KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Kamu dimana gadis kecilku


__ADS_3

Glorria diusianya yang masih belia, ia sudah mahir menaiki kuda kesayangannya, Dallen yang memiliki memiliki dua ekor kuda. Yang satu kuda betina ibunya Molly, sudah sering sekali Glorria menaiki induknya tanpa sepengetahuan Dallen, kadang membuat Dallen ketakutan jika melihat Glorria menunggangi kuda besar karena Glorria masih sangat kecil, dan sangat ngeri jika melihat Glorria menunggangi kuda besar.


Glorria juga sering bermain dengan pisau dapur tanpa sepengetahuan Dallen, yang membuat yang membuat Dallen akan berteriak histeris karena Dallen takut jika jari-jari Glorria terluka. Kadang Dallen lupa jika Glorria adalah putri dari Mafia terkejam, tibalah waktunya Glorria sudah siap untuk berangkat ke acara ulang tahun sahabatnya Basten.


Dallen mendandani Glorria kayaknya boneka hidup, Glorria sudah sangat cantik dengan gaun Cinderellanya berwarna putih dan pink. begitupun dengan Dallen, akhirnya mereka pun berangkat menuju kediaman Basten. Sesampainya di kediaman Basten, Glorria melongo melihat rumah mewah milik orangtua Basten, begitupun juga dengan Dallen ia tidak berani masuk kedalam karena tidak diperbolehkan oleh para pengawal ayah Basten.


Para teman-teman Basten sudah berkumpul didalam rumah megah Basten, untuk ikut merayakan ulang tahun Basten. Glorria berjalan menghampiri Basten ia memberikan sebuah kado kecil untuk Basten, "Basten ini untukmu maaf aku tidak bisa memberikanmu kado yang lebih besar dari ini" tutur Glorria sambil tersenyum, Glorria membrikan kado kepada Basten sambil menundukkan kepalanya, "Flora kamu kasih kado apa untuk Basten?" teriak Bente sahabatnya Basten.


Glorria hanya tersenyum dan diam disaat dia mendapatkan ejekan dari para teman-temannya, ia hanya diam tanpa bicara sepatah katapun. "Tidak apa-apa Flora kamu jangan bersedih ya, aku sangat senang kamu sudah bisa datang diacara ulang tahunku, apa lagi kamu kasih aku kado akan aku simpan selalu kado dari kamu Flora" ujar Basten menenangkan Glorria.


Basten tak henti-hentinya menatap kearah Glorria bahkan ia terus tersenyum, "Flora ayok ikut denganku, aku mau mengunjukkan sesuatu padami" seorang anak perempuan yang bernama Bente menarik tangan Glorria, dan mengajaknya untuk mengambil es krim yang disiapkan diruang berbeda.


Glorria yang ditarik oleh Bente terpaksa mengikuti Bente, "Flora kamu mau ini?" tanya Bente kepada Glorria, Bentepun mengambil es krim dan membrikan es krim tersebut kepada Glorria, namun saat Glorria akan mengambilnya, es krim tersebut sengaja ditumpahkan oleh Bente tepat mengenai gaun Cinderella Glorria. Hingga gaun kesayangan Glorria kotor oleh es krim coklat, bukan hanya itu saja bahkan Bente menarik renda-renda tipis yang menempel di gaun milik Glorria hingga robek, sontak saja membuat para teman-teman lainnya menertawakan Glorria.


Glorria mendengus kesal dia tidak menangis sama sekali bahkan ia malah ikut tertawa, dengan para teman-teman yang mengejek dirinya, dengan tertawanya Glorria dalam hatinya menghitung seberapa banyak teman-temannya yang ikut menertawakan dirinya.


Glorriapun pergi meninggalkan Bente dan para teman-temannya, ia kembali menemui Basten. "Bajumu kenapa kotor seperti ini Flora?" Tanya Basten sambil menatap kearah gaun Glorria, "owh tidak apa-apa Basten tadi hanya tertumpah es krim saja, aku mau pamit pulang Basten terimakasih kamu sudah mengundangkun" tutur Glorria tanpa menunggu jawaban dari Basten, Glorria berlalu pergi begitu saja,


Glorria kembali menghampiri Bente yang masih berada ditempat semula, Glorria mengabil es krim begitu banyak dan tanpa disangka-sangka Glorria membalurkan es krim tersebut kegaun Bente dan teman-temannya yang tadi telah menertawakan dirinya. Tak sampai disitu saja Glorria kembali membalas Bente lebih parah lagi, Glorria menarik pita baju milik Bente hingga robek.

__ADS_1


Setelah ia puas membalas teman-temannya, dengan apa yang telah dilakukan oleh Bente kepadanya. Glorria tersenyum getir melihat kearah teman-temannya, dan berlalu pergi keluar dari rumah Basten ia berjalan kearah Dallen yang masih berada diluar gerbang. Karena Dallen tak diperbolehkan masuk oleh penjaga, karena didalam yang ikut hanyalah para ibu-ibu bukan bapak-bapak. "Ayok kita segera pergi dari sini Uncle" ajak Glorria kepada Dallen dengan wajah datarnya, Dallen tersentak kaget, karena baru pertama kalinya ia mendengar suara Glorria yang begitu dingin kepadanya. Tanpa sepatah katapun Dallenpun pergi meninggalkan rumah mewah tersebut, sesampainya dirumah Glorria segera melepaskan gaun barunya yang sudah kotor oleh es krim.


"Maafkan aku gaunnya kotor Uncle" Dallenpun melihat gaun yang dipegang oleh Glorria, Dallen kemabli melihat wajah cantik Glorria yang merah dan basah oleh air mata. "Hei gadis kecil kesayangan Uncle kenapa menangis sayang ada apa?" tanya Dallen sambil menarik tubuh mungil Glorria kedalam pelukannya. "Cepat katakan kenapa gadis cantik kesayangan Uncle menagis, apa ada yang menyakitimu katakan pada Uncle gadis kecilku?" Dengan sesegukan Glorriapun menceritakan semuanya kepada Dallen, jika teman-temannya yang sudah membuat baju barunya kotor Dallen terus menjadi pendengar seti Glorria, dan Dallen tertawa terbahak-bahak saat ia kembali mendengar jika Glorria membalas teman-temannya.


Glorria mengerutkan dahinya melihat Dallen tertawa geli "Uncle kenpa tertawa apa Uncle tidak marah kepadaku?" Tanya Glorria penasaran "Tidak gadis kecilku untuk apa Uncle marah kepadamu, tapi Uncle bangga karena gadis kecil Uncle seorang pemberani dan luar biasa" jawab Dallen sambil mencium pucuk kepala Glorria.


"Tapi Uncle aku tidak bahagia karena gaun Cinderellaku telah rusak" ujar Glorria dengan lirih, wajah Glorria seketika berubah ia terlihat sedih karena gaun satu-satunya yang ia miliki sudah robek. "Coba senyum dulu nanti kita bisa beli lagi gadis kecilku, bagaimana mau tidak?" ujar Dallen membujuk Glorria.


Glorriapun tersenyum dan ia kembali memeluk Dallen dengan penuh kasih sayang, seharusnya cinta pertama anak perempuan itu akan tertuju kepada ayahnya. Tapi berbeda dengan Glorria ia tidak mengetahui siapa ayah dan ibunya, maka cinta Glorria tertuju kepada Dallen dan begitu juga dengan Dallen, sebelum adanya Glorria yang ia urus setiap hari adalah mayat dan senjata, tapi sudah beberapa tahun ini Dallen diharuskan mengurus seorang bayi Glorria masih mereh, hingga kini Glorria sudah tumbuh menjadi anak pintar dan cantik.


Disaat Glorria sehat pikiran Dallen akan senang dan bahagia, tapi disaat kondisi Glorria sakit atau demam ia akan merasakan kepanikan yang luar biasa. Bahkan rasa panik Dallen melebihi dirinya saat diserang ratusan musuh-musuhnya, keesokan harinya Glorria tak ingin pergi ke sekolah lagi, karena sudah sangat membenci teman-temannya.


Dallen mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Glorria sehingga dia tidak bisa memaksa Glorria untuk pergi ke sekolahannya, karena Dallen tidak ingin melihat Glorria sedih atau menangis, disiang itu Dallen sedang sibuk memeras susu susu sapinya, agar susu hasil perasannya bisa segera ia jual.


Takk.. Tokk.. Takk.. Tokk..


Dallen tersentak kaget, dan ia celangak-celinguk mencari-cari suara kaki kuda yang sedang berlari dihamparkan ladangnya yang cukup luas.


"Oh my god.!!"

__ADS_1


Kedua mata Dallen terperangah melihat Glorria sudah berlari menaiki induk kuda besar, bahkan kuda tersebut berlari cukup kencang.


Tanpa pikir panjang lagi Dallenpun keluar dari dalam kandung sapi, dan ia berlari dengan membawa can ember susu, Dallen berlari sekencang mungkin mengejar kuda yang Glorria tunggangi. "Gadis kecilku Kembali kembali!!" Dallen terus berlari sambil berteriak, Glorria menoleh kebelakang ia melihat Dallen yang sedang mengejar dirinya. "Mammynya Molly berhenti!!" Teriak Glorria sambil menepuk-nepuk induk kuda.


Kuda itu pun berhenti dengan sendirinya, mendengar perintah dari Glorria. Dallen terengah-engah menahan nafasnya karena ia berlari terpontang-panting mengejar kuda, Glorriapun segera turun dari kuda besarnya tanpa bantuan Dallen. Dallen yang panik dia melemparkan can ember yang berisikan susu hasil perasannya, Dallen langsung memeluk Glorria dengan begitu eratnya ia sangat takut jika terjadi sesuatu kepada Glorria.


"Jangan lakukan ini lagi gadis kecilku, bisa-bisa Uncle jantungan dan mati berdiri" Glorria malah tertawa mendengar perkataan Dallen, "siap Uncle aku tidak akan melakukannya lagi, aku berjanji kepadamu Uncle" jawab Glorria


Hari-hari telah berlalu telah dilewati oleh Glorria, hanya bermain dirumah dengan Dallen semenjak kejadian itu Glorria tak ingin pergi kesekolah lagi. Tapi di siang itu Glorria kedatangan tamu, yang tak lain ia adalah Basten sahabatnya, Basten juga tak sendiri datang kerumah Glorria, tapi Basten ditemani beberapa pengawalnya. "Hai Flora, bagaimana keadaanmu kenapa kamu tidak pernah masuk sekolah lagi?" Tanya Basten


"Hemm iya Basten aku sudah malas untuk pergi ke sekolah, karena banyak teman-teman ku yang tidak menyukaiku, owiya ada apa kamu kerumahku?" Tanya Glorria ''tidak apa-apa aku hanya ingin memastikan jika dirimu baik-baik saja Flora, oeiya tunggu sebentar Flora aku punya sesuatu untukmu" Basten berlari kedalam mobilnya, Ia mengambil permen yang berisikan hadiah didalamnya.


"Para pengawal kalian boleh tunggu aku disini saja, aku akan pergi melihat kuda temanku dulu" ujar Basten kepada para pengawalnya. Para pengawal Basten pun menuruti apa kata Basten, Basten dan Glorriapun berlari lari kearah ladang, yang terdapat rumput-rumput hijau disana Glorria berguling-guling diatas rumput yang diikuti oleh Basten. Keduanya membuka kotak permen yang berisikan hadiah itu, Glorria jepitan rambut didalam kotak permen tersebut, sedangkan Basten ia menemukan gantungan kunci berwarna hitam.


"Ikh cantik sekali gantungan kuncinya Basten, warna hitam kesukaanku" tutur Glorria sambil melirik kearah gantungan kunci yang didapat Basten, "apa kamu menginginkannya Flora? Jika kamu menginginkannya ini untukmu saja, tapi berikan ikat rambut itu untukku bagaimana?" pinta Basten, ia meminta Glorria memberikan ikat rambut yang didapat Glorria, Glorriapun memberikan ikat rambut miliknya dan ia menerima gantungan kunci milik Banten.


Mereka tertawa diatas hamparan rumput yang hijau, "Flora apa kamu mau selalu menjadi temaku?" Tanya Basten "tentu aku mau Basten, tapi aku tidak bisa menemanimu dikesekolah lagi" tutur Glorria "iya Flora tidak apa-apa, tapi kenapa kamu tidak mau sekolah lagi? Apa kamu tidak mau menjadi dokter kalau kamu tidak sekolah kamu tidak akan bisa menjadi dokter Flora, tapi kalau itu maumu tidak apa-apa nanti biar aku saja yang bermain kesini" jawab Basten,


"Iya Basten aku tahu, tapi aku ingin membantu Uncle, ngurusin sapi-sapi biar kami punya tabungan banyak dan uang banyak Basten" ujar Glorria dengan lirih "untuk apa kamu ingin punya tabungan banyak Flora?" Tanya Basten penasaran "Emm biar Uncle bisa jemput Mammy dan Daddy ku, karena Mammy dan Daddy aku tidak bisa datang menjemputku kemari karena mereka tidak tahu jalannya" Bastian teridam mendengar kata-kata Glorria.

__ADS_1


"Aku ada ide Flora bagaimana kalau aku membantumu untuk isi tabunganmu, apa kamu setuju dengan ideku ini?" tanya Basten "Ha a? Kamu serius Basten tapi kamu punya uang dari mana?" Tanya Glorria "tentu aku serius Flora, aku selalu dikasih uang jajan oleh Mammy, nanti uang jajanku untuk kamu tabung saja bagaimana" jawab Basten penuh semangat


Setelah cukup lama Basten bermain, ia dipanggil oleh pengawalnya jika ia harus segera pulang, Basten pun ikut pulang dengan para pengawalnya. Tidak lama kemudian Dallen pulang dari toko penjualan susu, "gadis kecilku dimana dirimu sayang?" Dallen mencari-cari keberadaan Glorria.


__ADS_2