Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Penjelasan Sihir Kecil Ravel


__ADS_3

“Ngomong-ngomong, siapa orang yang selalu bersamamu? Dari awal dia belum berbicara sedikit pun.” tanya Ravel membisik ke Ariel.


“Perkenalkan, namanya adalah Adrea Calista. Aku dan dia bisa dibilang teman masa kecil. Keluarga kami memiliki hubungan yang baik jadi dia sering bermain denganku waktu kecil.”


“Perkenalkan namaku Adrea Calista, salam kenal.”


“Namaku Arravel Dista, panggil saja aku Ravel.”


“Aku Dion.”


“Aku Nia, salam kenal.”


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dan tak terasa mereka pun sampai di gerbang sekolah. Sambil menunggu Kak Nata mereka melanjutkan obrolan di sana.


“Ravel, apa kamu bisa melakukan perwujudan roh seperti mereka berdua.” tanya Adrea.


“Aku? Aku dulu bisa sekarang tak tahu kenapa aku tidak bisa melakukannya.”


“Ravel, bukannya roh mu berubah men . . . “ ucap Dion terpotong karena mulutnya ditutup oleh Ravel.


“Jangan beritahu siapa pun, nanti bisa terjadi kekacauan.” Bisik Ravel ke Dion.


“Baiklah, terserah mu saja.”


“Ngomong-ngomong, Ariel dan Adrea murid kelas berapa di sini?”

__ADS_1


“Kalau dari umur kami, seharusnya murid kelas 2, tapi kami saat ini kelas 4.” jawab Adrea.


“Bukankah usia kalian sama dengan kami? Bagaimana kalian bisa lulus secepat itu?” tanya Nia.


“Palingan karena kepala sekolah.” Jawab Ravel asal bicara.


“Enak saja, biarpun begini kami cukup mahir kalau dalam ujian kelas. Cara kami melompat kelas adalah melewati setiap ujian kelas.”


“Jadi, kalian melewati ujian kelas sampai kelas 4 dalam usia kalian ini. Kalau begitu aku jadi ingin cepat lulus.” ucap Ravel dengan polosnya.


“Kau kira ujiannya mudah? Aku saja kesulitan, memangnya kau bisa melakukan apa? Tadi saja saat di lapangan tidak melakukan apa pun.”


“Apa kau benar-benar ingin melihat apa yang aku lakukan di lapangan? Kalau kau begitu penasaran aku akan memberitahumu.” jawab Ravel menggoda Ariel.


“Bukan begitu maksudku!” ucap Ariel mulai semakin kesal dengan Ravel.


“Kalau begitu, aku akan mendengarkan.” jawabnya mencoba mendengar penjelasan Ravel.


“Aku menggunakan sihir non-aktif dalam skala mana yang cukup besar, jadi efeknya semakin besar ke orang yang terkena sihirnya.” jawab Ravel menjelaskan tipe sihir yang di gunakannya.


“Sihir non-aktif apa yang kau gunakan sampai membuat mereka ketakutan.” tanya Adrea bingung karena sihir non-aktifnya bisa membuat orang ketakutan bahkan pingsan.


“Ilusi, aku membuat mereka berdelusi kalau lingkaran sihirku memanggil monster iblis tingkat S.” jawab Ravel memberitahu sihir yang di gunakannya.


“Apa memang bisa begitu? Rasanya aku kurang yakin.” ucap Ariel sambil berpikir.

__ADS_1


“Apa yang meragukanmu? Bukankah semua yang kujelaskan benar?” tanya Ravel bingung di bagian mana ia kurang jelas dalam memberitahu.


“Ada yang janggal, bagaimana beberapa dari mereka bisa ada yang pingsan?" tanya Ariel bingung dengan beberapa orang yang pingsan.


“Karena aku memberikan tekanan pada mereka.” jawab Ravel baru mengingatnya.


“Tekanan?” ucap Adrea bingung.


“Di saat yang bersamaan aku menunjukkan kapasitas mana ku.” jawab Ravel.


“Kenapa kapasitas mana bisa membuat orang pingsan?" tanya Ariel juga sedikit bingung.


“Karena kapasitas mana ku sedikit lebih besar dari mereka.” jawab Ravel yang sebenarnya sudah merendah.


“Mereka murid kuat di sekolah ini loh, bagaimana mungkin kapasitas mana mu lebih besar darinya.” ucap Ariel tidak percaya.


“Kalau tidak percaya ya sudah.” respkn Ravel malas membuat Ariel mempercayainya.


“Kalau begitu coba tunjukkan kapasitas mana mu di sini!” ucap Ariel memerintah Ravel karena penasaran.


“Nia, Dion, sebaiknya kalian membuat pelindung ke arah sekolah dan diri kalian sendiri.” ucap Ravel tersenyum dan serius tiba-tiba.


“Tanpa kau beritahu kami juga akan melakukannya bodoh!” jawab Nia terburu-buru membuat pelindung.


“Bisa bahaya kalau sampai tidak di berikan pelindung.” jawab Dion juga ikut panik.

__ADS_1


Kemudian mereka membuat penghalang ke arah sekolah dan membagi setengahnya ke diri mereka sendiri. Karena merasa sedikit takut Adrea bersembunyi di balik penghalang Dion sementara Ariel membuat penghalang tipis untuk dirinya sendiri. Tiba-tiba Ariel tersadar kalau pelindung yang di buat Nia dan Dion menggunakan seluruh kekuatan mereka.


__ADS_2