
Drak dan Dallen berjalan masuk kesetiap ruangan rumah Annabella, yang masih tertata rapih dengan perlengkapan rumah yang serba mahal dan mewah, Dallen yang sudah berada dilantai atas dia celangak-celinguk mencari keberadaan Glorria, yang sejak tadi tidak dia lihatnya.
"Gadis besar tunggu" teriak Dallen sambil berjalan kearah Glorria, yang diikuti oleh Drak.
"Uncle manis dan Uncle Dallen, ambilah dua kamar yang berada disebelah sana dan pergilah beristirahat, dan bersihkan tubuh kalian biarkan Deborah dengan para asisten yang ada dirumah ini" tutur Glorria, Glorria sudah sama persis seperti Annabella.
Dengan begitu teganya dia memberikan perintah kepada kedua Unclenya, yang sudah dia anggapnya sebagai ayah kedua dalam hidupnya. "Baiklah nona besar kami akan memilih kamar kami dan beristirahat" jawab Drak dia menggoda Glorria yang terlihat dingin tanpa senyum diwajahnya.
"Owhiya gadis besar kamar untuk Uncle manis yang mana?" Tanya Drak
"Hemm silahkan Uncle pilih saja sendiri, Uncle sukanya yang mana Uncle jangan jauh-jauh dari kamar Uncle Dallen, ayok ikut aku Uncle bisa menempati kamar yang ini atau yang ini" jawab Glorria sambil mengunjukkan kamar untuk Drak
Setelah selesai memberitahukan kedua Unclenya, Glorriapun bergegas pergi kedalam kamar Annabella yang akan dia tempatinya.
Glorria kini dia sudah berada didalam kamarnya, ia melihat seisi kamar milik Annabella yang dilengkapi dengan barang-barang milik Annabella, ada beberapa lemari kaca dan dipenuhi dengan sepatu-sepatu cantik milik Annabella.
Tatapan Glorria tertuju kepada fhoto-fhoto yang terpampang didinding kamar "Aunty Mammy, Uncle Daddy tunggu aku akan menjemput kalian berdua, aku berjanji kepada kalian aku akan membalaskan semua perbuatan mereka yang sudah memisahkan keluarga kita, aku sangat yakin jika kalian masih ada dan kalian baik-baik saja" gumam Glorria, dengan kedua matanya sudah rimbun oleh buliran bening yang sudah siap akan tumpah.
__ADS_1
Glorria ia terus memutari seisi kamar milik ibunya Annabella, ia melihat koleksi sepatu Annabella didalam lemari kaca yang begitu banyak dan tertata rapi, dengan rasa penasarannya Glorriapun mengambil salah satu sepatu yang begitu cantik milik Annabella.
Glorria menatap tajam kearah sepatu yang ada ditangannya, insting Glorria begitu kuat dia begitu yakin jika didalam sepatu itu ada sesuatu yang tersembunyi, ia menekankan jari mungilnya kebawah telapak sepatu tersebut, dan tiba-tiba pisau belati milik Annabella keluar dengan sendirinya, setelah melihat disatu sepatu ada pisau, Glorriapun kembali menekan salah satunya dan ternyata kedua sepatu Annabella berisikan pisau belati yang begitu tajam.
Glorriapun kembali menyimpan kedua sepatu Annabella kedalam lemari, ia kembali melihat semua sepatu Annabella dan semuanya sama, setiap sepatu lengkap dengan sepasang pisau belati, Annabella yang selalu membawa dua pisau kemanapun dia pergi selama ini, tapi tak ada yang mengetahuinya dimana Annabella meletakkan kedua pisaunya.
Setelah puas melihat barang-barang milik Annabella, Glorriapun kembali keluar Ia memita para anak buahnya membelikan pakaian untuknya dan juga untuk Deborah adik kecilnya serta untuk kedua Unclenya, para anak buah Glorriapun langsung pergi ke sebuah mall megah milik Annabella dan Alexander, tidak perlu menunggu waktu lama akhirnya para anak buah Glorriapun sudah kembali, dengan barang-barang bawaan mereka sesuai pesanan dan Glorria.
Glorriapun langsung mengambil salah satu pakaian untuknya, "mana pakaian untuk Uncle manis dan Uncle Dallen?" Tanya Glorria kepada para anak buahnya, "ditas yang ini nona" jawab salah satu anak buahnya "owh baiklah kalau begitu kalian berikan pakaiannya kepada mereka," perintah Glorria
Setelah memberitahukan para anak buahnya Glorriapun kembali masuk kedalam kekamar ibunya Annabella.
Glorria mengajak kedua Unclenya itu untuk menemaninya makan, di meja makan yang biasa Annabella gunakan dengan Alexander.
Glorria duduk dikursi dimana Mikael Muller dan Annabella duduk disana sebagai pemimpin, sedangkan Dallen ia duduk bersama Deborah dan Drak berada disampingnya, tatapan tajam mata Glorria mengisyaratkan jika dirinya memiliki dendam yang terpendam.
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu yang dilalui oleh Glorria, keseharian Glorria ia terus melatih kemampuannya, hingga Drak dan Dallen sudah tidak mampu menandingi beladiri Glorria yang teramat jago diusianya yang ke tiga belastahun.
__ADS_1
Bukan hanya dalam bela diri saja yang sudah dikuasai oleh Glorria, bahkan ia lebih mahir dengan pisau dan kedua senjatanya, kini Glorria sudah memiliki beberapa kuda peliharaan karena dia sangat senang menunggangi kuda.
Glorria ia sudah tak sekolah lagi, karena Dallen dan Drak takut ada yang mengincar keberadaan Glorria, yang nantinya akan membahayakan keselamatan dan nyawa Glorria.
Sedangkan Deborah kini usianya sudah menginjak tujuh tahun, ia memiliki paras cantik namun tak secantik Glorria sebagai anak pertama Annabella, Deborah dia sangat berbeda dengan Glorria, Deborah tetap bersekolah tapi di sekolahannya menggunakan nama samaran dengan sebutan Laura, Dallen dan Drak sengaja memberikan nama samaran kepada Deborah agar tak terlacak oleh para musuhnya.
Bulan telah berlalu tahun telah berganti, tak terasa usia Glorria sudah menginjak yang ke lima belas tahun, disiang itu Glorria memanggil anak buahnya untuk memanggilkan Drak dan juga Dallen.
Akhirnya Drak dan Dallenpun turun, dengan penampilannya yang sudah rapi, karena mereka telah mendapatkan panggilan dari Glorria.
"Uncle manis bawa aku ke markas milik aunty Mammy, karena aku ingin mengetahuinya bagaimana keadaan markas itu sekarang, setelah Aunty Mammy tidak ada lagi sebagai pemimpin di negara ini" ucap Glorria dengan datar
Mau tidak mau Drakpum mengganggukan kepalanya, dan ia terpaksa akan membawa Glorria ke markas milik Annabella, Drak berjalan lebih dulu menuju markas milik Annabella, sedangkan Dallen ia berjalan mengikuti Glorria dari belakang.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan agak sedikit jauh dari rumahnya, kini Glorria dan kedua Unclenyapun sudah tiba dimarkas milik Annabella, tapi masih beruntung markas milik Annabella tidak diketahui oleh para musuhnya, sehingga markas tersebut masih terawat oleh para anak buah Annabella yang masih setia menjaganya.
Glorria berjalan mendekati kursi empuk untuk seorang pemimpin, tanpa ragu lagi Glorria langsung duduk diatas kursi kepemimpinan tersebut.
__ADS_1
Drak dan Dallen hanya bisa melongo melihat Glorria yang terlihat dingin, dan sudah banyak berubah dari Glorria yang biasanya ceria, semenjak Glorria memasuki rumah peninggalan Annabella sikapnya berubah, dia menjadi seorang gadis yang dingin tanpa senyum diwajahnya.
"Uncle manis tolong kumpulkan semua para pengikut Aunty Mammy, yang masih setia bergabung dikelompok Aunty Mammy" ucap Glorria meminta Drak untuk mengumpulkan para anak buah Annabella yang tersisa.