
"Baiklah Uncle terimakasih sudah mengunjukkan dimana posisi markas dan rumah itu" ucap Glorria ia terus memperhatikan markas dan rumah Aubert yang terlihat mewah dan megah, "owiya ada satu hal lagi, Uncle Dallen apa Uncle Dallen masih ingat dengan lokasi rumah kita yang dulu pernah kita tempati?" Tanya Glorria, iya mempertanyakan akan rumah peninggalan nenek Ross, yang pernah dia dan Dallen tempatinya.
Dallenpun menganggukkan kepalanya dengan pertanyaan Glorria kepadanya, "baiklah Uncle Drak, sekarang kita pergi ke lokasi dimana dulu aku dan Uncle Dallen pernah tinggal disana" ucap Glorria meminta Drak untuk mengantarkannya kesana. Tanpa bertanya lagi akhirnya Drakpun kembali mengendarai mobilnya, menuju lokasi dimana Glorria dan Dallen tinggal di sebuah perkampungan yang lumayan cukup jauh.
Tidak berselang lama akhirnya mereka semua telah tiba dilahan kosong, dan tempat tersebut sudah terlihat rimbun oleh pohon-pohon dan rumput ilalang yang memenuhi bekas rumah nenek Ross. Dallen dan Glorriapun menatap kearah lahan kosong yang sudah terbengkalai dan tak terurus itu.
Glorria dia segera turun dari dalam mobilnya, langkah demi langkah Glorria terus berjalan
Menuju lahan kosong, yang dulunya tempat itu adalah ladang dan rumah nenek Ross dimana dirinya dibesarkan oleh Dallen.
Glorria terus berjalan ia kembali teringat akan kisah dan kenangan masa kecilnya dirumah itu bersama Dallen, Glorria tiba-tiba teringat akan sahabat kecilnya iyaitu Basten. Glorria menghentikan langkah kakinya ketika ia sampai ditengah-tengah hamparan ilalang, Glorria masih ingat betul dimana hari terakhirnya dia dan Basten bermain.
Tanpa disadari Glorriapun langsung duduk ditengah-tengah lahan kosong tersebut, Glorria senyum-senyum sendiri karena dia teringat akan sosok Basten sahabat kecilnya yang selalu membantu dirinya, namun saat Glorria tersadar dia terjingkat kaget saat memperhatikan kesekelilingnya, yang ternyata sepertinya tempat yang ia dudukki itu sering dibersihkan dan dirawat oleh seseorang.
__ADS_1
Glorria juga melihat ada beberapa jejak sepatu, tapi anehnya dan membuat hati Glorria bertanya-tanya kenapa yang dirawat dan dibersihkan itu hanya disekitaran tengah dimana dulu dia dan Basten pernah mengucapkan janji, "ini sangat aneh sekali kenapa hanya disekitaran sini yang dibersihkan, apa mungkin ini semua Basten yang melakukannya?" gumam Glorria
Glorria dia segera berdiri untuk melihat kesekitarannya, dia ingin memastikan apa tempat yang lain juga sama dari tempat yang ia dudukkinya saat ini, tepatnya tempat itu adalah hari terakhir dirinya bermain dengan Basten. Namun sayang disekelilingnya tempat itu begitu rimbun oleh ilalang, dan tak ada yang bersih seperti tempat yang ia dudukinya Glorria berdiri ia masih terheran-heran dengan apa yang dia lihatnya.
"Apa mungkin ada seseorang yang sengaja membersihkannya, atau jangan-jangan? Hemm aku tahu pasti ini kau sudah melakukannya.." Kata hati Anolla, ternyata dia sudah bisa menebaknya siapa yang sudah melakukannya.
Gloriapun merobek sedikit baju yang dia kenakannya, dan menarik jepitan rambut yang yang dia kenakannya Glorria langsung meletakkannya, namun sayang robekan baju Glorria terbawa angin akhirnya Glorriapun mencari bantu kecil yang tergeletak disana.
Glorriapun mengganjal robekan bajunya dengan batu kecil tadi, Glorria sengaja memberikan tanda karena dia ingin segera mengetahui keberadaan sahabat kecilnya. setelah berhasil meletakkan robekan baju dan jepitannya, Glorria kembali teringat akan rumah milik sahabat kecil, Glorria dia berniat akan mengunjungi rumah sahabat kecilnya Basten.
"Iya nona besar Uncle masih ingat, kenapa memangnya apa nona besar sudah mendapatkan informasi tentang sahabat kecil nona besar itu?" jawab Dallen dia kembali bertanya kepada Glorria "tidak Uncle aku tidak mendapatkan kabar apapun tentang sahabatku itu, aku hanya ingin menemuinya saja Uncle dan mengucapkan terimakasih kepadanya, karena dulu dia sudah membantuku memberikan tabungannya kepadaku apa Uncle masih ingat?" Ucap Glorria, membuat Dallenpun kembali teringat akan dua celengan yang dibawa Glorria dulu.
"Owiya betul Uncle baru ingat nona besar, kalau begitu sekarang saja kita pergi kerumahnya bagaimana?" Ucap Dallen, sambil mengajak Glorria untuk mengunjungi rumah sahabat kecilnya Glorria, yang tak pernah dilihatnya oleh Dallen.
__ADS_1
Akhirnya Drakpun kembali melajukan mobilnya menuju rumah sahabat kecilnya Glorria, tidak lama kemudian mobil yang kemudikan Drakpun sudah sampai, dipinggir jalan tepatnya didepan rumah sahabat kecilnya Glorria. Namun rumah sahabat Glorria sudah berubah menjadi sebuah gedung tinggi, yang terlihat gedung tersebut memiliki puluhan lantai begitupun dengan sekitarannya, sudah berubah menjadi kota dan bangunan-bangunan baru yang tinggi menjulang yang terdapat dilokasi itu.
Dallen yang pernah melihat lokasi itu dan sudah banyak perubahan, dia hanya melongo tidak berkedip dengan gedung-gedung tinggi sudah memenuhi lokasi tersebut, Dallen masih tidak percaya jika lokasi itu begitu cepat berubah padahal dulunya tempat itu masih banyak sekali kebun dan rumah-rumah kecil disekitarannya.
"Uncle kenapa tempatnya jadi seperti ini, apa Uncle tidak salah dengan lokasi ini?"Tanya Glorria kebingungan "tidak nona besar betul ini tempatnya, Uncle tidak lupa dan memang benar-benar ini tempatnya" jawab balik Dallen dengan begitu yakin, jika yang ada dihadapannya adalah lokasi rumah Basten sahabat kecil Glorria.
"Iyasudah kalau begitu ayok kita kembali pulang saja Uncle, sepertinya sahabatku sudah berpindah rumah Uncle" ucap Glorria sambil berjalan kembali masuk kedalam mobilnya. Akhirnya Glorria dan juga kedua Unclenyapun, memutuskan untuk pulang ketempat penginapan mereka setelah seharian penuh mencari-cari tempat sahabat kecil Glorria.
Kini Glorria dan kedua Unclenya sudah berada dalam perjalanan menuju tempat penginapan mereka, namun saat tiba dipertengahan jalan Glorria tiba-tiba minta Drak mampir kesebuah restoran, seperti biasa Glorria meminta makan karena dia sudah tidak tahan dengan perutnya yang sudah begitu lapar.
Kita kembali ke Bastev, Bastev dan Bente beserta para anak buahnya kini mereka sudah tiba di Bandara, Bastev langsung mendapatkan jemputan dari para anak buahnya yang akan membawa mereka pulang kerumahnya.
Sesampainya dikediaman Bastev dan Bente disambut oleh Ariane dan Anime, "ada apa Bente sayang kenapa wajahmu ditekuk seperti itu? Tanya ibu Bente "aku kesal dengan Bastev Mamm, dia begitu dingin dan acuh kepadaku Mamm, aku pikir dengan ikutnya aku dia akan mengajakku jalan-jalan di Paris, tapi nyatanya dia malah terburu-buru mengajak aku kembali pulang, jangankan mengajakku jalan-jalan atau makan malam yang romantis itu sangat sulit untuk Bastev" celotoh Bente dengan memonyongkan mulutnya.
__ADS_1
"Bente sayang mungkin Bastev pergi ke Paris itu karena dia sedang ada urusan penting, dan mungkin dia masih belum memiliki waktu untuk mengajakmu jalan-jalan, atau makan seperti yang kamu inginkan sabar semuanya pasti akan baik-baik saja ayok kita makan" ucap Anime sambil menggandeng Bente menuju ruang makan.