KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Dendam mulai tertanam


__ADS_3

Dallen dia begitu terkejut saat melihat kondisi Glorria sudah pingsan, dengan perasaan paniknya Dallen terus menggoyang-goyangkan Glorria.


"Gadis besar bangun sayang" Dallen menggosok-gosok telapak kaki Glorria, dengan tujuan agar Glorria segera kembali siuman.


"Drak bagaimana ini gadis besar kita pingsan Drak, cepat bantu aku untuk berpikir Drak bagaimana ini" ucap Dallen dengan begitu panik dia berteriak kepada Drak.


Drak pun ikut panik melihat keadaan Glorria yang secara tiba-tiba pingsan, "Dallen kau tunggu sebentar disini aku akan carikan daun obat untuk penurun panas, ini kau gendong dulu gadis kecil kita" ucap Drak sambil memberikan Deborah kepada Dallen, Drakpun langsung berjalan untuk mencari daun-daun yang bisa digunakan untuk penurun panas.


"Dallen sebelah sana ada sungai sebaiknya kita bawa gadis besar kesebalah sana, ajak Drak kepada Dallen sambil kembali mengambil Deborah dari gendongan Dallen.


Dallenpun kembali menggendong tubuh Glorria, dan benar saja tak jauh dari posisi mereka ada sungai besar namun airnya sangat surut.


Dallenpun segera mencari batu besar agar bisa menidurkan tubuh Glorria, setelah ia menemukan batu besar Dallenpun segera menidurkan Glorria diatas batu besar.


Sedangkan Drak setelah mendapatkan dedaun-daunan untuk penurun panas, diapun langsung menumbuknya dan segera diberikan kepada Dallen, Dallepun segera membalurkan tumbukan daun-daunan tersebut ketubuh Glorria yang panas dan Ia duduk disampingnya.


Drakpun ikut duduk disamping Dallen, ia tak melepaskan gendongan Deborah karena ia tahu jika Dallen sedang kelelahan.


"Kasian sekali putri-putri nona Annabella dan tuan Alexander ya Drak, hidup mereka selalu kesulitan karena menjadi incaran para musuh-musuh nona Annabella" ujar Dallen dengan lirih


"Untuk saat ini kita tidak bisa berbuat apa-apa Dallen, tugas kita hanya menjaga kedua gadis-gadis penerus nona Annabella dan tuan Alexander dari para musuh mereka" jawab balik Drak "iya Drak tapi bagaimana dengan nasib nona Annabella dan tuan Alexander saat ini ya Drak? Jujur saja aku sangat mengkhawatirkan keadaan mereka meskipun feelingku mereka masih hidup, tapi kemungkinan besar para musuh membawa nona Annabella dan tuan Alexander dan menyekapnya" ucap Dallen


Dallenpun terdiam karena ia sediri masih belum bisa memastikan keberadaan kedua tuannya ada dimana, "Dallen kita harus kembali ke Paris" ucap Drak


"Hemm apa kau baru sadar jika sejak tadi siang aku bicara kepadamu kalau sebaiknya kita kembali saja ke Paris Drak, tapi kau sendiri yang bilang takut kalau rumah persembunyian nona Annabella sudah dikuasai musuh, terus sendiri juga bilang kalau kita ini sedang diincar oleh para musuh, karena mereka menginginkan kedua putri nona Annabella dan tuan Alexander itu yang kau katakan, tapi kenapa sekarang kau berubah pikiran?" tanya balik Dallen

__ADS_1


"Iya aku faham Dallen, maksudku kita kembali ke Paris jangan melalui jalur perkotaan, untuk menuju karena rumah dan markas milik nona Annabella" jawab Drak "terserah kau sajalah pusing aku mendengarmu, kau ini susah untuk diajak bicara serius dari kemarin juga aku sudah katakan padamu kalau kita gunakan jalan alternatif saja, tapi kenapa sekarang kau malah kembali bertanya aneh" ucap Dallen kesal dengan Drak


"Iya maaf kemarinkan aku masih belum terpikir, tapi sekarang aku sudah yakin karena aku sendiri yang memegang kendali rumah tersebut, aku lupa kalau aku memiliki kunci cadangan rumah itu" ucap Drak sambil nyengir


"Baiklah kalau begitu kita kembali ke Paris besok, kita cari jalan keluar dari sini jika itu benar-benar yakin menurutmu" jawab Dallen


Tanpa mereka ketahui jika Glorria sudah tersadar dari pingsannya dan terbangun sedari tadi, dan dia mendengar semua pembicaraan Drak dan Dallen.


"Dallen apa kau tidak ada keinginan untuk memiliki anak dan istri?" Tanya Drak sambil tersenyum


"Tidak aku tidak ingin beristri dan untuk apa juga aku beristri dan memiliki anak?


Aku tidak membutuhkan seorang perempuan karena mereka hanya membuat kita ribet dalam hidup kita, mengenai anak aku sudah memiliki anak, gadis besar dan gadis kecil mereka adalah putriku, aku tidak bisa mencintai siapapun terkecuali mereka" jawab Dallen


Drak yang mendengar penuturan Dallen dia hanya melongo dan menganga, ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dallen kepadanya, begitu besarnya kasih sayang Dallen terhadap Glorria dan Deborah sehingga dia rela untuk tidak memiliki pasangan hidup.


"Uncle aku juga sangat menyayangimu maafkan aku Uncle Dallen dan Uncle manis" ucap Glorria dengan lirih, Dallen dan Drak langsung menoleh kearah belakang dimana Glorria ditidurkan.


Dengan senangnya Dallenpun berbalik kearah Glorria, yang sudah bangun dari pingsannya, ketiganyapun berpelukan penuh haru.


Glorria ia duduk diantara kedua Unclenya


"Uncle manis dan Uncle Dallen, apa kalian mengetahuinya siapa yang telah membuat kita terpisah dari aunty Mammy dan Uncle Daddy?" Tanya Glorria kepada kedua Unclenya


Drak dan Dallen saling lirik mendengar pertanyaan dari Glorria, yang mereka anggap Glorria masih sangat kecil untuk mengetahui semua masalah kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Ayolah atakanlah kepadaku siapa mereka Uncle manis dan Uncle Dallen? Kalian jangan melihat usiaku yang baru delapan tahun, tapi kalian lihat aku adalah Glorria Muller" ucap Glorria bersikeras bertanya kepada Drak dan Dallen, mengenai musuh kedua orangtuanya


Glorria terus memaksa kedua Unclenya, ia ingin mengetahui siapa pelakunya.


Kaj menggelengkan kepalanya karena benar-benar tidak mengetahui apa-apa.


"Uncle manis jangan bilang tidak tahu, karena selama ini Uncle manis selalu menemani aunty Mammy dan Uncle Daddy katakanlah siapa mereka Uncle" Tanya Glorria memaksa Drak untuk mengatakannya.


Drak terdiam karena ia sendiri sangat bingung dengan orang-orang yang sudah menyerang mereka.


"Aubert.. Aubert.. ya ini semua pasti perbuatan Aubert" Drak menjawab dengan begitu yakin, karena seingatnya Annabella dan Alexander tak memiliki musuh lagi selain Ernesto.


"Aubert??" Glorria mengerutkan dahinya saat dia mendengar nama Aubert, karena dia tahu betul jika Aubert adalah ayah Basten sahabatnya.


"Gadis kesayangan Uncle apa kamu mengetahui sesuatu?" Dallen bertanya kepada Glorria yang telah menyebutkan nama Aubert.


"Tidak Uncle, aku hanya merasa bingung dengan nama itu seperti tak asing ditelingaku" Glorria terpaksa berbohong karena tak ingin diketahui oleh Dallen dan Drak.


"Apa kau yakin dengan orang itu Drak?"


"Ya tentu aku yakin, karena yang aku dengar Aubert adalah sahabat Algozilo, yang telah tewas akibat bunuh diri" jawab Drak


"Dari mana kau mengetahuinya kalau Algozilo tewas karena bunuh diri?" Tanya Dallen penasaran


"Pada saat itu aku dan nona Annabella beserta tuan Alexander menyerang markas mereka, namun saat kamiĀ  berhasil masuk kedalam markas, kami menemukan Algozilo sudah tewas dengan luka tembak dibagian kepalanya, sedangkan Aubert kami tidak menemukannya" tutur Drak

__ADS_1


Glorria ia seperti orang dewasa ikut menyimak pembicaraan Drak dan Dallen, sekarang Drak dan Dallen tak menutup-nutupi apapun dari Glorria, karena mereka takut Glorria akan kembali marah kepada mereka.


Perasaan dendam sudah mulai mengalir di hati Glorria, semakin banyak mendengar cerita mengenai musuh-musuh kedua orangtuanya, semakin menggebu-gebu pula hatinya ingin membalaskan atas apa yang sudah dilakukan mereka kepada kedua orangtuanya.


__ADS_2