KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
18 tahu kurang lebih


__ADS_3

"Uncle Dallen Uncle Drak, apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Glorria yang sudah tiba ditempat penginapannya, dia begitu terkejut saat mendapati kedua Unclenya yang sedang berpelukan.


"Sayang gadis kecilku kamu sudah kembali nak, kami tidak melakukan apa-apa jangan salah faham gadis kesayang Uncle" jawab Dallen, sambil melepaskan pelukannya dan dia berjalan mendekati Glorria yang saja tiba.


Yang diikuti oleh Drak menghampiri Glorria yang baru saja tiba, "dia siapa gadis besar?" Dallen ia menanyakan Micer yang berada dibelakang Glorria, Drak menghampiri Glorria dan juga Micer yang baru saja tiba, "Micer" Drak mendekati Micer lalu mereka saling merangkul, karena Drak sudah mengetahui jika Micer adalah anak buah Annabella.


"Drak kau mengenal siapa pria ini?" Tanya Dallen, Drak menganggukkan kepalanya dan menceritakanya tentang siapa Micer. Akhirnya Drak dan juga Dallen begitupun juga Micer dan mereka, mereka semua makan malam bersama, setelah selesai makan malamnya akhirnya Micerpun menceritakan semuanya tentang keberadaan Annabella, yang kini sedang berada ditengah pulau terpencil.


Sontak saja membuat Drak dan juga Dallen terkejut dan emosi, saat ia mendengar informasi mengenai Annabella yang ditahan oleh Aubert. "Uncle manis hubungi anak buah kita di Paris, dan perintahkan mereka bawa semua senjata dan juga para anak buah kita Uncle" ucap Glorria ia meminta Drak untuk menghubungi para anak buahnya. Glorria dia bangkit dari duduknya dan ia segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai tidak lama kemudian Glorriapun kembali menemui para Unclenya.


Setelah merasa fresh dengan pikiran dan hatinya, Glorria ia segera memberikan perintah kepada Drak, selaku Uncle dan pengawal kepercayaannya untuk mempersiapkan semua perlengkapan perangnya.


Yang disetujui oleh Drak dan Dallen, akhirnya Drakpun segera menghubungi Aiken untuk mengirimkan senjata yang dibutuhkan Glorria, begitu juga dengan para anak buahnya. Sedangkan Glorria ia segera menghubungi Maicon kakeknya, dan ia menanyakan rumah milik Maicon yang berada di Belanda. Akhirnya Maiconpun memberitahukan rumah mewah miliknya yang ada di Belanda kepada Glorria, hingga akhirnya Glorriapun berserta para Unclenya bergegas pergi mencari alamat rumah milik Maicon yang sudah lama tak pernah dikunjunginya.


Di malam itu juga Glorria beserta ketiga Uncle-nya berangkat mencari alamat rumah yang diberi tahukan Maicon kakeknya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh kurang lebih sekitar dua jam, kurang lebih dalam perjalanan. Akhirnya kini Glorria dan juga ketiga Unclenya, yang tak lain Dallen dan Drak begitu juga Micer, kini mereka semua telah sampai disalah satu rumah megah milik Maicon, yang masih terurus dengan baik meskipun rumah tersebut sudah tak pernah dikunjungi oleh pemiliknya Maicon.


Namun beberapa asisten rumah tangga Maicon masih setia mengurusnya, hingga rumah tersebut masih terlihat mewah dan tertata rapih. Glorriapun langsung masuk kedalamnya yang diikuti oleh ketiga para Unclenya, Glorria ia berjalan masuk melihat seisi ruangan rumah peninggalan Maicon yang sudah lama tak dikunjunginya. Begitupun juga dengan Drak dan Dallen beserta Micer, mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing yang telah diberikan oleh Glorria kepada mereka.


Keesokan harinya Glorria beserta ketiga Unclenya mereka sudah terbangun dari tidurnya. Kini mereka sedang berada dimeja makan untuk makan siang karena mereka agak telat bangun, tak lama kemudian puluhan senjata yang dipinta oleh Drak kemarin telah tiba dikediaman Maicon, yang tak lama disusul oleh para anak buahnya, kini lengkap sudah apa yang diperlukan oleh Glorria untuk mencari keberadaan Annabella ibunya.


Glorria ia mulai sibuk mengatur strategi untuk melakukan penyerangan, terhadap musuh-musuhnya yang ada di pulau terpencil seperti yang dikatakan oleh Micer kepadanya, untuk membebaskan Annabella dari dalam jeruji besinya.

__ADS_1


"Uncle manis carikan aku beberapa kapal Ferry, untuk kita menyebrang kepulauan yang dikatakan oleh Uncle Micer, karena kita akan berangkat nanti malam kepulau itu Uncle" pinta Glorria, mau tidak mau Drakpun segera memesan beberapa kapal Ferry yang diminta oleh Glorria, Micerpun ikut membantu Drak untuk mencarikan beberapa kapal-kapal Ferry yang akan disewa oleh mereka.


Setelah semua sudah lengkap dengan apa yang dibutuhkan oleh Glorria, "Uncle-uncleku bersiap-siaplah malam ini kita semua akan berangkat" tutur Glorria memberitahukan ketiga Unclenya.


Tak terasa hari sudah mulai petang, Glorria ia beranjak pergi kekamarnya dan ia menyiapkan semua keperluannya, ia tak lupa membawakan pakaian dan sepatu milik ibunya Annabella untuk antisipasi, yang selalu ia bawanya ketika ia pergi jauh. Setelah merasa cukup dan lengkap dengan segala persiapannya, Glorria kembali turun kelantai bawah untuk menemui ketiga Unclenya yang sudah menunggunya dilantai bawah.


"Uncle-uncle apa kalian semua sudah siap?" Glorria kemabli bertanya kepada ketiga Unclenya, yang langsung dianggukan dengan serempak oleh ketiga Unclenya. Glorriapun berjalan menuju mobilnya, yang diikuti oleh ketiga Unclenya yang tinggi besar dan kekar dan super gagah.


Akhirnya kini mereka semua sudah berada didalam mobil mereka, yang diikuti oleh beberapa mobil para anak buahnya. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh kini mereka sudah sampai dibibir pantai, yang sudah siap untuk menaiki kapal Ferry mereka.


"Uncle Micer tolong bawa ini jangan sampai lupa" Glorria membrikan sebuah tas kecil kepada Micer, yang berisikan pakaian dan sepatu untuk Annabella dan beberapa roti sandwich.


Micerpun mengambil tas yang diberikan oleh Glorria kepadanya, Glorria dan Micer beserta kedua Unclenya menutup wajahnya dengan sapu tangan mereka, agar para lawan tak mengetahui jika Micer adalah seorang pengikut dari kelompok Annabella selama ini.


"Warna rambut yang sama" Gumam Bastev dalam hatinya sambil terus memperhatikan helaian rambut milik Glorria. "Dezi.." teriak Bastev memanggil Dezi "iya tuan" jawab Dezi sambil berjalan mendekati Bastev


"Bawa rambut ini ke Laboratorium, apa pemilik rambut ini dari orang yang sama" Dezi pun pergi meninggalkan ruangan kerja Bastev, dengan membawa rambut milik Glorria ke laboratorium.


Di sisi lain Annabella yang tengah kelaparan, akibat tidak diberi makan oleh seluruh anak buah Aubert, selama Micer dikeluarkan oleh Aubert. "Airrr Airrrr." Annabella terus merintih memita air kepada para penjaga jeruji besinya, salah satu pengawal yang menjadi pengganti Micer mendekati Annabella yang lemas tak berdaya.


"Hustt.. ambillah ini air untukmu ibu tua" pengawal baru itu memberikan sebotol air minumnya kepada Annabella, karena ia merasa kasihan terhadap Annabella, yang dirantai kedua kakinya, dengan kedua tangannya yang gemetar Annabella segera mengambil air minum yang diberikan oleh anak buah Aubert. "Siapa namamu ibu tua?" tanya pria tersebut, sambil menatap kearah Annabella.


Annabella dia pun menatap tajam kearah pria yang menanyakan namanya. "Annabella Muller, kenapa kau menanyakan namaku anak muda?" tanya Annabella, seketika pria bertubuh tinggi dan kekar itu terperangah "tunggu sebentar" pria itu bergegas pergi, karena mendapatkan panggilan dari para teman-temannya. "Anak baru ini makanan jatahmu, makanlah biar kau kuat" teriak salah satu dari anak buah Aubert, melemparkan sebungkus makanan untuk Louis pengawal yang baru bergabung dikelompok Aubert.

__ADS_1


"Akww Akww.. Brott.."


Hey ada apa denganmu? Jika kau sakit perut pergilah kebelakang jangan berdiam diri disitu, sungguh sangat jorok sekli kau ini, kami mau makan ini pergilah"


Para anak buah Aubert meneriaki Louis yang buang angin dihadapan mereka yang akan makan malam, dengan cepat Louispun pergi kebelakang dimana toilet berada, yang berdekatan dengan tempat Annabella dikurung. "Aunty, aunty.. cepatlah makan ini untukmu" Annabellapun kembali bangkit dari tidurnya ia menatap tajam kearah Louis yang memanggilnya dengan sebutan aunty.


Dengan cepat Annabellapun memakan makanan yang diberikan oleh Louis kepadanya, karena sudah hampir empat hari dia tidak makan.


"Siapa kamu sebenarnya anak muda kenapa kau memanggilku dengan sebutan Aunty.?" Tanya Annabella


Louis tersenyum kearah Annabella dan menggenggam kedua tangan Annabella, "aku adalah Louis cucu dari Raul Muller Aunty"


Deg..


Annabella dia begitu senang mendengar pengakuan Louis, Annabella tersenyum bahagia karena kini ia bertemu dengan anak dari kaka sepupunya.


"Louis, Louis!! Bantu aku cepat" teriak salah satu anak buah Aubert yang memanggil dan menghampiri Louis, "Louis kita harus keluarkan wanita ini, karena tuan Aubert yang memita kita untuk membawanya" ucap pria tersebut "kita akan membawa perempuan ini kemana kawan?" Tanya Louis berpura-pura menanyakan Annabella akan dibawa kemana.


"Aku sendiri tidak tahu Louis yang jelasnya kita diperintahkan, untuk segera membawa wanita ini, keluar dari pulau ini secepatnya"


Deg..


Perasaan Louis mulai gelisah ia khawatir jika akan terjadi sesuatu kepada Annabella Auntynya.

__ADS_1


"Hey kenapa kau diam saja, ini kuncinya cepat buka pintunya" teriak pria tersebut sambil menyodorkan kunci, Louispun segera mengambil kunci yang diberikan oleh anak buah Aubert kepadanya, untuk membukakan pintu yang mengurang Annabella selama delapan belas tahun kurang lebih.


__ADS_2