KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Uncle makan yang banyak


__ADS_3

Akhirnya Alexander dan Annabella begitupun juga dengan Glorria beserta Dallen, turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama.


Sesampainya di meja makan Glorria kembali celangak celinguk ia mencari keberadaan Drak dan Aiken, sedangkan Dallen dia berpamitan untuk keluar ia tak ingin mengganggu kebersamaan Glorria dengan kedua orangtuanya. "Uncle mau kemana? kitakan mau makan malam Uncle jangan pergi? Ayok duduk disini dengan aku Uncle" ajak Glorria "iya Dallen kau mau kemana? ayok kita makan bersama duduklah, sudah ku bilang padamu Dallen jangan sungkan kita adalah saudara Dallen" ajak Annabella dan Alexander kepada Dallen yang akan pergi.


Dallen yang baru pertama kalinya duduk dalam satu meja makan bersama dengan majikan, ia merasa canggung dan tidak enak dengan Annabella dan Alexander, akhirnya ia pun ikut duduk disamping Glorria, sesuai permintaan Glorria yang tak ingin berjauhan dengan Dallen.


"Aunty Mammy Uncle besar mana kenapa dia tidak ikut makan dengan kita?" Tanya Glorria kepada Annabella, Annabella kembali melirik Alexander karena ia tidak tahu dengan orang yang dimaksud Glorria. "Uncle besar yang mana sayang?" Tanya Alexander memeperjelas pertanyaan Glorria putrinya, "itu Uncle besar yang tadi Uncle Daddy, yang membawakan pakaian baru untukku" ucap Glorria "owh Uncle Aiken tuan" jawab Dallen membantu menjawab pertanyaan Glorria.


Glorriapun menganggukan kepalanya, Annabella dan Alexander kembali saling lirik melihat tingkah lucu Glorria, tidak lama kemudian tba-tiba Drak datang dengan para anak buahnya, ia membawa mainan yang super banyak. Glorria langsung melihat mainan yang dibawa oleh Drak dan para pengawalnya.

__ADS_1


Glorriapun segera turun dari kursinya ia menarik tangan Drak agar duduk dimeja makan bersamanya, ia juga memita Alexander untuk memanggil Aiken, namun karena Aiken tak ada dirumah itu karena ia sedang ada urusan, akhirnya Drak dan Dallen saja yang ikut makan di meja makan bersama Annabella dan Alexander.


Karena ini baru pertama kalinya bagi Dallen dan Drak makan disatu meja makan dengan Annabella dan Alexander majikan mereka, kedua kaki Drak dan Dallen hanya saling tendang dibawah kolong meja, mereka sangat malu karena Glorria terus menaruhkan makanan di piring mereka. Apa lagi Dallen, mulutnya terus disuapi makanan enak oleh Glorria, wajah Dallen sampai matang seperti udang rebus, dan dia berkali-kali menginjak kaki Drak.


"Uncle ayok habiskan, bukankah itu kesukaanmu Uncle" ucap Glorria membuat wajah Dallen seketika memerah, Alexander merasa iri melihat piring Dallen diisi penuh oleh Glorria, "hikss hikss putriku kenapa hanya Uncle Dallen saja yang diberikan makanan, kenapa Uncle Daddy tidak diberikan makanan yang sama akhh Uncle Daddy nangis ajah" ucap Alexander, sambil pura-pura menangis, "owhiya sorry Uncle Daddy aku lupa, ini-ini aku isi ya cup-cup jangan menangis Uncle Daddy" sontak saja semua orang tertawa melihat tingkah Glorria, menjadi suasana rumah Annabella terasa hangat dan ramai.


Glorria yang melihat makanan begitu banyak diatas meja makan, bukannya senang tapi ia malah sebaliknya ia hanya memakan roti sandwich kesukaannya. Alexander dan Alexander bingung harus seperti apa memperlakukan Glorria, karna mereka tak mengurusnya sejak kecil, jadi Annabella dan Alexander masih belum faham dengan sifat Glorria puteri mereka.


Annabella dan Alexander hanya melongo melihat tingkah Glorria bermanja kepada Dallen, setelah selesai makan malam mereka Dallenpun segera membawa Glorria masuk kedalam kamarnya. sedangkan Annabella dan Alexander, mereka memanggil Dallen kedalam ruangan pribadinya.

__ADS_1


Setelah selesai menidurkan Glorria, Dallenpun langsung masuk kedalam ruangan pribadi Annabella. "Duduklah my brother, kami selaku kedua orangtua dari Glorria ingin mengucapkan rasa terimakasih kami kepadamu, karena kau berhasil menjaga Glorria putri kami dengan baik. Maka dari itu sebagai rasa terimakasih kami, kami memberikan satu yunit rumah untukmu, dan jika kau menginginkan yang lainnya kau bisa sebutkan sekarang juga Dallen, dengan senang hati kami akan memberikannya" tutur Annabella dan Alexander, sambil tersenyum kearah Dallen.


"Tuan dan nona, saya sangat berterimakasih sekali atas hadiah yang anda berikan kepada saya, dan itu sudah lebih dari cukup pemberian anda sangat berharga untuk hidup saya, selebihnya saya hanya meminta kepada Tuan dan nona, Ijinkan saya untuk menyayangi dan menjaga putri anda tuan dan nona" ucap Dallen dengan lirih


"Sontak saja Alexander dan Annabella begitu terharu mendengar penuturan Dallen, yang begitu tulus menyayangi Glorria putri mereka. Alexander dan Annabellapun langsung merangkul Dallen dengan begitu erat, Alexander dan Annabella sangat bahagia karena masih ada orang yang menyayangi putri mereka tanpa harus diminta. Akhirnya merekapun keluar dari ruangan pribadi Annabella, Annabella dan Alexander berjalan masuk kedalam kamar Glorria, mereka ikut tidur disamping Glorria yang sudah tertidur lelap, "sayang putiri kita sangat mirip seklai denganmu" ucap Alexander, sambil menjawil hidung mancung Annabella.


"Itu sudah pasti karena aku ibunya Alexander" akhirnya Annabella dan Alexanderpun tertidur begitu pulas. Tidak terasa haripun sudah menjelang pagi, seperti biasanya Glorria akan terbangun lebih awal, namun kali ini ada yang berbeda ia melihat kekiri dan kekanan ada Annabella dan Alexander, dengan mengendap-endap Glorriapun turun dari tempat tidurnya ia berjalan masuk kedalam kamar Dallen, ia naik keatas tempat tidur Dallen, dan Ia naik keatas dada bidang Dallen lalu memainkan daun telinga dan hidung Dallen yang masih tertidur.


Sedangkan Annabella dan Alexander mereka terbangun saat mereka merasakan ada pergerakan dari tempat tidur mereka, Annabella dan Alexander membuka kedua mata mereka. Mereka melihat Glorria keluar dari dalam kamarnya, akhirnya Annabella dan Alexanderpun mengikuti Glorria yang masuk kedalam kamar Dallen.

__ADS_1


Annabella dan Alexander mengintip apa yang dilakukan Glorria yang masuk kedalam kamar Dallen, Annabella dan Alexander yang melihat apa yang dilakukan oleh Glorria terhadap Dallen, mereka tidak kuat menahan perut mereka masing-masing karena menahan tawanya, melihat pemandangan yang membuat keduanya gemes, melihat Glorria memainkan hidung Dallen dan daun telinganya.


"Gadis kecilku kamu sudah bangun sayang?" Tanya Dallen sambil membuka kedua matanya, Dallen yang masih mengantuk ia terpaksa bangun saat ia hidung dan telinganya dimainkan oleh Glorria, Dallenpun beranjak dari tempat tidurnya san menggendong Glorria untuk kekamar mandi, untuk mengajak Glorria cuci muka dan gosok gigi. Setelah selesai merekapun keluar namun seperti biasa Glorria tak ingin turun dari gendongan Dallen, yang menjadi cinta pertamanya. Dengan sabarnya Dallen menggendong Glorria dan berjalan keluar namun saat Dallen membuka pintu kamarnya.


__ADS_2