Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Penasaran dan Terkejut


__ADS_3

Setelah makan Ravel pun kembali ke sekolah. Karena hari masih siang menjelang sore, ia mencoba melihat perpustakaan sekolah dan mencari buku yang bisa menarik perhatiannya. Sesampainya di sana, kepala sekolah terlihat sedang menulis di area perpustakaan. Ravel pun mencoba mendekat dan menyapanya. Lagian, perpustakaan selalu sepi dan hanya ada beberapa murid yang tak ia kenal.


“Kepala sekolah, apa yang sedang kau lakukan ke sini?” tanya Ravel pelan dan duduk di sebelah kepala sekolah.


“Oh, Ravel. Aku sedang menulis surat untuk cucuku yang sedang dalam perjalanan kembali ke sekolah.” jawab kepala sekolah.


“Cucu? Berarti surat ini untuk saudaranya Ariel?” tanya Ravel karena hanya kenal Ariel sebagai cucu kepala sekolah.


“Iya, dia adalah saudari perempuan Ariel yang hanya berbeda 2 tahun.” jawab kepala sekolah.

__ADS_1


“Dia sedang dalam perjalanan kembali, memangnya dia pergi ke mana sebelumnya?” tanya Ravel sedikit tertarik dan pemasaran dengan kemampuan dari kakaknya Ariel.


“Saat terakhir kali, dia hanya beda satu kelas lebih tinggi. Namun, sebenarnya di sekolah ini kelas dan umur bukanlah yang di pandang. Ia hanya menguasai sihir tingkat rendah, tapi dia sudah mempelajari lebih dari 200 sihir dan terus berkembang sejak perjalanannya.” jawab kepala sekolah dengan sedikit rasa bangga pada muridnya.


“200 sihir? Hebat juga ya, ia bisa mempelajari lebih banyak sihir dariku walau hanya berbeda 2 tahun. Meskipun kelasku tertinggal jauh darinya, hehe.” jawab Ravel cukup terkesan dan mengatakan sedikit canda untuk penyemangat diri sendiri.


“Untuk itu, sebenarnya peraturan sekolah akan di ubah cukup banyak dan sudah di terima oleh semua dewan sekolah. Salah satunya adalah, program kelas akan di hapus dari aturan dasar sekolah.” ucap kepala sekolah memberitahu Ravel tentang peraturan yang akan di ubah meskipun belum di tetapkan.


“Kau benar sekali, hanya tinggal menjadi penentu apa akan ada kemajuan dalam latihan nyata perang sihir dunia.” ucap kepala sekolah mengatakan sesuatu yang tidak di ketahui Ravel lagi.

__ADS_1


“Latihan nyata, apakah berarti kita akan saling serang dengan sihir sungguhan? Lalu, perang sihir dunia maksudnya apa? Apa kepala sekolah bisa menceritakan sedikit kepadaku?” tanya Ravel kaget mendengar perkataan kepala sekolah dan mencoba mencari tahu tentang itu untuk membuat persiapan matang.


“Sekarang masih terlalu cepat, kau akan tahu pada waktunya nanti.” jawab kepala sekolah yang merasa belum saatnya Ravel tahu tentang ini.


“Baiklah, kalau begitu aku ingin membaca beberapa buku. Kepala sekolah aku pamit.” ucap Ravel berdiri lalu membungkukkan sedikit kepalanya


Kepala sekolah hanya mengangguk dan Ravel pun pergi mencari buku yang bisa membuatnya tertarik. Kepala sekolah tiba-tiba terpikir satu hal yang sedikit mengejutkan tentang Ravel. Ia bukan hanya penasaran tentang latihan itu, tetapi juga tidak terkejut dengan jumlah sihir yang di pelajari oleh kakaknya Ariel.


Ia pun merespon dengan tenang dan merasa tersaingi, kepala sekolah langsung mengingat satu hal yang belum ia ketahui tentang Ravel.

__ADS_1


“Jadi dia tidak terkejut sama sekali dengan jumlah sihir yang di pelajari Carla. Sebenarnya berapa jumlah sihir yang sudah di kuasai Ravel?” ucap kepala sekolah dalam hati yang terkejut dengan respon Ravel.


__ADS_2