KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Glorria bertemu Maicon


__ADS_3

Kembali lagi Aiken dan Arno, kini mereka sudah terlihat menua karena kondisi kehidupan mereka yang kesulitan ekonomi, tapi mereka masih terlihat gagah dengan tubuh kekar mereka, karena hidup mereka tak seberuntung Drak dan Dallen ditambah lagi mereka juga sudah tidak pernah merawat dirinya seperti dulu, karena setiap harinya mereka akan disibukan dengan berjualan keliling perkampungan.


Mereka masih setia mendampingi Maicon, dan mereka juga tak memikirkan untuk memiliki pasangan hidup. Mereka mengabdikan dirinya untuk Maicon, meskipun keadaan mereka hingga saat ini masih sangat memprihatinkan.


Pada siang itu Glorria keluar dari rumah megahnya ia keluar dan berniat untuk berkuda, Glorria berjalan diatas atas kudanya dengan mengelilingi hutan kecil, yang tak begitu jauh dari kediamannya ia terus melajukan kudanya menyisir jalanan setapak namun tiba-tiba.


Gubrakkk.. "Aarghh.!! Sakit"


Glorria tersentak kaget karena kudanya menabrak seorang kakek tua yang pincang,


Glorriapun segera turun dari atas kudanya dan dia segera menghampiri kakak tua yang dia tabraknya.


"Aduh maafkan kuda saya Molly, kakek saya benar-benar tidak sengaja" ucap Glorria merasa tidak enak, dengan kakak tua itu karena barang jualannya menjadi rusak sebagian.


Glorriapun langsung membantu mengambil barang-barang milik kakek tua yang terjatuh karena ditabrak oleh kudanya, Glorria menatap tajam ke arah wajah kakek tua yang telah dia tabraknya,


Kakak tua itu terus meringis karena kesakitan di bagian kakinya, dia terus mengurutnya dengan sebelah tangannya.


kedua mata Glorria tak berhenti menatap tajam kearah kakek tua yang ada dihadapannya, hati Glorria berdetak kencang karena dia baru sadar jika kakek tua itu adalah Maicon kakaknya, dengan perasaan bahagia bercampur sedih Glorriapun menggenggam tangan kakek tua tersebut.


"Grandpa.. Grandpa.."


Perkataan Glorria mengejutkan Maicon, yang memanggil dirinya dengan sebutan kakek.

__ADS_1


"Benarkah ini dirimu Grandpa Maicon?" Tanya Glorria penasaran ingin segera mendengar jawaban kakak tua itu, Glorria terus berteriak sambil memeluk erat si kakek tersebut, sedangkan Maicon dia benar-benar masih bingung dan gadis cantik cantik yang memanggil dirinya kakak, Maicon tidak bisa berkata-kata lidahnya terasa kelu untuk berbicara.


Glorria ternyata dia masih mengenali kakek-kakek yang ia tabraknya, yang tak lain dia adalah Maicon kakeknya sendiri, Maicon yang pada saat itu sedang berjualan, ia lewat jalan setapak untuk menuju rumah-rumah warga yang berada di pelosok dengan kakinya yang pincang, Maicon membawa barang dagangannya menuju penduduk desa.


Tanpa dia sadari dia ditabrak oleh kuda seorang gadis cantik berwarna putih, seketika Maiconpun terjatuh beserta barang bawaannya. Ia tak mengenali siapa gadis yang menunggangi kuda tersebut, Maicon hanya meringis kesakitan namun saat ia mendengar suara dan panggilan kakek kepadanya.


Seketika hati Maicon tersentak karena ia baru menyadari jika gadis cantik yang ada di hadapannya adalah cucu kandungnya yaitu Glorria, seketika itu juga Maicon menangis dan memeluk tubuh Glorria yang kini sudah menjelma menjadi gadis cantik.


Dengan sigap Glorriapun segera mengangkat tubuh kakeknya Maicon, yang sudah renta naik ke atas kudanya, dengan gerakan cepatnya Glorriapun segera membawa Maicon untuk pulang kerumahnya.


"Hiaaa.. hiaaa.." tokkk.. takkkk.. tokkk..


Tidak perlu membutuhkan waktu lama akhirnya Glorriapun tiba dirumahnya,


"Pengawal cepat buka pintunya dan bawa masuk Grandpa kedalam, dan kau siapkan kebutuhannya" ucap Glorria sambil memanggil para pengawalnya agar membawa Maicon masuk ke dalam rumahnya, para pengawal itu pun bergegas membawa Maicon dengan memapahnya ke dalam rumah Glorria.


Tak lama kemudian, dua orang pria yang tak muda lagi datang dengan membawa barang-barang mereka yang lumayan begitu banyak.


Glorria menajamkan pandangannya terhadap kedua pria, yang berjalan kearahnya Glorria menghentikan kudanya agar tak kembali berjalan.


"Uncle besar..!!"


Teriak Glorria, sambil tersenyum kearah kedua Unclenya.

__ADS_1


Aiken dan Arno yang sudah siap menyusul Maicon menuju pelosok desa untuk berjualan, tiba-tiba Aiken dikejutkan oleh suara gadis yang memanggil dirinya dengan sebutan Uncle besar dari seseorang gadis yang tak mereka kenali.


Aiken melihat ke arah suara yang memanggil sebutan Uncle besar yang pernah ia dengar saat beberapa tahun silam, dan sebutan itu hanya Glorria gadis kecilnya dulu yang sering memanggil dirinya dengan sebutan itu. Hati Aiken begitu terkejut mendengar sebutan nama itu, karena ia mengingat jika hanya Glorria lah yang memanggil dengan sebutan nama itu.


Aiken menatap tajam ke arah gadis yang sedang menaiki kuda putih dan terus memanggil dirinya sambil tersenyum cantik, gadis cantik dengan rambut panjang dan memiliki bola mata biru dengan tubuhnya yang seksi, Aiken terus menatap gadis itu dan tersenyum kepadanya.


"Uncle besar!! Uncle besar ayok ikut denganku"


Aiken dia masih bimbang ia masih berdiri, ia tak menyangka dan tak percaya seperti dirinya sedang bermimpi, jika gadis yang begitu mirip dengan Annabella adalah Glorria, namun perbedaannya gadis ini memiliki rambut yang kuning dan bola mata biru.


"Hey Aiken apa yang kau pikirkan.? lihatlah gadis itu sudah berjalan, dia mengajak kita, apa jangan-jangan dia akan membeli jam tangan kita ayok kita kejar ikuti gadis itu" ajak Arno kepada Aiken, Arno sudah berlari mengejar kuda putih milik Glorria. Aikenpun terjingkat karena ia baru menyadari jika sebutan yang tadi didengarnya adalah Glorria.


"Gadis kecilku.!! Glorria iya gadis itu adalah Glorria, tunggu gadis kecilku tunggu!!"


Teriak Aiken sambil berlari terbirit-birit sampai-sampai barang jualannya banyak yang terjatuh, dan sudah tak ia hiraukan lagi, saking senangnya Aiken terus berlari tanpa lelah menyusul Arno yang sudah berlari lebih dulu meninggalkannya.


"Aiken tunggu aku jangan tinggalkan aku, kenapa kau jadi lari lebih dulu" Arno tak terima jika dirinya disalip oleh Aiken, hingga ia pun kembali mempercepat langkah kakinya hingga kini mereka sudah berada di barisan yang sama.


"Arno apa kau tahu siapa yang tadi memanggilku?" Tanya Aiken, Arno menggelengkan kepalanya karena ia tidak mengetahui siapa sebenarnya gadis yang telah memanggil Aiken tadi.


"Dia adalah Putri tuan Alexander dan nona Annabella, kita susul dia jangan sampai kita kehilangan jejaknya ayok cepat!!' teriak Aiken kepada Arno yang memberitahukan jika gadis cantik yang menunggangi kuda putih itu adalah putri dari Annabella dan Alexander.


Akhirnya Glorriapun telah sampai di kediaman mewahnya, dan tak begitu lama Aiken dengan Arnopun tiba menyusulnya.

__ADS_1


Sedangkan Drak dan Dallen mereka sedang tidak ada di rumah, karena mereka sedang melakukan tugas yang diberikan oleh Glorria kepada mereka.


Glorriapun langsung mengajak Arno dan juga Aiken masuk ke dalam rumahnya, kini mereka sudah berkumpul bersama dengan Maicon kakeknya, tak henti-hentinya Aiken dan Glorria berpelukan karena mereka sangat dekat saat Glorria kecil dahulu.


__ADS_2