KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Dunia terasa ikut mati


__ADS_3

Bastev, dan juga Dezi memburu kearah Magnolia yang sudah ambruk dan menutupi wajahnya. Bastev dan Dezi yang baru melihat dua potongan kepala yang tergantung, kedua mata mereka terbelalak dengan mulut menganga mereka seperti sedang dalam mimpi.


Wajah Bastev dan juga Dezi seketika berubah menjadi pucat pasi, betapa terkejutnya mereka melihat dua kepala yang terpisah dari anggota tubuhnya. Tubuh Bastev bergetar hebat, ia tidak tahu harus berbuat apa melihat kondisi rumah yang di penuhi dengan mayat dimana-mana.


"Oh my God!!! De----zi cari yang lainnya cari cari" ucap Bastev sambil berusaha mendekati Glorria, bukan hanya Glorria yang terkulai lemas tapi tubuh Bastev juga bergetar seperti kapuk terkena air embun. Jangankan untuk menopang Glorria, untuk menopang tubuhnya saja Bastev sudah tak mampu, "Dezi cepat hubungi anak buah kita.." Ucap Bastev, sambil memeluk Glorria yang enggan untuk membuka wajahnya.


Dengan tubuhnya yang bergetar Dezi berusaha kuat menghubungi para anak buah Bastev, untuk membantu mencari Uncle-uncle Glorria. Kedua kaki Bastev tak henti-hentinya bergetar ia berusaha menenangkan Glorria meskipun tak ada kata-kata yang mampu dia ucapkan, begitupun dengan Glorria ia seperti sedang bermimpi dan dia anggap kalau saat ini dia benar-benar sedang bermimpi itu yang ada didalam pikiran Glorria.


"Glorria sayang, bangun kita harus kuat sayang ingat ada adikmu yang harus kita selamatkan bangunlah sayang" ucap Bastev, dia berusaha bangkit dan mengangkat tubuh Glorria.


Bastev berusaha keras menguatkan Glorria dan juga dirinya, karena dia sadar kalau bukan dirinya siapa lagi yang akan menguatkan Glorria.


Tidak berselang lama para anak buah Bastev mulai berdatangan, yang lumayan cukup banyak.


Dengan cepat para anak buah Bastev menurunkan dua kepala Annabella dan Alexander, yang di gantung oleh para pihak musuh Glorria. "Tuan Bastev,


Uncle Nona besar ingin bertemu dengannya." ucap salah satu anak buah Bastev.


Glorria yang mendengar dia terjingkat kaget dan segera menghampiri Dezi, dan benar saja apa yang di katakan oleh Dezi jika salah satu Uncle Glorria sedang sekarat yang tak lain dia adalah Aiken.


"Uncle manis!!" Teriak Glorria sambil menopang kepala Drak yang sudah penuh dengan darah kering.


"Gadis kekecilku, jaga kedua Auntymu dan satukan kami dengan Da----dallen"


Setelah menyampaikan pesan terakhirnya Drak menutup kedua matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya dalam pangkuan Glorria.


"Uncle----Uncle jangan pergi Unc--le


tidakkk Uncle manis aku mohon kepada kembali padaku hiksssss hiksssss!!!" Glorria berteriak histeris.


Tangisannya pecah membuat suasana semakin terasa sunyi, dan mencekam seolah-olah dunia tahu jika seorang pemimpin telah berduka.


Tidak ada yang bisa menolak takdir, sekencang apapun Glorria berteriak tetap saja tidak akan membuat orang-orang yang dia sayanginya kembali.


Kenangan kini hanya tinggal kenangan dan tragedi sadis ini tidak akan bisa terlupakan dalam ingatan Glorria, hati Glorria terasa hancur terbawa mati oleh orang-orang yang cintanya. Tapi apa mau dikata semua sudah pergi untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Para anak buah Bastev dengan begitu cepat membereskan para mayat yang begitu banyak. Sedangkan Glorria dia masih tidak bisa berpikir dengan jernih, tiba-tiba terdengar suara tangisan anak kecil, yang terdengar dari lantai atas, Glorria ia baru teringat akan Sander anak angkatnya. Dengan tergopoh-gopo dia berlari memburu kelantai atas, dan ia melihat Sander sedang menangis dengan tubuhnya yang sudah di penuhi oleh darah.


Glorria segera menghampiri Sander yang tertindih oleh tubuh babysitternya, yang telah tewas.


Glorria menggendong Sander dengan perasaan lunglainya, saat Glorria menggendong Sander, ia baru teringat dengan ayah keduanya yang tak lain adalah Dallen. Rupanya Glorria tidak memahami akan kata-kata terakhir Drak tadi, Glorria terus celangak-celinguk mencari keberadaan Dallen yang tidak dia lihatnya.


"Uncle Dallen!! Uncle dimana?" Glorria dia terus berteriak dan berjalan dengan menggendong Sander.


Glorria menghampiri Bastev, yang sedang memasukan tubuh Annabella dan Alexander kedalam peti mati. "Bastev apa kalian sudah menemukan Uncle Dallen?" Tanya Glorria dengan nada sedih.


"Tidak sayang Uncle Dallen belum kita temukan." Jawab Bastev sambil mengambil Sander dari gendongan Glorria, dan kini ia yang menggendongnya. Wajah dan kedua mata Glorria sudah begitu sembab akibat tak berhenti menangis.


Setelah beberapa jam mengevakuasi seluruh mayat-mayat yang berserakan, kini puluhan mobil sudah siap mengantar para peti yang berisikan jasad jasad kedua orang tua Glorria dan Uncle-unclenya serta para anak buahnya, menuju pemakaman milik Mikael Muller.


Sesampainya di pemakaman khusus milik Mikael Muller, Dezi yang memasuki pemakaman lebih dulu, ia berlari menghampiri mobil Bastev dan Glorria. "Nona -nona di sana ada makam baru sepertinya baru kemarin dengan nama Dallenfando coba anda lihat, apa itu benar-benar Uncle Dallen" ucap Dezi


DEG..


Tubuh Glorria seketika panas dingin mendengar nama Dallenfando disebut oleh Dezi, dengan tertatih-tatih Glorria berlari hingga jatuh bangun karena kedua kakinya sudah tak sanggup untuk berdiri lagi. "Uncle.. Uncle.. Uncle.." Sambil berteriak memanggil Dallen, dengan tergopoh-gopoh dan nafasnya yang tersengal-sengal, Glorria kemabli terjatuh tubuhnya ditumpukkan tanah yang baru selesai dari galian.


Tak henti-hentinya Glorria terus memanggil nama Dallen yang menjadi ayah keduanya, sesampainya di depan pusara yang masih merah, dan taburan bunga yang begitu banyak masih terlihat segar nampak diatas makam tersebut.


BRUKKKK..


Tubuh Glorria ambruk di hadapan pusara Dallen yang masih merah, dunianya terasa terbawa mati oleh orang-orang yang ia cintainya, terasa sesak dibagian dadanya menahan rasa sakit yang begitu dalam namun tak terlihat.


Glorria sudah tidak mampu berkata-kata lagi, mulutnya seperti terkunci melihat nama Dallen tertulis jelas diatas batu nisan. Kedua mata Glorria sudah sangat rimbun oleh buliran bening, yang sudah siap akan kembali tumpah membasahi pipinya.


Glorria menundukkan kepalanya tanpa sepatah katapun. "Glorria sayang, apa ini makan Uncle Dallen?" Tanya Bastev sambil menghampiri Glorria yang masih bertekuk lutut dan menunduk.


"Glorria, Glorria sayang ayooo bangkit kita berikan hormat terakhir kepada kedua orang tuamu dan juga Uncle-unclemu ayo sayang."


Ajak Bastev sambil membantu memapah tubuh Glorria, yang terlihat begitu lemas seperti sudah tak ada semangat hidup, Bastev memberikan Sander kepada Dezi. Glorria hanya menatap sendu melihat jasad kedua orang tuanya yang sudah di masukkan kedalam peti mati tersebut.


Glorria kembali melihat ketiga wajah Unclenya yaitu Drak Aiken dan Micer, tatapan Glorria terlihat begitu kosong. Suara dan air matanya seperti sudah habis dia keluarkan, sehingga ia hanya diam terpaku menatap puluhan peti mati sudah mulai dimasukkan kedalam liang lahat.

__ADS_1


Bastev tak lepas mendekap bahu Glorria, meskipun itu bukanlah keluarganya sendiri namun Bastev merasakan duka yang mendalam, melihat orang-orang terdekatnya sudah tak tiada lagi. Setelah pemakaman selesai para anak buah Bastev sudah kembali pulang, sedangkan Glorria dan Bastev serta Dezi dan Sander masih berada di pemakaman keluarga Glorria.


Sudah sekitar satu jam lamanya Glorria masih berdiri mematung tanpa sepatah katapun.


"Glorria sayang, ayo kita pulang Mammy sudah menunggumu sayang." Ucap Bastev mengajak Glorria untuk pulang, karena Bastev takut dengan kondisi Glorria saat ini, dengan wajah Glorria sudah terlihat begitu pucat.


Akhirnya Glorria pun beranjak dari pemakaman keluarganya, dan ia masuk kedalam salahsatu mobil anak buah Bastev.


Entah perasaannya yang sedang ling lung atau ia lupa, yang jelasnya Glorria masuk kedalam mobil para pengawal Bastev, dan terpisah dari mobil Bastev dan Dezi.


Bastev dan Dezi yang melihat Glorria memasuki mobil para pengawalnya tak mampu untuk berkomentar, karena mereka faham betul jika saat ini pikiran Glorria sedang terguncang maka Bastev dan Dezi tak mampu untuk mencegah keinginan Glorria. Bastev membiarkan Glorria satu mobil dengan para pengawalnya.


Akhirnya mobil yang dinaiki oleh Bastev dan Dezi serta Sander berjalan lebih dulu. Sedangkan dua mobil pengawal yang salah satunya dinaiki Glorria, berjalan paling belakang. Para pengawal Bastev tidak peka dengan apa yang saat ini ada disekitarnya, para anak buah Althaf dan Leomor terus mengawasi mobil yang dinaiki oleh Glorria dan pengawalnya.


Karena hari sudah mulai petang mobil yang di naiki Glorria tiba-tiba disalip oleh salah satu pengendara, sehingga mobil yang dinaiki Glorria tertinggal begitu jauh dari mobil Bastev dan satu mobil pengawalnya.


Ketika sedang menempuh jalanan sepi dengan di pinggirannya terdapat sungai dan jurang yang begitu curam, dan aliran sungai yang begitu deras, tiba-tiba mobil yang ditumpangi Glorria pun dihadang oleh beberapa mobil para anak buah Althaf dan Leomor serta kelompok Mafia Kanada yang masih mengikuti keluarga Annabella.


Dengan cepat sang sopir membanting setir keberbagai arah, sehingga mobil tersebut kehilangan kendali dan tergelincir kearah jurang yang begitu curam, dan dibawah terdapat aliran sungai yang begitu dalam dan deras.


Para anak buah Althaf dan kelompok Mafia Kanada tak membiarkan mobil dimana Glorria berada terjun begitu saja, mereka segera mengambil senjata bazookanya dan.


DUARRRRRR.. DUARRRRRR.. JEBURRRRR...!!!!


Mobil tersebut terus menggelinding menuju sungai yang begitu deras oleh airnya. Sebelum mobil dimana Glorria berada terperosok kedalam sungai terlebih dahulu, mobil tersebut sudah meledak. Sehingga kemungkinan besar para anak Bastev tewas sebelum mobil itu mendarat didasar jurang.


Para anak buah Mafia dua kelompok tersebut tertawa terbahak-bahak, dan berlalu pergi meninggalkan lokasi kejadian. "Dezi dimana mobil para pengawal kita? Kenapa mereka masih belum terlihat.?" Tanya Bastev.


Bastev begitu khawatir dengan mobil yang dinaiki oleh Glorria, yang tertinggal begitu jauh dari mobilnya. "Sopir putar balik kita kembali kebelakang cepat!!" Dengan cepat Dezi memerintah sang sopir untuk kembali putar balik, akhirnya mobil Bastev pun kembali putar balik dan menyusuri jalanan yang telah dilewatinya.


Begitu pun dengan pengawal Bastev kembali ikut putar balik dan mengikuti mobil Bastev dari belakang.


Sander terus menangis dalam gendongan Dezi sehingga Bastev mengambil alih untuk menggendong Sander. Sopir Bastev tiba-tiba menghentikan laju mobilnya karena ia melihat ada beberapa mobil yang terhenti dan orang-orang, berkerumun melihat kebawah jurang yang terdapat aliran sungai yang begitu deras.


Bastev, yang baru menyadari dengan kerumunan orang-orang dipinggir jurang dengan pembatas jalan, yang sudah jebol akibat diterobos oleh mobil pengawal Bastev sendiri. Dengan cepat Bastev segera turun dan menghampiri kerumunan orang-orang tersebut yang diikuti oleh Dezi serta pengawal lainnya, ikut turun untuk melihat kejadian tersebut.

__ADS_1


Dezi, dia mencari informasi dari orang-orang yang sedang menyaksikan kejadian tersebut. Sontak saja Dezi tak mampu berkata banyak ia begitu terkejut, dengan apa yang dia dengarnya. Dezi memberanikan diri untuk memberitahukan Bastev, dengan kejadian yang telah menimpa mobil putih yang tak lain mobil yang dinaiki Glorria.


__ADS_2