
Dengan cepat Drakpun memberikan perintah kepada para anak buahnya, untuk berkumpul lokasi yang sudah disiapkan untuk mereka, tidak perlu menunggu waktu lama para pengikut Annabellapun semuanya sudah berbaris dilapangan khusus yang berhadap-hadapan dengan markas.
Drak setelah selesai mengumpulkan seluruh anak buah Annabella yang tersisa, dia kembali berjalan masuk untuk memberitahukan Glorria.
"Nona besar, semua anak buah Mammy anda sudah berada dilapangan" ucap Drak memberi tahukan Glorria mengenai para anak buahnya, entah apa yang sedang dipikirkan oleh Drak ia tiba-tiba mengganti panggilannya kepada Glorria, dan terlihat begitu hormat tidak seperti biasanya dia akan selalu menggoda Glorria dengan panggilan gadis kesayangan.
Dallen yang berada disamping Drak ia mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Drak, dan diapun mulai berpikir jika mulai saat ia akan mengganti panggilannya kepada Glorria, yang akan menggantikan kedudukan Annabella bukan kata nanti tapi mulai saat ini.
Glorriapun keluar dari dalam markasnya, ia berjalan menuju lapangan dengan parasnya yang begitu cantik, membuat para anak buah Annabella tak berkedip melihat kecantikan Glorria yang sudah beranjak dewasa.
Glorria menatap seluruh anak buah ibunya yang kini akan menjadi anak buahnya, sudah terlihat jelas para anak buah Annabella berkumpul dan patuh akan perintah Drak, Glorria masih merasa kurang banyak dengan anak buah Annabella saat ini, padahal jika dihitung dengan jari mereka tidak akan terhitung.
Meskipun wajah Glorria masih terlihat kanak-kanak, namun ia memiliki tahta turun temurun yang tidak dimiliki oleh semua orang. Begitupun wajah kepemimpinan dan sikap tegasnya sudah terpancar dari wajah cantiknya.
Glorria terus berjalan dihadapan para anak buahnya, dan secara tiba-tiba langkah kaki Glorria berhenti didepan para anak buahnya, yang tak lepas memperhatikan kecantikan dirinya.
"Bagaimana kabar kalian semuanya? Selama Mammy saya tidak ada, dan tidak lagi menjadi pemimpin kalian?"
Dengan nada lantang penuh kharismatik Glorria menyapa seluruh anak buahnya.
"Kami semua baik-baik saja Nona besar!" dengan serentak para anak buah Glorriapun menjawab, setiap pertanyaan dari Glorria kepada mereka.
"Baiklah sekarang kita mulai, bagaimana jika saya menggantikan posisi Mammy saya untuk menjadi pemimpin kalian? Apa kalian akan patuhi semua perintah dan tugas-tugas yang akan saya berikan kepada kalian semua?" Tanya Glorria kepada para anak buahnya
__ADS_1
"Kami semua siap melakukan apapun dan mengikuti perintahmu Nona besar" para anak buah Glorria kembali menjawab dengan bersamaan.
"Bagus, jika kalian sudah siap dengan semua perintah dan aturan dari saya, silahkan kalian kembali lanjutkan pekerjaan kali masing-masing dan ingat satu hal lagi yang perlu kalian ketahui, mulai detik ini tidak ada satu orangpun diantara kalian yang mengenakan jas hitam dalam kelompok kita, mulai hari ini seragam kalian akan diganti dengan pakaian biasa dan varian warna, sudah cukup itu saja saya sampaikan untuk kalian"
"Siap Nona besar, kami akan melakukan apapun yang sudah ditetapkan oleh anda" dengan begitu cepat para anak buah Glorria melepaskan jas hitam yang mereka kenakan.
Glorria setelah selesai memberikan pengumuman kepada seluruh anak buahnya, mengenai dirinya yang telah menggantikan posisi Annabella ibunya, Glorriapun memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya yang diikuti oleh Dallen dan Drak.
Begitupun dengan para anak buah Glorria, mereka sudah kembali ketugas mereka masing-masing untuk melakukan pekerjaan mereka.
"Dallen mimpi apa kita semalam? Sepertinya ada yang aneh dengan gadis kesayanganmu itu Dallen" Drak berbisik-bisik kepada Dallen yang berjalan mengikuti Glorria menuju mobilnya.
Dallen dia tetap terdiam dengan celotehan Drak Kepadanya, meskipun dalam hati Dallen juga bertanya-tanya dengan sikap Glorria yang terlihat dewasa dan tegas diusianya yang baru lima belas tahun.
Dallen sangat bangga dengan perubahan Glorria saat ini, meskipun ia masih tak percaya dan tak menyangka dengan gadis kecilnya yang selama ini ia besarkan dengan penuh perjuangan, gadis kecil yang super cerewet kini telah berubah menjadi sosok gadis cantik dan ditakuti oleh banyak orang.
Akhirnya Glorriapun telah sampai dirumahnya
"Uncle ikut aku keruangan Aunty Mammy" Drak dan Dallenpun ikut masuk kedalam ruangan milik Annabella.
Glorriapun duduk dikursi peninggalan Annabella, "Uncle manis dan Uncle Dallen, aku ingin bertanya kepada kalian, bisnis apa saja yang Aunty Mammy dan Uncle Daddy milikki selama ini? tolong beri tahukan kepadaku Uncle manis?" Tanya Glorria dengan tegas
Drak dan Dallen kembali dibuat terkejut dengan pertanyaan Glorria, karena tidak seperti biasanya Glorria akan mempertahankan akan bisnis dan perusahaan yang dimiliki oleh Annabella dan Alexander.
__ADS_1
Mau tidak mau Drakpun menyebutkan satu-persatu bisnis dan beberapa perusahaan yang selama ini menjadi milik oleh Annabella.
Setelah puas dengan jawaban dari Drak, Glorria kembali bertanya kepada Dallen mengenai bisnis milik Alexander, karena Glorria sudah mengetahuinya jika Dallen dulunya adalah pengawal setia Alexander ayahnya, Dallen mengetahui semua bisnis dan perusahaan milik Alexander.
Dengan sigap dan jelas Dallenpun memberitahukan semua bisnis milik Alexander kepada Glorria. Setelah semua selesai, Drak dan Dallen kembali keluar dan mereka kembali kekamar mereka masing-masing.
Sedangkan Glorria, ia masih berada diruangan kerja Annabella "Mammy Daddy aku berjanji pada kalian, aku akan mengembalikan apa yang selama ini menjadi milik kalian" gumam Glorria berbicara sendiri
Glorria ia melihat ponselnya, ia membuka media sosial dan ia mencari tahu nama Aubert, yang selalu ada dalam ingatannya selama belasan tahun telah ia lewatinya.
"Oww ternyata dirimu memiliki saudara kembar Aubert, tunggu waktunya Aubert dan kau Ames, kalian akan tahu dengan siapa kalian berhadapan" gerutu Glorria dengan menatap photo-photo Aubert dan Ames.
Tok.. tok.. tok..
Glorria berjalan keluar dari ruangannya, untuk melihat siapa yang mengetuk pintu ruangannya. "Hiattt aww!"
"apa yang kamu lakukan Deborah?" Tanya Glorria kepada adiknya Deborah
"Aku hanya ingin mengagetkan kakak cantik, ekh malah kena pukulan" jawab Deborah sambil memegangi kepalanya.
Rupanya Deborah yang telah mengetuk pintu tadi, Deborah ia kena pukulan dari Glorria karena ia mengagetkan kakaknya.
"Ya sudah maafkan kakak, ayok kita turun kebawah kita makan" ajak Glorria sambil menggandeng Deborah adik semata wayangnya. Glorria dia sangat memanjakan adiknya Deborah semua permintaan Deborah akan selalu diturutinya, Glorria memanggil para asistennya untuk memanggilkan Dallen dan Drak.
__ADS_1
Setelah mendapatkan panggilan dari para asisten Drak dan Dallenpun turun dan mereka duduk dikursi samping Glorria.
"Nona besar jangan ajak Uncle manis untuk makan terus, lihatlah perut Uncle manis sudah seperti ikan hiu terdampar, nanti tak ada perempuan yang mau dengan Uncle manis"