
Latihan berikutnya adalah memanggil hewan gaib atau monster gaib untuk membuat kontrak.
"Aku keponakan sang raja, akan memanggil sesuatu yang luar biasa. Forced Summons!" ucap anak sebelumnya memanggil sesuatu dengan sihirnya.
Kemudian muncul seekor salamander dengan ukuran cukup besar sekitar 2 meter. Ia membanggakan dirinya sendiri dan berusaha merendahkan Ravel dan yang lainnya. Tapi, sayangnya dia memilih lawan yang salah.
"Apa hewan gaib itu hebat?' tanya Ravel ke Mort.
"Untuk pemula itu lumayan hebat." jawab Mort sedikit berpikir.
"Bagusan mana dengan Catari? Sepertinya tidak usah di tanya lagi ya?" tanya Ravel lalu tidak jadi karena respon Mort hanya menghela napas.
"Berikutnya, murid perpindahan silahkan mulai!" teriak kecil pengawas yang merasa bangga karena muridnya berhasil memanggil yang bagus.
"Sepertinya bukan cuma murid yang salah di sini, tetapi gurunya pun juga sangat mementingkan statusnya." ucap Ravel pelan
Kemudian semua menggunakan sihir yang sama untuk melakukan kontrak dengan rekan mereka. Dion berhasil memanggil serigala taring es, Nia berhasil memanggil Elang Api biru, Ariel sudah pernah membuat kontrak dan memanggil keluar rekan kontraknya yaitu griffon. Begitu pun Adrea yang sudah membuat kontrak dengan dryad.
Karena tidak mau kalah, Mort pun serius memanggil rekan kontraknya. Ares yang melihat Mort serius pun ikut terbawa suasana.
"Oh, rekan kalian menarik juga ya. Kalau begitu aku akan memanggil siapa ya?" ucap Mort pada dirinya sendiri bingung ingin memanggil siapa.
"Memangnya ada berapa rekan kontrakmu sih?" tanya Ravel ke Mort.
"Ini saja deh, keluarlah! Cerberus!" kemudian muncul anjing raksasa berkepala 3 di depan Mort yang hanya sedikit lebih kecil dari Catari.
__ADS_1
Semua orang ketakutan dengan rekan kontrak Mort yang memiliki level sangat berbeda dengan mereka. Ketika masih merasa ketakutan, Ares malah melakukan pemanggilan juga.
"Wah, aku tidak akan kalah, keluarlah! Queen ravens!" ucap Ares lalu muncul banyak gagak dan beterbangan di sekelilingnya.
"Kalian ini bagaimana sih? Aku kira kalian akan mengeluarkan yang lebih heboh lagi." ucap Ravel merasa tertipu.
"Kalau aku mengeluarkan andalanku, takut semua orang di sini akan mati ketakutan." jawab Mort secara terang-terangan.
"Benar, karena itu aku memilih yang biasa saja." jawab Ares ikutan menyambung.
Kemudian karena terlalu membuat orang tidak fokus dan ketakutan, Mort dan Ares menghilangkan kembali makhluk panggilannya.
"Berikutnya Ella, apa kamu sudah memiliki rekan kontrak? tanya guru pengawas itu.
"Maaf, dia adalah rekan kontrakku. Jadi, dia tidak akan melakukan sihir pemanggilan." jawab Ravel karena Ella bersembunyi di belakangnya karena malu untuk menjelaskan.
"Ella, tunjukkan wujud aslimu." ucap Ravel agar kesalah pahaman cepat terselesaikan.
"Baiklah." ucapnya memunculkan kembali sayapnya dan telinganya sedikit meruncing.
"Dia adalah peri kontrakku. Lalu, ini adalah rekan kontrakku yang lainnya. Catari!" muncul lingkaran sihir di langit dan turun seekor naga yang ukurannya hampir selapangan latihan itu.
Kepala sekolah yang berada di ruangannya, merasa kalau matahari tertutup awan. Ketika ia melihat keluar jendela, dengan terkejut ia langsung menuju ke bawah untuk melihat naga yang di katakan sudah punah tiba-tiba muncul di sekolahnya.
"Dia adalah rekanku, Catari. Kami tidak menggunakan kontrak paksa, karena aku membesarkannya dari kecil." ucap Ravel memberitahu dan Catari menundukkan kepalanya ke Ravel meminta di elus.
__ADS_1
"Catari, lama tidak berjumpa!" teriak Nia lalu berlari dan memeluk naga itu.
"Apa ini naga imut waktu itu? Cepat sekali pertumbuhannya." ucap Ariel mengelus kepala Catari.
"Sejak kapan menjadi sebesar ini?" tanya Dion ke Ravel yang terkejut dengan ukuran Catari.
"Saat aku kembali untuk membawanya ketika mempersiapkan persediaan." jawab Ravel menjelaskan kalau awalnya ia juga sangat terkejut.
"Ravel, apa boleh aku menungganginya?" tanya Nia yang sudah berada di atas tubuh Catari bersama Ariel dan Adrea.
"Catari! Bawa mereka terbang lalu kembali, jangan terlalu lama." ucap Ravel lalu naga itu mengangguk dan terbang dengan cepatnya.
Setelah kejadian itu, kelas sudah berakhir dan para murid memiliki waktu bebas. Ravel, Mort, Ares, Ella, juga Dion menunggu Catari kembali di lapangan itu. Kepala sekolah mendekati Ravel dan bertanya kemana hilangnya naga yang tiba-tiba muncul itu.
"Ravel, apa kamu melihat naga di sekitar sini?" tanya kepala sekolah sambil memandangi langit.
"Naga? Oh, sebentar lagi dia kembali." jawab Ravel merasakan aura naga Catari.
Kemudian turun dari langit Catari dengan yang lainnya.
"Astaga, sungguh perjalanan yang menegangkan." ucap Nia tertawa dan terkagum ketika mendarat.
"Benar sekali, rasanya sangat menyenangkan." ucap Adrea sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
"Lain kali, aku akan mengajak kalian bepergian dengan Catari." ucap Ravel yang sedang duduk santai di tanah bersama yang lainnya.
__ADS_1
"Kalian, menungganginya?" ucap kepala sekolah terkejut dan tak bisa berkata lagi.