
"Pertaruangang pertama, akan di buka dengan para petarung kuat di pertarungan sebelumnya. Pertarungan pertama adalah Zeke yang pernah sekali memenangi kompetisi melawan Mort seorang penyihir yang berkelana ke segala penjuru." ucap pengadil di pertandingan itu.
Kedua peserta memasuki arena yang besar itu. Mereka bagaikan gladiator di dalam koloseum yang menghibur penonton dengan pertarungan.
Note: Colosseum adalah sebagai lokasi pertunjukan, terutama pertandingan gladiator di masa Romawi Kuno.
"Pertarungan di lakukan di dalam sebuah sihir dimensi dan tidak akan membuat siapa pun terluka parah. Bertarunglah tanpa keraguan, pertandingan di mulai!" ucap pengadil itu dan memulai pertandingan.
Para penonton bersorak riang karena akhirnya pertandingan di mulai. Para peserta lain fokus untuk mengamatinya barangkali akan bertemu di pertandingan berikutnya. Setelah aba-aba pertarungan di mulai, tidak ada yang bergerak sama sekali. Tiba-tiba Mort berpindah di belakang Zeke dan tak berkutik Zeke terjatuh tanpa ada yang mengetahui penyebabnya.
"Per . . . pertarungan berakhir! Pemenangnya adalah Mort!" ucap pengadil lalu semua penonton bersorak dengan kecepatan dalam mengakhiri pertandingannya yang padahal lawannya adalah pemenang sebelumnya.
"Apa dia menggunakan sihir?" tanya Ares ke Ravel tak pernah melihat Mort melakukan itu sebelumnya.
"Oh, itu sihir yang tak sengaja ku temukan. Ia hanya bermain dengan waktu dan menyelesaikannya dengan cepat." jawab Ravel dengan wajah biasa saja.
__ADS_1
"Ravel ini bisa berkata sesantai itu mengenai sihir yang mengagumkan seperti ini. Apa dia tidak terkejut ketika menemukan sihir ini? Jika Ravel bisa menggunakannya, mungkin dia bisa mengalahkanku jika serius." ucap Ares dalam hati sambil melihat Ravel yang biasa saja merespon kemenangan Mort.
Mort pun kembali ke tempat Ravel dan Ares berkumpul. Baru saja sampai, Ares akan melakukan pertandingan kedua dan meninggalkan Ravel dan Mort.
"Pertarungan kedua, penyihir berbakat yang memiliki kemampuan berpedang tingkat tinggi dan kecepatan yang luar biasa Mike akan melawan seorang wanita yang bisa menggunakan pedangnya untuk menghabisi lawannya dalam seketika Ares! Pertandingan di mulai!" teriak pengadil lalu kedua peserta langsung menerjang satu sama lain dengan cepatnya.
Mereka beradu pedang dengan sengit dan membuat penonton semakin heboh. Namun, tidak terlihat kesulitan di wajah mereka berdua. Karena kemungkinan kedua peserta mesih belum mengerahkan seluruh kemampuannya.
"Oh, wanita ini menarik. Bagaimana kalau menjadi istriku saja?" ucap Mike ketika saling beradu pedang.
"Jangan terlalu sombong!" teriak Mike terpancing oleh tatapan Ares dan mulai serius.
Kecepatan pertandingan sangat tidak terduga. Mereka beradu pedang sangat cepat sehingga tak bisa di lihat dengan mata kepala secara langsung. Terdengar suara pedang yamg beradu sangat sengit namun yang di lihat para penonton biasa hanyalah kerusakan arena tiba-tiba yang tidak terlihat penyebabnya.
"Aku menyerah!" ucap Mike yang tiba-tiba berhenti dengan napas terengah-engah akibat kelelahan.
__ADS_1
"Pertarungan berakhir! Pemenangnya Ares!" ucap pengadil itu menentukan pemenang.
Ares berjalan menuruni arena dengan anggunnya dan tanpa kelihatan lelah sedikit pun. Baginya pertandingan barusan bahkan tidak bisa di sebut pemanasan. Kemudian ia pun kembali ke tempat Ravel dan Mort. Berikutnya adalah Ravel yang ke arena untuk melakukan pertandingan ketiga melawan orang yang memiliki kemungkinan menang kompetisi.
"Berikutnya yang sangat kalian nantikan penampilannya, Penyihir yang bisa melakukan apa pun dan berhasil memenangkan kompetisi sebanyak 3 kali, Zink!" teriak penonton riuh dan semakin bersemangat ketika mendengar peserta pertandingan berikutnya.
"Zink akan melawan seorang penyihir dari sekolah sihir yang di sebut sebagai jenius yang paling jenius dari yang lain, Ravel!" teriak pengadil menyebutkan nama lawannya.
"Hahahaha!" terdengar tawa dari para penonton.
Mereka tertawa ketika mendengar kalau seorang murid sekolah sihir mengikuti pertandingan ini. Para penonton merasa kalau pertandingan ini akan berakhir dengan cepat dan tidak akan menarik di tonton.
"Apa ini? Ternyata lawannya hanya seorang bocah." ucap peserta lain yang menonton.
"Tapi, bukankah dia bersama dua orang pemenang sebelumnya? Mungkin masih ada hal menarik nanti." ucap para peserta yang memiliki banyak dugaan.
__ADS_1
"Pertarungan ketiga! Di mulai!"