
Namun Alexander masih terbaring lemah di atas tempat tidurnya, akhirnya Ernesto pun segera menghubungi Maicon ayah dari Alexander, karena saat ini Ernesto sedang fokus akan mencari tahu dengan komplotan yang sudah menculik Loren. "Halo Maicon, rumahku telah diserang oleh orang yang tak dikenal, apa itu semua perbuatanmu? Karena marah padaku yang tak bisa membuat putramu sembuh?" Teriak Ernest kepada Maicon, dari sambungan telponnya.
"Hey-hey maksudmu apa Ernesto? Apa kau sudah tidak waras menuduhku yang tidak-tidak ha! Mana mungkin aku menyerang rumahmu, sedangkan anak buahku tidak sebanyak anak buahmu bagaimana bisa, sedangkan putraku ada bersamamu bagaimana kau ini." Jawab balik Maicon dari sebrang telpon kesal terhadap Ernesto, yang sudah menuduh dirinya.
"Lalu siapa yang sudah berani menyerang
rumahku? Dan membawa putriku Maicon? Owhiya ada satu penting yang ingin aku sampaikan padamu, besok aku akan pulangkan putramu Alexander aku sudah tidak sanggup mengurusnya, karena kondisinya saat sedang koma Maicon." Tutur Ernesto
"Aku tidak tahu akan hal itu Ernesto, apa kau tidak melihat rekaman CCTV yang ada di rumahmu? Oke baiklah tidak apa-apa biar nanti anak buahku yang akan menjemputnya." Jawab Maicon
"Semua rekaman CCTV dirumahku telah dirusak oleh pelakunya Maicon, maka dari itu aku tidak bisa melacak siapa orang yang sudah membawa putriku dan menghancurkan rumahku." Ucap Ernesto
Setelah selesai menghubungi Maicon Ernesto begitu emosi, karena dia tidak bisa mengetahui akan keberadaan Loren, Ernesto membanting ponselnya ke sembarang arah hingga pecah menjadi beberapa bagian.
Sedangkan Annabella yang masih berada ditengah hutan yang terdapat rumah sederhana, yang sangat tersembunyi dan tak terlihat. Annabella yang baru saja terbangun dari tidurnya ia beranjak pergi menghampiri kamar yang digunakan untuk menyekapan Loren, didalam kamar Loren berbicara sendiri bahkan ia tertawa terbahak-bahak, dan sesekali menangis sambil menyebut-nyebut nama Alexander.
Annabella yang melihat keadaan Loren yang terlihat sangat memprihatinkan, "kasihan sekali wanita ini gila ternyata" gumam Annabella. Annabella pun kembali melihat keadaan Dallen yang masih terbaring lemah, akibat luka tembak di bagian dadanya, dan kini dia sudah mendapatkan perawatan khusus dari dokter anak buah Yakub.
"Yakub bisakah aku bicara denganmu sebentar?" Tanya Annabella kepada Yakub, Yakub pun segera menghampiri Annabella dengan merundukkan kepalanya, menandakan bahwa ia hormat terhadap majikannya. "Yakub apa kau mengetahui di mana letak dan posisi markas milik Ernesto? Tanya Annabella "ya tentu nona saya mengetahuinya," jawab Yakub dengan singkat, "kira-kira seberapa jauh lokasi markas Ernesto kalau dari rumah ini?"
Yakub kembali terdiam mengingat-ingat rute kelokasi markas milik Ernesto, "tidak seberapa jauh nona kita hanya membutuhkan waktu dua jam saja, untuk sampai ditujuan." Ujar Yakub
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kau persiapkan semuanya, nanti malam kita akan berangkat hanya kita berdua ingat hanya berdua, satu hal yang perlu kau diketahui jika dalam hitungan dua jam aku tak kembali dari lokasi, maka kau secepatnya tinggalkan tempat yang akan kita serang nanti." Tutur Annabella memperingati Yakub,
Yakub hanya mengganggukan kepalanya meskipun hatinya tidak bisa membiarkan Annabella, mendapatkan hal yang tak diinginkan namun ia tak bisa berbuat banyak.
Tengah malam pun tiba, malam yang ditunggu-tunggu oleh Annabella. Yakub sudah siap dengan kedua senjatanya, untuk menyerang lawan dengan pakaiannya yang serba hitam agar tidak terlihat oleh para musuhnya, ketika masuk ke dalam markas milik Ernesto. Begitupun dengan Annabella dia sudah keluar dengan balutan serba hitam, dan lengkap dengan kedua senjatanya serta kedua pisau belati miliknya.
Yang slalu Annabella sembunyikan di bawah sepatunya, tidak ada satu orang pun yang mengetahui posisi kedua pisau belati Annabella, hanya dia sendiri yang mengetahui posisinya.
"Drak kau tunggu di sini baik-baik jaga mereka, selama aku dan Yakub tidak ada. Ingat satu hal jika selama dua hari aku tidak kembali maka secepatnya kau tinggalkan negara Sepanyol ini, dan bawa perempuan gila itu ke Paris. Aiken, Dallen dan juga Yakub ingat itu Drak." Tutur Annabella dengan lirih, memberi peringatan kepada Drak pengawal setianya.
"Nona apa anda yakin akan berangkat hanya berdua saja?" tanya Drak yang mengkhawatirkan akan keadaan Annabella, "tentu Drak aku akan berangkat hanya berdua, karena di sini membutuhkan kau untuk menjaga mereka, disisi lain tidak ada orang yang bisa diandalkan selain dirimu maka aku percayakan kepadamu agar kau menjaga mereka." Tutur Annabella "baik nona jaga diri anda baik-baik, dan hati-hatilah karena ini sangat berbahaya untuk anda." Ucap balik Drak
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Annabella dan Yakub pun telah sampai di gerbang markas milik Ernesto. Yang begitu ketat dijaga oleh para anak buahnya, "baiklah Yakub kita sudah melewati markas milik Ernesto, meskipun agak sedikit jauh ya tapi tidak masalah, bawa mobilmu menjauh sekitar seratus meter dari sini, jika selama dua jam aku tidak kembali cepatlah kau kembali dan temui Drak, ingat aku akan masuk ke dalam sendiri, kau tidak perlu mengikutiku kau cukup diam disini apa kau paham Yakub. Ujar Annabella dengan tegas "baik nona"
Setelah membrikan perintah kepada Yakub pengawal barunya, Annabella pun melesat berlari sekencang mungkin. Bahkan kecepatan lari Annabella seperti busur panah yang sedang melesat, Yakub yang menyaksikan kecepatan lari seorang Annabella sampai melongo tak berkedip. Dia tidak menyangka jika Annabella mampu berlari secepat kilat, kecepatan yang super kilat, bahkan kini Annabella sudah dekat dengan gerbang markas milik Ernesto.
Annabella pun menghentikan laju kakinya, dan bersembunyi di balik pohon yang berada disamping markas. Annabella terus memeperhatikan laju mobil berwarna hitam, yang akan memasuki pintu gerbang markas Ernesto, Annabella segera mengambil ancang-ancang disaat pintu gerbang markas terbuka lebar, karena ada mobil yang akan masuk.
Selppp..
Dengan cepat Annabella mask kedalam kolong mobil, yang akan masuk kedalam markas tersebut.
__ADS_1
Annabella kini dia sudah berada di bawah kolong mobil, tidak lama kemudian akhirnya mobilpun terparkir tak jauh dari pintu masuk ke dalam markas. Annabella pun terus menajamkan pendengarannya terhadap orang-orang yang ada di dalam mobil tersebut, tak perlu menunggu lama keempat orang yang ada di dalam mobil tersebutpun sudah keluar dan masuk ke dalam markas.
Annabella terus memperhatikan ke sekelilingnya, disana ada beberapa anak buah Ernesto yang menjaga markasnya. Tanpa pikir panjang lagi Annabella pun segera keluar dari kolong mobil itu dengan menyelinap, Annabella terus memperhatikan gerak-gerik para anak buah Ernesto. Dengan cepat Annabella mengarahkan kedua pisaunya kearah para lawanya dan membantai satu persatu anak buah Ernesto dengan begitu sadis.
Semua anak buah Ernesto yang berada di luar markas sudah terkapar tak bernyawa lagi, bahkan tubuh mereka seperti diiris-iris akibat kekejaman dari sang gadis Mafia.
Para anak buah dan pengawal Ernesto, yang ditugaskan berjaga di dalam markas, mereka tak mendengar suara pembantaian yang telah dilakukan oleh Annabella di luar markas, karena Annabella membunuh lawannya bukanlah dengan senjata melainkan dengan pisau belati miliknya. Yang tak menimbulkan suara bising dan membuat kecurigaan lawannya, dan bisa mematikan mahluk hidup tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
Setelah berhasil membantai para anak buah Ernesto dengan sadis, Annabella kembali memasukkan pisau belatinya, dan mulai mengambil kedua senjatanya untuk menyerang para lawannya dengan jarak jauh. Dengan perlahan Annabella mulai membuka pintu markas, namun saat dia masuk tiba-tiba dia dihadang oleh beberapa pengawal Ernesto yang bertubuh tinggi kekar.
Tubuh Annabella terus jumpalitan kesana-kemari, sambil mengarahkan kedua senjatanya dari jarak yang tidak terlalu jauh. Hingga akhirnya baku tembak pun terjadi diantara dua belah pihak, naasnya para anak buah Ernesto tidak ada yang mampu melawan kekejaman seorang Annabella. sehingga para pengawal Ernesto yang ada di dalam markas berhasil Annabella bantai dengan luka tembak dibagian dada dan kepala mereka masing-masing. Dan kini hanya satu orang yang tersisa pengawal Ernesto, dan tanpa Annabella sadari dan ketahui jika anak buah Ernesto menekan tombol gas beracun yang ada di ruangan markas.
Dengan cepat anak buah Ernesto menekan tombol gas beracun hingga dengan cepat gas beracun menyebar ke seluruh ruangan markas, Annabella yang baru menyadari jika ruangan itu sudah dipenuhi oleh gas beracun. Dia segera menutup mulut dan hidungnya oleh penutup wajahnya, dia pun segera mengambil senjatanya dan menembak anak buah Ernesto yang sedang menekan tombol gas beracun tersebut, dan seketika anak buah Ernesto pun tewas di tempat.
Tombol gas beracun sudah berhasil Annabella matikan, namun naas gas beracun sudah terlanjur dia hirup meskipun tidak banyak, akhirnya Annabella pun terkulai lemas ia pingsan di dalam markas milik Ernesto. Tidak lama kemudian Tiba-tiba segerombolan mobil memasuki markas milik Ernesto, dan ternyata mereka adalah para pengawal dan adik Ernesto yang menjadi kaki tangan Ernesto yang bernama Zion. Mereka terus menyusuri markas, yang sudah di penuhi oleh mayat para anak buah Ernesto.
Yakub, yang sejak tadi dia menunggu kedatangan Annabella, dia terus memperhatikan jarum jam di tangannya, dengan perasaan gelisah dan khawatirnya terhadap Annabella. Yakub tidak bisa berbuat apa-apa bahkan dua jam pun telah dilewatinya, namun Yakub masih tetap menunggu kembalinya Annabella dari markas Ernesto, karena ia masih memikirkan dan mengkhawatirkan keadaan Annabella namun dia tak punya pilihan lain selain pergi dan kembali ke rumah mersembunyiannya, untuk memberitahukan Drak. Setelah menunggu kurang lebih dari tiga jam namun Annabella tidak kunjung keluar dari markas Ernesto, Yakub yang sudah mendapatkan peringatan dari Annabella sebelum berangkat.
Dengan berat hati Yakub pun terpaksa kembali pulang tanpa Annabella, Yakub yang frustasi dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga tidak terasa dalam satu jam dia sudah sampai dirumah persembunyiannya. Tubuhnya Yakub terasa lemas seperti tak bertulang, Yakub benar-benar merasa gagal menjadi pengawal Annabella. Ia pun masuk kedalam rumahnya dengan tubuh lunglainya, sesampainya didalam rumah Yakub menjatuhkan dirinya sendiri dibawa lantai.
Yakub berteriak begitu kencang karena dia telah gagal, tidak bisa melindungi Annabella. "Tuan Yakub apa yang terjadi dengan nona Annabella! Dimana dia kenapa nona Annabella tidak ikut pulang dengan anda tuan?!" Bentak Drak kepada Yakub, dia sudah tidak peduli dengan setatus Yakub siapa, yang jelas Annabella adalah orang yang dititipkan oleh Mikael kepadanya.
__ADS_1