Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Latihan Dengan Kak Walles


__ADS_3

Hari pertama pelatihan di mulai. Hari pertama Ravel berlatih dengan Kak Walles untuk mempelajari cara menggunakan panah. Sementara yang lain berpencar dan berlatih dengan instruktur yang berbeda. Pelatihan akan di perpanjang cukup lama setelah mendapat izin langsung dari kepala sekolah dan izin libur bertugas dari kerajaan.


Kak Walles mengajarkan Ravel cara menggunakan panah dengan tepat. Ravel yang di dunianya sudah bisa menggunakan senapan dengan mudahnya langsung menguasainya dalam waktu 20 menit. Kak Walles sangat terkejut dengan kemampuan Ravel yang cepat beradaptasi dalam apa pun. Ia menyuruh Ravel untuk mengincar titik panah tepat di tengah dan Ravel berhasil dalam sekali coba.


“Siapa kamu sebenarnya? Kemampuanmu sangat mengejutkanku.” ucap Kak Walles menanyakan Ravel berasal dari mana karena sangat terkejut dengan kemampuannya.


“Aku hanya anak panti asuhan yang terobsesi menjadi penyihir.” jawab Ravel dengan senyuman kecil.

__ADS_1


“Sungguh, kemampuanmu sangat tidak masuk akal.” ucap Kak Walles dengan wajah senang dan kagum pada kemampuan Ravel.


Lalu Ravel di perintahkan untuk mengincar titik sebelumnya sampai 200 kali. Sementara itu Kak Walles sedang memilih buku sihir yang sudah ia kuasai untuk dipelajari Ravel. Terdapat 3 buku yang dimilikinya, 1 buku warna merah, 1 buku warna biru, dan 1 buku berwarna putih. Semuanya adalah buku yang sangat berguna bagi Kak Walles.


“Aku akan menyuruhnya untuk memilih sendiri. Aku penasaran dengan apa yang akan ia pilih nantinya.” ucap Kak Walles dalam hati sambil menghitung jumlah anak panah yang di lepaskan Ravel.


Setelah selesai menyelesaikan 200 anak panah, Ravel beristirahat sebentar. Kak Walles membawakannya makan siang dan air minum untuk istirahat. Setelah selesai makan, Kak Walles bertanya pada Ravel tentang buku sihir yang ingin ia pelajari. Kak Walles bertanya pada Ravel tentang pilihan buku dan apa yang akan ia pilih.

__ADS_1


“Aku yang memilih? Apa tidak masalah kalau aku mempelajari 3 sihir ini? Sihir ini sudah Kak Walles kuasai kan?” tanya Ravel ke Kak Walles.


“Tentu saja, jadi kamu mau pilih sihir yang mana?” tanya Kak Walles lagi yang sangat penasaran dengan pilihan Ravel.


“Kalau tidak keberatan, aku akan mempelajari semuanya!” jawab Ravel tanpa pertimbangan karena jika di izinkan memang itu yang akan ia lakukan.


“Apa? Semuanya? Bukannya aku tidak mengizinkan, apa kamu sanggup mempelajari 3 sihir ini dalam kurun waktu sebulan?” tanya Kak Walles yang terkejut dengan pilihan Ravel yang sama sekali tidak dia sangka.

__ADS_1


“Jika aku tidak yakin, untuk apa aku minta izin pada Kak Walles untuk mempelajari ketiga sihir ini?” ucapnya dengan senyum lalu bangun dari duduknya dan kembali latihan memanah tanpa di suruh Kak Walles.


“Anak ini, sungguh di luar perkiraanku. Sebenarnya, apa ini bisa di bilang kalau aku melatihnya? Bukankah anak ini terlalu berbakat? Aku sampai tidak tahu apa yang bisa aku ajarkan padanya. Sungguh, anak yang tidak bisa kutangani.” ucap Kak Walles dalam hati setelah menyadari bakat Ravel.


__ADS_2