
Ravel mengelilingi perpustakaan besar itu dan masih belum menemukan buku yang membuatnya tertarik. Karena tidak menemukan sihir serangan yang menurutnya menarik ia mencoba melihat sihir-sihir unik lainnya. Ravel mendapat beberapa buku menarik yang sekiranya bisa berguna dan mencoba mempelajarinya.
Ravel mengambil 1 buku berwarna merah dan biru. Berdasarkan urutan warnanya, buku sihir ini tidak memiliki level yang terlalu tinggi. Tetapi, sihir ini cukup unik dan membuat Ravel ingin mempelajarinya. Buku sihir yang berwarna merah berisi tentang sihir komunikasi batin, yaitu telepathy. Jika sudah terbiasa dengan sihir ini, Ravel dapat menggunakannya secara natural.
Sementara buku yang biru adalah sihir waktu, yaitu time rules. Buku ini berisi beberapa sihir waktu, di antaranya adalah penghenti waktu, perlambat waktu, percepat waktu, dan sihir terlarang menjelajah waktu. Ravel mempelajari semua sihir itu selam 6 jam dan tak terasa hari sudah gelap.
Ia juga meminjam 1 buku yang paling membuatnya tertarik dari yang lainnya. Karena ia belum sempat membacanya, jadi ia meminjamnya untuk di bawa ke rumah. Sesampainya di rumah, Kak Nata dan yang lainnya sedang makan malam. Ia dimarahi karena pulang terlambat tanpa memberi kabar dan membuat yang lain khawatir.
Ia pun hanya mendengarkan ucapan Kak Nata tanpa membantah. Setelah itu ia langsung mengganti pakaian dan ikut makan bersama yang lainnya. Ravel makan sambil membicarakan pengembangan sihir Nia dan Dion. Karena belakangan ini mereka berdua fokus membaca buku sihir yang mereka pilih sendiri.
“Bagaimana mana kalian saat ini? Apa sudah meningkat?” tanya Ravel ke Dion dan Nia.
“Yah, lumayan lah. Saat ini aku sedang mempelajari sihir perluasan es untuk memperlambat gerakan lawan.” jawab Dion sambil mengunyah makanan.
__ADS_1
“Aku juga ada peningkatan loh! Saat ini aku sedang mempelajari sihir api abadi.” jawab Nia dengan bangga.
“Sihir api abadi? Sihir apa itu namanya keren sekali.” ucap Kak Nata menyahut ucapan Nia.
“Dikatakan di buku ini, kalau aku mencapai pengendalian tertinggi api ku hanya bisa di padamkan musuh dengan sihir tingkat tinggi saja.”
“Hebat sekali, dari mana kau mendapatkan buku sihir itu?” tanya Ravel.
“Aku juga meminjam buku sihir di sana, lalu bagaimana keadaan kemampuanmu sekarang Ravel?” ucap Dion lalu penasaran dengan kemampuan dan sihir baru Ravel.
“Seharian ini aku berada di perpustakaan inti, tadi aku mempelajari 2 buku dan membawa pulang 1 buku. Aku mempelajari sihir waktu dan komunikasi batin, lalu yang aku bawa pulang masih rahasia karena aku belum mempelajarinya.” ucap Ravel menggunakan komunikasi batin ke mereka bertiga dan sangat kaget dengan sihir itu.
“Bagaimana kau bisa bicara langsung ke pikiranku?” tanya Dion terkejut.
__ADS_1
“Hebat, sihir apa ini? Sangat berguna untuk membuat rencana saat tertekan oleh musuh.” ucap Nia kagum dengan sihir itu.
“Hebat sekali, sihir level apa ini Ravel? Aku tak pernah melihat buku sihir ini saat masih di sekolah.” ucap Kak Nata merespon setelah melihat sihir Ravel.
“Ini hanya sihir level merah loh, belum lagi sihir waktunya akan lebih berguna saat dalam keadaan mendesak. Lalu 1 buku sihir yang ku bawa pulang juga akan sangat berguna nantinya." jawab Ravel menjelaskan.
“Memangnya apa buku sihir yang kau pinjam?” tanya Nia penasaran.
“Baiklah aku akan memberitahumu, buku sihir yang ku pinjam adalah, buku sihir pemindah ruang.” jawab Ravel menyombongkan diri.
“Hah? Bukankah kau sudah menguasainya? Sihir ini sejenis dengan penyimpanan dimensi kita kan?” tanya Dion merasa Ravel keliru dalam memilih buku sihir.
“Tidak, ini sihir yang sangat berbeda dan berguna. Karena ini berisi sihir teleportasi.” jawab Ravel membuat semua orang terkejut.
__ADS_1