KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Persiapan untuk pertunangan Deborah


__ADS_3

"Itulah yang terjadi selama dua tahun terakhir ini yang dijalani oleh Annabella dan Alexander dan setiap manusia pasti akan mengalaminya, Annabella selalu memilih untuk berdamai jika dia mendapatkan masalah dengan para kelompok Mafia luar, sehingga nama besar Annabella Muller sudah mulai meredup dan tidak tersohor seperti dulu lagi ketika ia muda, apa lagi di era jaman sekarang sudah banyak sekali kelompok dari golongan baru.


Beralih kelain cerita, "jagoan kesayanganku kamu sangat pintar sekali sayang muchh" tak bosan-bosannya Glorria menciumi bayi laki-laki yang berumur sekitar satu tahun lebih itu yang tak lain itu adalah bayi Nowela, kini Glorria dan Nowela berada di salah satu pedesaan yang masih sangat asri dengan hutan yang lebat, dan para penduduk Jepang asli.


Keseharian Glorria ia bekerja sebagai pawang hewan buas, disalah satu kebun binatang yang sering banyak dikunjungi oleh para pendatang. Disiang itu Glorria dan Nowela sedang berada dirumah mereka yang tak begitu besar, "Flora apa sebaiknya kita kembali pulang kenegara kita saja. Aku yakin adikmu pasti sudah berubah" ujar ucap Nowela.


"Tapi Nowela, aku belum siap untuk bertemu dengan mereka" jawab Glorria dengan malas


"Kenapa kamu belum siap masalah kamu apa dengan mereka? Kalau menurutku itu masalahmu bukanlah masalah berat sepertiku Flora." Tanya balik Nowela,


Glorria menghela nafasnya sambil tersenyum kearah Nowela, sambil ia kembali mengendong bayi laki-laki tersebut.


"Baiklah kita akan kembali tapi ingat jika kamu tidak akan pernah melupakanku Nowela?" Ucap Glorria,


Nowela dia tersenyum dan merangkul Glorria yang sudah dianggapnya saudara.


"Aku berjanji kepadamu Flora, aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang akan terjadi nantinya, kamu adalah adikku Flora adikku." Jawab balik Nowela


"Apa kamu yakin dengan semua janjimu itu Nowela?" Tanya Glorria yang takut jika Nowela mengetahui siapa dirinya dan Nowela akan menjauhi dirinya seperti Deborah adik semata wayangnya. Nowelapun menganggukkan kepalanya, akhirnya Glorriapun setuju untuk kembali pulang kenegaranya.


Keesokan harinya Nowela sedang mengisikan pakaian bayi kedalam tasnya, sedangkan Glorria ia baru selesai menidurkan bayi laki-laki yang begitu lucu dan tampan.


Glorria ia bergegas pergi kedalam kamarnya ia segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ia sukainya, yaitu stelan celana panjang dan juga jaketnya. Rambut Glorria sudah sangat panjang, karena selama ini ia tak pernah potong rambut, Glorria pun bejalan keluar dari dalam kamarnya, ia melihat kearah Nowela yang sudah siap untuk berangkat dengannya.


"Waww kamu cantik sekali Flora, apa berat badanmu tidak pernah naik.?" Tanya Nowela sambil menatap kearah Glorria.


"Kurang tahu karena aku tidak pernah menimbang berat badanku." Jawab Glorria dengan senyuman cantiknya, "ayok apa kamu sudah siap, apa lagi yang kita tunggu?" Ajak Glorria sambil menggendong bayi kecil yang masih tertidur, sedangkan Nowela ia menggendong tas milik bayi yang berisikan pakaiannya.

__ADS_1


Akhirnya keduanyapun berjalan keluar dari dalam rumah kecil, yang selama ini mereka tempati untuk berteduh.


Dalam perjalanan mereka tak ada hambatan sama sekali, sampai akhirnya mereka berhasil menemukan mobil transportasi umum, dengan cepat Glorria dan Nowela naik kedalam mobil transportasi tersebut. Di dalam mobil Glorria kerepotan karena ia tidak terbiasa membawa bayi berbeda dengan dirinya sewaktu masih sendiri.


"Nowela buatkan aku susu lihatlah jagoanku nangis." Ucap Glorria meminta Nowela untuk membuatkan susu.


Dengan cepat Nowelapun membuatkan Glorria susu, setelah selesai Glorria pun segera memberikan susu botol kepad bayi laki-laki tersebut, wajah lelah terlihat dari wajah cantik Glorria sehingga tanpa disadari Glorriapun tertidur dengan keadaan menggendong bayi.


Nowela yang terjaga, dia tersenyum melihat sahabatnya yang tertidur dengan mendengkur dan menganga,


"Flora, Flora kamu adalah sahabat terbaikku selama aku temui, sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi bagian dari hidupku Flora, aku tidak akan melupakanmu begitu saja kamu segalanya dalam hidupku." Gumam hati Nowela dengan tatapannya yang tajam menatap kearah Glorria yang sedang tertidur pulas.


Di malam itu Bastev terus memikirkan kata-kata Dallen, mengenai Glorria tapi Bastev tidak yakin jika Glorria masih hidup.


Ia hanya memikirkan jikalau dan seumpamanya Glorria tiba-tiba kembali, langkah apa yang harus diambilnya. "Sayang Bastev putra Mammy apa yang sedang kamu pikirkan kenapa dengan wajahmu begitu gelisah?" Tanya ibu Bastev


Ariane tersenyum kearah Bastev, Ariane tahu betul dengan isi hati Bastev terhadap Glorria gadis yang dicintainya sedari kecil.


"Bastev putra Mammy, Mammy tahu jika kamu masih sangat mencintai Glorria, dan kamu tidak bisa melupakannya, tapi satu hal yang harus kamu ketahui jika masa depanmu sekarang dan selanjutnya ada bersama dengan Deborah. Bukan dengan Glorria yang telah tiada, Glorria adalah masa lalumu dan dia sudah tenang di alamnya, sayang lupakanlah dia dan bukalah hatimu untuk Deborah, karena Mammy yakin jika orang meninggal itu tidak akan mungkin kembali lagi" tutur Ariane


Bastev dia hanya terdiam mendengar penuturan Ariane ibunya.


Kembali lagi kepada Glorria yang kini masih dalam perjalanan.


Glorria dan Nowela kini mereka sudah berada di bandara mereka sedang membeli tiket pesawat rute Paris. Setelah mereka mendapatkan dua tiket dengan berbeda rute kini keduanya terpisah di tengah-tengah keramaian, hati Nowela begitu sangat hancur


Karena dia harus berpisah dengan sahabat sejatinya, yang telah banyak menolong dan membantunya.

__ADS_1


Tetesan bulir-bulir bening tak henti-hentinya keluar dari kedua mata Nowela, "Flora aku titip putraku, tolong jaga dia baik-baik" ucap Nowela dengan linangan airmata.


Nowela ia menitipkan putranya kepada Glorria, karena ia tak sanggup untuk memberitahukan kepada keluarga besarnya, jika anak tersebut adalah hasil hubungan cinta satu malamnya, yang telah dilakukan oleh pria tampan yang tidak di ketahui siapa orang itu.


Hingga tanpa diketahui Nowela hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki, yang di bantu oleh Glorria sedari hamil sampai melahirkan, Nowela dia tidak menyukai bayi yang dilahirkannya. Bahkan sudah berulang kali Nowela akan membunuh bayi tersebut, namun Glorria selalu menggagalkan niat Nowela, bayi laki-laki yang diberi nama Sander oleh Glorria. Glorria dia  sangat menyayangi bayi yang baru dilahirkan oleh Nowela, meskipun itu bukan anak kandungnya tanpa rasa lelahnya Glorria akan selalu membawanya.


Kini Glorria sudah berada dalam pesawat menuju Paris, Glorria kembali mencari nomor kursinya dan akhirnya iapun duduk dikursi sendirian tanpa ada ada yang duduk disampingnya, hingga Glorria begitu leluasa duduk dengan menaikkan satu kakinya. Aksi Glorria menjadi pusat perhatian para penumpang lainnya, karena Glorria sedang mengangkat satu kakinya dan menyusui Sander yang kini sudah menjadi anak angkatnya.


"Kamu akan menjadi jagoan Mammy sayang" tak henti-hentinya Glorria mengajak bicara bayi laki-lakinya yang terus ikuti berceloteh. Membuat para penumpang pesawat lain ikut tersenyum melihat tingkah Glorria dengan bayinya, setelah selesai memebrikan susunya Glorria kembali memejamkan matanya ia tertidur dengan begitu lelapnya, begitupun dengan bayinya seperti mengerti dan tak ingin mengganggu tidur ibu angkatnya Glorria, sehingga bayi laki-laki itu tertidur dengan sendirinya.


Sedangkan Dallen di pagi-pagi buta ia sudah


terbangun, dan segera bersiap-siap untuk merapikan dirinya. Dallen keluar dari dalam rumah Annabella dengan membawa mobil miliknya pemberian Annabella, Dallen melajukan mobilnya menuju Bandara feeling Dallen begitu kuatnya terhadap Glorria yang ia besarkannya. Dengan wajah yang begitu riang Dallen terus bernyanyi di sepanjang perjalanannya menuju Bandara, persis seperti orang yang sedang jatuh cinta. Padahal ia bahagia karena pahlawannya akan kembali setelah melakukan perjalanan yang lumayan cukup jauh, kini Dallen sudah tiba di Bandara, Dallen segera berjalan menuju tempat parkir penitipan motor milik Glorria berada.


Dallen ia duduk disamping motor Glorria, ia akan menunggu Glorria yang entah sampai kapan ia harus menunggunya.


Dikediamannya Annabella pagi-pagi sekali Drak sudah heboh dengan kepergian Dallen, yang tak dia ketahuinya dan tidak dia lihatnya didalam kamar. Drak berlari keluar melihat mobil milik Dallen yang sudah tak ada garasi mobil Drak kembali masuk dan ia menemui Annabella dan Alexander yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. "Nyonya, Dallen tidak ada didalam kamarnya dia pergi Nyonya" ucap Drak dengan wajah cemasnya.


Keluh Drak memberitahukan Annabella, Drak terlihat khawatir terhadap Dallen "apa jangan-jangan Dallen pergi kekuburan Glorria?" jawab balik Alexander dia ikut menjawab pertanyaan Drak, yang selama ini Dallen selalu rutin mengunjungi kuburan Glorria, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Alexander, Drak segera berlari memberi perintah kepada anak buahnya untuk mencari Dallen dikuburan Glorria.


Sedangkan di kediaman Bastev, Ariane ibu Bastev sudah mempersiapkan semua untuk kebutuhan putranya, karena nanti malam akan diadakan lamaran terhadap Deborah.


Bastev sudah menyerahkan semua keputusan kepada Ariane ibunya untuk mengurus semuanya, karena Ariane tak tega melihat Bastev terus larut dalam kesedihannya sehingga Ariane mempercepat lamaran Bastev dengan Glorria, di dalam kamarnya Bastev masih berada diatas kasurnya, ia enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya.


Bastev menatap photo-photo Glorria dan sesekali ia mengelus photo tersebut yang ada diponselnya. "Glorria, malam ini aku akan bertunangan dengan adik kesayanganmu, aku harap langkah yang kuambil ini tidaklah salah, aku berjanji padamu Glorria aku akan berusaha mencintai Deborah adikmu, dan akan menjaganya seperti kamu menjaganya dengan baik" gumam Bastev


Sedangkan Alexander dan Annabella yang baru saja diberi tahukan oleh Ariane ibu Bastev, mereka begitu bahagia karena momen itu yang mereka tunggu-tunggunya. Annabella ia segera memberitahukan Deborah yang baru saja bangun dari tidurnya. Deborah dia berteriak sambil meloncat-loncat saking bahagianya, acara lamaran akan diadakan di kediaman Annabella, karena keluarga Bastev tidak memiliki waktu banyak untuk mempersiapkan semuanya. Para anak buah Annabella segera merapikan pelataran rumah untuk membuat altar pertunangan Deborah dan Bastev nanti malam.

__ADS_1


Drak berkali-kali menghubungi Dallen namun ponsel Dallen tak bisa dihubungi, akhirnya Drakpun menyerah mencari keberadaan Dallen yang tak ditemuinya, Drakpun segera ikut membantu mempersiapkan kebutuhan untuk acara nanti malam.


__ADS_2