Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Akhir Pertarungan


__ADS_3

Lalu Ravel mengeluarkan tekanan dari kapasitas mana yang sangat besar. Dengan sekejap ia menghilang dari tempatnya dan Kak Azzack terpental tanpa sebab. Di tanah terlihat sebuah jejak yang cukup dalam yang tiba-tiba muncul. Mereka semua terkejut melihatnya, karena ini sudah melampaui kecepatan tertinggi sihir Accel.


“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ia bisa secepat itu? Jika aku yang latih tanding dengannya, apa yang bisa aku lakukan untuk melawannya?” ucap Dion berbicara sendiri.


“Itu sudah melampau batas tertinggi sihir Accel, sihir apa yang ia gunakan?” ucap Intelligent mencoba menganalisa sihir Ravel.


“Coba kau gunakan sihir untuk mengecek sihir yang di gunakannya.” ucap Kak Remon sangat menyukai pertandingan dan menyuruh Intelligent menganalisa dengan sihir Reading.


“Reading! Mustahil, ia menggunakan sihir yang sama seperti sebelumnya.” ucapnya terkejut melihat sihir yang di gunakan Ravel.

__ADS_1


Lalu terdengar suara teriakan dari tempat latih tanding. Suara itu adalah suara Ravel yang terus berlari sambil meneriaki sihir percepatan secara terus menerus. Lalu, di gerakkan terakhir ia meneriakkan sihir yang membuat semua orang terkejut.


“Double Accel! Tidak, belum cukup! Masih harus lebih cepat lagi! Triple Accel!” teriaknya lalu pergerakannya menjadi sangat cepat hingga benar-benar tak terlihat.


Lalu dengan kecepatan tertinggi Ravel, ia menendang Kak Azzack dengan kekuatan yang sangat besar. Kak Azzack terpental hingga membentur pembatas dan hancur. Dimensi tempat pelatihan itu terpecah oleh benturan Kak Azzack. Semua terdiam melihat semua ini dan langsung berlari keluar rumah Kak Remon dan melihat Kak Azzack tergeletak di luar.


Semua orang yang melihatnya sangat terkejut, terutama para alumni yang tak menyangka mempunyai penerus sekuat itu. Setelah kejadian itu, Kak Azzack dan Ravel pingsan dan tak sadarkan diri selama 5 hari. Kak Azzack dan Ravel kehabisan banyak mana sampai membuat mereka harus terus terbaring dalam waktu lama.


Saat ia berjalan ke luar, Kak Azzack memanggilnya dan menyuruhnya untuk mengikutinya. Ravel yang masih lemas dan dengan wajah seperti orang yang melindur hanya mengikuti Kak Azzack. Lalu, mereka berdua menuju ke Adrea yang sedang di sebuah kolam ikan bersama dengan Nia dan Ariel. Lalu, Kak Azzack membungkukkan kepalanya di depan Adrea.

__ADS_1


“Maaf, aku terlalu keras saat pelatihan dan tidak terlalu memperhatikan bakatmu. Sebelumnya aku hanya memaksamu untuk melakukan latihan yang sama sepertiku dulu, saat aku mendengar cerita dari pelatihanmu dengan Nata aku merasa kalau aku terlalu kejam kepadamu dalam memaksakan pelatihan.” ucap Kak Azzack meminta maaf ke Adrea di depan Ariel, Nia, dan Ravel.


“Oh, soal itu tak usah di pikirkan. Aku sudah mengerti kok, kenapa Kak Azzack melakukan itu. Itu demi meningkatkan kemampuan kami juga kan?” jawab Adrea memaafkan Kak Azzack.


“Jadi, kau suruh aku ikut padamu untuk menyaksikan permintaan maafmu? Aku kira kau akan memberikan barang bagus sebagai tanda kekalahanmu dariku, sungguh membuat hatiku kecewa.” ucap Ravel yang masih memiliki kesenangan mengejek Kak Azzack walau badannya sangat lemas.


“Siapa bilang aku akan melakukannya!? Dasar bocah sialan ini, bukankah aku sudah memberikan barang bagusnya bahkan sebelum memulai pertandingan?” ucap Kak Azzack jengkel dengan ejekan Ravel.


“Ya, aku tahu! Aku pergi dulu, aku akan mati kelaparan kalau tak makan sekarang.” ucap Ravel lalu pergi meninggalkan semuanya dan menuju ke ruang makan.

__ADS_1


Saat jalan menuju ke ruang makan, ia berbicara pada dirinya sendiri.


“Bagus, tadi sudah cukup bagus. Tapi, ini masih belum cukup! Aku tak akan bisa mengalahkan ras iblis sendirian dalam pertarungan 1 lawan 1. Aku harus mempelajari lebih banyak sihir lagi dan mencegah terjadinya kekacauan di sekolah sihir untuk kedua kalinya.”


__ADS_2