
Bastev ia kembali melihat mayat-mayat yang tergeletak begitu banyak dipelataran markas ayahnya Aubert, Bastev kembali dibuat terkejut oleh mayat yang ia kenalnya, yang tak lain adalah Pablo sudah tergeletak tewas dan sangat mengesankan dengan kondisi lehernya yang nyaris putus, dan bagian dada sampai perutnya terbelah lebar.
Para anak buah Bastevpun segera membereskan mayat-mayat yang berserakan dimana-mana, tubuh Aubert masih bergetar ia sangat ketakutan dengan kejadian yang hampir saja membuat dirinya kehilangan nyawanya.
Sedangkan Glorria dia masih dalam pengejaran para anak buah Bastev, Glorria dia semakin mempercepat laju motornya ia kembali menambahkan kecepatannya dengan kecepatan tinggi, Glorria dia melajukan sepeda motornya kelain arah, ia sengaja tidak kembali kearah dimana dirinya menginap bersama dengan kedu Unclenya.
Glorria sengaja melajukan sepeda motornya menjauh dari perkotaan dengan kecepatan tinggi, Glorria terus menambah kecepatan motornya. Sehingga para anak buah Bastevpun kehilangan jejak Glorria begitu saja.
Hingga tak terasa waktu sudah menjelang pagi, namun Glorria ia masih berada diatas sepeda motornya. Tidak lama kemudian sepeda motor Glorriapun telah tiba dilahan kosong bekas rumahnya dulu, karena hari sudah terlihat begitu terang Glorria turun dari motornya,
Ia menatap langit yang begitu cerah menerangi bumi, Glorria ia menarik nafasnya dalam-dalam sambil berjalan ketempat yang kemarin ia menaruh robekan bajunya. Tidak berselang lama Glorriapun sudah sampai ditengah-tengah lahan kosong tersebut, mulut Glorria menganga saat ia melihat batu kecil yang mengganjal robekan bajunya, telah berpindah posisi dan berubah menjadi secarik kertas.
"Basten.." ucap Glorria sambil berjongkok dan dengan cepat dia mengambil dan membuka kertas berwarna putih tersebut, Glorria ia segera mengambil ponselnya dari saku jaketnya, dan ia mencatat nomor yang tertulis dikertas putih tersebut. Dengan perasaan senangnya Glorria senyum-senyum sendiri bahkan ia sampai meloncat-loncat "oh my God.!!! Uncle Uncle.." teriak Glorria sumaringgah, dengan tergesa-gesa ia berlari kearah motonya dan ia segera menaikinya, ia baru teringat akan kedua Unclenya yang ia tinggalkan dipenginapan. Rasa khawatir panik yang saat ini dirasakan oleh Glorria, karena dia lupa kalau dia sudah keluar dari tempat penginapannya tanpa izin kedua Unclenya, dengan cepat Glorria terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi untuk kembali ketempat penginapannya.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan dan kini Glorria sudah sampai dijalanan besar.
Rennn.. Renn..!!
Critttttt..!! Gubrakkk..!
Tanpa terduga Glorria telah menabrak seorang pria yang akan menyebrangi jalan, Glorria begitu terkejut dan diapun segera bangun dari jatuhnya, Glorria segera berlari kearah pria yang dia tabraknya sudah tergeletak dibawah aspal.
"Oh my God tuan, tuan maaf maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak sengaja bagaimana dengan keadaan anda?" Ucap Glorria sembari membantu pria yang telah ditabraknya.
Pria yang memiliki perawakan tinggi dan kekar itu terus memperhatikan wajah cantik Glorria, tanpa berkedip sedikitpun karena wajah Glorria memungkinkan dirinya kepada seseorang, hati pria itu tersentak kaget saat ia teringat dengan bola mata yang berwarna biru dan abu-abu serta tahi lalat diatas bibir.
"Glorria.. Glorria Muller..''
__ADS_1
Ucap pria tersebut dengan terbata-bata,
Glorria yang berusaha membantu pria tersebut untuk kembali berdiri, ia benar-benar dibuat bingung oleh pria yang ada dihadapannya. "Siapa anda? Dan darimana anda mengetahui namaku?" Tanya balik Glorria dengan rasa penasarannya, "nona Glorria, apa ini benar-benar anda nona Glorria Muller?" pria itu kembali bertanya untuk memastikan pemilik nama Glorria.
Glorria yang mendapatkan pertanyaan dari pria tersebut, diapun langsung mengangguk kepalanya. "YaTuhan ini benar-benar mukjizat
Terimakasih Tuhan engkau telah menjawab doa-doa nyonya Annabella, kalau begitu mari anda ikut saya nona, saya ingin memberitahukan tentang ibu anda nyonya Annabella Muller." Tutur pria tersebut, dia langsung menarik tangan Glorria, pria itu membawa Glorria masuk kedalam gang-gang sempit.
Glorria begitu penasaran dengan pria tersebut, apa lagi pria itu telah menyebutkan nama ibunya Annabella, Glorria ia terus mengikuti kemana pria itu yang menarik tangannya, yang tak pria itu adalah Micer. Tak berselang lama Micer dan Glorriapun sudah tiba dirumah yang sederhana dan tak begitu besar.
Dengan cepat Micerpun segera menarik tangan Glorria untuk masuk kedalam rumahnya, sambil celangak-celinguk Micer segera menutup pintu rumahnya dan segera menguncinya. "Nona silahkan duduk, saya akan ambilkan minum dulu" ucap Micer dengan nafasnya tersenggal-senggal Micer mempersilahkan Glorria untuk duduk dikursi yang sudah terlihat lapuk.
Glorriapun dudu dikursi yang tersedia, sambil memperhatikan keseluruh rumah Micel, tidak lama kemudian Micerpun kembali dengan membawa satu botol sedang air minum "nona Glorria tolong ibu anda nona, saya mendapatkan pesan dari ibu anda untuk mencari tahu keberadaan anda, dan ternyata Tuhan berkehendak lain dan kulit telah dipertemukan dengan ketidak sengajaan" tutur Micer
Micer sangat senang karena ia bisa bertemu dengan Glorria putri Annabella, Micerpun mulai menceritakan semuanya tentang kejadian yang telah menimpa Annabella, selama berada didalam jeruji besi yang ada ditengah pulau. Setelah mendengar cerita Micer Glorria menarik nafasnya dalam-dalam, meskipun hatinya terasa sesak tapi pikirannya merasa sedikit lega dan haru,
"Uncle kalau begitu Uncle ikut denganku" ajak Glorria kepada Micer, yang langsung dianggukan oleh Micer "tunggu sebentar nona jika anda ingin keluar jangan sekarang, berbahaya karena anak buah tuan Bastev dan anak bua tuan Aubert sedang berkeliaran dimana-mana, dan sebaliknya kita tunggu sampai matahari terbenam agar tidak terlihat oleh para anak buah tuan Aubert" ucap Micer memberikan saran kepada Glorria.
Glorria ia kembali terdiam saat mendengar nama Bastev disebut oleh Micer.
"Siapa Bastev itu Uncle?" Tanya Glorria "tuan Bastev adalah putra tunggal tuan Aubert, yang sebentar lagi akan menggantikan posisi tuan Aubert menjadi ketua Mafia nona" jawab balik Micer "tanpa diminta Micer mengambil ponselnya dan ia menunjukkan fhoto Bastev dan juga Aubert kepada Glorria.
"Hemmm jadi pria tampan ini adalah anak seorang ketua Mafia Belanda, yang selama ini sudah menyandra ibuku, oke berarti mulai detik ini dia adalah musuh terbesarku" gerutu hati Glorria sambil menatap tajam kearah kedua fhoto Bastev dan Aubert.
Glorria dan Micer terus mengobrol panjang lebar, Micer menceritakan hari-hari yang dilalui oleh Annabella didalam jeruji besi yang sudah sangat memprihatikan, sesekali Micer menitikkan airmata karena dia teringat akan keadaan Annabella yang tidak bisa membantu.
Micer terus mengingatkan Glorria, agar Glorria selalu berhati-hati dan waspada karena disetiap jalan sudah dijaga oleh para anak buah Aubert, Glorria dia hanya manggut-manggut mendengarkan cerita Micer.
__ADS_1
Micer menyodorkan beberapa roti sandwich dan juga air minum untuk Glorria, dengan begitu lahapnya Glorria langsung memakan roti sandwich kesukaannya, "terimakasih Uncle anda sangatlah baik aku sangat berhutang budi kepada anda" ucap Glorria, Micerpun tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.
Matahari sudah mulai terbenam, tak terasa haripun sudah mulai gelap tandanya malam akan segera tiba. Dipenginapan Dallen dan Drak sedang ribut, karena mereka sudah kecolongan dengan kepergian Glorria, yang pergi tanpa diketahui oleh mereka.
"Coba kau hubungi lagi nomor putri gadis kecil kita Drak" ucap Dallen meminta Drak untuk kembali menghubungi nomor Glorria, Dallen ia sudah sangat panik, karena tak mendapati Glorria dikamar tidurnya.
"Dari tadi aku sudah berkali-kali menghubunginya Dallen, tapi nomor gadis kecil kita tidak aktif" jawab balik Drak keresahan Dallen membuat Drak ikut panik, Dallen sudah tak nyaman duduk ia terus-menerus mondar mandir didalam ruang tamu.
"Coba kau itu jangan mondar-mandir terus Dallen, aku jadi tidak bisa berpikir jika kau panik seperti itu" ucap Drak yang sama-sama merasakan kebingungan, "sudah diam kau Drak.!! kau itu tidak tahu rasanya jadi aku, aku yang telah membesarkan gadis kecilku hingga dia dewasa, aku yang merawat dan menggendong gadis kecilku, aku yang pertama menggendongnya saat dia baru keluar dari dalam perut nona Annabella, meskipun dia bukan darah dagingku tapi aku membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan perjuangan hidup dan matiku, apa kau paham itu.!" Teriak Dallen, sambil menitikkan buliran bening dari kedua matanya.
Drak begitu terkejut saat dia melihat Dallen yang sedang emosi, baru kali ini Drak melihat Dallen semarah dan emosi seperti sekarang ini. Drakpun bangkit dari duduknya dan ia segera merangkul tubuh kekar Dallen. "Maafkan aku sahabatku, sekali lagi maafkan aku" ucap Drak sembari menenangkan Dallen, keduanyapun saling merangkul Dallen terus menagis sesegukan.
"Gadis kecil adalah nyawaku Drak, dia nyawaku Hikssss Hiksss Hikssss" Drak benar-benar terharu melihat ketulusan Dallen yang benar-benar menyayangi Glorria dengan sepenuh hatinya.
Dikediaman Aubert, setelah kejadian tadi malam Aubert banyak terdiam, ia masih kepikiran dengan sosok perempuan yang telah berhasil masuk kedalam markasnya dan membuat kekacauan. Aubert masuk kedalam ruangannya dan ia mengambil benda pipih yang berada diatas meja kerjanya.
"Hallo Ames.. nyawa kita sedang dalam bahaya markasku tadi malam mendapatkan penyerangan dari seorang perempuan, dan berhasil membuat puluhan anak buahku tewas, apa kira-kira perempuan tadi malam itu salah satu anak dari Annabella, yang akan menuntut balas atas perbuatan kita yang sudah menyekap ayah dan ibunya, Ames kau perketatlah pengamananmu" ucap Aubert memperingati Ames saudara kembarnya.
Setelah selesai menelpon saudara kembarnya Aubertpun mematikan ponselnya.
"Apa Daddy dan Paman Ames menyekap kedua orangtua perempuan tadi malam?"
Bastev yang kebetulan lewat depan ruangan kerja ayahnya, ia tak sengaja mendengar pembicaraan Aubert ayahnya dengan saudara kembarnya Ames, "aku harus mencari tahu apa yang telah disembunyikan oleh Daddy" kata hati Bastev, iapun segera pergi dan masuk kedalam kamarnya. Bastev membuka laptopnya, ia mencari tahu nama Annabella yang baru saja didengarnya.
Tak perlu membutuhkan waktu lama akhirnya Bastevpun sudah berhasil menemukan sosok perempuan cantik dengan bola mata yang berbeda warna, hati Bastev benar-benar ia begitu terkejut dengan wajah Annabella yang hampir mirip dengan sosok perempuan yang telah dilihatnya tadi malam.
"Annabella Mikael Muller, jadi Annabella Muller ini adalah seorang Mafia" gumam Bastev ia kembali dibuat terkejut saat ia mengetahui kediaman Annabella di Paris yang kini telah menjadi milik dirinya.
__ADS_1
"Oh my God ini tidak mungkin.. Daddy sungguh keterlaluan kenapa dia membohongiku. Jadi gadis yang tadi malam adalah putri dari Annabella Muller, dan mansion yang kini jadi milikku itu adalah milik Annabella Muller, berarti pertemuan kemarin malam dengan kepemilikan heroin itu, dan gadis itu adalah miliknya yang ingin mengambil kembali mengambil haknya, iwhhh Daddy kenapa kau melakukan hal yang sangat menjanjikan" Bastev sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh Aubert ayahnya yang telah membohonginya selama ini. "Gadis cantik kau tak perlu repot-repot menyerangku, aku akan kembalikan semua milikmu" gumam Bastev sambil menutup laptopnya, dan tak terasa ia tertidur begitu saja.