
Empat perempuan malam sudah Glorria siapkan untuk menemani kelompok Bastev dan juga para pengawalnya, sedangkan Dallen dia sudah menyamarkan wajahnya, ia menyamar menjadi seorang Waiters agar bisa ikut masuk ke dalam, dan memantau pergerakan musuhnya, sedangkan Drak ia menyamar sebagai pengawal dari keempat anak buah Glorria.
Glorria baru saja selesai merapikan perlengkapannya, dan ia keluar dari dalam kamarnya dengan mengenakan celana panjang dan juga jaket kulitnya.
"Wih kakak cantik aku mau kemana? Cantik sekali malam ini kak tapi sepertinya ada yang kurang hemm?" ucap Deborah sambil menatap penampilan Glorria dari ujung kepala sampai ujung kaki, karena yang ada dipikiran Deborah, kalau Glorria akan pergi berkencan dengan seseorang.
"Kakak cantikku kenapa tidak memakai dress saja, jika kakak mengenakan dress akan membuat kakak lebih cantik dan feminim" ucap Deborah kembli protes akan penampilan Glorria.
"Sudahlah adikku Deborah sayang, tidak perlu kau menggodaku dan biarkan aku pergi, dan berdoalah semoga semuanya akan berhasil dan baik-baik saja" jawab balik Glorria dengan tegas dan begitu dingin terhadap adiknya Deborah.
Deborahpun kembali terdiam dan ia melihat kepergian kakak kesayangannya, sesampainya di lantai bawah Glorria kembali bertemu dengan Arno dan Aiken dan juga kakeknya Maicon.
"Grandpa baik-baik di rumah bersama dengan Uncle kecil dan juga Deborah, aku akan pergi dulu sebentar, jika nanti urusanku sudah selesai aku pasti akan kembali" ucap Glorria Maiconpun mengelus kepala Glorria, dan Maicon sudah faham betul dengan apa yang akan dilakukan oleh Glorria.
Setelah memberikan pesan kepada kakeknya Maicon dan juga pengawalnya Arno, Glorriapun bergegas pergi keluar dari rumah megahnya, dan ia memasuki mobil mewahnya yang diantar oleh Aiken dan beberapa pengawalnya.
Dalam perjalanan Aiken terus melirik ke arah Glorria yang terlihat sangat cantik, namun Aiken tak berani berbicara sepatah kata pun.
"Ada apa denganmu Uncle besar kenapa menatapku seperti itu?" tanya Glorria kepada Aiken, yang tahu apa yang dipikirkan Aiken.
"Oh tidak nona besar, Uncle besar hanya berpesan hati-hatilah, semoga nona besar baik-baik saja"
Aiken yang mendapat pertanyaan dari Glorria Ia hanya tersenyum, karena apa yang dipikirkan oleh Aiken isi pikirannya sudah bisa ketebak oleh Glorria. Glorria yang mendapatkan pesan dari Aiken, ia hanya menganggukkan kepalanya.
Sedangkan di kediaman Bastev yang sudah bersiap-siap akan berangkat ke club malam, Bente yang telah mengetahui jika Bastev akan pergi ia kembali mengejar Bastev, yang sudah naik ke dalam mobilnya. Bastev sayang aku ingin ikut bersamamu, boleh ya aku ikut?" Teriak Bente kepada bastev "Bente sudah cukup aku peringati berulang kali jangan ikut campur dengan urusanku, sebaiknya kau diam di rumah dan jangan ganggu aku apa kau sudah paham!" Bastev kembali membentak Bente yang selalu keras kepala dengan keinginannya.
Mobil Bastevpun berlalu pergi meninggalkan Bente di kediamannya begitu saja, Bastev takut jika saingannya akan datang mendahuluinya. Bastev ia sudah menyiapkan beberapa pengawal serta anak buahnya, Bastever juga sudah memberikan perintah kepada para anak buahnya untuk terlebih dulu berjaga di club malam tersebut.
Namun sayang strategi Bastev terlalu mudah untuk ditebak oleh para anak buah Glorria, yang sudah terlebih dulu berada di club tersebut, para anak buah Glorria tidak mengenakan seragam jas yang biasa dikenakan sebagai para pengawal. Para anak buah Glorria mereka mengenakan pakaian biasa, tanpa terlihat bahwa mereka adalah para pengawal handal Glorria.
Tak lama kemudian Bastev beserta beberapa pengawalnya, kini mereka sudah sampai di club malam dan merekapun segera berjalan menuju Rom yang sudah disediakan oleh para anak buahnya, untuk mereka melakukan pertemuannya.
Dan kini Bastever sudah masuk ke dalam Rom tersebut yang sudah disediakan oleh para pengawal setianya, ia berjalan dengan begitu gagahnya, dengan ketampanannya yang sangat memukau membuat para wanita yang berada di klub malam itu terpesona, membuat para gadis-gadis tak bosan memandang ketampanan Bastev seorang miliarder muda, yang kini menjadi orang terkaya di dua negara.
Bastev beserta para ajudannya segera duduk di sofa empuk yang sudah tersedia di Rom tersebut. Sedangkan Glorria yang sudah sampai terlebih dulu daripada Bastev, kini ia sudah berada di ruangan wanita-wanita malam, para wanita malam menatap tajam kearah Glorria yang merasa tersaingi oleh kecantikan Glorria.
Para wanita-wanita yang bekerja diclub malam, yang akan menghibur para tamu-tamu yang datang ke club malam tersebut. Sangat risih dengan adanya Glorria, yang ada dipikirkan mereka Glorria adalah wanita penghibur yang satu profesi dengan mereka, hanya keempat wanita malam yang telah disewa oleh Glorria, segera memberi tahukan kepada teman-teman mereka tentang siapa Glorria yang sebenarnya.
Karena Glorria sudah memberitahukan keempat wanita penghibur yang telah dia sewanya, untuk melakukan tugasnya melayani para pengawal Bastev dan juga Bastev target utamanya, yang belum pernah Glorria lihatnya siapa Bastev sebenarnya.
Glorria dengan cepat melepaskan semua pakaiannya, yang tersisa hanyalah pakaian mininya, yang menampakkan lekuk tubuh seksinya dengan buah dada Glorria yang terlihat berisi, dengan body seperti gitar Spanyol terlihat jelas, membuat Glorrian begitu menawan seksi dan anggun.
Membuat keempat para wanita penghibur itu iri dengan body dan kecantikan yang Glorria miliki, Glorria ia sedikit merias wajahnya agar tak terlihat pucat, ia tidak terlalu suka memakai makeup yang terlalu tebal seperti keempat wanita penghibur sewaannya.
Keempat pria yang sudah didandanin oleh Aiken dan Arno tadi, kini mereka berjalan masuk menuju ruangan VIP, di mana Bastev beserta para pengawalnya sudah berada di dalam sana, keempat pria anak buah Glorria mereka ditemani oleh para anak buah Glorria lainnya dan juga Drak ikut masuk dengan mereka.
Sedangkan Dallen ia berpura-pura membawakan minuman dan juga pesanan dari para anak buah Bastev, keempat anak buah Glorria yang menyamar menjadi pemilik heroin, sudah dilengkapi dengan alat canggih agar apa yang dikatakan oleh Bastev beserta para anak buahnya, bisa didengarkan langsung oleh Drak dan Glorria serta Dallen.
Setelah melakukan perbincangan antara kedua belah pihak, namun Bastever masih kurang menyetujui karena pihak Glorria telah mengambil para pelanggannya, Bastev bersikeras meminta pihak Glorria menutup bisnis heroin mereka, namun hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak Glorria karena Dallen dan Drak tidak pernah memaksa para pembeli harus membeli produk mereka.
Drak dan Dallen sudah mendengar jelas percakapan antara kedua belah pihak, begitupun dengan Glorria ia sudah mengetahuinya jika Bastev sedang emosi kepada keempat anak buahnya, yang diminta untuk menutup bisnis heroinnya.
__ADS_1
Glorria sudah sangat emosi mendengar nada bicara Bastev yang sudah tersulut emosi, dengan cepat Glorriapun segera keluar dari ruangan para perempuan malam, dengan membawa keempat wanita penghibur sewaannya, ia segera berjalan menuju Rom dimana Bastev dan para anak buahnya berada.
Untungnya Glorria tepat waktu datang kalau tidak kemungkinan besar keempat anak buahnya sudah habis ditembak Bastev,
Glorria sengaja masuk dengan dress mininya untuk mengalihkan pembicaraan antara Bastev dan keempat anak buahnya.
Keempat anak buah Glorria sudah sangat ketakutan, saat mereka mendengar nada bicara Bastev yang sudah meninggi tersulut emosi, dan Bastev juga sudah mengeluarkan senjatanya dan mengerahkannya kesalah satu anak buah Glorria.
Bastev memaksa keempat anak buah Glorria menghentikan bisnis heroinnya di wilayah Paris, dan tak mengambil para pelanggannya. Bastev yang sedang emosi sampai-sampai ia memukul meja yang ada di hadapannya, dan ia kembali menodongkan senjatanya kearah pria-pria anak buah Glorria.
Seketika teriakan Bastev terhenti, saat keempat wanita tanpa sehelai benangpun berjalan masuk kedalam Rom mereka, yang tak lama kemudian disusul oleh Glorria perjalanan di belakang keempat wanita malam tersebut.
Bastevpun kembali memasukkan senjatanya kedalam jasnya, keempat wanita malam terus bergoyang meliuk-liuk didepan Bastev dan para pengawalnya, ke tujuh pengawal Bastev melongo menatap kesatu arah yaitu menatap Glorria, yang berada dibagian paling belakang namun kecantikan Glorria berhasil memikat semua anak buah Bastev, semua para pengawal Bastev menelan ludah saat melihat tubuh seksi Glorria bergoyang meliuk-liuk mengikuti alunan musik disko.
Bastev memperhatikan tatapan para anak buahnya yang tertuju kearah belakang keempat wanita malam yang tak mengenakan pakaian, dengan rasa penasarannya Bastevpun mencuri-curi pandang
Hati Bastev seketika berdetak kencang ia baru menyadari dengan wanita yang ada dihadapannya, "YaTuhan cantik sekali wajahnya seperti tak asing" dalam hati Bastev bertanya-tanya sambil menatap tajam kearah Glorria yang sedang berjoget, hingga Bastev lupa jika dirinya sedang melakukan satu pekerjaan yang belum tuntas.
Suara dentuman musik disco semakin terdengar kencang memenuhi seisi ruangan VIP. Kedua mata Bastev terus menatap kearah Glorria sampai tak berkedip menatap wajah cantik Glorria, bahkan sampai-sampai dia menenggak alkohol yang sejak tadi ada diatas mejanya.
Keempat wanita tanpa busana menyodorkan minuman kepada para anak buah Bastev,
dengan cepat para anak buah Bastev mengambil minuman yang sudah dicampur dengan obat-obatan oleh Dallen. Saat wanita tanpa busana menyodorkan beberapa gelas minuman kepada Bastev, dengan halus Bastev menolaknya karena dia sudah minum minuman yang dibawa oleh anak buahnya.
Glorria yang mengetahui kalau Bastev menolak minuman yang telah dicampur dengan obat-obatan, dengan sigap Glorriapun mengambil satu gelas wine tanpa dicampur dengan obat-obatan untuk Bastev, Glorria menarik tangan Bastev untuk berdiri denganya.
Bastev yang sejak tadi memperhatikan Glorria dia tidak bisa menolak ajakan Glorria, yang cantik begitu menggiurkan dan sangat menggoda. Keempat wanita tak berpakaian sudah mulai beraksi dengan gaya panas mereka masing-masing, sehingga para anak buah Bastev terus meminum minuman keras yang diberikan oleh keempat wanita-wanita seksi tersebut.
Bastev yang baru pertama kalinya berhadapan dengan seorang perempuan.
Hati Bastev berdetak kencang jantungnya seperti akan terkena serangan jantung, ditambah lagi dengan tatapan kedua mata Glorria begitu tajam menatap dirinya.
Kini tubuh Bastev dengan tubuh Glorria sudah menempel bagaikan perangko.
Deg.. Deg.. Deg..
Jantung Bastev terus meloncat-loncat tidak karuan dengan mencium bau parfum dari tubuh seksi Glorria, panas dingin bercampur keringat seperti orang sedang keracunan itu yang dirasakan Bastev, kedua kakinya terasa gemetaran hingga membuat dirinya salah tingkah dengan kondisi wajahnya yang memerah seperti udang rebus.
Glorria dengan sengaja ia tak melepaskan pandangannya terhadap Bastev, dengan sikap gugupnya dan wajah Bastev yang sudah semakin matang karena mendapatkan tatapan dari kedua mata indah Glorria. Meskipun tubuh keduanya sudah menempel, tapi Bastev dia tidak berani untuk menyentuh bagian tubuh Glorria, Ia sudah tak tahan dengan detak jantungnya yang semakin kencang berdetak.
"Tuan apa anda baik-baik saja, kenapa wajah anda terlihat resah tuan?" Tanya Glorria berbasa-basi bertanya kepada Bastev yang terlihat gugup, "apa saya boleh mengetahuinya masalah apa yang sedang anda hadapi.? Ucap Glorria "owiya ya saya sedang melakukan perjanjian dengan partner bisnis saya dan itu mereka yang duduk disebelah sana."
Tanpa berbasa-basi lagi Bastev menceritakan semuanya kepada Glorria, tentang apa niatnya terhadap keempat orang yang ada dihadapannya.
"Hemm masalahnya sangat sepele kalau menurut saya anda tidak boleh seperti itu tuan tamapan, tidak boleh mematahkan apa sudah menjadi bagian dari mereka, orang lain berhak untuk melakukan perdagangannya meskipun mereka telah mengambil para pelanggan anda, asal anda ketahui itu bukanlah salah mereka, tapi salah anda sendiri, harusnya anda cari tahu apa yang membuat para pelanggan anda berpindah tangan, saya sarankan biarkan mereka untuk melakukan bisnis mereka dan anda tidak perlu mengusiknya selama mereka tidak melakukan kejahatan terhadap anda" jawab balik Glorria
Seketika Bastevpun terdiam ia merentangkan kata-kata Glorria, Bastev seperti terhipnotis ia menganggukkan kepalanya saat mendengar perkataan dari Glorria. "Tunggu sebentar nona saya akan menemui mereka dulu, dan saya akan menandatangani surat perjanjian saya dengan mereka tunggu sebentar disini jangan kemana-mana" ucap Bastev dia meminta Glorria agar tidak pergi kemana-mana.
Bastevpun kembali duduk ia mendekati keempat pria suruhan Glorria, dan ia segera menandatangani surat perjanjian untuk tidak saling mengusik urusan bisnis heroin mereka masing-masing, Glorria dia mengedipkan sebelah matanya kearah Drak, agar Drak segera membawa keluar keempat anak buahnya yang terlihat sudah tidak nyaman berada didalam Rom tersebut.
Setelah selesai mendapatkan surat perjanjian keempat pria suruhan Glorriaoun berpamitan kepada Bastev, dan kini yang tersisa hanyalah Bastev dan para pengawalnya yang sudah mabuk parah, Drak dan para anak buah Glorria kembali pulang, karena urusan mereka bisa diselesaikan dengan baik.
__ADS_1
Sedangkan Dallen dia sudah berada diluar parkiran ia sedang menunggu Glorria keluar, Bastev kembali bangkit dari duduknya namun Glorria sudah menghilang dari tempat tadi mereka berdansa, Bastev terus celangak-celinguk melihat keberbagai arah mencari keberadaan Glorria, yang sudah tak ada didalam romnya Bastevpun berlari kearah luar ia melihat Glorria sedang menuruni anak tangga, Bastevpun langsung mengejar Glorria dengan tujuan dia ingin menanyakan siapa nama Glorria.
Namun langkah kaki Glorria begitu cepat hingga Bastev tidak bisa mengejarnya akhirnya Bastevpun berteriak memanggil para pengawalnya, "pengawal kejar dan cari perempuan tadi cepat!" Teriak Bastev kepada para anak buahnya yang berjaga diluar Rom, pada akhirnya dengan serentak para anak buah Bastevpun berhamburan mengejar Glorria yang sedang berganti pakaian diruangan perempun malam tadi.
"Hallo Uncle Dallen kembalilah aku sudah dijalan pulang" Glorria menelpon Dallen yang menunggunya diparkiran, Glorria ia berbohong kepada Dallen karena Glorria tidak ingin Unclenya khawatir terhadapnya, setelah selesai mengganti pakaiannya Glorriapun kemabli berjalan cepat, keluar dari dalam tempat wanita-wanita malam berganti pakaiannya.
Saat Glorria akan keluar tiba-tiba teriakan dari para anak buah Bastev terdengar meneriaki Glorria, hingga akhirnya para anak buah Bastevpun berhamburan mengejar keberadaan Glorria yang masih berada di Colosseum club.
Kejar-kejaranpun sudah tak terelakkan lagi hingga membuat para pengunjung ikut berhaburan keluar, Bastev yang baru saja tiba di Colosseum melihat kearah Glorria yang sudah dikepung oleh para anak buahnya, Bastev berjalan cepat untuk menghampiri Glorria dan berniat akan menghentikan para anak buahnya.
"Hiattt!!" Bughh.. Bughh..
Glorria ia mulai menghajar satu-persatu anak buah Bastev hingga tubuh mereka terpelanting jauh, anak buah Bastev terus berdatangan mereka sudah habis kesabarannya, karena kesulitan untuk menangkap tubuh Glorria. Bastev ia hanya berdiri mematung dan menganga melihat aksi Glorria yang melawan para anak buahnya yang sedang baku hantam. Sekarang para anak buah Bastev sudah masuk kedalam Colosseum club semua kurang lebih ada sekitar lima puluh orang.
Tak satupun para anak buah Bastev yang menggunakan senjatanya, karena mereka tak mendapatkan perhatian untuk membuat Glorria terluka. Glorria ia malah tersenyum cantik menatap kearah Bastev yang sama-sama menatap dirinya.
Padahal kondisinya Glorria sedang tidak baik-baik saja, karena keberadaan Glorria sudah benar-benar dikepung oleh seluruh anak buah Bastev.
Lampu penerangan Colosseum club tiba-tiba menyala, dan jelas saja membuat jantung Bastev semakin berdenyut kencang tak karuan saat melihat wajah cantik Glorria tersorot lampu yang begitu terang. Jangankan Bastev para anak buah Bastev sendiripun, juga merasakan hal yang sama tak henti-hentinya menelan ludahnya, sehingga mereka pasrah mendapatkan tendangan dan pukulan dari Glorria.
Glorria ia mempercepat tendangan dan pukulannya, sehingga para ank buah Bastev dibuat ambruk oleh pukulan dari kedua tangan Glorria. "Hey bodoh kenapa kau kalah biasanya kau kuat ha?" Teriak salah satu anak buah Bastev mengejek temannya sendiri, "aku tidak tega untuk memukul gadis secantik itu" jawab anak buah Bastev sambil senyum-senyum sendiri.
"Dan kau juga kenapa hanya diam bukannya pukul ha?!" Para anak buah Bastev menjawab dengan serentak, akan pertanyaan teman-temannya, yang sudah terkapar oleh tendangan Magnolia. "Jangankan mendapatkan sentuhannya, baru dapat pukulannya saja hatiku bahagia" para anak buah Bastev terus berceloteh bukannya bangun dan menangkap Glorria tapi mereka malah asik mengobrol.
Bastev yang melihat para anak buahnya tidak bisa diandalkan, saat melihat para anak buahnya yang sengaja tergeletak dilantai dan saling mengobrol. "Woyy kejar perempuan itu sungguh sangat bodoh kalian semua!"
Bastev kembali berteriak sambil berlari mengejar Glorria yang sudah sampai dipintu luar, Glorria ia berlari dan telah sampai diparkiran, "hey kamu nona mau kemana?" Tiba-tiba Bastev sudah ada dihadapan Glorria dan menarik lengan Glorria.
Glorria kembali tersenyum dan menatap kedua mata berwarna hijau milik Bastev, Glorria terus mendekati Bastev hingga tubuh Bastever terpentok didinding, tubuh keduanya sudah sangat dekat dan menempel satu sama lainnya, "bukankah kau ingin menangkapku? Cepat tanggap aku pria tampan jika kau mampu" jantung Bastev seketika meleleh mendengar suara Glorria, yang menantang diriny.
Jantung Bastev kembali berdenyut kencang
membuat kedua tangan dan tubuhnya seperti tersengat aliran listrik tegangan tinggi, dengan wajah Bastev yang semakin memerah sama persis seperti si Cepot.
Glorria ia mendekatkan wajahnya kearah telinga Bastev, "saya mau pulang tuan tampan, kenapa kau mengejarku aku tidak punya salah padamu jadi kau jangan halangi langkahku" seketika kedua kaki Bastev lemas bagaikan tak bertulang dan ia ambruk dilantai.
Glorria melanjutkan jalannya ia melihat ada sepeda motor yang entah milik siapa, dengan santainya Glorria menaiki motor besar tersebut. "Heii nona mau apa kau naik motorku?" Bentak pria pemilik sepeda motor itu "aku hanya ingin mencobanya tuan" jawab Glorria sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal, dia sangat malu karena ketahuan oleh pemiliknya.
Sipria pemilik motor tersebut langsung menaiki motornya dengan wajah angkuhnya, dan ia mulai menyalakan motornya.
"Hiattt!!" Bughh.. Bughh..
Hanya dengan dua kali pukulan pemilik motorpun ambruk dan pingsan, Bastev tak henti-hentinya menatap Glorria yang sudah menaiki motor dan melajukannya, Glorria kembali tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Bastev.
"Pengawal.!!" Bastev berteriak ia memanggil para pengawalnya, "pengawal cepat bawa aku kerumah sakit cepat!" Dengan cepat para pengawal Bastev mengangkat tubuh Bastev yang terduduk dilantai dan lemas tidak berdaya.
Sesampainya dirumah sakit dengan cepat Bastev mendapatkan perawatan dari para dokter pribadinya, setelah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Bastev, dokter pribadi Bastev tersenyum kearah Bastev.
"Tidak ada masalah dengan kesehatanmu tuan Bastev, semunya normal dan sehat" tutur dokter tersebut "bagaimana bisa dokter tadi saya merasakan detak jantungku tidak seperti ini dokter, coba dokter periksa kembali saya yakin jika saya mengalami serangan jantung dokter" Dokter pribadi Bastev kembali melakukan pemeriksaannya terhadap Bastev, namun hasilnya tetap sama jika kondisi Bastev baik-baik saja, tanpa berkata dokter itu menggelengkan kepalanya, Bastev sangat kesal dengan dokter pribadinya.
"Bagaimana kau bisa jadi dokter untuk mengetahui jantungku saja kau tidak bisa, sudah jelas-jelas tadi jantungku bermasalah kedua kakiku lemas dan tubuhku bergetar secara tiba-tiba, begitupun dengan suhu tubuhku keringat dingin bercucuran ,apa itu bukan penyakit namanya" ucap Bastev terus berceloteh karena ia sangat kesal.
__ADS_1