Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Terbukanya Peti Hitam


__ADS_3

Setelah itu Ravel kembali menuju UKS untuk meminta petunjuk menuju ke asrama. Mereka semua pun pergi asrama bersama-sama sambil membicarakan penilaian semua temannya terhadap kemampuan sekolah ini.


"Kalian sudah sampai di sini sejak kapan?" tanya Ravel ke semua temannya.


"Kami sampai kemarin siang dan langsung mengikuti pengajaran. Para guru di sini sangat baik dan memiliki pemahaman sihir yang sangat tinggi hingga membuat kita mudah memahaminya. Tetapi, banyak murid yang mengabaikan guru ketika menjelaskan. Terutama para anak bangsawan yang sekolah di sini." jawab Dion menceritakan.


"Anak bangsawan?" tanya Ravel sedikit bingung.


"Banyak orang kerajaan yang memasukkan anaknya ke sekolah ini, karena itulah mereka berani berlaku seenaonya dan tak memandang para penyihir yang lain. Mereka hanya menggunakan nama orang tua mereka yang memiliki status tinggi di kerajaan." jawab Ariel yang sudah biasa mendengar permasalahan semacam ini.


"Bagaimana kau bisa tahu, Ariel?" tanya Nia merasa kalau Ariel sangat tahu permasalahan ini.


"Karena dulu sekolah kita juga pernah terkenal dan banyak anak bangsawan yang mendaftar dan menekan murid lain dengan kekuasaan orang tuanya. Karena itulah standar sekolah kita menurun." jawab Adrea yang juga sudah mengetahui permasalahan seperti ini.


"Sudahlah, aku lihat langsung saja besok." ucap Ravel ingin memastikan langsung.


Kemudian mereka sampai di asrama Ravel. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing, sementara Ravel merapikan semua barangnya di bantu Ella. Karena sudah lama tak mengobrol, mereka berbicara sebentar.


"Ella, bagaimana keadaanmu belakangan ini?" tanya Ravel basa-basi.


"Seperti biasa, memangnya kenapa?" tanya balik Ella.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya ingin menawarkanmu. Apa kau mau berpura-pura menjadi murid ini bersamaku? Aku sudah mengajak Mort dan Ares sebelumnya, mereka juga setuju." ucap Ravel mengajak Ella.


"Tapi, aku kan hanya peri. Bagaimana kalau ketahuan?" tanya Ella tak mau merepotkan Ravel.


"Tenang saja, kalau ketahuan kita tinggal memberi tahu kalau kau adalah peri kontrakku." jawab Ravel tak mempermasalahkan itu.


"Baiklah, aku akan ikut."


Kemudian muncul sebuah sihir teleportasi yang sama seperti milik Ravel namun berwarna hitam.


"Siapa ini? Apa sihir teleportasi?" ucap Ravel kaget tiba-tiba muncul sebuah pintu teleportasi di kamarnya.


"Ravel, apa kau yakin menyuruhku berpura-pura menjadi murid di sini?" tanya Ares ke Ravel sesampainya di sana.


"Iya, agar mereka tahu kemampuanmu sangat hebat. Tapi, pastikan kau menyembunyika kemampuanmu yang sebenarnya!" ucap Ravel memperingati Ares.


"Baiklah, bagaimana dengan Mort? Dia ikut juga kan?" tanya Ares dengan mata penuh harapan.


"Ya, dia ikut juga." jawab Ella menyela.


"Yeah, kehidupan pelajar bersama Mort yang tak pernah ku jalani! Aku akan menikmati penyamaran ini." ucap Ares merasa senang.

__ADS_1


Lalu Mort juga melakukan perwujudan dan mengatakan kalau ada cara membuka kotak hitam itu dengan mudah.


"Ravel, aku menemukan cara membuka kotak hitam itu!" ucap Mort tiba-tiba muncul.


"Bagaimana caranya?" tanya Ravel penasaran.


"Dengan darah! Cukup berikan sedikit darahmu dan bisa membukanya dengan membuka beberapa segel lingkaran sihir." ucap Mort memberitahu Ravel.


"Ayo langsung lakukan saat ini juga!" ucap Ravel merasa akan lebih santai kalau Mort sudah sepenuhnya pulih.


Mereka pun langsung melakukan apa yang di suruh Mort. Setelah memberikan darah Ravel, muncul lingkaran sihir penyegel dari kotak itu. Ravel membaca ukiran itu dan mencoba melepaskan semua segel tersebut. Setelah memakan waktu selama 4 jam, akhirnya Ravel melepas semua ukiran segel itu dan kekuatan Mort kembali pulih.


"Berhasil! Dengan ini aku bisa kembali membentuk wujud ku." ucap Mort.


"Baguslah, sebaiknya lakukan sekarang saja." ucap Ravel menyarankan Mort lalu pingsan seketika.


"Ravel!" teriak Ella kaget.


"Tak apa, dia hanya kelelahan." ucap Ares menenangkan Ella.


Mereka pun beristirahat di sana bersama untuk malam itu.

__ADS_1


__ADS_2