Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Debut Senapan di Dunia Sihir


__ADS_3

"Gawat, kalian bantu evakuasi para penonton. Para alumni ikuti aku untuk membantu Ravel." ucap Kak Remon bertindak dengan cepat memberikan instruksi pada yang lainnya.


Mereka pun membantu evakuasi semua penonton, sementara para alumni turun ke arena untuk menghadapi 3 ras iblis lainnya. Sesampainya di bawah, orang yang membawa artefak yang di curi menghadapi para alumni sendirian.


"Hah, hanya sekumpulan serangga ingin ikut campur." ucap iblis itu mengayunkan artefak pedang yang di curinya.


Seketika jalur arah pedang itu berayun, meretakkan tanah dengan mudahnya. Kak Remon dan yang lainnya langsung sadar kalau lawannya bukan ras iblis biasa.


"Apa-apaan kekuatannya ini? Kita tidak akan bisa menghadapinya jika 3 orang sekaligus." ucap Kak Remon ke para alumni.


"Kalau begitu, aku juga bisa melakukannya tahu." ucap Ares mengayunkan pedangnya dan terjadi hal yang sama.


"Senjata apa itu? Padahal aku tidak merasakan kekuatan artefak di dalamnya." ucap iblis yang memegang artefak pedang itu.


"Artefak? Siapa yang bilang juga kalau ini artefak? Artefak rendah seperti itu tidak akan bisa menandingi pedangku asal kau tahu!" ucapnya menerjang iblis itu dan beradu pedang dengannya.


"Bagus, kita akan melawan dua lainnya." ucap Kak Remon bersiap bersama para alumni lainnya untuk melawan sisanya.

__ADS_1


Sementara itu, Ravel masih saling berhadapan dengan Luke di dalam arena. Mort berjalan dengan santai menuju Ravel dari ujung arena sambil memperhatikan Ravel dari kejauhan.


"Kau tidak takut sama sekali? Lumayan juga nyalimu." ucap Luke mengangkat pedang besarnya dengan begitu mudahnya.


"Mana mungkin aku takut padamu, bukankah kau yang seharusnya takut padaku?" ucapnya sambil membidik Luke dengan senapannya.


"Hahaha, kita akan bertarung sampai mati. Jangan mengecewakanku bocah!" ucapnya lalu langsung menyerang Ravel dengan cepat lurus ke depan.


"Matilah, Bang!" ucap Ravel lalu menekan pelatuk senapannya dan tepat mengenai kepala Luke dan tewas dalam seketika.


"Bagaimana? Apa kau masih mempunyai mana?" tanya Mort ketika Ravel berjalan menujunya sambil membawa senapan yang di kira Mort adalah senjata sihir.


"Mana ku? Senjata ini tidak menggunakan mana loh." jawabnya lalu berjalan menuju para iblis lainnya.


"Tidak menggunakan mana? Bagaimana mungkin bisa membunuh iblis dengan sekali serang saja?" tanya Mort yang tak menduga kalau masih ada hal yang tidak dia ketahui di dunia.


"Yah, di dunia lamaku kan tidak ada sihir. Jadi kami bertempur menggunakan senjata seperti ini. Ada berbagai jenis, tapi ini kesayangan ku." jawab Ravel sambil memasang peredam di bagian depan senapannya.

__ADS_1


"Dunia mu itu, aku sungguh tidak paham dari mana mereka bisa membuat senjata mengerikan seperti ini." ucap Mort menggelengkan kepala.


"Sekarang kau tahu bukan? Seberapa hebatnya manusia itu?" ucap Ravel menoleh ke Mort membanggakan diri.


"Aku tahu! Jangan mulai menyombongkan dirimu hanya karena hal ini. Orang pertama yang menciptakannya bukan kau kan?" ucap Mort sedikit jengkel dengan Ravel.


"Tapi, di dunia ini akulah penciptanya." jawannya ingin di puji oleh Mort.


"Ya, kau hebat. Pencipta senjata yang hebat." ucap Mort dengan wajah semakin kesal karena candaan Ravel.


Kemudian mereka menuju ke yang lainnya di pintu keluar arena. Ravel berhenti di jarak yang cukup jauh untuk membidik iblis itu.


"Kenapa berhenti di sini?" tanya Mort yang melihat Ravel terbarung di tanah dan mengarahkan senapannya.


"Lihat saja ini, akan aku tunjukkan kemampuan sebenarnya dari senjata ini." ucap Ravel membidik iblis yang sedang bertarung sengit dengan Ares.


Ia mengincar langsung orang itu, dan jika berhasil mengenainya sudah di pastikan kalau orang itu akan mati mengenaskan terkena peluru senapan Barett M82A1 yang bahkan bisa menembus dinding besi dan tank.

__ADS_1


__ADS_2