KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Tiba di Belanda


__ADS_3

Para pengawal Bastev hanya bisa saling melirik karena mereka terkejut mendengar apa yang telah dikatakan oleh Bastev, jika dirinya sedang terkena serangan jantung.


Akhirnya setelah mendapatkan pemeriksaan dari dokter pribadi Bastevpun kembali pulang, yang dikawal ketat oleh para anak buahnya dan juga pengawalnya.


Sedangkan Glorria ia membawa motor milik seseorang yang tak dikenalnya, dengan begitu lincahnya Glorria mengendarai motornya, hingga banyak sekali para pengendara lainnya melongo melihat Glorria mengendarai motornya begitu lihai. Tak lama kemudian Gloriapun telah sampai di kediaman mewahnya, yang disambut oleh para anak buahnya dan juga Uncle-unclenya.


"Nona besar" ucap Dallen sambil menatap nanar kearah Glorria, Dallen sejak tadi mengkhawatirkan Glorria, dia segera menghampiri Glorria yang baru saja tiba. "Apa yang terjadi kenapa nona besar sampai membohongi Unclemu ini nak?" tanya Dallen dengan lirih kepada Glorria dengan tatapan di wajahnya yang terlihat sedih. Karena sudah dibohongi Glorria, dan baru kali ini Glorria berani membohonginya dan diketahui oleh Dallen sendiri, Glorriapun segera turun dari sepeda motornya dan mendekat kearah Dallen.


Glorria menuntun tangan Dallen ia mengajak Dallen untuk duduk dibangku samping halaman rumahnya "Uncle aku minta maaf tadi aku telah berbohong kepadamu, tapi bukan berarti aku akan macam-macam dan meninggalkanmu, aku hanya tidak ingin membuat Uncle khawatir menungguku, maka dari itu aku terpaksa berbohong kepadamu Uncle aku minta maaf" ucap Glorria, dia berterus terang kepada Dallen yang sudah dianggap seperti ayahnya sendiri.


Yang telah membesarkan dirinya, Dallen sebenarnya dia sedih saat melihat perubahan Glorria yang begitu drastis dan dia rindu akan sosok Glorria yang dulu, hingga tak terasa Dallen meneteskan air matanya di hadapan Glorria, sontak saja hati Glorria sakit melihat Unclenya menitikkan air matanya.


Dan Glorria tidak bisa membiarkan orang yang disayanginya meneteskan air mata, apalagi ini Dallen adalah orang yang terpenting dalam hidup Glorria.


"Hey Uncle ada apa denganmu kenapa Uncle menangis.? Katakan padaku ada apa Uncle apa aku telah menyakitimu?" Glorria kembali bertanya kepada Dallen karena dia bingung melihat Dallen sampai menangis dan tidak seperti biasanya, "Uncle katakanlah jangan membuatku bingung dan merasa bersalah kepadamu Uncle" Glorria terus memaksa Dallen agar menceritakannya apa yang terjadi dengannya.


Dengan lembut Glorria mengusap air mata yang menetes di pipi Dallen, dan ia menyenderkan kepalanya di bahu Dallen, dengan begitu lembutnya pula Dallen mengelus kepala Glorria dengan rasa kasih sayangnya yang begitu besar terhadap Glorria.


"Uncle tidak marah kepadamu gadis kecilku, Uncle hanya sedih dengan perubahan sikapmu gadis kesayangan Uncle, selama dua puluh lima tahun Uncle mengenalmu, Uncle menggendongmu memelukmu saat tidur, memandikanmu saat kau kepanasan menyelimutimu saat kamu kedinginan, tapi dengan berjalannya waktu yang begitu cepat

__ADS_1


tanpa disadari selama dua puluh lima tahun lamanya Uncle telah kehilangan sosok putri kecil kesayangan Uncle yang priangan ceria dan super cerewet, yang selalu membuat hati Uncle senang bahagia bila didekatnya hikss hikss, Uncle sudah kehilangan harta Uncle satu-satunya yang paling berharga dalam hidup uncle, yaitu kehilangan keceriaanmu putri kecilku.." Ujar Dallen dengan lirih


Dallen kembali meneteskan air matanya ia mengenang saat-saat Glorria kecil, yang dipenuhi dengan rasa kebahagiaan meskipun mereka selalu kesulitan dalam hidup sehari-harinya, namun kebersamaan mereka sungguh sangat jauh bisa membuat hati Dallen bahagia. "Tapi untuk saat ini Uncle hanya bisa terdiam memandangi putri kecil Uncle yang kini sudah dewasa dan jauh berubah, dan sebentar lagi dia akan memiliki pasangan hidupnya, dan kemungkinan besar setelah putri kecil Uncle mendapatkan pasangan hidupnya akan meninggalkan Uncle untuk selama-lamanya" kata-kata Dallen membuat hati Glorria tersentuh, Glorria sadar ternyata dengan perubahannya secara tidak langsung telah membuat hati Dallen terluka.


"Hem Uncle kesayanganku sampai ajal menjemputku, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Uncle selalu ada di sini ingat itu Uncle, selalu ada disini ke manapun aku pergi, aku tidak bisa melupakanmu begitu saja apa lagi sampai meninggalkanmu, meskipun itu hanya satu detik saja" jawab Glorria sambil menunjuk ke dadanya jika Dallen selalu ada di hatinya.


Akhirnya Dallen dan Glorriapun saling merangkul satu sama lain karena Glorria sendiripun, takkan pernah bisa kehilangan Dallen yang sudah dianggapnya sebagai ayahnya sendiri. Glorriapun langsung mengajak Dallen untuk masuk kedalam rumah, dan beristirahat setelah melakukan pekerjaannya.


"Selamat nona besar" Drak dan Aiken dan begitu juga Maicon dan Arno beserta Deborah tiba-tiba datang menghampiri Glorria, yang baru saja masuk kedalam rumah Maicon dan Deborah merangkulnya Glorria, "selamat sayang kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, Grandpa sangat bangga kepadamu nak" Maicon mengucapkan kata selamat untuk kemenangan Glorria, atas kemenangannya dari pihak lawan tanpa ada pertumbuhan darah.


Glorriapun tersenyum cantik dia sangat senang dengan orang-orang terdekatnya yang mendukung dirinya, keempat Uncle terbaiknya mengucapkan selamat untuk Glorria, keempat Uncle Magnolia memberikan pujian dengan kinerja Glorria yang sangat super hebat bisa meluluhkan seorang Bastev, Glorria hanya tersenyum manis mendengar celotehan para Unclenya.


"Iya Uncle-uncle terima kasih ini semua berkat dukungan dan bantuan dari kalian juga, semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar, harapanku saat mencari aunty Mammy dan Daddy itu saja" seketika para Uncle-uncle Glorria terdiam, karena mereka tak yakin dengan Annabella dan Alexander masih hidup, namun tidak dengan Glorria dia masih begitu yakin jika kedua orangtuanya masih dalam keadaan baik-baik saja, Glorriapun pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Akhirnya Drak dan Dallenpun menyetujui apa yang dikatakan oleh Glorria, meskipun Drak dan Dallen masih tidak percaya jika Glorria secara tiba-tiba memutuskan akan berangkat ke Belanda. dalam hati Drak dan Dallen mereka masih bertanya-tanya dengan keputusan Glorria, "untuk apa nona pergi ke Belanda apa ini ada hubungannya dengan Mammy anda nona" tanya Dallen penasaran "Ya tentu ini ada hubungannya dengan Mammy Uncle" jawab balik Glorria "baiklah kalau begitu Uncle akan menyerahkan pekerjaan Uncle, untuk sementara waktu kepada Aiken dan juga Arno" jawab Dallen dan juga Drak dengan serempak.


Setelah membicarakan dengan marang khirnya Drak dan Dallenpun segera memberitahukan Aiken dan juga Arno, untuk menghandle bisnis heroinnya dan juga persenjataan yang sedang mereka garapnya.


Pada malam itu juga setelah Glorria mempersiapkan semuanya diapun langsung berangkat ke Bandara dengan kedua Unclenya, dan mereka menaiki pesawat jet peninggalan Annabella ibunya, kini Glorria sudah berada di dalam pesawat jetnya bersama kedua Uncle setianya.

__ADS_1


"Pilot antarkan aku ke Belanda Utara bagian Zaanstad" ucap Glorria meminta kepada pilotnya untuk diantarkan ke Belanda bagian Utara, Dallen dan juga Drak tak berani berkomentar apapun atas  keputusan Glorria.


Setelah menempuh beberapa jam dalam perjalanan, akhirnya Glorria beserta Uncle-unclenya telah sampai di Bandara Belanda, kedatangan Glorria kali ini tak ada yang menyambutnya sama sekali karena Glorria tak memiliki anak buah di Belanda, maupun anak buah Maicon, Drak serta Dallen segera mencari penginapan untuk mereka bermalam.


Sesampainya di penginapan Glorria membereskan semua peralatannya, begitupun juga dengan Drak dan juga Dallen.


Kita kembali lagi ke Bastev yang baru saja tiba di rumah megahnya dan para anak buahnya, Bastev masih tak lepas memegangi dadanya ia bingung dengan apa yang dirasakannya tadi, yang tiba-tiba ada sebuah getaran yang cukup hebat pada jantungnya.


"Bastev sayang kamu sudah pulang? Aku sudah lama menunggumu" tanya Bente yang ternyata dia masih terjaga menunggu Bastev, Bastev tidak menjawab pertanyaan Bente sedikitpun dia pergi meninggalkan Bente begitu saja ia masuk ke dalam kamarnya, dan dia langsung membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan dirinya Bastev kembali merentangkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, "siapa gadis itu kenapa aku merasa tidak asing dengan tatapan kedua matanya, dan kenapa  jantungku terasa akan lepas saat berhadapan dengannya" gumam Bastev dia terus memikirkan Glorria yang telah Ia lihatnya tadi, namun ia tak mengetahui siapa Glorria yang sebenarnya.


Bastev memanggil para anak buahnya, dan memberitahukan jika ia akan kembali ke Belanda besok pagi. Keesokan harinya Bastev beserta para anak buahnya dan juga Bente yang selalu ikut dengannya kembali pulang ke Belanda.


Kembali ke Glorria, dipagi itu Glorria beserta kedua Unclenya mereka sudah terbangun dari tidurnya, kini ketiganya sedang duduk dimeja dan sarapan mereka, "Uncle manis dimana hari terakhir Mammy melakukan penyerangan terhadap musuhnya?" Tanya Glorria kepada Drak, Dallen yang tak mengetahui di mana hari terakhir Annabella melakukan penyerangan terhadap musuhnya, Ia hanya terdiam. menyimak pembicaraan antara Drak dan Magnolia.


Drak yang mendapatkan pertanyaan dari Glorria atas ibunya Annabella, dimana hari terakhir Annabella melakukan penyerangan bersamanya dan juga para anak buahnya, Drakpun terdiam dia mengingat-ingat lokasi yang pernah ia datangi bersama dengan Annabella beberapa tahun silam. "Oh iya Nona besar aku sudah mengingatnya lokasinya tidak begitu jauh dari sini" jawab Drak, Glorriapun segera bangkit dari duduknya dan langsung mengajak kedua unclenya, "ayok Uncle antarkan aku kelokasi itu, selagi hari masih pagi dan belum begitu terik" ucap Glorria


"Tapi Nona besar apa harus sekarang kita berangkatnya?" Tanya Drak "tidak Uncle tidak untuk sekarang, kita kesana hanya untuk memastikan saja apa lokasi tersebut masih dikuasai oleh para musuh kita, atau memang sudah berpindah tempat" jawab Glorria dengan singkat.

__ADS_1


Akhirnya Drak dan Dallenpun menyewa mobil dan mereka berangkat menuju markas Aubert terakhir berada, dan ternyata benar tidak perlu menunggu waktu lama akhirnya Glorria dan Dallen begitupun dengan Drak, mereka telah sampai di lokasi markas Aubert.


Dan benar saja markas Aubert masih berdiri kokoh dan sekarang bertambah besar, yang tak begitu jauh dari rumah milik Aubert sendiri terdapat disana. Yang begitu megah dan juga mewah "Itu Nona besar, terakhir Mammy Anda menyerang markas itu" Drak langsung memberitahukan markas dan juga rumah milik Aubert yang terlihat begitu luas.


__ADS_2