang Hardy di salah satu bukunya.


"Mustahil, apa kau yakin itu dia?" ucap wanita iblis itu terdiam tanpa ekspresi.


__ADS_2