
Dallen ia terus meraba-raba tubuh Glorria karena ia khawatir jika Glorria mendapatkan luka, Dallenpun merangkul tubuh kecil Glorria dia sangat bangga terhadap Glorria, karena Glorria sudah menyelamatkan mereka dari keadaan darurat. "gadis besar kesayangan Uncle, jika Mammy dan Daddymu mengetahuinya pasti mereka akan bangga kepadamu nak" ucap Dallen begitu terharu
Glorriapun melepaskan pelukan Dallen darinya, ia menyentuh wajah tampan Dallen dengan kedua tangannya yang dipenuhi oleh darah.
"Aku baik-baik saja Uncle tidak perlu khawatirkan aku, dan aku hanya melakukannya agar Uncle bisa lewat" jawab Glorria sambil tersenyum
"Dallen lihat mereka apa yang terjadi dengan mereka? kenapa mereka semua tiba-tiba terjungkal seperti itu?" Tanya Dallen sambil terus memperhatikan kearah para pria tersebut.
Drak belum mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Glorria, Dallen menarik tangan Drak agar Drak berjongkok dengannya, dan melihat kearah Glorria,
Drak pun berjongkok mengikuti Dallen dengan persamaan bingungnya "apa kau melihat ini Drak?" Tanya Dallen kepada Drak
"ya aku melihatnya itu darah, memangnya kenapa dengan darah itu Dallen?" Tanya balik Drak
"Haa owiya itu darah apa gadis besar terluka? Apa yang terjadi dengan gadis besar Dallen! YaTuhan banyak sekali darahnya Dallen apa yang sudah kau lakukan dengan gadis besar?!" Dallen langsung memukul kepala Drak yang tak mengerti dengan maksud perkataannya.
"Aarghh.. Kenapa kau memukulku Dallen?" Ucap Drak dia kembali bingung dengan sikap Dallen, yang secara tiba-tiba memukul kepalamya.
"Karena aku sangat kesal denganmu! kau itu terlalu bodoh Drak, kau tahu apa yang terjadi dengan pria-pria itu kenapa mereka semua tewas?" Bentak Dallen
Drak menggelengkan kepalanya karena ia memang tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh Dallen, "kalau kau mau tahu pria-pria itu tewas ada hubungannya dengan gadis besar kita, apa kamu sudah paham itu?!" tutur Dallen
Drak kembali dibuat terkejut oleh apa yang dikatakan Dallen, Drak melihat kedua tangan Glorria yang berlumuran darah, dan Drak kembali melihat pria-pria yang sudah tergeletak begitu saja di tanah.
Dengan mulutnya yang menganga kedua mata Drak ikut terbelalak, "astaga jadi gadis besar kita yang melakukannya Dallen?" Tanya balik Drak dengan terbata-bata.
__ADS_1
Dallenpun menganggukan kepalanya dengan pertanyaan Drak kepadanya.
Drak bangkit dari jongkoknya dan dia segera melepaskan tali gendongan Deborah, dan ia memberikannya kepada Dallen.
Tanpa sepatah katapun Drak kembali berjongkok, dan menggendong tubuh kecil Glorria.
"Dallen apa kau sudah siap?" Tanya Drak kepada Dallen, sambil mengambil ancang-ancang.
Drakpun langsung berlari menyeberangi jalan besar" "ekhhh.. Drak tunggu!!"
Dallen yang belum siap untuk berlari ia terpaksa berlari mengejar Drak, yang sudah berhasil menyebrangi jalan besar, Drak terus berlari dengan menggendong Glorria tanpa melihat kearah belakang Dallen, Drak lupa jika ada Dallen bersamanya.
Drak seketia menghentikan larinya, ia celangak-celinguk mencari keberadaan Dallen.
"Drak ayok!" Dallen berteriak dan ternyata dia sudah berhasil melewati Drak.
Akhirnya merekapun kembali berlari dengan sekuat tenaga mereka, dan akhirnya mereka kembali bertemu dengan jalan besar namun tak ada kendaraan satupun yang lewat diarea tersebut
Dallen menghentikan langkahnya ia seperti kenal dengan tempat tersebut, Drakpun ikut berhenti dan mendekati Dallen yang masih berdiri mematung melihat kearah jalanan.
"Drak apa kau masih mengingat sesuatu dengan jalanan ini?" Tanya Dallen, Drakpun memperhatikan kesekelilingnya dan benar saja ia mengingatnya, ternyata jalanan tersebut adalah jalanan yang pernah mereka lalui saat kejadian terakhir bersama dengan Annabella dan Alexander.
"Iya Dallen aku mengingatnya, ini jalan hari terakhir kita, berarti kita sudah berada di Paris Dallen, dan jalan untuk menuju pelosok kearah sana Dallen ayokk" dengan penuh semangat Drak kembali melanjutkan langkah kakinya.
begitupun dengan Dallen dia mengikuti Drak dari belakang, "apa tidak sebaiknya kita berjalan melewati jalan tikus lagi saja, karena aku khawatir akan bertemu dengan para musuh kita" ucap Dallen mengajak Drak untuk menggunakan jalan tikus.
__ADS_1
"Iya sudah ayok kita lewat hutan saja kalau begitu" jawab balik Drak sambil berjalan kearah hutan, sedangkan Glorria dan Deborah mereka sudah tertidur pulas dalam gendongan kedua Unclenya, Drak dan Dallen terus berjalan melalui hutan tanpa penerangan.
"Dallen kita berhenti dulu aku lelah sekali ini" ucap Drak, Dallenpun berhenti tanpa melepaskan Deborah dari gendongannya, ia mencari ranting pohon untuk membuat api unggun agar kedua gadis kecilnya tak merasa kedinginan.
Setelah selesai membuat api unggun Drak dan Dallenpun beristirahat, mereka merentangkan tubuhnya diatas rumput-rumput liar. Waktu tak terasa cepat berlalu mereka lewati, dipagi hari Deborah sudah terbangun ia menangis, karena celananya basah oleh air pipisnya. Dallenpun segera mengganti celana Deborah, namun Deborah masih saja menagis, "Drak.. Drak. bangun buatkan aku susu Drak" ucap Dallen
Drakpun segera bangun dan dia segera membuatkan susu untuk Deborah, namun Deborah tetap menangis ia tak mau meminum susunya.
Dallenpun menyentuh kepala dan tubuh Deborah, namun tubuh Deborah tidak panas sama sekali.
"Uncle adik kecilku lapar dia ingin makan Uncle bukan mau susu" Glorria yang ikut terbangun dari tidurnya dia memberi tahukan Dallen dan Drak, jika adik kecilnya Deborah lapar seperti dirinya.
"Drak cepat cari makan gadis-gadis kecil kita kelaparan ini" pinta Dallen kepada Drak
Tanpa berkata apapun Drak langsung berdiri dan mengeluarkan pisau miliknya, ia akan mencari hewan seperti yang dilakukan oleh Glorria yang mudah mendapatkannya. Drak terus berputar-putar namun tak ia melihat satupun hewan-hewan lewat, "Dallen aku tidak menemukan hewan apapun, didepan sana ada sungai kecil kita kesana saja siapa tahu disungai itu ada ikan yang bisa aku tangkap" ujar Drak sambil mengajak Dallen
Dallenpun mengikuti apa yang dikatakan Drak, Drak kembali membereskan perlengkapan Deborah kedalam tasnya, Glorria kali ini dia tak ingin digendong lagi, karena ia sudah sangat lapar dan ia ingin segera mencari makanan, sesampainya disungai keci Drak terus menyusuri sungai sampai keujung.
Sedangkan Glorria dia berjalan kearah pinggiran sungai, yang berbeda jalur dengan Drak.
Hiatttt.. Crepp.. Crepp..
"Uncle Dallen aku dapat ini bantu aku Uncle! Hewannya mau lepas ini Uncle"
Glorria berteriak memanggil Dallen yang berada tak begitu jauh darinya,
__ADS_1
Dallenpun segera berlari kearah Glorria, dan benar saja ternyata Glorria berhasil menangkap biawak. Dengan cepat Dallenpun menarik ekornya dan membawanya kepinggiran sungai, Dallen mendudukkan Deborah tak begitu jauh darinya dan Glorria menjaga adik kecilnya untuk bermain.
Dengan cepat Dallenpun menyalakan api dan ia membakarnya, setelah selesai membakarnya, Dallenpun segera mengupas kulit biawak tersebut lalu ia kembali membakarnya, setelah selesai membakarnya Dallenpun segera menyuapi Deborah.