
Setelah membicarakan rencana, waktu istirahat tersisa 10 menit. Mereka kembali ke barisan tim masing-masing. Kemudian Kak Remon memimpin pasukan pengintai untuk memasuki dan mengawasi situasi terlebih dahulu. Di antara semua tim, di sini terdapat 8 alumni dan sisanya rata di tim lain. Karena tim pengintailah yang membutuhkan pengalaman dalam menjalani tugasnya.
Sedangkan murid elite yang berada di tim pengintai hanyalah orang dengan kecepatan yang tinggi. Saat memasuki reruntuhan neredzahm, hanya terlihat seperti reruntuhan dari kerajaan yang hancur pada umumnya. Baru beberapa langkah memasuki, terlihat ada seorang yang tergeletak di dekat sebuah pilar yang menjadi penopang bangunan kerajaan ini.
Orang itu terluka parah dan aliran mananya tidak berjalan. Tim pengintai membuat keputusan untuk mundur dan memeriksa orang yang terluka itu dan membawanya ke tim medis. Setelah lama mengobati, orang itu masih belum tersadar. Semua luka sudah di sembuhkan namun aliran mananya tetap terhenti.
Kemudian Kak Nata mencoba mengambil alih penyembuhannya. Dalam beberapa menit aliran mananya kembali normal dan orang itu tersadar. Wajahnya terlihat panik dan pucat. Ia gemetar ketakutan setelah tersadar. Pandangan matanya kosong tak melihat siapa pun. Kak Nata mencoba menanyakan apa yang terjadi ke orang itu.
__ADS_1
“Maaf, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Kak Nata perlahan agar tidak membuatnya kaget.
“Jangan bunuh aku, jangan bunuh aku, jangan bunuh aku!” ucap orang itu ketakutan sekali.
“Sepertinya dia mengalami syok berat. Sebaiknya jangan bertanya lebih lanjut, karena itu akan semakin membahayakan mentalnya di kemudian hari.” ucap Kak Nata.
Beberapa murid elite ketakutan setelah mendengar kalau muncul chimera di dalam reruntuhan kerajaan ini. Semua tim maju bersamaan dengan urut selain tim pengintai. Mereka langsung menerjang dengan cepat untuk membuat situasi menguntungkan bagi tim penyerang. Ravel dan Mort pun langsung bergegas dan menuju ke tempat chimera itu juga.
__ADS_1
Note: Chimera atau Kimerisme adalah makhluk hidup yang memiliki dua atau lebih populasi sel atau yang sering di sebut Hibrida yaitu yang memiliki anggota tubuh lebih dari 1 makhluk hidup.
Saat sampai bersama tim pengintai, Remon memimpin pasukannya dengan sangat teratur. Setiap serangan tim sangat menguntungkan dan meninggalkan luka pada chimera. Baru saja kembali percaya diri, anggota kelas elite di tim ini mulai merasa egois dan menyerang dengan asal tanpa mengikuti arahan Remon.
Ketika engkau merasa tinggi, hanya kematianlah yang menunggumu di dunia ini. Aku dan Mort hanya memperhatikan saja dan tak ikut bertarung. Mereka berdua hanya melihat bagaimana cara memimpin Remon yang sangat hebat. Namun, ada yang janggal dalam setiap serangan yang di perintahkan Remon.
Chimera itu tak menahan atau menyerang orang yang akan menyerangnya. Meskipun gerakannya cepat, fisik chimera juga sangat cepat untuk dapat menghindari sihir. Apalagi, chimera kali ini adalah hibrida dari singa, ular, dan kuda. Kakinya seharusnya sangatlah cepat dan serangannya pun sangat kuat.
__ADS_1
Karena itulah mereka berdua menaruh kecurigaan ke Remon. Mereka merasa kalau semua anggota tim tidak aman selama dia masih memimpin ekspedisi ini. Ravel berfirasat kalau Remon akan menusuk tim dari belakang. Ia merasa kalau orang ini adalah pengkhianat yang ulung dan sering atau terbiasa menjebak orang lain.