KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Berhasil membawa Alexander


__ADS_3

Bastev menangis meraung-raung karena ia merasa bersalah telah membuat Aubert ayahnya tewas, Dezi berteriak memanggil para anak buahnya Bastev agar membantu membawa Alexander yang sudah berhasil dibebaskan oleh Glorria dan masih bernafas.


Tak lama kemudian para anak buah Bastevpun berdatangan dan membantu memwa tubuh Alexander, yang sudah sangat lemah dengan darah terus keluar dari tubuh kurus Alexander, para anak buah Bastevpun langsung membawa Alexander kedalam mobil dan membwa Alexander keluar dari hutan tersebut, "Pergilah Flora jaga Dadymu setelah selesai aku akan menyusulmu." Ucap Bastev, dia menyuruh Glorria untuk segera memberi pertolongan kepada Alexander ayahnya.


Glorriapun mengganggukan kepalanya dan ia segera pergi meninggalkan Bastev, yang masih terduduk dan memeluk tubuh Aubert ayahnya yang telah tewas. Kini Glorria dia sudah berada didalam mobil, dengan menopang kepala Alexander ayahnya yang sedang terluka parah, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari dalam hutan akhirnya kini mobil yang ditumpangi oleh Glorria dan para anak buah Bastevpun telah tiba diperkotaan.


Tidak lama kemudian merekapun melihat rumah sakit besar yang terdapat ditengah-tengah gedung-gedung yang ada disekitarnya, para anak buah Bastev kembali membawa keluar dari dalam mobil, dan membawanya masuk kedalam rumah sakit tersebut yang cukup lumayan besar.


Para anak buah Bastev membantu membawa Alexander masuk kedalam rumah sakit tersebut, setelah selesai mereka kembali pergi meninggalkan Glorria dan Alexander yang sudah dibawa masuk kedalam ruangan oleh para suster. Glorria dia segera mengirimkan pesan kepada kedua Unclenya Dallen dan juga Drak, yang sedang kalut mencari keberadaan Glorria sendiri, yang secara tiba-tiba menghilang dari patai tersebut.


"Uncle Daddy aku mohon bertahanlah aku yakin Uncle Daddy kuat." Ucap Glorria sambil menatap Alexander dari jendela kaca ruang ICU, tangisan Glorriapun pecah memecah keheningan rumah sakit, ia terpaksa harus kembali terpisah dari Alexander ayahnya karena dibawa masuk oleh para dokter kedalam ruangan ICU.


Dengan perasaan gelisah dan cemas Glorria terus mondar mandir diluar ruangan ICU Alexander, tidak lama kemudian Drak dan juga Dallen serta Louis tiba dirumah sakit. "Uncle Dallen hikss.. hikss Uncle Daddy." ucap Glorria dengan terbata-bata sambil merangkul Dallen, begitupun juga dengan Dallen ia langsung memeluk balik Glorria penuh dengan kasih sayang, tak henti-hentinya Glorria menangis dalam pelukan Dallen. "Heyy gadis kecil kesayanganku apa yang Uncle bilang, jangan cengeng jangan menangis, jika gadis kecil Uncle terus meangis Daddymu akan sedih mengerti.." ucap Dallen menenangkan Glorria, sambil mengelus lembut kepala Glorria.


Dallen terus berusaha menenangkan hati Glorria yang tidak berhenti menangis, Drak dan Louis hanyalah terdiam melihat tangisan Glorria yang begitu memilukan hati mereka, meskipun Glorria terbilang gadis terkejam, namun ia tetap seorang wanita memiliki hati yang rapuh lembut.


Disisi lain dilokasi kejadian Bastev masih merangkul tubuh Aubert yang sudah tak bernyawa lagi.


"Tuan Bastev, malam sudah semakin larut sebaiknya kita segera bawa pulang jasad ayah anda." ucap Dezi mencoba memberi saran, yang langsung dianggukan oleh Bastev, dengan tubuhnya yang lunglai Bastev bangkit dan ia melepaskan tubuh Aubert, yang sudah terbujur kaku dengan bersimbah darah, dengan cepat para anak buah Bastev segera mengangkat tubuh Aubert.


Bastev tak bisa menyalahkan Glorria, karena kematian Aubert ayahnya murni kesalahannya sendiri dan juga Aubert ayahnya. Dimalam itu juga Bastev langsung terbang ke Belanda dengan membawa jasad Aubert, sedangkan Ames telah dibawa kekediaman Ames sendiri yang ada di Meksiko oleh Dezi dan anak buah Bastev.


Keesokan harinya Bastev sudah tiba di Belanda, dengan sambutan haru dari Ariane istri Aubert, pemakamanpun diadakannya oleh keluarga besar Aubert, dan dihadiri oleh beberapa kerabat dan klan Aubert. Begitupun dengan Ames dihari yang sama pemakaman Ames diadakannya, Ames yang memiliki dua orang anak, perempuan dan lelaki, kedua anak Ames terpaksa pulang dari tempat bekerjanya, dan mereka ikut menyaksikan pemakaman ayah mereka untuk hari terakhir mereka.


Sedangkan Bastev, setelah selesai dengan acara pemakaman Aubert ayahnya ia segera kembali ke Meksiko, dengan tujuan dia akan melihat dan menemui Glorria yang kini sudah menjadi kekasih hatinya.


Disiang itu Glorria dan kedua Unclenya masih menunggu operasi Alexander selesai,


Glorria ia tertidur dikedua paha Dallen, sedangkan Drak dan Louis ia duduk disampingnya, ketiga pria yang memiliki perawakan tinggi kekar itu dengan setia menjaga Glorria yang tertidur pulas.

__ADS_1


"Louis pergilah kau cari roti sandwich untuk nona besar nanti kalau dia bangun pasti dia akan lapar" ucap Dallen, memberi tahukan Louis untuk membeli sarapan mereka, akhirnya Louispun beranjak dari tempat duduknya, dan ia pergi keluar untuk mencari sarapan. Louis terus berjalan mencari penjual makanan, dan akhirnya ia melihat salah satu restoran yang lumayan cukup ramai,


Louispun segera berjalan menghampiri restauran yang ada disebrang jalan tersebut.


Sesampainya di restauran tersebut, Louispun segera memesan beberapa roti sandwich beserta minuman dan yang lainnya. "kita harus hati-hati masuk kedalam rumah sakit itu, jangan sampai kita  diketahui oleh putri dari Alexander paham." ucap salah seorang pria kepada temannya.


Deg..


Seketika hati Louis tersentak kaget saat mendengar nama Alexander disebut, oleh kedua pria yang tidak jauh dari posisinya. "YaTuhan berarti Uncle Alexander sedang dalam bahaya" dalam hati Louis, dengan cepat Louis mengirimkan pesan kepada Drak yang berada didalam rumah sakit tersebut.


Didalam rumah sakit. Tringg..


"Uncle Drak segera bawa pergi Uncle Alexander dari dalam dalam,  nyawanya sedang dalam bahaya aku tunggu kalian dipintu keluar" Drak langsung beringsut saat dia mendengar suara notifikasi dari ponselnya, ia segera melihat isi pesan tersebut, betapa terkejutnya hati Drak saat ia melihat isi pesan dari Louis. "Dallen cepat kita bawa keluar tuan Alexander dari sini, nyawanya sedang dalam bahaya ayok cepet Dallen" ujar Drak sambil berdiri dari tempat duduknya.


Drak kembali berteriak memberitahukan Dallen yang masih terduduk, dan menahan kepala Glorria, Dallen yang mendengar penuturan Drak segera membangunkan Glorria. Setelah Glorria terbangun dari tidurnya mereka bertigapun segera menerobos masuk kedalam ruangan oprasi Alexander, sontak saja membuat para dokter dan suster terkejut dan ketakutan, Glorria dan Drak menodongkan senjata mereka kearah dokter dan suster.


Sedangkan Dallen dengan sigap ia mengangkat tubuh Alexander, yang tinggal tulang dengan peralatan yang masih menempel ditubuh Alexander. Glorria menarik kasar salah satu dokter dan suster agar ikut bersamanya, sedangkan Drak ia membawa peralatan oprasi dan lain sebagainya yang masih digunakan oleh dokter tersebut.


Dorrr..


Dorrr..


Dorrr..


Suara tembakan langsung terdengar yang diarahkan kepada mereka, sontak saja ketiganya kemabli masuk kedalam untuk menghindari timah panas yang mengarah kepada mereka. "dokter dan kau suster kalian diam, dan kalian harus tetap ikut dengan kami." Bentak Glorria, Glorria ia kembali berlari menuju pintu utama, namun para musuhnya sudah menghadang mereka.


Dengan kecepatan yang super luar biasa Glorria, merundukkan tubuhnya dan bergelinding menghampiri para musuhnya,


Hiatt.. Dess..

__ADS_1


Bughh.. Bughh..


Dess.. Dess..


Dorrr..


Dorrr..


Dengan begitu cepat Glorria berhasil membuat para musuhnya terkapar tanpa ada yang tersisa lagi, Drak dan Dallen mereka tak bisa membantu Glorria, karena posisi mereka memegangi alat yang masih menempel ditubuh Alexander.


Glorria ia kembali berjalan cepat dan menarik dokter dan suster menuju pintu keluar, tidak lama kemudian Glorria beserta Dallen dan Drakpun berhasil keluar. Dengan cepat Louis melajukan mobilnya kearah mereka yang sedang berlari kearah luar. "Louis cepat bawa mereka kebandara aku akan menyusul kalian."


Teriak Glorria kepada Louis.


Setelah melihat Dallen dan Drak berhasil membawa Alexander masuk kedalam mobil beserta dokter dan suster, dengan cepat Louis menacapkan gas mobilnya ia melajukannya dengan kecepatan tinggi menuju bandara, sedangkan Glorria dia berlari menghampiri dua orang pria yang baru saja tiba dipintu masuk rumah sakit dengan mengendarai motor besar mereka.


Dengan cepat Glorria menarik dan memukul wajah kedua pria yang membawa motor tersebut, hingga kedua pria itupun terjengkang dan terjatuh. Dengan cepat Glorria menarik motor milik pria tersebut dan ia segera menaikinya, Glorria menacapkan gas motornya menyusul mobil yang dibawa oleh Louis. Namun beberapa pria yang berpakaian serba hitam mengejar motor Glorria, Glorria ia sudah faham betul jika pria-pria tersebut adalah para anak buah Mafia yang tak diketahui olehnya, dari kelompok Mafia mana dan siapanya.


Kejar-kejaran pun terus terjadi dijalanan yang  begitu ramai, Glorria terus menacapkan gas motornya tanpa melihat kearah belakang. Para pengendara yang sedang melaju dijalan tak henti-hentinya dibuat emosi oleh Glorria, karena Glorria menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan hingga menimbulkan suara bising.


Didepan Glorria kendaraan sudah banyak yang berhenti karena lampu merah, dengan begitu cepatnya Glorria kembali menambahkan kecepatan sepeda motornya hingga ia berhasil menerobos lampu merah yang ada didepannya.


Salah satu pengendara tak sengaja melihat wajah Glorria yang tak mengenakan helm,


"Nona Flora, ya dia nona Flora" ucap Dezi, yang akan berangkat kebandara, ia tak sengaja melihat Glorria sedang membawa motor.


Dezipun segera menghubungi Bastev yang masih dalam perjalanan menuju Meksiko, tanpa perintah dari Bastev dengan cepat Dezi menyusul motor yang dikendarai Glorria. Para pria yang sedang mengejar motor Glorria, mereka terus mengejar sepeda motor Glorria meskipun mereka agak kesulitan, karena banyaknya para pengendara.


Tak lama kemudian Glorriapun telah sampai di Bandara, yang sudah ditunggu oleh kedua Unclenya. Glorria segera turun dari motornya dan ia segera berlari menaiki pesawat Jet miliknya, dengan cepat pilot tersebut menerbangkan pesawat Jet milik Glorria menuju Paris.

__ADS_1


Dezi dan para pria yang mengejar Glorria melongo, karena mereka terlambat mengejar Glorria. Dezi kembali memberitahukan Bastev jika Glorria sudah pergi dari Meksiko. sedangkan para pria berpakaian serba hitam mereka segera memberi tahukan kepada tuan mereka, jika target mereka terlah berhasil melarikan diri dengan pesawat Jetnya.


Ketua para pria tersebut segera melacak pesawat Jet yang dinaiki Glorria, beserta para Unclenya dan juga Michael.


__ADS_2