
"Jika Ernesto selalu menghabiskan waktunya di klub malam, tidak ada salahnya kita coba masuk ke klub yang biasa Ernest kunjungi bagaimana Drak, Aiken?" Drak dan Aiken pun menganggukkan kepalanya dengan rencana Annabella
Setelah Annabella dan para pengawal setianya merencanakan strategi, untuk memancing Ernesto keluar agar keluar dari rumahnya yang dijaga ketat, Annabella pun segera mempersiapkan dirinya, dia berencana akan masuk ke dalam klub di mana Ernesto berada saat ini, begitu pun dengan Drak Aiken beserta Yakub mereka akan ikut untuk memberi pengawalan terhadap Annabella. Annabella masih menunggu jam tengah malam untuk menuju ke sebuah club tempat Ernesto.
Ernesto yang berada di lapangan golf yang ditemani beberapa wanita-wanita cantik di sampingnya, dengan segelas wine di tangannya yang sesekali Ernesto menyentuh bagian sensitif para wanita-wanita tersebut.
Setelah beberapa jam bermain golf Ernesto menyelesaikan permainannya, karena dia akan segera pergi ke club miliknya. beberapa pengawal Ernesto terus mengikutinya dari berbagai arah, dan salah satu dari pengawal Ernesto adalah anak buah dari Yakub, yang ditugaskan sebagai mata-mata untuk untuk mengikuti Ernesto. Ponsel anak buah Yakub yang sudah dipasangkan sinyal, agar Yakub bisa melacak keberadaan anak buahnya ke mana akan pergi dengan Ernesto, terus menyala untuk memberikan petunjuk kepada Yakub yang sedang memantau pergerakan Ernesto.
Sedangkan Yakub yang masih berada di dalam rumah, ia terus memperhatikan pergerakan sinyal dari anak buahnya yang sedang mengikuti keberadaan Ernesto.
Yakub segera memberitahukan dan menunjukkan ponselnya kepada Annabella mengenai posisi Ernesto saat ini, yang sedang mengarah ke lokasi club malam tujuan Annabella. Annabella yang melihat sinyal terdapat dari anak buah Yakub ia pun tersenyum. karena dia akan segera bertemu dengan sasarannya Ernesto, "Drak Aiken, dan kau Yakub apa kalian sudah siap semuanya?" Tanya Annabella kepada para anak buahnya, "ya nona kami sudah siap"
"Baiklah ayok kita berangkat sekarang, agar kita tidak kehilangan jejak target kita," ajak Annabella kepada ketiga pengawalnya. Akhirnya ketiga pengawal Annabella pun beranjak dari tempat duduk mereka menuju pintu luar rumah, namun tiba-tiba Annabella menghentikan langkah kakinya dan menahan menahan mereka.
__ADS_1
"Tunggu sebentar antarkan aku ke rumah Ernesto saja," ujar Annabella dengan tiba-tiba
sontak saja membuat ketiga pengawal Annabella saling pandang dan terkejut atas keputusan Annabella yang secara tiba-tiba berubah. Drak sangat tidak yakin dan dia ragu karena mereka tidak memiliki anak buah yang banyak untuk menyerang kerumah Ernesto yang dijaga ketat.
Atau masuk ke wilayah Ernesto yang begitu ketat dijaga oleh para anak buahnya yang begitu banyak, "tapi nona, apa anda yakin kita bisa masuk kesana?" tanya Drak kepada Annabella, "kenapa Drak apa kau meragukanku?" Jawab balik Annabella kembali bertanya kepada Drak.
"Tidak bukan begitu nona maksud saya nona, saya hanya khawatir saja dengan keselamatan anda tapi jika anda sudah yakin ayok kita berangkat kesana." Drak pun terpaksa mengikuti yang diperintahkan oleh Annabella, karena dia sendiri tidak bisa untuk menolak keinginan Annabella majikannya.
Akhirnya Annabella dan ketiga pengawalnya pun berangkat menuju rumah mewah milik Ernesto, yang dijaga begitu ketat oleh para pasukannya. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan menuju rumah Ernesto, kini mereka sudah berada di wilayah rumah mewah milik Mafia Spanyol tersebut.
Yakub pun menganggukan kepalanya, bahwa dia mengiyakan apa yang telah diperintahkan oleh Tuan mereka. Dan benar saja sekitar beberapa meter melewati rumah Ernesto, ternyata ada putaran menuju belakang rumah ketua Mafia terkejam di Spanyol itu. "Terus majukan mobilnya Yakub dan berhenti di depan sana." Perintah Annabella kepada Yakub.
Hanya beberapa detik saja mereka pun sudah sampai ke posisi yang telah di unjuk oleh Annabella tadi, Yakub pun segera memberhentikan mobilnya, dengan gerakan cepat Annabella keluar yang diikuti oleh Drak dan juga Aiken. Dengan mengendap-kendap Annabella pun berjalan dibalik pepohonan dan rumput-rumput liar yang terdapat dihalaman belakang rumah milik Ernesto.
__ADS_1
Annabella mengambil sebuah batu kerikil lalu ia melemparnya ke dalam benteng rumah tersebut yang menjulang tinggi, Drak dan Aiken hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Annabella, mereka tidak berani bertindak tanpa mendapatkan perintah dari Annabella.
Setelah Annabella melempar satu buah batu kerikil yang berhasil mengenai benda yang ada di dalam sana, dari seberang benteng tinggi terdengar suara para anak buah Ernesto yang mempertanyakan suara dari batu yang telah dilempar oleh Annabella, Annabella kembali mengambil batu dengan ukuran yang sama seperti tadi ia melempar cukup jauh kehalaman depan rumah Ernesto.
Tidak berselang lama kericuhan pun terdengar dari dalam halaman rumah Ernesto, para anak buah Ernesto terus mencari suara yang terdengar oleh mereka tadi. Sedangkan Annabella dia kembali berjalan mengendap-ngendap menyusuri ujung rumah megah milik Ernesto, yang diikuti oleh Drak dan Aiken.
Mereka terus mengikuti langkah Annabella dari belakang, Annabella mendekatkan telinganya ke dinding pembatas antara halam dan dalam halaman belakang rumah Ernesto, Ia rerus menajamkan pendengarannya kedalam dinding pembatas.
Annabella pun mulai menghitung orang-orang yang terdapat di dalam benteng tersebut, Annabella segera memberikan kode kepada Drak, yang lebih paham dengan isyaratnya. "Drak di dalam sana ada sepuluh orang tapi di ujung sudut tidak ada sama sekali, aku akan mulai naik apa kalian bisa memanjat dinding ini?" Tanya Annabella kepada Drak dan Aiken dengan kata isyaratnya.
Drak dan Aiken, yang mendapatkan pertanyaan dari Annabella mereka hanya saling melirik, karena mereka tidak yakin akan mampu memanjati dinding yang ada di hadapan mereka yang begitu tinggi. Aiken yang tidak yakun dengan kemampuannya dia hanya menelan ludah, begitu pun dengan Drak dia tidak akan mungkin bisa menaiki dinding yang begitu tinggi tanpa tangga bantuan.
Aiken yang baru pertama kali ini mengikuti seorang perempuan yang sangat pemberani, ia berkali-kali menelan ludahnya dengan garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Karena selama ini dia mengikuti jejak Alexander tidak pernah sampai sebrutal ini untuk melakukan hal-hal yang tidak dipercayainya, Drak yang mendapatkan pertanyaan dari Annabella, dia hanya bisa pasrah menerima dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Meskipun dia sebenarnya dia sangat tidak yakin akan bisa memanjati dinding pembatas utu yang begitu tinggi, setelah mendapatkan jawaban dari kedua anak buahnya, Annabella pun mulai berdiri dan dia mundur beberapa langkah ke arah belakang untuk mengambil ancang-ancang.