
Kemudian Ravel membaca salah satu buku yang ada di kamarnya. Karena banyak buku yang ia beli saat berada di panti asuhan. Ia memiliki banyak buku tentang sihir yang sangat langka. Dia belum membaca semua buku yang ia miliki, karena belakangan ini ia terfokus ke pelatihannya. Ia mengambil buku tentang kontrak hewan gaib.
“Kontrak hewan gaib adalah kontrak yang memiliki perbedaan, karena hewan memiliki cara tersendiri untuk membuat kontrak. Biasanya hewan gaib hanya membuat kontrak dengan orang yang memiliki kapasitas mana dan elemen yang sama. Hewan gaib melakukan semua itu agar memiliki kesetaraan dengan partnernya. Meskipun mereka tidak memiliki akal, tetapi mereka masih memiliki katalis batu sihir dalam tubuh untuk mengenali orang.” ucap Ravel membaca buku yang ia ambil.
“Ravel, apakah kau mengetahui hewan gaib memiliki peringkat?” tiba-tiba Mort menanyakannya melalui hubungan pikiran.
“Tentu saja aku tahu, semakin tinggi peringkatnya maka semakin kuat juga bukan?” jawab Ravel dengan hubungan pikiran.
“Tidak, kau tidak tahu.”
“Apanya yang tidak tahu? Bukankah aku benar?”
“Hewan gaib terkuat adalah hewan gaib yang memiliki hubungan kuat dengan pasangannya.”
__ADS_1
“Atas dasar apa kau mengatakan itu? Memangnya kau pernah melihatnya?”
“Tentu saja pernah, apa kau percaya kalau hewan gaib peringkat 122 bisa mengalahkan hewan gaib peringkat 14?”
“Mana mungkin hal itu terjadi bukan? Hanya keajaiban yang bisa membuat hewan itu menang kalau memang terjadi.”
“Seperti yang kau bilang, hanya keajaiban yang akan membuat mereka menang. Tapi, bukankah harusnya ada asal dari keajaiban itu?”
“Kau akan mengetahui saat kau mencoba melakukan kontrak dengan hewan gaib, saranku jangan menggunakan kontrak paksa atau pun mantra penjinak.”
“Kalau begitu bagaimana aku bisa membuat mereka membuat kontrak denganku?”
“Biarkan hewan gaib yang memilihmu, saat hewan gaib memilihmu mereka akan menantangmu. Kau harus melawannya tanpa mantra sihir dan lingkaran sihir.”
__ADS_1
“Mort apa kau gila? Bagaimana caraku menang melawan hewan gaib tanpa menggunakan sihir?”
“Aku tidak bilang kau tidak boleh menggunakan sihir, gunakan saja ilmu bela diri yang kau pelajari dari kotak hitam. Satu lagi, jangan pernah menunjukkan kalau kau menyerah saat melawan mereka.”
“Sepertinya aku akan babak belur saat mengambil ujian kelas 1.”
Kemudian Ravel mengembalikan bukunya ke rak dan pergi tidur. Ravel tertidur pulas dengan posisi yang sangat berantakan, bahkan ia tidak menyelimuti dirinya sendiri. Saat Ravel tertidur pulas Ella melakukan perwujudan dan memperbaiki posisi tidur Ravel dan menyelimutinya dengan selimut.
“Dasar bodoh, kau terlalu berusaha keras.” ucap Ella tersenyum sambil menyelimuti Ravel dan menghentikan perwujudan setelahnya.
Tak terasa pagi pun tiba, Ravel yang baru saja bangun pergi kamar kecil untuk membasuh wajahnya. Kemudian menuju ke bawah untuk pergi sarapan. Saat sampai di bawah tidak ada makanan di meja makan dan hanya ada kertas selembar di meja.
“Hari ini aku ada urusan di luar kota, kalian buatlah sarapan sendiri dengan bahan yang ada di lemari. Untuk sekolah kalian bebas memakai baju apa, kata kepala sekolah kalian akan mendapatkan seragam minggu depan. Jangan terlalu bersantai kalian harus berangkat pagi hari. Aku akan pulang dalam 3 hari. Jagalah rumah agar tetap bersih.” Ravel membaca selembar kertas yang sepertinya ditinggalkan oleh Kak Nata.
__ADS_1