
"Itu dia!! cepat kejar mereka jangan sampai mereka lolos!!" Teriakan dari para anak buah Karel, membuat para anak buah lainnya ikut memburu kearah Annabella dan Dallen yang sudah berhasil naik keatas sepeda motornya.
Para anak buah Karelpun nerhaburan menaiki motor mereka masing-masing, dan mengejar motor yang ditumpangi oleh Annabella dan Dallen, Dallen terus menarik gas motonya hingga full. "Nona berpegangan yang kencang!" Teriak Dallen kepada Annabella, sambil terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Ngukk.. Ngukk..
Para anak buah Karel terus mengejar sepeda motor Dallen, dan sesekali mereka menebakkan timah panasnya kearah Annabella dan Dallen. Para anak buah Karel sudah semakin dekat kearah motor Dallen, tidak berhenti sampai disitu situ saja para anak buah Karel terus mengarahkan senjatanya kearah Annabella dan Dallen, namun dengan kelihaian Dallen dalam membawa motornya, sehingga membuat kesulitan para musuhnya menyerang motor Dallen meskipun jarak mereka sudah sangat dekat.
Dorrr.. Dorrr.. Dorrr!!
Suara tembakan Terus mengikuti arah motor Dallen, Annabella yang melihat dia tidak tinggal diam, meskipun perutnya sedang merasakan mules yang begitu luar biasa. Dengan cepat Annabellapun mengambil kedua senjatanya dari balik bajunya, Annabella berbalik mengarahkan kedua senjatanya kearah para anak buah Karel.
Dorr.. Dorrr.. Dorrr!!
Beberapa motor lawannya berhasil Annabella lumpuhkan, bahkan mereka langsung terjatuh dan tewas akibat luka tembakan dari Annabella. Kehebatan Annabella memang tiada duanya, dalam menembak bahkan hanya dengan sekali kedipan saja dia melihat para musuhnya, dia sudah berhasil menebak musuh-musuhnya dengan kondisi tanpa ancang-ancang.
Dallen terus mengarahkan motornya keberbagai arah, hingga kini mereka berada di jalan setapak yang penuh dengan bebatuan besar dan rumput-rumput liar disekitarannya, posisi Annabella dan Dallen sudah sangat jauh dari rumah yang milik Annabella. Dallen yang tak hafal akan lokasi di Belanda, dia melajukan motornya kesembarang arah untuk menghindari para musuhnya yang terus mengejar mereka.
Para anak buah Karel hanya tersisah lima orang saja lagi, tapi mereka masih mengejar Annabella dan Dallen. Saat Annabella menarik pelatuk senjatanya amunisi miliknya telah habis, dan secara tiba-tiba motor Dallen pun mati karena kehabisan bahan bakar. Mau tidak mau Dallen dan Annabellapun harus turun dari motor mereka, dan mereka terpaksa kemabli berlari.
Dallen dengan sabar terus membantu dan memapah Annabella untuk berlari kedalam hutan, yang jauh dari jalanan agar dan tak bisa dilalui oleh motor motor lawannya. Annabella dan Dallen terus berlari dengan sekuat tenaga mereka, meskipun Annabella sudah sangat kelelahan tanpa mereka sadari keberadaan mereka sudah benar-benar berada didalam hutan belantara.
Annabella yang sudah tidak kuat lagi untuk berlari, dia menghentikan tangan Dallen yang memapapahnya. "Dallen sudah berhenti disini, aku sudah tidak kuat lagi Dallen" dengan nafasnya yang tersengal-sengal Annabellapun kembali menggerang kesakitan.
Dallenpun segera mencari tempat untuk Annabella duduk dan beristirahat, hingga ia melihat ada pohon besar tak begitu jauh dari posisinya. Dallenpun membawa Annabella kebawah pohon tersebut, Dallen merasa kasihan dan tidak tega melihat Annabella terus-menerus meringis kesehatan.
Annabellapun menyenderkan tubuhnya yang sudah kelelahan dipohon besar, Dallen yang mendengar suara gemuruh air sungai tak begitu jauh dari posisi mereka berada, Dallenpun berpamitan untuk mengambil air kesungai tersebut, setelah mendapatkan ijin dari Annabella Dallenpun segera pergi meninggalkan Annabella karena ia akan mengambil air untuk Annabella.
"Aarghhh!!"
Annabella terus merintih kesakitan menahan perutnya, namun tiba-tiba Annabella mendengar suara ranting-ranting pohon yang terinjak, Annabellapun menghentikan rintihannya dan ia fokus pada suara langkah kaki yang mendekat kearahnya. Annabellapun segera meraih kedua pisau belatinya, dan segera mengambil ancang-ancang, dan benar saja dugaan Annabella tidak meleset yang datang adalah para anak buah Karel yang berjumlahkan lima orang tadi.
kelima pria bertubuh kekar itu berusaha akan menakap Annabella, yang sedang duduk dibawah pohon dengan kelebihan. Tanpa mereka ketahui jika Annabella sudah siap dengan kedua pisau belatinya, mereka pikir akan lebih mudah menangkap Annabella saat ini dengan kondisi Annabella yang tengah hamil tua. Namun itu semua salah besar karena tak mudah bagi mereka untuk menangkap Annabella sang ketua Mafia, meskipun dalam keadaan perutnya yang besar.
Dengan cepat para anak buah Karel memburu kearah Annabella yang masih duduk, namun hal yang tak terdugapun terjadi. Annabella menangkap tangan para pria tersebut, dan menariknya sehingga dia langsung beranjak dari tempat duduknya.
Akhirnya perkelahian pun terjadi atara Annabella dan kelima anak buah Karel, dengan sekuat tenaganya Annabella terus menangkis setiap tendangan dan pukulan dari pria tersebut,
Annabella terus memberikan perlawanan dan ia kembali mengarahkan kedua pisu yang ia genggamnya kearah lawan.
__ADS_1
Slepp.. Slepp..
Beberapa sabetan kedua pisau Annabellapun berhasil membuat lawannya tewas, hanya dengan hitungan detik semua musuh Annabella sudah tergeletak di tanah tanpa bernafas lagi. Dallen yang baru saja tiba dengan membawakan air untuk Annabella dibatang bambu, seketika ia terdiam melihat kelima anak buah Karel sudah tergeletak dan bersimbah darah dihadapan Annabella.
Dallen masih terperangah melihat para musuhnya sudah tewas ditangan Annabella, "Dallen cepat berikan air itu padaku" teriakan Annabella membuyarkan lamunan Dallen, Dallen pun segera memberikan air kepada Annabella dengan tempat seadanya. Annabella pun menenggak habis air yang diberikan oleh Dallen kepadanya, Dallenpun kembali memapah Annabella kearah sungai yang berada dibawah mereka.
"Dallen sudah berhenti disini, aku sudah tidak kuat lagi untuk berjalan, jika kau ingin pergi pergilah tinggalkan aku disini Dallen." Ujar Annabella dengan lirih sambil meringis
Aarghh..
Sambil meringis Annabellapun menyenderkan tubuhnya dibalik batu besar, sambil terus meringis menahan rasa sakitinya yang semakin menjalar kebagian bokongnya. Dallen sangat kebingungan melihat kondisi Annabella yang sangat memperihatinkan, Dallen dia begitu panik karena ia belum pernah melihat perempuan melahirkan.
"Aarghh.!!"
Annabella terus menggerang dan mengambil ancang-ancang untuk mengejan, Dallenpun memberanikan diri mendekati Annabella yang sudah bercucuran keringat dari wajahnya. Dallen segera mengambil tangan Annabella untuk membantunya, dengan setianya Dallen membantu Annabella untuk berpegangan ketangan kekarnya. "Ayok nona terus nona terus sedikit lagi ayok semangat nona."
Dallen terus berceloteh sambil sesekali ia menengok akan kepala bayi yang sudah terlihat.
Dallen tidak tega melihat Annabella berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anak pertamanya, dengan wajah dan tubuhnya penuhi oleh keringat sebesar biji-biji jagung.
Annabella menarik tangan Dallen dengan sekuat tenaganya, tenaga Annabella begitu kuat melebihi apapun menarik tangan Dallen, sehingga Dallenpun ikut mengeluarkan keringat dan menelan ludahnya.
Hekk.. Hekk.. Plakk..
"Ya terus terus nona sedikit lagi terus terus!" Dallen terus berteriak karena ia melihat kepala dan tubuh bayi keluar dari ******** Annabella, tidak berselang lama tubuh bayipun keluar dengan seutuhnya dari ******** Annabella.
Owee.. Owee.. Owee!!
Suara tangisan bayipun terdengar begitu kencang, dengan cepat Dallenpun menggendong bayi yang baru saja keluar dengan kedua tangannya bergetar. "Nona selamat bayinya perempuan wah cantik sekali nona" ucap Dallen sambil menatap kearah bayi mungil yang baru dilahirkan Annabella.
Setelah bayi dan ari-arinya keluar dengan lancar, Annabellapun segera bangkit dan duduk, ia segera mengambil tali ari-ari bayinya dan memotongnya dengan pisau belatinya. Dallen yang bingung saat melihat ada usus yang panjang keluar dari pusar bayi, kedua matanya terbelalak sambil memegangi bayi Annabella. "Nono jangan nona! Kenapa dipotong jangan nona jangan." Teriak Dallen ketakutan saat Annabella memotong tali ari-ari bayinya, Dallenpun segera memberikan bayi yang masih merah itu kepangkuan Annabella.
Annabella tersenyum cantik melihat bayinya, yang terlihat cantik dengan rambutnya yang lebat dan bola mata berwarna biru sama dengan dirinya.
Annabellapun segera memberikan ASI kepada anaknya, Dallen yang malu dan risih melihat Annabella sedang menyusui anaknya. Dallenpun pergi agak sedikit menjauh dari posisi Annabella, "Dallen bisakah kau carikan aku makanan aku lapar sekali Dallen" pinta Annabella kepada Dallen"baik nona tunggu sebentar saya akan mencari ikan untuk anda" jawab balik Dallen dan beranjak dari posisinya, ia segera turun kedasar sungai untuk mencari ikan.
Sedangkan Annabella dia merobek roknya untuk membungkus anaknya dengan pakaian miliknya, tidak lama kemudian Dallenpun kemabli naik kepinggiran sungai dengan membawa Ika hasi tangkapnya. Dia berhasil menangkap beberapa ikan di sungai Dallenpun langsung membakarnya lalu memberikannya kepada Annabella.
Dengan lahapnya Annabella memakan ika bakar, hasil tangkapan Dallen.
__ADS_1
Disisi lain Drak dan Aiken berhasil selamat karena batuan dari Jack dan para anak buahnya, yang datang tepat waktu menolong Drak dan Aiken, meskipun tidak berhasil menyelamatkan seluruh anak buah Annabella. Karel dan Para anak buahnya berhasil melarikan diri, dari serangan balik para anak buah Jack.
Rumah peninggalan Mikael Muller sudah sangat hancur dengan mayat mayat anak buah Annabella dan Karel, berserakan dimana-mana. Jack dan Drak terus mencari keberadaan Annabella dan Dallen yang tak mereka lihatnya, tapi sayang mereka sudah terlambat dan kehilangan jejak Annabella dan Dallen, yang tak berhasil mereka selamatkan.
Dark dan Aiken serta Jack kembali berkumpul dirumah Annabella, setelah mencari keberadaan Annabella dan Dallen kemana-mana.
"Paman Dejan tolong bereskan kembali rumah ini, kami akan pergi mencari Annabella dan Dallen. Ucap Jack meberikan perintah kepada Dejan, Jack dan Drak tidak mengetahui jika Dejan bekerja sama dengan kelompok Karel mafia Belanda.
Dihadapan Jack dan Drak, Dejan berpura-pura bodoh dan hanya menganggukkan kepalanya, dengan semua perintah dari Jack. Padahal dibalik penyerangan yang menimpa Annabella beserta anak buahnya, Dejan adalah dalangnya hanya saja Jack dan Drak belum mengetahui akan kebusukan Dejan.
Jack dan Drak berserta Aiken dan para anak buah Jack, pergi meninggalkan rumah Annabella untuk mencari keberadaan Annabella dan Dallen, Drak yakin jika Annabella dan Dallen dalam keadaan baik-baik saja.
Tidak terasa stelah beberapa hari dilewati Annabella dan Dallen yang masih berada ditengah hutan, dengan putri semata wayangnya yang baru Annabella lahirnya diberi nama Glorria, tak lain nama kepanjangan dari nama Annabella sendiri. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat berlalu, Annabella dan Dallen menghabiskan waktunya ditengah hutan sudah hampir lima bulan lamanya, mereka terus berusaha mencari petunjuk untuk biasa keluar dari dalam hutan tersebut.
Annabella dan Dallen, mereka tidak sadar jika mereka sudah terlalu jauh tersesat hingga tak menemukan jalan pulang.
Sedangkan Jack dan Drak tak berhenti melakukan pencarian terhadap Annabella, segala cara telah mereka lakukan hingga menyisir pedesaan warga. Jack berusaha mengendalikan kepemimpinan di Paris, untuk menggantikan posisi Annabella sementara waktu sebelum Annabella ditemukan. Bisnis heroin milik Annabella yang sempat mengalami penutupan kini sudah kembali beroperasi, karena Jack telah membeli bahan-bahan morfin dari tempat yang berbeda.
Drak dan Aiken mereka stand by di Belanda, sambil terus mencari informasi mengenai Annabella. Sedangkan Jack dia bolak-balik antara Belanda dan Paris, karena dia harus melakukan pengecekan dengan semua hasil bisnis dan perusahaan milik Annabella.
Drak enggan untuk kembali ke Paris karena masih belum bisa membawa Annabella, Drak akan selalu menyalahkan dirinya atas hilangnya Annabella dan Dallen yang tak bisa dia lindungi.
Disisi lain, Dejan akan selalu mencuri-curi waktu untuk menemui Karel dan memberikan informasi mengenai Annabella yang belum ditemukan.
"Tuan karel, tuan Jack dan para pengawalnya masih berada di kota ini, mereka belum menemukan keberadaan nona Annabella hingga detik ini tuan Karel." Ucap Dejan memberitahukan Karel akan informasi yang ia dapatkannya.
"Bagus kalau mereka masih belum menemukan perempun itu, baiklah Paman Dejan sekarang Paman pantau terus aktifitas mereka, jangan sampai kehilangan jejaknya dan laporkan kepadaku jika Annabella telah di temukan." Ujar Karel kepada Dejan dengan senyuman getirnya.
Dejanpun kembali pulang kerumah Annabella, setelah dia berhasil menemui Karel, karena ia takut diketahui oleh para anak buah Jack dan Drak.
"Drak apa kau memiliki ide untuk pencarian Annabella? Tanya Jack kepada Drak "Iya tuan bagaimana jika kita menyebarkan anak buah kuta kehutanan perbatasan tuan Jack, saya yakin pasti nona Annabella dan Dallen melarikan diri kehutan sana." Jawab balik Drak, Jackpun kembali terdiam mendengar usulan dari Drak, "baiklah Drak, kalau begitu kita bisa lakukan besok untuk berangkat kehutan perbatasan." Drak dan Aikenpun menganggukkan kepalanya dengan kesepakatan Jack, yang akan berangkat menuju hutan perbatasan.
Didalam hutan, dengan setianya Dallen mengendong Gorria yang sudah pintar berceloteh, sedangkan Annabella ia sudah terbiasa dengan kondisi hutan karena ia di besarkan ditengah hutan. Berbeda dengan Dallen meskipun dia seorang pengawal namun ia dibesarkan dikota, sehingga dia terlihat banyak tahu bagaimana caranya bertahan hidup ditengah hutan, Dallen memanjat pohon saja dia tidak pandai. Berbeda jauh dengan Annabella yang lebih lihai di bandingkan Dallen, dalam hal apapun maka dari itu Dallen hanya akan sibuk mengurus Glorria.
Pada siang Itu Annabella dan Dallen baru selesai makan buah dan ikan bakar, hasil tangkapan mereka.
Tanpa sengaja Annabella melihat pohon natal yang tinggi menjulang, lebih tinggi dari pohon lainnya. Tatapan Annabella tertuju pada pohon natal tersebut dengan senyuman cantiknya, "oke sekarang aku ada ide, Dallen ayo cepat ikut aku" ajak Annabella kepada Dallen dan segera berjalan menuju pohon natal yang begitu tinggi di atas mereka. "Dallen kau tunggu disini jaga Glorria, aku akan naik keatas pohon itu apa kau mengerti?" Tanya Annabella kepada Dallen
Dallenpun melihat kearah pohon yang tunjuk oleh Annabella, dan benar saja pohon tersebut begitu tinggi menjulang. Dallen yang melihatnya saja sangat ngeri,
__ADS_1
namun tidak bagi Annabella. Setelah memperingati Dallen untuk menunggunya dibawah pohon, Annabella langsung mengambil ancang-ancang, dan dengan cepat Annabellapun memanjati pohon natal tersebut hanya dengan hitungan detik kini Annabella sudah berada diatas ujung pohon natal tersebut.
Senyuman Annabellapun mengembang saat ia melihat kesekitaar dibawahnya, karena ia bisa melihat dengan jelas pemukiman warga yang tak begitu jauh dengan posisinya saat ini, Annabella terus memperhatikan rute yang harus ia lewatinya nanti setelah keluar dari hutan tersebut. Tidak lama kemudian iapun kembali turun kebawah menghampiri Dallen yang menggendong putrinya.