
Drak yang tiba-tiba menghampiri Yakub yang sedang duduk dilantai, dengan meremas kepalanya membuat Drak semakin panik akan keadaan Annabella yang tidak dia lihatnya. Yakub mengambil senjatanya lalu ia memberikannya kepada Drak "temabk aku tembak Drak tembak!" Teriak Yakub kepada Drak sambil menyodorkan senjatanya,
"Apa maksud anda apa tuan Yakub? Dimana nona Annabella kenapa beliau tidak ikut kembali dengan anda tuan Yakub, apa yang Terjadi dengan nona Annabella tuan cepet katakkan kepadaku!!" Drak kembali berteriak, menanyakan akan keberadaan Annabella.
Drak baru paham dengan tangisan Yakub, bahwa Annabella sedang tidak baik-baik saja.
Drakpun langsung berteriak, karena dia merasa bersalah sudah tidak ikut menemani Annabella pergi kemarkas. Kini Drak pun ikut menangis meraung-raung, tubuh Drak ikut ambruk mendengar berita yang tak diharapkan olehnya. Drak sangat frustasi karena ia tidak biasa menjaga seorang ketua Mafia mereka, Drakpun segera bangkit lalu ia berjalan keluar dan menaiki mobil yang terparkir di samping rumah tersebut, Yakub yang melihat Drak keluar dan masuk kedalam mobilnya, ia segera mengejarnya dan ikut masuk kedalam mobil. "Jalan Drak"
"Annabella, cepet kejar aku Annabella.." teriak seseorang, terdengar jelas dalam pendengar Annabella.
"Tunggu aku Jack! Jangan tinggalkan aku Jack hikss hikss"
Jubarr.. Jubarr.. Arghhh
"Hahahah! terus siram dia kasih wanita itu pelajaran karena wanita ini sudah berani membawa nona Loren!" Teriak seorang pria, membuyarkan mimpi Annabella
Annabella pun tersadar dari pingsannya, saat dia membuka kedua matanya dia tidak bisa melihat apapun disekitarnya.
Karena wajahnya telah ditutup dan kedua tangan Annabella telah dirikat, Annabella terus menajamkan pendengarannya, kini ia sudah bisa menebak seberapa banyak orang yang ada di sekitarnya.
Wajah Annabella yang ditutupi oleh kain, dengan kedua tangannya yang diikat. Salah seorang dari mereka terus menertawakan Annabella yang sudah basah kuyup. Karena wajah dan tubuh Annabella terus disiram air oleh mereka, wajah Annabella yang tertutup dia gelagapan karena tidak bisa bernafas.
Tapi dengan sebisa mungkin Annabella, terus menghafal suara para pria yang sedang menertawakan dirinya. Annabella kembali mendengar suara pria yang baru saja tiba diruang itu, yang tak lain adalah Zino beserta para pengawalnya dan anak buahnya. Anak buah Zino kembali mengguyur wajah Annabella. Yang masih tertutup dengan kain, dengan sesekali mereka kembali memberikan cambukan pada tubuh Annabella yang sudah basah kuyup dan terikat.
Keesokan harinya Annabella pun terbangun dari tidurnya, setelah semalaman mendapatkan beberapa kali penyiksaan dari para anak buah Zion dan juga Ernesto. Dengan sekujur tubuhnya yang dipenuhi dengan luka lebam, kini Annabella sudah berada didalam jeruji besi, dengan penjagaan yang begitu super ketat.
Pada siang itu Annabella masih terbaring lemah akibat mendapatkan beberapa kali penyiksaan, dari para anak buah Zino dan Ernesto, sehingga sekujur tubuhnya terasa sakit dan ngilu.
Tiba-tiba terdengar suara pintu besi terbuka, ternyata yang datang adalah Ernesto dan Zino beserta para pengawalnya yang bertubuh kekar, mereka berjalan memasuki ruang tahanan dimana Annabella disekap. salah satu pengawal Ernesto dan Zino menarik kasar tubuh Annabella, yang sedang terbaring lemah sehingga membuat tubuh Annabella tersungkur ke lantai.
Dengan tubuhnya yang dipenuh luka, dengan perlahan Annabella pun bangkit dari lantai, dan ia berdiri dengan sekuat tenanganya, Ia berdiri memapah dinding dengan tubuhnya yang gemetar.
__ADS_1
Zino melihat kearah kain sprai lebar dan panjang, yang terpasang di kasur tipis. Dengan cepat Zinopun segera menarik kain tersebut, lalu ia memutarnya hingga membentuk tali, Zinopun segera mendekati tubuh Annabella yang membelakanginya.
Dengan cepat dan sadis Zinopun mengalungkan kain yang telah menjadi sebuah tali, Zino mengalungkan kain itu tepat dibagian leher jenjangnya Annabella.
Setelah berhasil mengalungkan kain panjang dileher Annabella, lalu kain panjang itu dilempar keatas besi-besi yang terdapat di bagian atas pintu, kain panjang tersebut terus ditarik oleh Zino dan dibantu oleh para anak buahnya.
Dengan seketika membuat tubuh Annabella terangkat tinggi, kedua kaki Annabella terus meronta-ronta karena ia mulai kesulitan bernafas. Ernesto yang melihat penyiksaan Zino terhadap Annabella, ia mendekati wajah Annabella sambil tertawa senang, Annabella yang sedang berjuang menahan rasa sakit dan sesak di bagian dadanya akibat tali yang ditarik di bagian lehernya.
Annabella terus meronta-ronta sambil menatap tajam ke arah Ernesto yang menertawakannya, Annabella ikut tersenyum getir kearah Ernesto. Ernesto semakin kesal melihat tetapan dari Annabella yang tidak ada takutnya, Ernestopun terus mendekat dan mendekat ke arah Annabella yang sedang beronta-ronta, menahan sesak dari lehernya yang terus ditarik oleh Zino dan pengawalnya.
Slepp..
Dengan begitu cepat Annabella mengangkat kedua kakinya, dan menaikkan kedua kakinya keatas bahu Ernesto, kini kedua kaki Annabella sudah menumpang tempat dibagian bahu Ernesto. Annabella menarik dan memutar kan kedua kakinya dengan sekuat tenaganya, dan seketika tubuh Ernesto pun ikut terguling dengan Annabella yang terjatuh. Dengan begitu kuatnya kaki Annabella terus melingkar di bagian leher Ernesto, sehingga membuat Ernesto sesak dan tidak bisa bernafas.
Zino beserta pengawalnya yang melihat Ernesto hampir sekarat akibat mendapatkan cekikan dari kaki Annabella, dengan spontan Zinopun melepaskan tali panjang yang telah mengikat leher Annabella. Dan segera memburu kearah Ernesto, yang sudah terkulai lemas Zini dan para anak buah Ernesto sangat panik melihat Ernesto kesulitan bernapas. Akhirnya mereka pun mengangkat tubuh Ernesto dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.
Sedangkan para anak buah Ernesto dan Zino yang tersisa berusaha menghentikan dan melawan Annabella, yang sudah mulai bangkit dan berdiri dengan tegak menatap kearah mereka. Satu persatu para anak buah Zino dan Ernesto pun melayangkan pukulan dan tendangannya kearah Annabella, namun setiap tendangan dan pukulan mereka berhasil Annabella tangkis.
Hingga akhirnya lima orang pengawal dan anak buah Ernesto dan Zino, yang ikut masuk ke dalam jeruji besi sudah berhasil Annabella bantai, setelah berhasil membuat lawanya tewas Annabella pun segera mencari pintu keluar agar dia bisa keluar dari tempat penyekapan tersebut.
Disisi lain Drak dan juga Yakub kini mereka telah tiba markas milik Ernesto, dimana terakhir kalinya Annabella masuk kedalam markas milik Ernesto. Drak yang sudah tak tahan menahan emosinya dia langsung menerobos masuk dengan menggunakan mobil yang dia bawanya, Drak menabrak palang pintu gerbang markas milik Ernesto hingga roboh. Sehingga membuat para anak buah Ernesto yang sedang berjaga pun berhamburan dan berlarian terkocar-kacir, karena dengan kecepatan tinggi Drak menabrak gerbang tersebut dan berhasil membuat pintu gerbang terbuka.
Drak dan Yakub yang sudah berada di dalam markas, dengan cepat Drakpun meloncat dari dalam mobilnya. Tembakan pun mulai diarahkan dari pihak musuh kearah Drak dan Yakub, yang baru saja keluar dari dalam mobil mereka. Suara tembakanpun sudah tak terelakkan lagi, para anak buah Ernesto terus menembakkan timah panasnya dengan membabi buta, keberbagai arah untuk menembaki Drak dan Yakub yang terus berlarian menghindari timah panas dari para musuhnya.
Drak dan Yakubpun terus berlarian ke sana kemari untuk menghindari setiap timah panas yang mengarah ke arah mereka, dengan perasaan emosi yang menggebu-gebu Drak pun mengambil senjatanya, dan ia menyerang balik para anak buah Ernesto yang dibantu oleh Yakub.
Dorr.. Dorrr.. Dorrr
Baku tembakpun sudah tidak dapat terhindarkan, dari kedua belah pihak.
Sedangkan Annabella dia sudah berhasil lolos dari dalam jeruji besi yang mengurungnya, Annabella melihat kedua senjatanya diatas meja penjaga tahanan ia pun segera mengambil kedua senjatanya yang masih penuh dengan Amunisi. Annabella segera berjalan keluar dari tahanan tersebut, dia terus mencari berjalan keluar yang tidak dia temukan. Annabella dia tak mendapati pintu untuk keluar, disekelilingnya hanya ada tembok tak ada pintu apapun.
__ADS_1
Namun Annabella tidak menyerah begitu saja, dia terus meraba-raba dinding yang ada disekelilingnya, namun tiba-tiba tubuh Annabella terperosok dan terjatuh karena tembok yang ia sentuh telah bergeser dengan sendirinya. Senyuman Annabella pun mengembang saat tubuhnya sudah berada diluar ruangan tadi, Annabella pun kembali bangkit dan terus berjalan keluar. Annabella kembali tersenyum karena tempat penyekapanya tepat berada dibelakang penyekapan dimana Dallen disekap pada saat itu.
Annabella yang sudah mengetahui tempat tersebut tak lain tempat itu adalah area rumahnya Ernesto, ia terus berjalan keluar dari ruangan bawah tanah, menyusuri jalan yang pernah dia lewatinya sewaktu bersama Drak dan Aiken.
Tidak lama kemudian akhirnya Annabella pun sudah berhasil keluar dari ruang bawah tanah milik Ernesto.
Annabella terus berjalan sambil celangak-celinguk dan mengendap-ngendap, dan ternyata diluar rumah hari sudah gelap, Annabellapun menghentikan langkah kakinya dan bersembunyi dibalik patung besar.
Karena dia melihat ada beberapa anak buah Ernesto, yang sedang berjaga diluar pintu rumah.
Salah satu anak buah Ernesto mendekat kearah patung dimana Annabella sedang bersembunyi dibelakangnya, anak buah Ernesto yang ingin membuang air kecil dia langsung membuka resleting celananya, tanpa melihat keberadaan Annabella yang sejak tadi memperhatikannya. Naasnya anak buah Ernesto harus bertemu ajalnya,
Annabella segera memasukan kedua senjatanya, lalu ia mengambil pisau belatinya dan ia arahkan keleher anak buah Ernesto, yang sedang buang air kecil seketika anak Buah Ernesto pun tewas tanpa mengeluarkan suara.
Annabella kembali berjalan, ia melihat pengawal Ernesto yang pernah menyiksa kemarin malam, Annabella mengepalkan tangannya sambil terus memperhatikan keberadaan anak buah Ernesto yang berjumlahkan delapan orang tersebut, Annabella mengambil batu kecil dan melemparkannya, tepat di pundak pengawal yang menyiksanya.
Sontak saja lemparan batu dari Annabella, membuat para pengawal itu beringsut dan mencari berasal dari mana lemparan batu yang telah mengeni pundaknya, disaat mereka fokus memperhatikan kearah pintu gerbang. Dengan cepatnya Annabella menghampiri kearah mereka dengan sabetan pisau yang telah ia bawanya, Satu-persatu pengawal Ernesto pun tewas dengan sangat mengenaskan, akibat sabetan dari kedua pisau belati Annabella.
Setelah berhasil membantai para pria tersebut, Annabella kembali berjalan masuk menuju pintu utama rumah Ernesto yang terlihat sepi didalamnya. Karena Ernesto telah dilarikan kerumah sakit,
dengan cepat Annabellapun berlari kelantai atas karena ia mendengar suara musik dari salah satu kamar.
Tapi ternyata kamar tersebut telah dijaga oleh empat orang pengawal yang berdiri didepan pintu kamar tersebut, namun bukan Annabella namanya jika Ia harus takut, Annabellapun segera mendekati keempat anak buah Zion yang sedang berjaga didepan pintu kamar itu, Annabella kembali menebas leher-leher keempat pengawal yang sedang berdiri tegap.
Setelah berhasil menghabisi keempat pengawal itu hingga tewas, Annabellapun segera membuka pintu kamar yang ada dilatai atas tersebut, dan ia mulai masuk kedalamnya. Annabella melihat kesekeliling kamar namun tak ada orang satupun, didalam sana pandangan Annabellapun kembali terarah ke pintu kamar mandi, dan benar saja didalamnya ada Zion yang sedang berendam didalam bathtub.
Annabella berjalan kearah bathtub yang terdapat Zion, yang sedang menenggelamkan tubuh beserta kepalanya. Annabella mendekat kearah bathtub lalu Annabella berjongkok tanpa sepengetahuan Zion dibagian kepala bathtub, Annabella menarik sehelai handuk kecil nan panjang yang menggantung disampingnya.
Tidak berselang lama kepala Zion muncul dari dalam air, dengan cepat Annabella mengarahkan handuk panjang yang ada ditangannya kearah leher Zion. Dengan sangat kuat Annabellapun menariknya dengan begitu kencang, membuat Zion kelojotan mendapatkan serangan secara tiba-tiba, dengan nafas yang tersengal-sengal Zion terus meronta-ronta berusaha melepaskan cengkraman dari Annabella.
Saat Zion sudah terlihat kesakitan dan kelelahan, Annabella pun sengaja melepaskan handuk tersebut dari leher Zion, Annabellapun segera berdiri di samping bathtub. Zion yang baru menyadari tersentak kaget melihat keberadaan Annabella, yang sudah berdiri disampingnya dengan pisau belati dikedua tangannya.
__ADS_1
Zion hanya gelagapan tak mampu berkata-kata dengan kondisinya yang tidak mengenakan apapun, Annabella kembali berjongkok disamping bathtub, salah satu tangan Annabella masuk kedalam air dan menarik buah jeruk milik Zion. Dan dengan cepat Annabella langsung menarik dan memotong kelamin milik Zion, sontak saja membuat Zion begitu terkejut dan tak mengira jika tangan Annabella sudah berhasil memotong kelaminnya.