KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Cari sampai ketemu


__ADS_3

Hidangan makan malam di meja tersedia dengan begitu banyak lauk pauk dan yang lain sebagainya tersedia, hingga membuat Drak dan juga Dallen melongo melihat makanan yang super lengkap sudah seperti akan ada acara makan besar.


"Nona besar apa malam ini ada acara makan-makan kenapa makanan lezat ini begitu banyak?" Tanya Drak sambil menatap dan menelan ludahnya.


"Tentu malam ini ada acara makan malam bersama dan khusus Uncle coklat, karena ada orang sepesial kakak cantikku dan aku" jawab Deborah


"Oiya siapa kira-kira mereka gadis kecilkku?" Tanya Drak penasaran


"Lihat saja nanti pasti Uncle akan mengetahuinya"


Drak sudah sangat ketakutan saat ia melihat makanan yang begitu banyak ada di atas meja makan, karena ia sedang melakukan diet untuk mengurangi berat badannya yang semakin hari semakin bertambah.


"Nona besar apa tidak salah ini makanan begitu banyak? Uncle tidak sanggup untuk duduk di kursi ini nona besar" Drak kembali mengeluh saat ia melihat makanan.


"Drak kau tidak perlu mengeluh tapi yang harus kau lakukan itu, kau harus rajin berolahraga bukan setelah makan kau tidur Drak, percuma kau nge-gym setiap hari tapi setelah makan kau tertidur pulas, bahkan sampai mendengkur membuat telingaku bising"


Drak hanya nyengir mendengar ejekan Dallen kepadanya.


"Para asisten tolong panggilkan mereka agar segera turun ke bawah" Glorria kembali memberikan perintah kepada para asisten yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian kedua Unclenya dan juga Grandpanya turun, dari atas tangga menuju lantai bawah untuk makan malam bersama.


Dengan tergopoh-gopoh Maicon berjalan menuju meja makan, dengan penampilan mereka yang sudah sangat rapih dan bersih, yang diikuti oleh kedua pengawalnya yaitu Aiken dan juga Arno.


Drak dan Dallen mereka tak menyangka jika yang ada di hadapan mereka adalah Maicon dan Aiken serta Arno.


Dallen langsung menghampiri dan memeluk erat Aiken, yang sudah begitu lama lama ia rindukannya, begitupun juga Drak memeluk Maicon karena mereka tak menyangka mereka akan dipertemukan kembali.


Semua pria-pria gagah itu menitikan air matanya, karena mereka terharu masih diberi umur panjang dan bisa kembali berkumpul.


"Dallen putraku, dan begitu juga kau Drak, terimakasih kalian sudah menjaga kedua gadis cantikku dengan baik, berkat kalian berdua Glorria dan Deborah tumbuh menjadi gadis pintar" tutur Maicon, Dallen dan Drak mereka hanya tersenyum mendengar kata-kata Maicon, setelah mereka terhanyut dalam keharuan mereka, akhirnya mereka semua pun makan malam bersama.


Deborah ia terus menggoda Drak yang ketakutan akan tubuhnya semakin gendut. Saking jahilnya Deborah tak henti-hentinya mengisi piring makan Drak, dengan makanan yang mengandung lemak.


Dark kembali mengeluh dengan ejekan Deborah yang begitu jahil menggoda Drak, di depan para Uncle unclenya dan juga kakeknya Maicon, tingkah Deborah dan Drak menjadi bahan tawan Maicon dan yang lainnya.


Bukan hanya Dallen saja yang tertawa geli, namun semua yang ada di meja makan itu ikut tertawa, menertawakan kelakuan Drak dan juga Deborah yang tak pernah akur mereka berdua. Tak terkecuali dengan Glorria dia fokus dengan makanan yang ada didepannya, ia makan dan menghabiskan makanan yang ada di piringnya, setelah selesai makan ia pun berpamitan kepada kakeknya dan keempat Unclenya untuk pergi ke kamarnya, yang tak lama disusul oleh Deborah karena ia ingin kekamar kecil.


"Dallen Drak, apa yang terjadi dengan putri kecilku kenapa dia terlihat dingin sekali? Sangat berbeda sekali dengan Glorria yang dulu" ujar magic mempertanyakan akan sikap dingin Glorria, yang menurut penglihatan Maicon sangat aneh dan berubah.

__ADS_1


Maicon dia masih penasaran dan terus mempertanyakan sikap cucunya Glorria, yang jauh berubah ketika Glorria kecil yang super aktif dan cerewet, yang terlihat jelas dengan sikapnya yang sekarang begitu dingin dihadapan semuanya.


Dallen dan Drakpun menceritakan semua kejadian yang telah diketahui oleh Glorria selama ini, semenjak Glorria mengetahui apa yang telah terjadi kepada kedua orangtuanya. "Jadi begitu ceritanya kenapa Glorria gadis kecilku berubah, tidak seceria dulu tidak dan secerewet dulu, masalahnya sangat berat Dallen Drak" jawab Maicon


"Lalu apa kalian sudah mengetahui bagaimana keberadaan Annabella dan Alexander, apa mereka baik-baik saja?" ucap Maicon kembali bertanya, dengan bersamaan Drak dan Dallenpun menggelengkan kepala mereka, karena hingga detik ini juga mereka masih belum mengetahui keberadaan Alexander dan Annabella.


Glorria yang sudah berada didalam kamarnya ia kembali memandangi kedua fhoto orang tuanya Annabella dan Alexander, "Mammy Deddy aku sangat merindukan kalian, lihatlah Grandpa sudah berada di sini Mamm Deddy, mau sampai kapan aku harus menahan rasa rindu ini terhadap kalian hikss hikss" Glorria berbicara sendiri dengan tatapan matanya tertuju kepada fhoto yang ada di dinding, yaitu fhoto Annabella dan Alexander.


Disisi lain, tiba-tiba seorang pria muda berjalan cepat menuju ruangan tuanya "permisi tuan, saya ingin menyampaikan mengenai bisnis heroin kita telah mengalami kerugian besar tuan, karena para pelanggan kita telah berpindah tangan tuan" ujar Dezi sambil menundukkan kepalanya


"Apa yang kau katakan Dezi?! Apa kau sudah membohongiku atau sedang mengelabuhiku, itu hal yang sangat tidak mungkin Dezi para pelanggan kita secara tiba-tiba pindah kelain bandar" teriak Bastev membentak anak buahnya Dezi, yang mengelola bisnis heroin miliknya dia tidak terima dengan kabar yang dia dengarnya.


Bastev yang tidak terima dia mengamuk didalam ruangannya, mengenai bisnis heroinnya yang mengalami kerugian besar karena hilangnya para pelanggannya, yang telah berpindah tangan kelainan pemilik.


"Aku tidak mau tahu Dezi, yang terpenting sekarang kau cari tahu siapa pemilik dan pengedar heroin, yang sudah berani mengambil semua para pelangganku!" teriak Bastev dengan penuh emosi, karena mendapatkan pelanggan itu tidaklah mudah apa ini bisnis yang sangat tertutup dan terlarang.


"Baik tuan saya akan mencari pemilik heroin itu, dan mencari tahu dimana gudang mereka yang sudah berani mengambil pelanggan anda" jawab Dezi dan berlalu pergi keluar dari ruangan Bastev.


"Brengsek siapa kalian? Sudah berani mengambil para pelangganku, rupanya kalian belum tahu sedang bermain-main dengan siapa ha" gerutu Bastev

__ADS_1


Disore hari Bastevpun memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya, dengan raut wajahnya yang ditekuk karena dia masih kesal. "Ekhh Bastev kau sudah kembali nak, lah ada apa denganmu kenapa wajahmu kusut sekali, apa kau sedang ada masalah?" Tanya Ariane ibunya


Bastev hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Ibunya, "owhiya Bastev hari ini Bente dan ibunya akan tiba di Bandara, bisakah kau menjemput mereka nak kasihan sekali jika mereka tidak disambut oleh keluarga kita" ucap Ariane meminta Bastev untuk menjemput Bente dan ibunya.


__ADS_2