KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Annabella hamil lagi


__ADS_3

Para anak buah Hideo, dan jug Katsuo tak menyadari jika Annabella sudah berada diantara mereka, karena Annabella mengambil topeng dan jaket kulit anak buah Hideo yang telah tewas, hingga keberadaan Annabella sama persis dengan teman-temannya anak buah Hideo. Jantung Hideo sudah sangat ketar ketir karena anak pengawa terkuatnya Junichi telah tewas tanpa dia ketahui, Annabella terus memperhatikan Hideo dan Katsuo yang berpencar, dengan masing-masing anak buahnya, kini Annabella masih mengikuti kerumunan Hideo dan para anak buahnya Hideo yang berjalan mengendap-endap.


Ketika Katsuo dan para anak buahnya berhasil masuk, Annabella dengan cepat ia kembali beraksi mengibaskan pisaunya kekiri dan kekanan. Hingga membuat para anak buah Hideo, begitu tercengang melihat sosok Annabella yang sudah ada dihadapan mereka. Gerakan tubuh Annabella yang super cepat sungguh sulit untuk ditebak akan kearah mana ia meluncurkan sasarannya, dengan seketika para anak buah Hideopun tewas hanya dengan sabetan pisau dari Annabella.


Hideo yang menyaksikan hanya mamu menelan ludahnya, ia tak mampu berkata apapun dengan apa yang dilihatnya.


Annabella berdiri dengan begitu kokoh ia melangkahkan kaki kirinya satu langkah, dan ia mulai memasang kuda-kudanya. Annabella melambaikan tangan kirinya kearah Hideo yang sudah berada dihadapannya, tandanya ia menantang Hideo untuk bertarung dengannya. Hideo yang merasa tertantang oleh Annabella dan ia pun mengikuti ajakan Annabella untuk bertarung, kungfu ala Jepang pun telah Hideo keluarkan. Dengan gerakan kedua kaki Hideo yang begitu lincah maju mundur maju mundur yang terus dilakukan Hideo, berbeda dengan Annabella yang tetap berdiri tanpa gerakan dari posisinya sedikitpun.


Hideo mulai menyerang dengan Kedua tangannya, begitupun dengan kedua kakinya.


Dengan begitu cepat ia terus mengarahkan pukulan dan tendangannya, kearah Annabella yang tak bergeming sedikitpun, Namun sayang setiap tendangan dan pukulan Hideo tak membuat tubuh Annabella bergeser sedikitpun dari posisinya. Hideo sangat geram melihat Annabella yang mampu menangkis setiap pukulan yang ia layangkan. Hideo kembali melayangkan tangannya kearah wajah dan dada Annabella, namun lagi-lagi dengan cepat Annabellapun berhasil menangkap tendangan dari Hideo, dengan Annabella menghantam balik bagian rahang Hideo hingga menimbulkan suara yang cukup keras.


Tidak sampai disitu saja Annabella kembali menarik kepala Hideo yang botak, dengan kecepatan supernya tangan Annabella terus menghantam bagian wajah Hideo, dan berhasil menggorok leher Hideo hingga nyaris putus.


Tubuh Hideo seketika menggelepar bagaikan kesengat aliran listrik tegangan tinggi, tidak sampai disitu saja Annabella kembali menginjak leher Hideo, yang sedang sekarat hingga benar-benar putus, sungguh kejamnya seorang Annabella menghabisi para musuhnya tanpa ampun.


Annabella kemabli berjalan menuju ke dalam rumahnya, ia akan menyusul Katsuo dengan para anak buahnya yang sudah berhasil masuk, Annabella berlari menuju pintu belakang rumahnya agar keberadaannya tak diketahui oleh musuh.


Sesampainya didalam rumah baku tembak antara anka buahnya, dan anak buah Katsuo terus terjadi. Sedangkan Dark yang sudah mulai kewalahan menahan serangan dari musuh, karena para ank buahnya sudah banyak yang tewas oleh para anak Katsuo. Annabella menajamkan pendengarannya ia mengira-ngira seberapa banyak anak buahnya.


Annabella kembali menghunuskan sebilah pisaunya kearah para musuhnya untuk membantu Drak yang sudah kewalahan, dengan berusaha mendekat kearah Drak dengan mengendap-endap, akhirnya Annabellapun berhasil berada disamping Drak. "Drak au maju kerah pintu dan kau alihkan mereka perhatian mereka" tutur Annabella tnapa menunggu lama Drakpun segera mengikuti apa yang dikatakan kata Annabella kepadanya, ia berlari kearah pintu dan benar saja Drak dikejar oleh para anak buah Katsuo yang berada didalam ruangan.


Dengan senangnya Annabella menghadang para anak buah Katsuo,


Dorrr.. Dorrr..

__ADS_1


Tubuh seksi Annabella berputar-putar bagaikan kincir angin, dengan kedua tangannya menembakki para musuhnya tanpa meleset sedikitpun.


Tak sampai disitu saja, Annabellapun kembali mengarahkan pisaunya keberbagai arah. Tanpa ada kata ampun lagi dengan hitungan detik para anak buah Katsuo sudah terkapar dilantai dengan bersimbah darah disekujur tubuh mereka, sudah bagaikan ikan pepes saling menindihi.


Katsuo yang terhalang para anak buahnya, karena ia berada dibelakang untuk berlindung Katsuo, Katsuo berkali-kali menelan ludahnya ia tak menyangka jika para anak buahnya telah tewas. Katsuo menarik pelatuk senjatanya namun sial bagi dirinya, karena amunisi senjatanya telah habis. Dengan kesal Katsuopun melemparkan senjata kosongnya kearah Annabella, dan ia berlari terkocar-kacir dari hadapan Annabella, namun sayang tak berhasil ia lakukan. Karena gerakan Annabella lebih cepat menghampiri Katsuo.


Dengan cepat Annabella menancapkan pisaunya kebagian dada Katsuo yang berusaha melarikan diri dari, dengan sekencang mungkin Annabella menancapkan pisaunya lalu ia menekannya hingga ke ujung perut.


"Aarghh..!!"


Katsuo berteriak, menahan rasa sakit yang didapatnya di bagian perutnya.


Bagian perutnya Katsuo sudah terbelah hingga mengeluarkan isi perutnya, Katsuo yang masih berdiri dengan kedua kakinya yang bergetar, dengan kedua matanya terbelalak saat dia melihat keadaan perutnya yang sudah terbelah. sedangkan Annabella ia masih berdiri menyaksikan keadaan Katsuo yang berdiri dihadapannya "siapa yang menyuruhmu brengsek cepat katakan padaku!!" teriak Annabella sambil menodongkan sebilah pisau belatinya.


"Tutuan Maicon dengan tutuan Ernesto" dengan terbata-bata Katsuo berucap dan memberitahukan Annabella, jika dirinya hanya seorang pembunuh bayaran yang diperintah oleh Maicon dan Ernesto. Hati Annabella semakin tersulut emosi, saat dia mengetahui kalau dalangnya adalah Maicon dan Ernesto.


Dengan begitu cepat dua sabetan tepat dibagian leher Katsuo, hingga leher Katsuopun terpotong oleh pisau belati Annabella, seketika tubuh Katsuopun ambruk dan tewas dengan begitu mengenaskan.


Setelah berhasil mengalahkan para musuhnya, Annabellapun segera memanggil Drak. "Bereskan mayat-mayat para anak buah mereka, tapi tidak dengan dua kepala mayat Hideo dan Katsuo, pisahkan kepala mereka besok kita akan berangkat ke Italy" perintah Annabella


Setelah semua selesai Annabella dan Drakpun berjalan keluar dari rumah, mereka akan kembali kerumahnya yang berada di pelosok, karena hanya rumah persembunyian yang aman untuk Annabella beserta para anak buahnya saat ini, setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh kini Annabella telah sampai dirumah persembunyiannya.


Alexander yang sudah berada dirumah persembunyiannya, Annabellapun segera memberitahukan Alexander mengenai apa yang sudah dilakukan oleh Maicon, yang berusaha akan menghabisi dirinya.


"Alexander besok aku akan terbang ke Italia, aku akan pergi menemui ayahmu, karena aku harus buat perhitungan dengannya" tutur Annabella

__ADS_1


Deg..


Alexander tersentak kaget mendengar perkataan dari Annabella, yang menujukan wajah kesalnya "Maksud kamu apa sayang? Kamu mau pergi ke Italia untuk menemui ayahku begitu?" tanya balik Alexander "ya aku akan pergi menemui ayahmu, karena aku akan buat perhitungan dengan Maicon ayahmu Alexander! Apa kau sudah jelas mendengar perkataanku?!" bentak Annabella


"iya sayang aku sudah mendengarnya, tapi apa yang telah dilakukan oleh ayahku?" Tanya Alexander penasaran "kau mau tahu apa yang sudah dilakukan oleh ayahmu, apa kau memang pura-pura tidak tahu ha! Dia yang telah mengirim pembunuh bayaran itu, jadi ijinkan aku untuk membuat perhitungan dengannya apa kau sudah mengerti" setelah memberitahukan Alexander Annabellapun berlalu pergi meninggalkan Alexander begitu saja.


Seketika Alexanderpun terdiam karena ia bingung dihadapankan dengan dua pilihan, antara ayahnya dan Annabella istrinya.


Alexanderpun segera memanggil Drak "iya tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya Drak"Drak apa benar besok Annabella akan pergi ke Italia?" tanya Alexander memastikan perkataan Annabella, "iya tuan betul, nona Annabella meminta mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan kita besok" tutur Drak "hemm menurutmu bagaimana Drak, jika Annabella melenyapkan ayahku?" tanya Alexander kebingungan "Itu tidak mungkin tuan karena saya tau bagaimana nona Annabella, dia tidak sekejam yang anda lihat" Alexander kembali terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Drak, "Iyasudah terimakasih Drak silahkan kamu pergi dan beristirahatlah" jawab Alexander, Alexanderpun bergegas pergi menuju kamarnya untuk menemui Annabella yang sedang kesal dengan dirinya, Alexander melihat kearah Annabella yang sudah berada diatas tempat tidurnya.


Alexanderpun pergi kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu ia menghampiri Annabella yang sudah berada dikasur. "Sayang apa kamu masih marah denganku?" tanya Alexander, Annabella tak menjawab pertanyaan Alexander ia malah membalikan badannya membelakangi Alexander. "Hemmm ternyata semua wanita sama, mau sekejam apapun jika dia marah terhadap suaminya pasti akan membelakangi suaminya ketika diatas ranjang" ujar Alexander sambil melenguh.


Annabella yang kesalpun tertawaan mendengar celotehan Alexander, yang menyindir dirinya "baiklah sayang aku ijikan besok kamu ke Italia dan kita temui ayahku,


tapi aku berharap tidak ada pertumpahan darah disana" tutur Alexander, Annabellapun menganggukan kepalanya, akhirnya mereka pun tertidur dengan perpelukan. Keesokan harinya Annabella dan Alexander beserta para anak buahnya, Drak dan juga Aiken mereka tak lupa membawa bagian kepala milik Hideo dan Katsuo. Mereka  terbang menuju Italia dengan pesawat Jet milik Annabella, sesampainya di negara Italia Annabella dan Alexander, kembali kerumah milik Annabella yang sudah lama tak dikunjunginya.


"Sayang bagaimana jika besok kita berangkat kerumahku" ajak Alexander, Annabella tidak menjawab pertanyaan Alexander, wajahnya terlihat begitu pucat dan Annabellapun tiba-tiba pingsan.


Alexander begitu terkejut saat dia melihat Annabella yang hampir saja jatuh kelantai, dengan sigap Alexanderpun menggendong tubuh Annabella dan membawanya masuk kedalam kamar. Alexander berteriak memanggil Aiken " Aiken cepat kau panggilankan dokter cepat!" teriak Alexander dia sangat panik dan khawatir dengan keadaan Annabella yang tiba-tiba pingsan.


Setelah menunggu beberapa menit menunggu, dokter pribadi Alexanderpun sampai dikediaman Annabella, saking paniknya Alexander sampai lupa jika dirinya juga seorang dokter, dokter tersebutpun segera melakukan pemeriksaan terhadap Annabella yang terbaring lemah. Setelah selesai memeriksa Annabella dokter itupun keluar dengan senyuman mengembang "selamat tuan Alexander, istri anda sedang positif hamil" ucap dokter tersebut kedua mata Alexander melotot ia masih tidak percaya dengan kabar kehamilan Annabella, "haa apa dokter tidak sedang bercanda?" tanya Alexander penasaran "tidak tuan istri anda benar-benar sedang hamil, jika anda ingin mengetahui lebih detail silahkan anda periksa sendiri, atau sebaiknya anda segera membawa istri anda kerumah sakit untuk memeriksanya" ucap sang dokter


Alexander hanya menganga dan manggut-manggut mendengar penuturan dari dokter, mengenai Annabella yang sedang hamil ia sangat bahagia dan tak menyangka akan memiliki anak lagi.


Dengan refleks Alexander sampai memeluk Drak dan Aiken dengan senyuman merekahnya, yang berada didepan pintu kamar.

__ADS_1


Sontak semuanya tertawa melihat Alexander yang begitu bahagia, "selamat tuan, sebentar lagi anda akan kembali memiliki anak kedua" tutur Drak dan Aiken mengucapkan selamat kepada Alexander.


Aikenpun segera mengantarkan dokter itu kembali ke rumah sakit.


__ADS_2