KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
DEBORAH MENANGIS HISTERIS


__ADS_3

"Kita akan pergi kemana Nona besar?" Tanya Arno kepada Glorria.


"Kita pergi akan kebandara Uncle, karena tempat ini sudah tidak aman lagi untuk kita" jawab balik Glorria.


Annabella, dia hanya melongo melihat wajah cantik ibunya Glorria yang sudah bisa berbicara. "Mamy cantik sudah bisa bicara, bagaimana rasanya Mammy?" Tanya Annabella dengan wajah polosnya.


Annabella menjulurkan tangan mungilnya dan dia menyentuh wajah cantik Glorria ibunya dengan kedua tangan mungilnya, Glorria ia hanya tersenyum melihat tingkah lucu Annabella.


Darren dan Aiden, tak mau kalah mereka mendekat kearah Glorria dan memeluk Glorria sudah sama seperti kepada ibu-ibu mereka "sekarang Mammy cantik kita sudah bisa berbicara, aku sangat senang sekali Mammy cantik" dengan serentak Darren dan Aiden bertepuk tangan, karena mereka senang melihat Glorria yang sudah di anggapnya ibu oleh mereka sudah bisa bicara seperti Alma dan Alice.


Meskipun mereka mengetahui jika ibu-ibu yang melahirkan mereka bukanlah Glorria, tapi Glorria menyayangi kedua keponakannya seperti ia menyayangi putrinya sendiri Annabella, Glorria juga tidak pernah membeda-bedakan ke-tiganya jika ia memberikan mainan atau pakaian, semuanya akan mendapatkan mainan dan pakaian yang sama. Sehingga banyak orang menduga jika ketiga kurcaci itu adalah anak kembar triple.


Glorria, dia menjaga amanah yang diberikan oleh Aiden untuk menjaga anak-anak Uncle kesayangannya. Sesampainya di Bandara Glorria dan Arno berjalan yang diikuti oleh dua perempuan serta anak-anak mereka.


Glorria memilih tempat duduk di dalam bandara, ia begitu bingung harus pergi kemana lagi saat ini, jika ia kembali ke Paris ia belum siap untuk menghadapi para musuhnya, yang pastinya akan membahayakan orang-orang terdekatnya termasuk ketiga kurcaci yang ia sayanginya.


Glorria, dia memikiran banyak nyawa yang yang harus ia jaganya. Alma dan Alice serta Arno hanya terdiam melihat Glorria sedang dalam kebingungan, Arno faham jika beban yang ditanggung Glorria sungguh berat maka dari itu Arno tak mampu untuk memberikan saran apapun, terhadap Glorria saat ini. Dalam lamunan Glorria ia teringat jika di Belanda ia memiliki rumah peninggalan Maicon kakeknya, dan juga ada rumah masa kecilnya ketika dia tinggal bersama Dallen "Uncle pesan tiket rute Belanda kita akan pergi ke nsana" perintah Glorria kepada Arno.


Akhirnya Arno pun segera beranjak dari tempat duduknya dan langsung memesan beberapa tiket rute Belanda, dan akhirnya kini mereka sudah berada dalam pesawat menuju Belanda.


Kembali lagi kepada Deborah dan Louis serta putranya Augusto, kini mereka sudah tiba di kediaman Bastev  yang disambut hangat oleh Bastev dan Dezi, yang baru saja tiba dari rumah sakit.


Dezi memeluk erat Louis sahabatnya begitu pun Bastev. "Ini jagoan tampan kalian kah?" Tanya Bastev sambil memeluk tubuh mungil Augusto.


"Owh iya betul sekali ini Augusto putra kami dan kami telah menikah tuan Bastev." Ucap Louis sambil tersenyum.


"Aduh kalau begitu sekarang kau adalah adik iparku Louis, jadi kau jangan pernah memanggilku dengan kata tuan apa kau mengerti'' jawab balik Bastev, dia sangat keberatan dan menolak di panggil tuan oleh Louis.

__ADS_1


"Heheee iya kak Bastev, tapi ngomong-ngomong dimana kakak cantiku kenapa aku tidak melihatnya, bagaimana dengan anak kalian laki-laki atau perempuan? Aku sudah sangat merindukannya ingin segera bertemu dengan kakak dan keponakanku." Tanya Deborah dengan mimik semringah.


Bastev, dia tidak langsung menjawab tapi dia segera mempersilahkan Louis dan Deborah untuk masuk terlebih dahulu kedalam rumahnya. Setelah membiarkan sepasang suami istri itu tenang, Bastev baru menceritakan semua kejadian yang telah menimpa Glorria serta keluarganya. Yang telah di bantai habis oleh tiga kelompok Mafia terkuat dan terkejam.


Tanpa berkedip dan bicara sepatah katapun, Deborah benar-benar terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Bastev, mengenai keluarga besarnya yang telah tewas.


Deborah, dia sudah tidak tahan dengan cerita Bastev ia langsung menangis histeris meraung-raung dan sesekali ia berteriak memanggil nama kedua orang tuanya dan kakak serta Uncle-uncle nya. Ia tidak menyangka jika keluarga besarnya dan para Unclenya telah tiada.


Deborah meminta Bastev untuk mengantarkan dirinya kekuburan keluarganya, Deborah masih tidak yakin dengan apa yang di katakan oleh Bastev. Di malam itu juga Bastev serta para anak buahnya mengantarkan Deborah dan Louis kemakam Annabella dan Alexander yang di kuburkan menjadi satu liang lahat, sesampainya di makam keluarganya tangisan Deborah kembali pecah.


Memecah keheningan malam yang semakin larut, setelah beberapa jam menemani Deborah dan Louis, akhirnya Bastev pun kembali mengajak keduanya untuk pulang kerumahnya. Tanpa sepatah katapun Magnoya dan Louis hanya mengikuti apa yang di katakan oleh Bastev, untuk kembali ikut kerumah Bastev karena untuk saat ini dia sendiri tidak tahu lagi harus pergi kemana.


Setelah beberapa bulan keberadan Deborah dan Louis serta Augusto di kediaman Bastev, membuat Sander senang karena ia memiliki teman barunya yaitu Augusto. Begitupun Deborah kini ia sudah berubah jauh lebih baik menyayangi Augusto sebagai putranya, karena dia baru menyadari jika keluarganya saat ini hanyalah Louis dan putrinya Augusto tak ada yang lain lagi.


Louis kembali ikut bergabung dengan Bastev untuk mengelola semua bisnisnya, sedangkan Deborah ia di sibukan dengan mengurus anak dan keponakan angkatnya.


Bastev pun segera keluar dan menghampiri pintu gerbang rumahnya, dan memerintahkan para anak buahnya untuk membukakan pintu gerbangnya. Sesampainya di dalam rumah secara tiba-tiba Calista bertekuk lutut di hadapan Bastev, dan ia memohon agar Bastev tidak memutuskan hubungan pertunangannya.


"Untuk apa kau tangisi Calista, semuanya sudah terjadi dan kau tidak perlu berpura-pura lagi di hadapanku dan ini sudah menjadi keputusanku. Aku sudah tahu kelicikanmu Nowela, pergilah jangan pernah ganggu hidupku lagi. Aku sudah membicarakan ini semua dengan ayahmu jadi kau tak perlu repot-repot untuk datang kerumahku lagi." Ujar Bastev dengan melipatkan kedua tangannya.


"Bastev, aku mohon biarkan aku bertemu dengan Sander sebentar saja aku ingin meminta maaf kepadanya, tolong Bastev" pinta Calista "maaf Nowela putraku sudah sangat trauma terhadapmu dan dia tak mau melihatmu lagi, apa kau sudah mengerti Nowela" berantak Bastev dengan nada dingin.


Bastev segera pergi dari hadapan Nowela dan ia meminta kepada para anak buahnya untuk membawa Nowela keluar dari dalam rumahnya. Para anak buah Bastev pun segera membawa Nowela keluar dari dalam rumah Bastev, sedangkan Nowela dia sangat kesal terhadap Bastev yang tak memberikannya kesempatan kedua.


Untuk melanjutkan hubungannya, "ini semua gara-gara kau anak sialan hubunganku dengan Bastev hancur, dasar anak pembawa sial, awas kau anak sialan aku akan melenyapkanmu dari muka bumi ini." Kata hati Nowela yang terus menyalahkan Sander.


Meskipun ia sudah mengetahuinya jika Sander adalah darah dagingnya, namun kebencian Nowela masih tetap sama terhadap Sander yang telah ia lahirkannya.

__ADS_1


Sesampainya dirumah mewahnya Nowela menemui ayahnya Willigeria. Sebenarnya Nowela sangat takut oleh kedua orang tuanya, karena Nowela adalah anak satu-satunya dari keluarga Willigeria, yang sudah di nobatkan untuk menjadi pengganti Willigeria, maka dari itu Nowela tidak di perbolehkan untuk berteman dengan sembarang orang.


Bahkan kehamilan Nowela bukanlah hasil dari perkosaan yang telah di lakukan oleh orang-orang Jepang terhadapnya, tapi kehamilan Nowela adalah hasil dari cinta satu malam pada kala itu, ketika Nowela sedang berkuliah di Paris dan bertemu dengan seorang pria yang jauh lebih tua darinya.


Nowela telah bertemu dengan seorang pria tampan namun usianya sudah tak muda lagi. Keduanya yang dalam pengaruh alkohol hingga terjadilah cinta satu malam mereka, Hingga pada akhirnya Nowela pun positif hamil oleh pria itu.


Di saat Nowela mengetahui dirinya tengah hamil, Nowela kabur kenegara Jepang hingga ia bertemu dengan Chitora dan di jadikannya budak ****. "Daddy apa benar jika Bastev telah membatalkan pernikahanku dengannya?" Tanya Nowela dengan menundukkan wajahnya.


"Hemm, ya benar sekali, dengan secara baik-baik Bastev telah membicarakan semuanya kepada Daddy." Jawab willigeria ketus, karena willigeria sudah mengetahui akan sifat jelek anaknya.


"Lalu apa Daddy menyetujuinya dengan keputusan Bastev" tanya lagi Nowela


"Owh tentu Daddy menyetujuinya, karena ini semua salahmu bukanlah kesalahan Bastev, asal kamu ketahui Nowela Daddy tidak pernah membela orang yang salah, mau sekalipun itu keluarga bahkan darah daging Daddy sendiri. Untuk masalah ini Daddy akan berada di pihak yang benar Bastev tentunya." Jawab willigeria dengan tegas


"Daddy jahat! Kenapa Daddy tidak pernah membelaku, Bastev itu orang lain sedangkan aku adalah putrimu Daddy." Teriak Nowela sambil menangis


"Nowela! Daddy tidak pernah mengajarkanmu untuk menjadi seorang gadis yang kejam dan tak memiliki hati nurani sepertimu. Seharusnya kamu bisa menjadi lebih dewasa lagi dalam menyikapi setiap masalahmu, Daddy sangat malu dengan sikap brutalmu yang sudah membuat anak kecil itu terluka oleh perbuatanmu, kamu tega membuat anak itu trauma dan melakukan kekerasan terhadap anak kecil yang tak berdosa itu." bentak willigeria.


Willigeria berlalu pergi meninggalkan Nowela begitu saja. Willigeria memang seorang ketua Mafia yang banyak disegani, namun bukan karena kehebatannya dalam mengalahkan para musuhnya, tapi ia bisa menghadapi musuh-musuhnya tanpa ada pertumpahan darah.


➡️➡️➡️


Kembali dengan Glorria dan Arno.


Glorria dan Arno serta kedua Auntynya dan para kurcaci. Kini mereka sudah berada di Belanda dirumah peninggalan Maicon, ketiga kurcaci yang super aktif begitu heboh ketika mereka memasuki rumah megah yang berlataika tiga itu.


Mereka sibuk memasuki satu-persatu kamar yang akan mereka tempatinya, setelah Annabella merasa cocok dengan salah satu kamar yang lumayan besar. Kini tinggal dua kurcaci yang masih sibuk dengan memilih kamar mereka, setelah masing-masing mendapatkan kamarnya. Dan kini ketiganya sudah berada di dalam kamar mereka masing-masing, namun apa yang terjadi Darren dan Aiden tetap tidak bisa jauh dan ketinggalan dari Annabella.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya ketiganya pun tertidur di satu kamar dan satu ranjang yang ada di dalam kamar Annabella, dengan posisi Annabella ditengah-tengah.


__ADS_2