
Dallen yang masih berada dalam perjalanan yang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena ia sedang membawa Sander bayi kecil anak angkat Glorria. Namun tiba-tiba Sander menangis tak bisa dihentikan, sehingga membuat Dallen kebingungan bahkan sampai-sampai Dallen meminggirkan mobilnya dan memeriksa susu terhadap Sander yang menangis, namun hasilnya tetap sama Sander tidak berhenti menagis akhirnya Dallenpun kembali masuk kedalam mobilnya, dan dia segera mempercepat laju mobilnya dengan tujuan agar dia segera sampai di rumah.
Namun secara tiba-tiba Dallen melihat para pengendara berhamburan keluar dari dalam mobil mereka, hingga membuat hati Dallen merasa penasaran dengan para pengendara, yang berhamburan dan berlari ketempat yang sudah di penuhi oleh orang-orang. Akhirnya Dallen pun kembali turun dari mobilnya dengan menggendong Sander yang terus menangis, karena dia ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan orang-orang.
Dallen mempercepat langkah kakinya karena perasaannya sudah tak nyaman saat ia mendengar kata motor, dari pembicaraan orang-orang yang berkerumun, akhirnya Dallen pun berhasil menerobos kerumunan orang-orang tersebut dengan susah payah.
Dallen melihat seorang pria yang sedang terduduk sambil berteriak histeris dan menangis meraung-raung, dengan menyangga tubuhnya tubuh perempuan yang sudah berlumuran darah, karena suasana jalanan yang agak sedikit gelap jadi Dallen tidak terlalu jelas melihat pria yang sedang menangis itu, Dallen berjalan mendekati pria yang membelakanginya
Deg..
Seketika hati Dallen bagaikan tersambar oleh petir disiang hari, saat ia mengetahui sosok perempuan dan pria yang terus berteriak dan menangis histeris adalah Bastev yang sedang memeluk tubuh Glorria dengan berlumuran darah.
Tubuh Dallen seketika lemas dan ambruk di samping Bastev, tubuh Dallen terasa lunglai ia tidak tahu lagi harus berbuat dan berkata apa. Dengan apa yang dia lihatnya benar-benar membuat hatinya hancur, Dallen kembali tersadar jika saat ini ada bayi yang membutuhkannya. Dallen berusaha tegar dan kuat saat melihat gadis yang ia sayanginya sudah tergeletak tidak sadarkan diri, tidak lama kemudian pihak ambulans datang dan mengangkat tubuh Glorria, yang sudah penuh dengan darah, Dezi membantu memapah tubuh Bastev yang begitu terlihat lemas.
Dezi sudah mengetahui jika Bastev tuannya
begitu mencintai Glorria, sehingga tanpa mendengar perintah dari Bastev, Dezi mengarahkan sopirnya untuk mengikuti mobil ambulans menuju rumah sakit. Begitupun dengan Dallen ia segera menyusul mobil ambulans yang membawa Glorria menuju rumah sakit terdekat.
Sesampainya dirumah sakit Glorria segera dilarikan keruang ICU, sedangkan Bastev dan Dallen yang baru saja tiba, mereka berlarian menuju ruangan ICU di mana Glorria sedang mendapatkan pertolongan dari para dokter.
Dallen dan Bastev duduk di kursi yang sama. "Bagaimana nak Bastev bisa menemukan gadis kecilku.?" Tanya Dallen sambil menundukkan wajahnya, Bastev ia menoleh kearah suara yang bertanya kepadanya, "Uncle Dallen!" Bastev langsung merangkul Dallen sambil menangis.
Bastevpun menceritakan semuanya kepada Dallen dengan pertemuannya dengan Glorria tadi, hingga keduanya menitikkan air matanya.
Bastev melirik kearah bayi kecil yang ada dalam gendongan Dallen, yang tak lain Sander.
Namun Bastev enggan untuk bertanya kepada Dallen, karena ia merasa bukan waktu yang tepat. Tiba-tiba ponsel Bastev berdering ternyata ia mendapatkan pesan dan panggilan telepon dari ibunya, serta Deborah yang sedang menunggu kedatangannya di kediaman Annabella. Bastev tak membalas satupun pesan dari mereka, dan ia juga tak mengangkat panggilan telepon yang masuk ke ponselnya, Bastev malah mematikan telepon genggamnya.
__ADS_1
Dallen ia baru selesai memberikan susu kepada Sander, dan akhirnya Sanderpun tertidur, Dallen baru teringat akan keluarga Annabella yang harus di beritahu mengenai kembalinya Glorria. Dallen pun segera menghidupkan telpon genggam miliknnya, dan ia segera menghubungi Drak agar memberitahukan kabar Glorria kepada Annabella dan Alexander.
Di kediaman Annabella yang sudah sangat ramai dengan para tamu yang diundang oleh Annabella dan Alexander, Deborah ia masih berada di dalam kamarnya, karena ia masih menunggu kedatangan Bastev yang akan menjadi calon suaminya.
Tidak lama kemudian mobil yang ditumpangi oleh Ariane ibu Bastev telah tiba lebih dulu di kediaman Annabella, Annabella dan Alexander menyambut hangat kedatangan Ariane ibu Bastev, yang akan menjadi besan mereka. Annabella dan Alexander celangak-celinguk mencari keberadaan Bastev, namun mereka tak melihatnya. Pada akhirnya Annabella dan Alexanderpun memberanikan untuk diri bertanya kepada Ariane ibu Bastev, setelah mendengar penjelasan Ariane ibu Bastev, akhirnya Annabella dan Alexanderpun menunggu kedatangan Bastev. Setelah menunggu kurang lebih dari satu jam lamanya, Ariane ibu Bastev segera menghubungi ponsel Bastev namun tak mendapatkan respon sedikitpun dari Bastev.
Di dalam kamarnya Deborah sudah sangat gelisah menunggu kedatangan Bastev yang tak kunjung datang. "Ada apa denganmu Bastev? Dan kamu ada di mana apa kamu belum siap dengan pertunangan ini? Kenapa semuanya jadi seperti ini" kata hati Deborah yang terus mempertanyakan keberadaan Bastev. Ia pun berkali-kali mencoba menghubungi ponsel Bastev dan mengirimkan pesan kepada Bastev. Namun tak ada respon dari Bastev meskipun ponsel Bastev terlihat aktif, membuat hati Deborah semakin ketakutan akan terjadinya batal pertunangannya dengan pria yang ia cintainya.
Akhirnya Deborah pun keluar dari dalam kamarnya dan berjalan untuk menemui Annabella dan Alexander, ia ingin mengadukan kepada kedua orangtuanya mengenai Bastev yang tak merespon telpon dan pesan yang dia kirimkannya kepada Bastev, namun niatnya ia urungkan saat melihat Ariane ibu Bastev sudah datang.
Tiba-tiba Drak berlari menghampiri Annabella dan Alexander, dan ia membisikkan sesuatu kepada Annabella dan Alexander. Seketika wajah Annabella dan Alexanderpun berubah panik dan terkejut saat mereka mendengar berita tentang Glorria, akhirnya Alexander pun meminta Aiken untuk membubarkan acara pertunangan Deborah, Deborah yang tak mengetahui kabar Glorria kakaknya masih hidup dan kini sudah kembali. Ia terkejut melihat Aiken yang secara tiba-tiba membubarkan dan membatalkan acara pertunangannya, yang sebentar lagi akan dimulai. Dan Arianepun memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya setelah ia diberi tahu kabar kembalinya Glorria, hati Ariane sebenarnya tidak tenang saat dia mengetahui kalau Glorria masih hidup, dia terus berpikir bagaimana nanti kalau sampai Annabella mengenainya jika putra semata wayangnya mencintai Glorria bukan Deborah adiknya.
Deborah berteriak dan menangis histeris, melihat para undangannya dan ibu Ariane pergi meninggalkan acara yang akan di langsungkan. "Deborah sudah hentikan jangan menangis, ini bukan saatnya kamu menangis cepet sekarang kita harus segera kerumah sakit." Teriak Alexander membentak Deborah yang menangis seperti anak kecil. Deborah yang baru pertama kalinya di bentak oleh Alexander yang selama ini selalu memanjakan dirinya, ia begitu terkejut tidak seperti biasanya Alexander meninggikan suaranya terhadap Deborah.
Tanpa bertanya lagi Deborahpun terpaksa mengikuti Annabella dan Alexander yang sudah masuk kedalam mobil mereka. "Cepat Deborah naik! kita tidak punya waktu banyak." teriak Annabella, begitupun dengan Annabella kenapa secara tiba-tiba membentak Deborah.
Yang membatalkan acara pertunangannya secara sepihak dengan Bastev, tanpa disadari Deborahpun kembali menangis sesenggukan di samping Annabella ibunya. "Deborah apa kamu tidak bisa menghentikan tangisanmu itu! Apa kamu tidak peduli dengan kakakmu yang begitu menyayangimu, saat ini keadaan kakakmu lebih penting dan membutuhkan kita ada disampingnya.
Di bandingkan dengan acara pertunanganmu yang biasa kita adakan kapan saja mengerti kamu!" Teriak Alexander kembali memberi peringatan kepada Deborah putri bungsunya yang begitu manja, sontak saja Deborah terkejut mendengar kata Glorria masih hidup.
Di dalam rumah sakit, tidak berselang lama seorang suster keluar dari ruangan ICU dimana saat ini Glorria sedang mendapatkan perawatan.
Seorang suster memanggil Dallen dan Bastev, untuk segera menemui Glorria agar mereka bisa memberikan semangat kepada Glorria yang sedang kritis.
Bastev dia berlari masuk kedalam ruangan ICU, untuk melihat keadaan Glorria gadis pujaan hatinya.
Para dokter berdiri samping ranjang Glorria, yang terbaring lemah dengan alat-alat yang begitu banyak menempel ditubuh Glorria.
__ADS_1
Bastev medekat kearah Glorria yang masih menutup kedua matanya, "Glorria apa kamu mendengarkanku? Apa kamu tahu kalau aku sangat merindukanmu Glorria, bukalah matamu aku ada di sini untukmu Glorria" ujar Bastev dengan lirih
Dallen yang ikut masuk kedalam ruangan ICU, dia melihat gadis kecilnya sedang terbaring diatas ranjang. "Gadis kecilku bangunlah nak, lihat jagoanmu mencarimu gadis kecilku, Uncle mohon jangan tinggalkan Uncle lagi gadis kecilku Hiks hiks hiks.."
Dallen sudah tak kuasa menahan tangisnya dan akhirnya ia menangis sesenggukan seperti para perempuan lakukan.
TIT..TIT..TITT..TITTT..TIIIIIIIIIITTTTT....!!
Dengan sigap para dokter menekan-nekan dada Glorria, saat para dokter melihat alat monitor menujukan garis lurus. Para suster segera memberi tahukan Dallen dan Bastev agar segera keluar dari dalam ruangan ICU.
Dallen dia mengikuti apa kata suster meskipun hatinya begitu sakit dan enggan untuk meninggalkan Glorria, di dalam ruangan itu, tapi berbeda dengan Bastev ia bersikeras ingin berada disamping Glorria, yang sedang berjuang antara hidup dan mati. Para susterpun membiarkan Bastev berada di dalam ruangan ICU, dan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh para dokter terhadap Glorria.
Para dokter terus menekan bagian dada Glorria dengan menggunakan alat Defibrillator, sehingga tubuh Glorria tergerak dengan sendirinya namun tetap detak jantung Glorria masih tetap terhenti tak ada tanda-tanda jika ia akan kembali bernafas. Sehingga para dokter sudah mulai panik dengan apa yang mereka lakukannya terhadap Glorria, yang tak membuahkan hasil. Akhirnya para dokter segera melepaskan satu persatu alat yang menepel ditubuh Glorria. "Apa yang kalian lakukan! Dokter kenapa kalian melepaskan alat-alatnya! Glorria masih membutuhkannya dokter, jangan lepaskan alat-alat itu!" Teriak Bastev.
Bastev sudah sangat emosi melihat para dokter yang sudah menyerah begitu saja. "Maaf tuan Nona Glorria, sudah tak bisa di selamatkan lagi akibat luka yang didapatnya, sekali lagi maafkan kami tuan" tutur para dokter mencoba menjelaskan kepada Bastev. "Awas kalian semua! memang kalian itu dokter yang tak berguna ****!" Bastev mengabil alat Defibrillator dengan begitu kasar dari tangan salah seorang dokter, yang telah di gunakan tadi oleh dokter tersebut. Bastev mulai menempelkannya kembali alat Defibrillator itu kebagian dada Glorria.
"Aku bilang bangun Glorria bangunn!! Sudah cukup kamu membuatku meninggalkan aku selama dua tahun ini, dan kamu sudah membuat aku benar-benar menderita bangun!"
Dallen dia segera masuk kedalam ruangan ICU dan ia melihat aksi Bastev yang sedang emosi.
Dallen melihat kearah dokter dengan menggelengkan kepalanya, Dallen mulai menyadarinya jika Glorria sudah tidak bisa diselamatkan. Dallen menahan sesak dibagian dadanya ia mendekati tubuh Glorria yang sudah tidak bergerak lagi dengan wajahnya terlihat sangat pucat.
"Selama ini Uncle tidak pernah meminta apapun darimu gadis kecilku, selama ini Uncle yang sudah membesarkanmu, tapi kali ini Uncle meminta imbalan darimu gadis kecilku, Uncle minta bangunlah gadis kecilku bukalah kedua matamu, bukankah janjimu tidak akan pernah meninggalkan Unclemu ini." Dallen terus berbicara dengan air matanya yang terus menetes. "Glorria aku mohon jangan lakukan ini padaku Glorria! Aku sangat mencintaimu Glorria! Tolong untuk kali ini saja buka matamu Glorria hikss hikss.."
Bastev terus menempelkan alat Defibrillator didada Glorria dan terus berbicara dan menangis.
Tanpa diketahui Deborah dan Annabella serta Alexander, dan Drak sudah berada ruangan ICU menyaksikan Bastev dan Dallen. Deborah baru sadar jika Bastev berada diruang ICU Glorria, ia fokus dengan apa yang dikatakan oleh Bastev yang mengatakan kata cinta kepada Glorria kakaknya.
__ADS_1