Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

“Jadi begitu, bukankah barang ini sangat berguna? Kenapa kami mendapatkannya?” ucap Ravel mengerti kegunaannya dan menanyakan kenapa memberikannya untuk mereka bertiga.


“Itu pasti pemberian kakekku, dia hanya memberikan gelang ini ke murid yang berbakat dalam berbagai bidang. Aku bahkan mendapatkannya saat aku di kelas 3.”


“Mengapa kita mendapatkannya saat baru pertama kali masuk sekolah ini?” tanya Ravel yang bingung sendiri yang sebenarnya hanya berpura-pura bodoh.


“Berarti kepala sekolah memberikan kepercayaan kepada kita bukan?” sambung Dion.


“Ya, semacam itulah. Jadi kalian harus memenuhi kepercayaan beliau.” ucap Kak Nata mempercayakan semuanya pada para adiknya di panti asuhan.


“Tunggu dulu!” ucap Ravel tiba-tiba.


“Kenapa lagi?” tanya Ariel.


“Bukankah berarti kita lebih di percaya dibandingkan cucu kesayangannya?” ucap Ravel meledek Ariel.


“Wahai petir kuperintahkan, pinjamkan kekuatanmu, cabutlah nyawa musuhku, Thunder Bolt!” Ariel merapal mantra dan mengarahkannya ke Ravel.


“Haaaah! Kau ingin membunuhku ya!” ucap Ravel yang menghindari serangan petir Ariel.

__ADS_1


“Ya, mati saja sana!” ucap Ariel yang kesal lalu meninggalkan Ravel dan lainnya.


“Tunggu aku.” ucap Adrea yang lari mengejar Ariel.


Setelah Ariel dan Andrea pergi Kak Nata mengajak mereka ke rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka. Mereka menaiki kereta kuda yang di bawa saat pergi, tak terlalu jauh dari sekolah mereka menemukan sebuah rumah yang cukup besar dengan 2 lantai dan penuh dengan penghalang di sekitarnya.


“Kak, kenapa kita berhenti di depan rumah yang bagus ini?” tanya Ravel.


“Karena ini adalah tempat tinggal baru kalian.” jawab Kak Nata dengan datarnya.


“Yahoooo.” Teriak mereka bertiga bersamaan.


Mereka bertiga sangat semangat karena melihat rumah yang sangat bagus dan cukup besar ini. Tetapi, ada yang membuat mereka bingung. Kak Nata yang awalnya bilang kalau biaya asrama mahal, kenapa malah menyuruh mereka tinggal di rumah sebesar ini.


“Ya, seharga 100 koin emas/bulannya.” jawab Kak Nata sambil membuka gerbang rumah itu.


“Memangnya, berapa harga rumah ini? Bukankah ini jauh lebih mahal?” tanya Nia sementara dua temannya hanya menyimak.


“Hahaha, aku tahu apa yang mengganggu pikiran kalian. Ini rumahku bukan beli atau pun menyewa.” jawab Kak Nata dengan sedikit tawa karena merasa kalau Nia sedikit lucu.

__ADS_1


“Kak, siapa kau sebenarnya? Harga rumah ini pasti tidak murah bukan?” tanya Dion.


“Sebaiknya kalian pindahkan barang kalian ke dalam terlebih dahulu, nanti aku jelaskan saat di dalam.” jawab Kak Nia yang menyuruhnya cepat-cepat merapikan agar bisa beristirahat malam itu juga.


Kemudian mereka masuk ke dalam sambil membawa barang-barang mereka. Saat di dalam ruangannya sangat bersih dan rapi. Kak Nata membawa mereka ke ruangan yang akan menjadi kamar mereka. Setelah mengantar mereka bertiga ke depan kamar masing-masing, Kak Nata pergi memasak untuk makan malam.


“Kalian rapikan saja dulu barang kalian, setelah selesai pergilah ke bawah, kita akan makan malam bersama.” ucap Kak Nata terlihat seperti biasa.


“Baik, Kak kami akan segera menyelesaikannya.” ucap Dion dengan senangnya.


“Oke, Kak.” jawab Nia.


Kemudian mereka merapikan barang mereka masing-masing di kamar mereka. Setelah 1 jam Ravel selesai merapikan kamarnya, karena Dion dan Nia masih merapikan kamar ia turun ke lantai bawah lebih dulu. Di bawah ada Kak Nata yang sedang memasak di dapur. Karena tidak ada yang dilakukan, ia pun menghampiri Kak Nata untuk membantunya.


“Kak, apa yang sedang kau masak?” ucap Ravel lesu karena sudah lapar.


“aku sedang memasak rendang kentang dan daging.” jawab Kak Nata fokus ke masakan yang sedang ia buat.


“Wah, kelihatannya enak. Apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Ravel manawarkan bantuan.

__ADS_1


“Kalau begitu, aku ingin kau merapikan meja makan dan menyiapkan peralatan memakannya.” jawab Kak Nata meminta Ravel merapikan meja makannya.


“Baiklah, aku akan merapikannya dengan cepat." respon Ravel lalu langsung bergegas merapikan meja tersebut.


__ADS_2