KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Ayo cepat pergi


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Annabella ibunya, Deborah dan Louis serta Augusto mereka turun dari dalam mobil. Dan Deborah segera berlari masuk kedalam pekarangan rumah Annabella ibunya, yang sudah sangat rimbun dengan rumput-rumput liar. Begitupun dengan bangun rumah itu terlihat banyak sekali yang rusak, kedua mata Deborah terbelalak saat dia melihat situasi rumah kedua orang tuanya setengah hancur.


"Mamm!! Daddy.. Apa yang terjadi dengan kalian kenapa semuanya berubah begini??" Gumam Deborah sambil berjalan, masuk melewati rumput-rumput liar halaman rumah ibunya yang sudah tidak terurus.


Louis, dia menggendong Augusto dan ia segera menghampiri Deborah yang berlari kesana-kemari sambil berteriak fruit, karena dia tidak bisa percaya dengan apa yang dia lihatnya dengan rumah tersebut, yang sudah terbengkalai dan bangunan yang sudah begitu lapuk serta rumput-rumput liar sudah sangat tinggi menjalari dinding rumah milik Annabella. "Louis apa yang terjadi dengan mereka kenapa rumah ini seperti sudah tak berpenghuni Louis" teriak Deborah


"Tunggu sebentar Deborah, aku akan naik kelantai atas aku akan mencari sesuatu di sana siapa tahu ada sesuatu petunjuk untuk kita, kamu tunggu disini." jawab Louis


"Ikut aku Louis, aku tidak mau di sini sendirian" ujar Deborah sambil berjalan mengikuti Louis.


Deborah pun ikut dengan Louis naik kelantai atas dengan tujuan untuk mencari buku-buku telpon milik keluarga Deborah, atau lain sebagainya dengan harapan ada petunjuk untuk mereka.


Akhirnya Louis pun tiba di dalam kamarnya yang dahulu pernah dia tempatinya, Louis membuka setiap lemari dan laci yang ada di dalam kamarnya, yang masih terdapat di dalam kamar itu.


Akhirnya ia menemukan bukunya yang dahulu sering ia gunakan untuk menyimpan nomor nomor teman dan kerabatnya. Louis segera mencari nomor ponsel Glorria, namun sayang nomor telepon Glorria sudah tak bisa di hubungi olehnya, akhirnya Louis pun kembali mencari nomor orang-orang yang dia ingatnya, Louis kembali teringat akan Dezi dan dia segera menghubungi nomor Dezi sahabatnya. "Hllo.. dengan siapa ini?" Tanya Dezi dari seberang telepon.


"Dezi kau ada dimana aku Louis dan Deborah baru saja tiba di Paris, dan ini kami sedang berada di rumahnya Aunty Annabella, tapi rumah mereka sudah tidak berpenghuni, apa kau mengetahui kemana mereka perginya?" Tanya Louis kepada Dezi.


Dezi yang sedang berada dirumah sakit dia begitu terkejut, karena secara tiba-tiba ia telah mendapatkan telepon dari nomor yang tak dikenalinya, dan ternyata nomor tersebut adalah Louis sahabatnya.


Bastev yang ada bersama Dezi mendengar suara Louis, dan akhirnya Bastev segera meminta Louis untuk tetap berada ditempat itu, karena Bastev akan menyuruh para anak buahnya untuk menjemput Louis dan Deborah.


Louis pun segera menutup telponnya, dan memberitahukan kepada Deborah jika para anak buah Bastev, sedang dalam perjalanan untuk menjemput mereka. "Louis apa yang terjadi dengan kedua orang tuaku? Dan juga Uncle-uncleku kemana mereka Louis.. apa kamu tidak bertanya kepada Dezi kemana perginya keluargaku?" Tanya Deborah kebingungan.


"Kamu yang tenang ya Deborah, nanti setelah kita bertemu dengan mereka kita akan mengetahui dimana keberadaan keluargamu." Tidak lama kemudian beberapa mobil datang menjemput Deborah dan Louis, akhirnya Deborah dan Louispun ikut dengan mobil para anak buah Bastev, yang langsung membawa mereka ke kediaman Bastev.


➡️➡️➡️


Kembali dengan Glorria.


Annabella dan kedua saudara laki-lakinya kini mereka sudah berada di kebun milik warga setempat, "Darren dan kamu Aiden, jangan menangkap hewan peliharaan orang lagi nanati kita di hukum lagi sama Mammy Mammy kita." ucap Glorria memperingati kedua saudaranya.

__ADS_1


"Iya Annabella, kami ikut kamu saja kalau begitu." Jawab kedua anak laki-laki yang selalu nurut dan patuh pada Annabella, meskipun Annabella adalah adik susu dari mereka.


"Kita sebenarnya mau kemana?" Tanya Annabella, dengan serentak keduanya mengangkat bahunya dengan bersamaan, karena mereka juga tidak tahu akan kemana mereka pergi.


"Annabella, tadi malam aku mendengar pembicaraan Mammy-Mammy kita dan Uncle Grandpa, mereka bilang jika Daddy dibunuh oleh orang yang tak dikenal" ucap Aiden dengan polosnya.


"Akh Aiden kamu jangan asal-asalan bicara berbahaya, bagaimana jika Mammy kita tahu kalau kamu menguping mereka." jawab Darren


"Sudah kalian jangan debat biarkan saja itu urusan orang tua kita, jangan ikut campur urusan orang dewasa" sela Annabella kepada Darren dan Aiden.


"Sebaiknya kita kembali saja kerumah aku sudah lapar" Annabella mengajak kedua saudaranya untuk kembali pulang kerumahnya, akhirnya merekapun kembali pulang kerumah mereka.


Mereka terus berjalan menyusuri rimbunnya kebun jagung milik warga, "Annabella, apa kita tidak salah jalan kenapa kita tidak sampai-sampai dijalan yang tadi" tanya Darren


"Iya Annabella, bagaimana jika kita bertemu dengan babi hutan kalau kita lama-lama di sini." ucap Aiden ikut menimpali.


"Apa kalian tidak bisa diam!! biarkan aku berpikir Darren, Aiden!" Bentak Annabella, dia teringat akan pisaunya yang ia temukan dari sepatu milik Glorria ibunya, Annabella segera mengambil pisau tajam milik ibunya, ia memotong satu persatu pohon jagung yang ada di sekitarnya.


Hingga mereka menemukan ujung jalan yang telah mereka lewati tadi. "Hore akhirnya kita sudah bertemu dengan jalan yang tadi, ayoo cepat kita kabur!!" Darren berteriak kegirangan karena telah menemukan jalan yang mereka carinya dan dia mengajak Annabella dan Aiden untuk segera kabur.


"Heyy!! kalian anak kecil jangan lari kalian, kalian kurang ajar sekali sudah membuat kebun jagungku rusak tunggu kalian!!" Tiba-tiba suara seseorang terdengar meneriaki mereka bertiga.


Sontak saja ketiga kurcaci Glorria sangat terkejut karena pemilik kebun jagung itu berada dilokasi, dan mengetahui perbuatan mereka. Darren dan Aiden serta Annabella berlari terbirit-birit karena mereka ketakutan oleh pemilik kebun.


Sedangkan dirumah sederhana Glorria, ketiga ibu-ibu kurcaci sedang sibuk mencari keberadaan anak-anak mereka yang tidak mereka temukan di dalam kamarnya. "Arno cepat bantu cari keponakan-keponakanmu."


Teriak Alma dan Alice.


Dengan tergopoh-gopoh Arno berlari kesana kemari mencari keberadaan ke-tiga kurcacinya yang hilang, dia sangat yakin kalau ketiga kurcacinya yang super nakal itu akan kembali membuat ulah dengan warga.


Annabella dan Darren serta Aiden, ketiga anak-anak kecil itu sudah dikepung oleh warga setempat, yang sudah membawa batang pohon di masing-masing tangan mereka.

__ADS_1


"Cepat tangkap ketiga anak-anak nakal itu, sebaiknya kita buang mereka karena mereka bukan warga kita, tapi mereka selalu membuat kerusakan di kampung kita." Teriakan para warga setempat yang akan menangkap ketiga anak-anak kecil yang ada di hadapan mereka semua.


Darren dan Aiden, mereka memeluk tubuh mungil Annabella yang akan di pukuli oleh batang kayu dari warga.


"Hentikan!! kalian semua tidak ada yang boleh menyentuh ketiga putra putriku. Apa lagi kalau sampai ada yang berani menyakitinya, maka kalian akan berhadapan denganku. hadapi aku jika kalian berani aku adalah ibu dari anak-anak ini.." Teriak Glorria, secara tiba-tiba Glorria meloncat ketengah-tengah di mana posisi Annabella dan Aiden begitu juga dengan Darren berada.


Yang sudah di anggap anaknya sendiri oleh Glorria, Alice dan Alma serta Arno mengikuti Glorria, dan mereka sangat terkejut saat melihat Glorria yang tiba-tiba sudah bisa berbicara.


"Heyy! orang asing di diklah anak-anakmu jika tidak maka biarkan kami yang akan memberikan pelajaran kepada mereka, harus kalian ketahui apa yang sudah anak-anak kalian lakukan yang selalu membuat warga sekitar resah, anak-anak kalian ini adalah seorang pencari apa kau tahu itu orang asing!!" Teriakan maki-maki pun kembali terdengar.


Glorria, dia sudah tidak tahan dengan emosinya, ia segera memutarkan tubuhnya kearah pria-pria yang membawa batang kayu tersebut. Glorria pun segera menendangkan ke-dua kakinya dengan begitu lincah kearah beberapa pria tersebut.


Dengan cepat Arno menggendong Annabella dan menarik kedua tangan Darren dan Aiden untuk menjauh dari amukan warga. "Alice Alma cepat pergi berkemas-kemas!!" Teriak Arno memberitahukan Alice dan Alma agar mereka segera mengemasi barang-barang mereka, karena Arno sudah bisa menebak keributan besar akan terjadi.


"Binasakan orang asing itu cepat!!" Teriakan salah satu ketua warga setempat terdengar jelas, dan dia memerintahkan agar warga lainnya segera mengikuti perintahnya. Para wargapun dengan cepat mengerahkan kayu yang mereka bawanya dan mengarahkan nya kearah Glorria.


Namun bukan Glorria namanya jika ia akan takut begitu saja, Glorria tidak tinggal diam ia segera menarik batang bambu yang di pegangi oleh warga, dengan begitu lincahnya Glorria menghobat-habitkan batang bambu yang ia pegangnya kearah warga, sehingga para warga yang begitu banyak kewalahan menghadapi Glorria yang hanya seorang diri.


Annabella yang melihat Glorria ibunya, sedang melawan orang banyak, ia tidak tega dan tak bisa membiarkan ibunya menghadang orang jahat sendirian. Annabella dia minta turun dari gendongan Arno, dan ia berlari kearah Glorria dengan menggenggam pisau tajam milik Glorria ibunya. "Ayoo Mammy aku ada di sini kita pasti bisa!!" Teriak Annabella.


Glorria yang tak mengetahui kedatangan Annabella yang tidak dia ketahuinya Glorria terkejut, dengan posisi Anna sudah berada di belakangnya dengan kuda-kudanya yang sama persis dengannya.


Annabella berlari kesana kemari ia menusuk satu-persatu kaki-kaki para warga yang sedang fokus dengan sasarannya terhadap Glorria. "Hiattt!! kena kamu kena lagi slepppp slepppp kena lagi hihihi slepppp kena lagi.. horee Darelano Zohanse aku berhasil yeah!!" Teriak Annabella sambil terkekeh, melihat beberapa warga kesakitan karena tusukan dari pisau yang dia bawanya.


Dengan senangnya Glorria tertawa dan kembali berlari dengan membawa pisau tajam milik ibunya. Para warga yang sudah mendapatkan luka di bagian kaki mereka akibat Annabella menusuk kaki-kaki mereka, sehingga membuat para warga berhamburan melarikan diri dari tempat tersebut.


Glorria baru menyadari jika Annabella memegangi pisau belati miliknya, ia segera berlari dan menggendong Annabella dan berlari menjauh dari kebun tersumbat. "Uncle kecil cepat kita harus segera pergi!!" Teriak Glorria.


Arno pun kembali menarik kedua tangan Aiden dan Darren, mereka berlari tunggang langgang menuju rumahnya.


Glorria dan Arno serta anak-anak mereka telah tiba dirumahnya. Alice dan Alma sudah siap dengan semua barang bawaannya, Glorria segera melepaskan tubuh Annabella dan ia segera mengambil jaket kulitnya dan juga sepatunya, dengan cepat Glorria memakainya. "Cepat sekarang kita harus segera pergi dari sini." Arno segera naik kedalam mobilnya dan membawa ketiga kurcaci yang selalu bikin onar, yang disusul oleh Alice serta Alma dan Glorria.

__ADS_1


__ADS_2