KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Deborah hilang


__ADS_3

"Iya Tuhan, jadi selama ini kak Bastev sangat mencintai kak Glorria? YaTuhan aku sangat berdosa sekali sudah merebut cinta dan ingin memindahkan mereka" kata hati Deborah, dia merasa bersalah karena sudah memaksakan kehendak, padahal ungkapan cintainya terhadap Bastev sudah berkali-kali mendapatkan penolakan dari Bastev.


Hanya saja Deborah, mengancam akan mengakhiri hidupnya jika Bastev tidak mau menerima cinta, Bastev menjaga rahasia itu dari kedu orang tua Deborah hingga saat ini.


Annabella dan Alexander, ikut menangis saat mereka melihat Glorria masih hidup namun dalam keadaan terbaring lemah. "Glorria sayang, bangunlah nak kami di sini sayang, Mammy mohon kepadamu sayang jangan tinggalkan kami lagi nak" ucap Annabella sambil mengelus lembut kepala Glorria.


Tanpa terduga dengan tiba-tiba, Glorria menarik nafasnya dengan tersengal-sengal. Sontak saja Bastev langsung membuang alat yang dia genggamnya, saking senangnya Bastev langsung memeluk Glorria yang sudah membuka kedua matanya dengan wajah yang terlihat begitu pucat.


Annabella dan Alexander, mereka hanya terdiam melihat Bastev yang begitu antusias menciumi wajah Glorria, Annabella dia faham jika yang di cintai Bastev adalah Glorria bukalah Deborah. Annabella dan Alexander ikut bahagia saat mereka melihat Glorria sudah membuka kedua matanya.


Singkat cerita, dengan berjalannya waktu tidak terasa tiga bulan sudah berlalu di lewati oleh keluarga besar Annabella, dan kini Glorria juga sudah kembali seperti biasa sehat bahkan Bastev sudah menceritakan semuanya kepada kedua orang tua Glorria, dan menjelaskan semuanya kepada Deborah jika dirinya sangat mencintai Glorria.


Hingga waktunya tiba hari-hari bahagia Glorria dan Bastev, yang sedang melangsungkan acara pernikahannya dengan di hadiri para kerabat dan sahabat Annabella. Setelah melakukan janji suci di atas antar Glorria dan Bastev kini sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Gaun putih melekat ditubuh Glorria dengan bagian punggung dan dada agak sedikit terbuka, membuat kecantikan Glorria semakin memukau. Meskipun Glorria tengah berbadan dua namun perutnya masih tak terlihat, Bastev tak bosan-bosannya memandang wajah cantik Glorria, sehingga Bastev mendapatkan ejekan dari Uncle-uncle Glorria.


Keluarga Alexander dan Annabella benar-benar sedang berbahagia yang tiada tara. Setelah acara pernikahan Glorria usai para tamu-tamu pun sudah kembali pulang kerumah mereka masing-masing. Dimalam itu Glorria dan Bastev serta keluarga besarnya berkumpul diruang keluarga, Glorria dia sedang sibuk membuka kado yang di dapatnya.


Glorria ia membuka kado pertamanya pemberian Deborah, adik semata wayangnya.


Glorria melotot dan menganga saat ia melihat kado dari adiknya Deborah, kotak kecil yang berisikan dua tiket untuk Glorria dengan Bastev berbulan madu ke Kanada.


"Terimakasih adik kesayanganku," Glorria memeluk Deborah, mereka terlihat begitu saling menyayangi. Glorria kembali membuka kado pemberian Dallen dan Drak betapa terkejutnya saat ia melihat selembar kertas dan kunci, yang tak lain kunci dan sertifikat restoran roti sandwich kesukaan Glorria, Glorria langsung merangkul kedua Uncle-unclenya, hadiah-hadiah kecil juga di berikan oleh ketiga Unclenya untuk Glorria.


Begitupun juga dengan Louis ia memberikan satu set perhiasan, sedangkan Annabella memberikan rumah dan markas yang berbeda di pelosok kepada Glorria.


Keesokan harinya Glorria dan Bastev, mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Kanada untuk berbulan madu, Glorria dan Bastevpun berpamitan kepada kedua orang tuanya Annabella dan Alexander serta Uncle-unclenya.

__ADS_1


Akhirnya Glorria dan Bastevpun berangkat dengan menuju Bandara yang di antarkan oleh Dallen dan Drak. Setelah mengantarkan Glorria, Drak dan Dallen mereka kembali lagi kekediaman Annabella.


Keesokan harinya di kediaman Annabella, seperti biasanya tak ada sesuatu yang aneh, Deborah ia masih melanjutkan kuliahnya untuk menjadi seorang management bisnis. Di siang itu Deborah masih berada di kampusnya di mana ia berkuliah, seperti biasa Deborah berangkat dan pulang tak pernah mendapatkan pengawalan karena para teman-teman Deborah, masih belum mengetahui siapa Deborah dan keluarganya.


Di dalam kampus Deborah tidak menyadari jika dirinya sedang dalam pantauan seseorang, beberapa pria yang menyamar menjadi cleaning service dan lain sebagainya di kampus Deborah, mereka terus memperhatikan gerak-gerik Deborah. Setelah jam kuliahnya selesai Deborah pun bersiap-siap untuk kembali pulang kerumahnya. Deborah yang terbiasa membawa mobilnya sendiri, ia berjalan menuju mobil miliknya tiba-tiba beberapa pria mendekati Deborah, dan membekapnya dari belakang hingga Deborahpun tidak sadarkan diri dan pingsan.


Ernesto yang berada dirumah sakit, ia sedang menunggu Zaidan keponakannya, yang tak lain putra dari Erazino yang selama ini tinggal di negara Italia bersama sang ibunya. Ernesto yang sedang sakit parah tak henti-hentinya ia terus memanggil nama Zaidan keponakannya, karena ia akan menyerahkan kedudukannya kepada Zaidan sebagai penerus ketua Mafia di Sepanyol.


Tidak berselang lama Zaidan datang dengan para anak buahnya dan berjalan masuk kedalam ruangan di mana Ernesto dirawat. "Zaidan putraku syukurlah kau telah kembali nak, ada sesuatu hal penting yang harus kau ketahui Zaidan. Uncle minta padamu teruskanlah kepemimpinan Uncle dengan baik, karena Uncle sudah tidak punya waktu banyak lagi. Dan ingat kau harus balaskan dendam Uncle terhadap Annabella ketua Mafia Paris, perempuan itu yang telah membuat Uncle kehilangan putri dan Daddymu Zaidan." tutur Ernesto dengan nafas tersengal-sengal.


Sontak saja Zaidan terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Ernesto kepadanya.


Saat Zaidan akan menolak untuk menggantikan menjadi pemimpin ketua Mafia. Tubuh Ernesto sudah tak bergerak lagi dan garis lurus terlihat jelas dilayar monitor sehingga para dokter segera melakukan pengecekan terhadap Ernesto. Namun Ernesto sudah di nyatakan meninggal oleh para dokter.


"Tidakk.. tidakk!!! Uncle jangan pergi Uncle aku tidak siap untuk menjadi seperti dirimu Uncle!!"


Hikss.. Hiksss..


Zaidan masuk kedalam kamar Ernesto yang tertata begitu rapih, ia membuka satu persatu brankas milik Ernesto. Dan Zaidanpun menemukan kaset tua yang tidak di ketahui apa isi didalam kaset tersebut, Zaidanpun memnita para anak buah Ernesto untuk menyalakan kaset yang telah ia temukannya. Setelah layar monitor menyala Zaidan terus memperhatikan layar monitor, yang sedang menampakkan seorang perempuan dengan pakaian hitamnya, membunuh Erazino dengan begitu sadis yang sedang mandi. Seketika tubuh dan kedua tangan Zaidan bergetar menahan emosi yang begitu menggebu-gebu, "****!! ****!!!" Zaidan melempar layar monitor yang ada di hadapannya hingga hancur. Ia baru menyadari jika ayahnya Erazino telah tewas karena di bunuh oleh seorang perempuan, kejam yang tak lain perempuan itu adalah Annabella.


Zaidan yang sudah sangat mengenal dengan keluarga Annabella dengan baik karena selama ini Zaidan berteman baik dengan Bastev. Sehingga Bastev sering mengajak Zaidan berkunjung untuk menemui keluarga Annabella, karena Zaidan akan di jodohkan oleh Bastev dengan Deborah. "Ternyata kalian semua adalah musuhku!! Kalian semua harus membayarnya dengan nyawa, kalian akan mendapatkan balasannya seperti apa yang sudah kalian lakukan kepada Daddyku!!" gerutu Zaidan dengan nafas yang tersengal-sengal menahan rasa emosinya.


"Tuan anda harus segera melihat tawanan kita yang berhasil kami tangkap kemarin sore." Felix pengawal setia Ernesto memberitahukan jika mereka memiliki seorang tawanan. "Siapa yang kalian tangkap?" Tanya balik Zaidan


"Kami berhasil menangkap salah satu anggota keluarga Alexander tuan, sesuai permintaan tuan Ernesto dan sekarang kami menyekapnya di penjara bawah tanah tuan." ucap Felix


"Baiklah bawa aku ke penjara bawah tanah."

__ADS_1


Dengan cepat Zaidan mengambil saputangannya dan ia menutupi wajah tampannya, dengan tujuan agar tak diketahui oleh tawanannya yang di maksud oleh Felix yang kini menjadi pengawalnya.


Setelah menutup wajahnya dengan saputangan, Zaidanpun berjalan mengikuti Felix pengawalnya Menuju ruang bawah tanah.


DEG...


Hati Zaidan sangat terkejut saat ia melihat seorang gadis cantik yang masih tergeletak tak sadarkan diri. Tentu saja Zaidan mengenal gadis yang ada di dalam jeruji besi tersebut, yang tak lain dia adalah Deborah gadis yang ia sukainya. Dihati Zaidan ada rasa kasihan terhadap Deborah yang tergeletak dilantai begitu saja.


"Felix bawa perempuan itu kedalam kamarku."


Felix yang mendengar perintah dari Zaidan tuan barunyapun segera membawa tubuh Deborah yang masih pingsan, masuk kedalam kamar Zaidan. Sesampainya di dalam kamar Felix menidurkan tubuh Deborah diatas kasur empuk, Felix kembali keluar dan ia membiarkan Zaidan yang masih berdiri mematung di dalam kamarnya, Felix tidak lupa untuk menutup pintu kamar tuannya Zaidan. Zaidan medekati Deborah diatas kasur, "kamu sangat cantik sekali Deborah, tapi sayang kamu adalah anak dari musuhku"


Gumam Zaidan berbicara sendiri, tak henti-hentinya Zaidan menatap wajah Deborah, dan sesekali ia mengelus lembut wajah Deborah yang masih terpejam.


Di kediaman Annabella dan Alexander, mereka sudah sangat panik karena Deborah putri bungsu mereka tak kunjung kembali, sudah hampir 5 hari Deborah menghilang dan masih belum di ketahui dimana keberadaannya. Para Uncle Glorria dan anak buah Annabella dan Alexander sudah menyebar mencari keberadaan Deborah, namun sampai saat ini para anak buah Annabella dan Glorria masih tak menemukan jejak Deborah.


Annabella dia ingin segera memberi tahukan Glorria, mengenai kabar adiknya Deborah yang telah diculik oleh orang-orang yang tak diketahuinya. Namun Alexander melarang Annabella untuk memberitahukan Glorria, yang sedang berbahagia melangsungkan bulan madunya. Louis yang memiliki perasaan terhadap Deborah ia begitu khawatir dengan keadaan Deborah saat ini.


"Alexander, ini bukan masalah sepele putri kita sedang dalam bahaya apa kita harus diam seperti ini tanpa melakukan apapun!!"


Teriak Annabella dia sudah sangat emosi terhadap Alexander, yang selalu lambat untuk bertindak. "Baiklah jika itu yang terbaik beritahu Glorria sekarang. Drak Dallen, cepat kalian hubungi Glorria dan beritahukan jika adiknya telah diculik." Alexander memerintahkan Drak dan Dallen agar segera menghubungi Glorria, yang masih berada di Kanada, akhirnya Dallenpun berhasil menghubungi Glorria dan memberitahukan semuanya tentang Deborah yang diculik.


"Oh my god!!" Glorria yang sedang berada di pinggir pantai, ia terkejut mendengar kabar yang di dapatnya dari Dallen "Bastev!! Bastev!!" Glorria berlari menghampiri Bastev yang sedang menyiapkan makan siang mereka.


"Ada apa Glorria sayang? kenapa kamu lari-lari itu tidak baik untuk kehamilanmu" jawab Bastev sambil menghampiri Glorria.


"Sudah tidak perlu kita bahas sekarang, kita harus cepat kembali pulang ke Paris keadaan sedang gawat." teriak Glorria

__ADS_1


Setelah memberitahukan Bastev suaminya, Glorria ia kemabli berlari masuk kedalam kamarnya, dan ia segera membereskan barang-barang miliknya. Dengan cepat Bastevpun mengejar Glorria "maksud kamu apa Glorria?" Bastev kembali bertanya "Deborah sedang dalam bahaya, dia di culik Bastev ayo cepat beritahukan pengawalmu untuk mempersiapkan penerbangan kita." Tanpa bertanya lagi Bastevpun segera menghubungi Dezi yang ikut dengannya untuk segera mempersiapkan kepulangan mereka.


Deborah yang sudah sadar dari pingsannya, kini ia merasa kebingungan dengan tempat baru yang ia tempatinya. Tiba-tiba pintu kamar dimana Deborah dikurung terbuka, dan ternyata mereka adalah para asisten Zaidan yang membawakannya makanan dan perlengkapan pakaian ganti untuk Deborah.


__ADS_2