
Dipagi hari Dallen dan Drak sudah terbangun dari tidurnya, mereka kerepotan mengganti popok Deborah yang tidak bisa diam dan super aktif, sedangkan Drak ia sibuk membuatkan susu dengan kedua matanya yang masih mengantuk. Glorria ia ikut membantu Dallen mengajak main Deborah agar tidak menangis saat diganti popoknya.
Pagi ini tidak seperti biasanya Deborah sangat rewel, ia terus menangis tanpa henti meskipun telah diberikan sebotol susu yang dibuat oleh Drak, membuat Drak dan Dallen sangat kebingungan.
Dallen meraba-raba kepala dan tubuh Deborah dan ternyata Deborah demam, "oh my god Drak!!" Dallen berteriak karena ia baru menyadari jika tubuh Deborah panas. "Drak ayok cepat siapkan semuanya kita harus segera pergi kerumah sakit, nona kecil panas Drak" ucap Dallen kepanikan, dengan perasaan paniknya Drakpun mengambil tas bayi untuk diisi dengan perlengkapan bayi.
Sedangkan Glorria dia ikut ikut sibuk membantu kedua Unclenya, untuk menyiapkan keperluan Deborah.
Akhirnya merekapun pergi kerumah sakit dengan menggunakan mobil sayuran milik paman Raul. Sesampainya dirumah sakit Deborah langsung mendapatkan perawatan dari dokter anak, Drak dan Dallen beserta Glorria mereka menunggu diluar ruangan pemeriksaan, dengan rasa paniknya kedua Uncle Glorria mondar mandir didepan pintu ruangan dimana Glorria mendapatkan pemeriksaan.
Tak berselang lama kemudian seorang dokter menghampiri mereka dengan senyuman, "bagaimana dokter dengan keadaan gadis kecil kami?" dengan serentak dan bersamaan Dallen dan Drak bertanya kepada dokter, membuat sang dokter itu tertawa melihat Dallen dan Drak, yang berperawakan tinggi kekar tersebut begitu kepanikan. "Putri kecil kalian harus dirawat dikarenakan demamnya tinggi dan gangguan pernafasannya, karena putri kecil kalian alergi dengan bunga" tutur sang dokter.
"Alergi bunga??" Dallen dan Drak kembali saling lirik mereka mengingat-ngingat hari terakhir Deborah bermain, dan ternyata mereka baru menyadari jika dihari kemarin Deborah dibawa kekebun bunga Tulip Paman Raul, Dallen mendengus kesal kepada Drak karena kemarin Drak mengasuh Deborah dikebun bunga Tulip milik Paman Raul.
"Ink semua gara-gara kau Drak, andaikan saja kemarin kau tidak membawa gadis kecil kita kekebun bunga, mungkin sekarang gadis kecil kita tidak akan sakit" bentak Dallen kesal "Iya iya maafkan aku Dallen, karena aku tidak tahu jika gadis kecil kita akan alergi dengan bunga" Dallen sudah seperti ibu-ibu dia cemberut karena ia kesal dengan Dallen, yang telah membawa Deborah kekebun bunga Tulip. "Sudahlah Dallen jangan marah seperti itu aku janji akan lebih hati-hati lagi untuk menjaganya" keluh Drak memelas agar Dallen tidak marah lagi kepadanya.
Drak dan Dallen sudah seperti ibu-ibu saat sedang berantem gara-gara anak-anaknya, khirnya para susterpun membawa Deborah keruangan khusus anak untuk dirawat.
__ADS_1
Drak ia masih menenteng tas bayi, sedangkan Dallen dia masih menyelendangkan gedongan bayi di pundaknya dengan tangan kanannya memegangi botol susu. Sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan Glorria, sontak saja membuat orang-orang yang melihat Drak dan Dallen, tertawa karena yang ada dipikiran mereka Drak dan Dallen adalah sepasang kekasih sesama jenis yang sekarang sedang marak.
Drak dan Dallen tidak menghiraukan orang-orang yang menertawakan mereka, mereka berjalan cepat mengikuti arah suster yang membawa Deborah keruangan rawat inap, Dallen dan Drak tak henti-hentinya mereka terus saling menyalahkan.
"Uncle manis dan Uncle Dallen sudah janganlah bertengkar terus, jika kalian bertengkar terus aku dan Deborah sangat sedih Uncle" ucap Glorria, Glorria melerai Dallen dan Drak, yang tidak ada mau mengalah diantara mereka akhirnya merekapun terdiam dan kembali membaik. Dark dan Dallen sangat memanjakan Glorria, apa yang dikatakan dan diminta oleh Glorria mereka berdua akan berusaha mewujudkannya.
Sedangkan Pamam Raul dia baru saja pulang dari pasar mengirimkan bunga tulip yang telah ia panen hari kemarin, Paman Raul membawa belanjaan yang cukup banyak, ia juga membeli mainan untuk Deborah dan Glorria, namun sesampainya dirumah paman Raul mencari-cari keberadaan Drak dan Dallen yang tidak dia temukannya, "hallo Drak kalian ada dimana?" Tanya Paman Raul kepada Drak disebrang telepon. "Owh iya paman maaf tadi kami lupa untuk memberi tahukanmu, jika kami sedang dirumah sakit, karena nona kecil kami dirawat Paman" jawab Drak.
Tanpa pikir panjang lagi Paman Raul bergegas pergi menuju rumah sakit karena ia sangat khawatir dengan keadaan Deborah, sesampainya dirumah sakit Paman Raul segera menemui cucu dari adiknya Mikael.
"Aduh sayang cucu tercantikku kenapa kamu sakit sayang? Kenapa dengan Putri kecilku Drak Dallen?" Tannya Paman Raul, "gadis kecil kami alergi bunga Tulip Paman" Dallen menjelaskan sakit yang didapat oleh Deborah.
Disisi lain Annabella ia terus merintih meminta air kepada para penjaga "air, air berikan aku air" Annabella terus menadahkan kedua tangannya ia meminta air kepada para anak buah Aubert yang berjaga. "Ini nona minumlah dan ini makanan untukmu, cepatlah makan sebelum mereka datang" ucap seorang pria yang menjaga ruangan Annabella, Annabellapun mengangukan kepalanya, dengan cepat ia memakan makanan yang diberikan oleh pengawal Aubert yang tak lain dia adalah Micer.
Yang ternyata dia adalah Micer anak buah dari Algozilo, yang telah resmi menjadi pengawal Annabella. Hanya saja pada saat itu ia tidak ikut ke Paris bersama dengan kelompok Annabella, karena Micer masih di beri tugas oleh Annabella untuk tinggal di Belanda. Hingga pada akhirnya saat Annabella tertangkap oleh para anak buah Aubert, Micer melihat keadaan Annabella yang sangat memperihatinkan.
Micer dia sudah berusaha ingin melepaskan Annabella dari dalam jeruji besi yang mengurungnya, namun usaha Micer untuk mengeluarkan Annabella selalu gagal, karena penjagaan yang begitu ketat dan para anak buah Aubert yang begitu banyak.
__ADS_1
Setelah Micer membrikan makan dan minum kepada Annabella, ia kembali untuk berjaga dan bergabung dipintu masuk. "Terimakasih Micer aku akan membalas kebaikanmu" dalam hati Annabella berbicara sendiri, Annabella selalu menghitung hari dengan goresan batu didinding, hingga ia teringat jika hari ini hari ulang tahun kedua anak-anaknya, air mata Annabella kembli menetes tanpa ia sadari, namun ia berusaha agar dirinya tetap tegar dan kuat,
karena inilah resiko sebagai Mafia antara hidup dan mati, dan Annabella sudah siap akan menerima semua resiko yang sedang dihadapinya seperti saat ini.
Begitupun dengan Alexander ia sangat sedih dengan keadaannya yang sekarang ini, dia tak mampu melindungi kedua anak-anaknya dan istri tercintanya, Alexander hanya mampu merenungi apa yang telah menimpa keluarga kecilnya. "Keluarkan dia cepat!" Teriakan salah satu anak buah Ames meminta agar Alexander untuk dikeluarkan dari dalam jeruji besi.
Dengan kesusahan Alexander keluar dan digiring oleh beberapa pengawal yang terus memberikannya cambukan, hingga langkah kaki Alexander yang terpasang rantai besi terseok-seok karena ia menahan rasa sakit yang didapatinya. Tanpa ada kata ampun para anak buah Ames mendorong tubuh Alexander, hingga Alexander berkali-kali tersungkur dan terjatuh ke tanah.
Setelah beberapa hari yang lalu Deborah dirawat kini ia sudah sehat, dan kembali aktif seperti biasanya. Drak dan Dallen yang kini sedang berada didalam kamarnya, mereka sibuk melipat pakaian bayi. Tugas Dallen menjaga Deborah karena ia sudah sangat mahir dalam mengurus anak kecil. Sedangkan Drak ia mencuci pakaian semuanya, mereka membagi tugasnya masing-masing, setelah selesai melipat pakaiannya, saatnya Drak mengajarkan Glorria seperti cara berhitung membaca yang benar, sedangkan Dallen ia duduk bersila dan memberikan botol susu kepada Glorria, dengan nyanyian yang yang sering ia nyanyikan untuk Glorria sewaktu dulu Glorria kecil.
"Dallen coba kau ganti lagunya, kasihan sekali gadis kecil kita mendengarkan lagu yang sama setiap hari, bisa-bisa pertumbuhan gadis kecil kita tidak berkembang" ucap Drak mengejeknya Dallen yang sedang bersenandung, "hemm siapa bilang gadis kecilku tidak akan berkembang, buktinya gadis besarku berkembang dengan baik" jawab Dallen sambil cemberut, "iya gadis besar terpaksa berkembang karena ia sudah sangat bosan mendengar suaramu yang fals itu" ucap Drak sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sudah diam kau Drak jangan banyak komentar apa kau mau aku susuin juga ha?" Bentak Dallen
Seketika Drak terdiam dan kembali memonyongkan mulutnya, "hemm kenapa Uncle manis dan Uncle Dallen tidak pernah akur, apa kalian dilahirkan dihari yang sama?" tanya Glorria
Glorria sudah sangat pusing mendengar keduanya yang tak pernah akur, hingga ia harus kembali melerainya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan teguran dari Glorria, akhirnya kedua Uncle Glorriapun tertidur karena Deborah dan Glorriapun sudah mulai mengantuk.
Keesokan harinya seperti biasa kedua Uncle super kekar Glorria, sudah disibukan dengan kegiatannya masing-masing, Uncle yang satu sedang memberi makan Deborah, sedangkan yang satu menyiapkan makanan untuk Glorria. Setelah kedua calon penerus kepemimpinan selesai makan, Uncle yang satu memandikan Deborah, sedangkan yang satunya menyiapkan pakaian Deborah dan perlengkapannya, setelah tugas mereka selesai mereka akan bergantian untuk mandi. Karena sudah saatnya mereka berangkat kekebun, Dallen dan Drak berangkat kekebun milik Paman Raul.