Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Wanita Ras Iblis


__ADS_3

Kemudian Ravel dan Mort bersembunyi sambil memperhatikan Chimera yang sudah terikat dengan sihir Ravel. Dari dalam gua keluar seorang wanita ras iblis dengan kepala di sertai tanduk, tangan yang memiliki cakar harimau, dan gigi taring yang terlihat jelas sangat tajam. Wanita itu mencabut pisau Ravel dan mengendus senjata itu. Dalam sekejap ia menyadari keberadaan Ravel yang sudah menghilangkan hawa keberadaannya.


"Keluar! Aku sudah mengetahui keberadaanmu." ucap wanita itu dengan niat membunuh.


Lalu Ravel keluar dari tempat itu dan berjalan menujunya. wanita itu melemparkan kembali pisau Ravel dan masuk kembali ke gua tanpa melakukan serangan apa pun.


"Jangan mengganggu peliharaanku, aku ampuni nyawamu, pergilah!" ucap wanita itu lalu kembali ke gua.


"Baiklah, aku tidak akan mengusikmu." ucap Ravel merasa ada yang janggal karena ia di biarkan pergi begitu saja oleh ras iblis.


Kemudian Ravel sedikit menjauh dan membicarakan kejanggalan itu dengan Mort. Ares pun tiba-tiba muncul dari atas pohon tepat di mana mereka berdua sedang berbicara.


"Mort, sepertinya ada yang janggal dengan sifat wanita tadi. Apa aku salah?" tanya Ravel ke Mort merasa aneh.

__ADS_1


"Tidak, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu di dalam gua itu. Mungkin, akan ada barang berharga di sana." jawab Mort.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Ares melompat dari atas pohon ke bawah dan duduk di sebelah Mort.


"Hanya hal kecil, kau tak perlu turun tangan juga." jawab Mort ke Ares.


"Apa kau sudah tak mau berbicara denganku lagi?" ucap Ares dengan wajah menunjukkan kesedihan.


"Sial, kenapa dia selalu seperti ini sih?" ucap Mort dalam hati lalu menceritakan apa yang terjadi.


"Hei, iblis terkutuk! Keluar kau! Keberadaanmu hanya merusak dunia ini!" teriak seorang yang memimpin pasukan prajurit itu.


Kemudian wanita itu keluar di dampingi 2 ekor chimera. Dari percakapan mereka, Ravel dan yang lainnya sadar kalau sebelumnya para prajurit itu sudah pernah datang sebelumnya.

__ADS_1


"Kalian lagi? Apa tujuan kalian selalu menyerang tempat ini? Aku sudah bilang kalau tak pernah menyerang kota! Kalian sudah ku beri kesempatan beberapa kali, apa tujuan kalian datang ke sini?" ucap wanita itu marah dan kesal atas kedatangan para prajurit itu.


Tanpa menjawab, para prajurit itu menyerang wanita itu bersamaan. Anak panah melesat dengan cepat ke arah wanita itu, namun salah satu chimera menahannya. Pasukan berpedang pun maju menyerang bersamaan. Karena salah satu chimera terluka, wanita itu mulai terpojok. Ravel bangun dari tempat persembunyiannya dan mencoba menolong iblis itu.


"Tunggu, kalau membantunya masih belum saatnya." ucap Ares menahan Ravel.


Para prajurit itu melemparkan jaring ke wanita itu dan mengikatnya dengan kuat. Pemimpin pasukan itu menodongkan pedangnya tepat di leher wanita iblis itu. Ravel sudah tak bisa menahan kesabarannya dan melompat ke sana dengan cepat lalu memberikan serangan langsung.


"Hentikan! Blast Blow!" teriak Ravel menerjang ke kerumunan dan memukul tanah tepat di tengah kerumunan.


Timbul ledakan dari pukulan Ravel yang membuat para prajurit kaget dan terguncang hingga jatuh. Ia melepas ikatan wanita iblis itu dan berdiri di depannya untuk melindunginya. Para prajurit itu langsung membentuk formasi seperti saat pertama datang tadi.


"Siapa kau? Beraninya ikut campur masalah ini? Apa kau tidak tahu? Aku adalah komandan pasukan prajurit kerajaan. Kakek ku adalah orang kepercayaan sang raja!" ucap orang yang memimpin para prajurit kerajaan.

__ADS_1


"Aku kakekmu, menunduklah dan meminta maaf padanya!" ucap Ravel menggunakan kemampuan memprovokasi orang lain yang di milikinya.


__ADS_2