
“500 kah? Sepertinya bukan masalah?” ucap Ravel pelan pada dirinya sendiri.
“Apa barusan ia bilang tidak masalah? Aku saja hanya bisa mempertahankan panah sebanyak 200 untuk mengincar titiknya. Bagaimana mungkin ia bisa mempertahankan fokusnya untuk memanah 500 anak panah.” ucap Kak Walles dalam hatinya ketika tak sengaja mendengar perkataan Ravel.
“Kak, ucapanmu terdengar loh!” ucap Ravel langsung ke pikiran Kak Walles dengan sihir Telepathy.
“Ini, ucapannya terdengar langsung masuk ke pikiran. Sihir apa ini?” ucap Kak Walles terkejut dan berbicara sendiri dalam hati.
“Sihir ini namanya telepathy, hanya tingkat merah yang tak sengaja aku temukan di perpustakaan inti.” jawab Ravel tanpa menggunakan sihirnya.
“Sihir ini, tingkat merah? Aku sungguh tak menyangka ada sihir level merah yang sangat berguna seperti ini di perpustakaan sekolah.” ucap Kak Walles terkejut kalau sihir ini tingkat merah.
“Apa kau mau mempelajarinya? Nanti aku akan memberitahumu cara menggunakan sihir ini.” tanya Ravel menawarkan sihirnya.
“Tentu saja! Sihir seperti ini bisa mencapai jarak berapa jauh?” tanya Kak Walles mulai menganalisa sihirnya karena sangat berguna bagi pemanah yang menyerang dari jauh untuk menerima informasi dari baris terdepan.
__ADS_1
“Selama Kak Walles mengetahui letak orang itu, Kak Walles bisa menyampaikannya meski jaraknya begitu jauh.” jawab Ravel ke Kak Walles.
“Benarkah? Ini akan membuatku berkembang dan lebih kuat lagi.”
“Sebelum itu, aku akan menyelesaikan anak panah ini dulu. Agar Kak Walles tidak menganggapku curang, aku akan membawamu juga.” ucap Ravel sambil mengambil satu tas anak panah.
“Membawaku? Ke mana?” tanya Kak Walles sedikit bingung.
“Lihat ini, Time Rules! Sihir peraturan pertama, Time Stop!” waktu terhenti seketika pada saat itu.
“Wind Control!” ucap Ravel menyebut sihir tingkat merah yang di berikan Kak Walles.
Ia melepaskan panah sekaligus 3 dan mengontrolnya agar mengikuti arah yang ia inginkan. Dalam sekejap sudah 100 lebih anak panah yang menancap tepat di titik. Karena tak ingin membuang waktu, ia menambah kecepatannya tanpa banyak berpikir.
“Accel!” ucap Ravel menyebut sihir percepatannya.
__ADS_1
Gerakannya tak terlihat sama sekali. Dalam waktu yang terhenti dan di tambah dengan sihir Accel, kecepatan Ravel tidak bisa di bandingkan dengan penyihir atau pun ksatria tercepat di kerajaan ini. Dalam waktu 2 menit di dalam waktu yang melambat dia selesai memanah 500 panah tanpa ada yang meleset 1 pun.
“Time Rules! Sihir peraturan pertama, Normal.” ucapnya lalu waktu kembali berjalan normal.
“Ravel, bisa kau jawab beberapa pertanyaanku?” tanya Kak Walles yang benar-benar terkejut setelah melihat sihir Ravel.
“Ada apa Kak Walles? Apa ada yang salah?” tanya Ravel menanyakan apa yang ingin di tanya Kak Walles.
“Barusan, ada berapa sihir yang kau gunakan secara bersamaan?” tanya Kak Walles yang hanya bisa mengendalikan 3 sihir secara bersamaan di waktu yang sama.
“Berapa ya? Sihir waktu, sihir angin, sihir percepatan, sihir analisa arah serangan, sihir penguatan, dan sihir pengumpul mana. Jadi, seluruhnya ada 6 sihir yang aku gunakan dalam waktu bersamaan.” jawab Ravel sambil menghitung jumlah sihir yang ia gunakan tadi.
“Aku sudah tak paham lagi. Bagaimana kamu bisa mengontrol sihir sebanyak itu secara bersamaan?” tanya Kak Walles yang berpikir kalau Ravel sudah melebihi batasan manusia.
“Oh, itu karena Ella yang mengontrol sihir penghenti waktu, analisis arah serangan, sihir angin, dan pengumpul mana. Aku hanya mengontrol sihir percepatan dan penguatan saja.” jawab Ravel menjelaskan.
__ADS_1
“Apa? Kamu bisa melakukan sihir secara bersamaan dengan Ella? Aku baru ingat kalau dia itu peri.” ucap Kak Walles yang akhirnya paham dengan kekuatan sihir Ravel barusan.