Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Sensasi Lama dan Bangsa Elf


__ADS_3

Setelah kepergian semua temannya, ia pergi ke hutan untuk menemui Fanya dan mencari tanaman obat untuk mempelajari langsung buku yang di berikan Kak Natalia. Sesampainya di tempat persembunyian Fanya dan Catari, Ravel langsung berbaring di rerumputan luas yang di kelilingi pepohonan.


"Sudah lama aku tidak merasakan sensasi ini." ucap Ravel yang berbaring di sana.


Kemudian Mort dan Ella pun melakukan perwujudan juga. Lalu, Ares tiba-tiba muncul entah dari mana. Mereka bersantai di tempat yang sejuk itu. Angin berembus dengan kencang dan terik matahari yang terhalang dedaunan pohon yang sangat lebat. Ravel merasa berada di panti asuhan.


"Apa kau terbiasa bersantai seperti ini? Suasana ini tidak terlalu buruk." ucap Mort mencoba berbaring di rerumputan itu.


"Benar, aku dulu selalu melakukan ini saat mencari tanaman obat di Gunung Arun. Di sana juga, aku membuat kontrak dengan Ella. Suasananya sangat sama seperti ini." ucap Ravel menjawab perkataan Mort sambil menutup matanya dan menikmati ketenangan itu.


"Suasana ini memang tidak buruk. Rasanya aku ingin tidur ketika bersandar di pohon dengan suasana ini." ucap Fanya yang duduk bersandar di pohon.


"Apa kalian tidak merasakan sesuatu? Aku mendengar langkah yang cepat menuju ke sini dalam jumlah banyak." ucap Ares tiba-tiba menyentuh tanah dengan telinganya dan mendengarkan suara langkah.


Semuanya langsung terbangun dan bersiap untuk keadaan tak terduga. Saat semua berada dalam keadaan siap, suara langkah itu terhenti dan membuat mereka waspada terhadap sekeliling dan membuat lingkaran saling membelakangi.

__ADS_1


"Mereka sudah pergi." ucap Ares menurunkan pedangnya.


"Apa barusan itu? Aku merasakan aura iblis tak jauh dari sini." ucap Ravel juga kembali tenang.


"Apa tadi hewan gaib? Atau monster iblis?" tanya Mort ke Ares.


"Aku mencium bau serigala di sini. Sepertinya ada yang menunggangi serigala itu." ucap Fanya mengendus arah datangnya suara langkah tadi.


"Menunggangi serigala?" tanya Ella bingung.


"Sepertinya ini ada hubungannya dengan ras iblis kemarin dan kebakaran penginapan itu. Ayo, kita ikuti jejak serigala ini. Kau bisa melacaknya Fanya?" tanya Ravel ke Fanya.


"Tentu saja, jangan remehkan ras iblis seperti ku." ucapnya lalu memimpin pelacakan itu.


Mereka mengikuti Fanya yang menuju arah lari para serigala itu. Mereka semakin masuk ke dalam hutan dan hari mulai gelap. Tiba-tiba Ares menyuruh semuanya berhenti.

__ADS_1


"Aku merasakan pertarungan tak jauh di depan." ucap Ares menghentikan langkahnya.


"Aku juga merasakan aura kehidupan banyak orang. Sebaiknya kita cari tempat sembunyi dan mengamatinya dari kejauhan." ucap Mort juga berhenti dan menentukan jalan lain.


Mereka pergi ke sebuah tebing tinggi yang curam. Dari atas mereka melihat sebuah asap kecil yang di perkirakan kalau itu adalah api unggun. Ravel mengamati cahaya api unggun itu dengan senapannya. Scopenya dapat melihat dengan jelas meski jaraknya sampai 2 KM. Ia melihat 2 orang bertarung dan di kelilingi oleh banyak orang.


"Sepertinya mereka bandit, kita tidak perlu memikirkan mereka." ucap Ravel memberitahu yang lain.


Kemudian ia menyadari suatu hal ketika berniat menghentikan pengamatan.


"Tunggu dulu, mereka bukan manusia." ucap Ravel tersadar.


"Apa?" ucap Fanya terkejut.


"Apa itu, Elf? Aku tidak melihatnya dengan jelas, namun aku yakin itu elf." ucap Ravel memberitahu yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2