
Dengan berjalannya waktu kini Annabella beserta para anak buahnya sudah kembali ke rumah megah peninggalan Mikael Muller, begitupun dengan Alexander dia masih setia mendampingi Annabella. Meskipun dia tak pernah ikut untuk melakukan penyerangan, karena Annabella tahu betul kemampuan Alexander yang kurang mahir dalam bersejata atau bela diri, maka dari Annabella lebih memilih Alexander untuk melakukan pemantauan saja.
Disiang itu Alexander memberikan setangkai bunga dan dan kalung untuk Annabella, dengan tujuan merayakan hari jadi mereka, yang sudah berjalan enam tahun lamanya.
Annabella dan Alexanderpun mengadakan acara hari jadi mereka, merekapun mengundang para tetua klan untuk merayakan kemenangan Annabella, yang telah kembali berhasil merebut kepemimpinannya dari Jack. Setelah selesai dengan acara makan-makan disebuah restoran, Alexander dan Annabellapun kembali pulang kerumah mereka.
"Sayang kapan kita akan menambah seorang anak lagi? Agar rumah ini tidak sepi lagi" ujar Alexander "entahlah Alexander aku masih belum memikirkannya, karena sampai detik ini aku masih memikirkan putri kita Glorria" tutur Annabella dengan lirih
Alexanderpun kembali terdiam saat mendengar kata Glorria putrinya, "sayang apa sebaiknya kita berangkat ke Belanda saja, untuk mencari tahu keberadaan putri kita bagaimana?" Tannya Alexander
seketika Annabellapun terdiam mendengar perkataan Alexander, yang mengajaknya pergi ke Belanda untuk mencari Glorria.
Annabella dan Alexander yang berada didalam kamarnya, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar. Dimalam itu dengan tergesa-gesa Drak mengetuk pintu kamar Annabella, "nona ada kabar buruk, berangkas anda telah dibobol oleh sekelompok orang yang tak dikenal, beberapa penjaga disana telah tewas" dengan perasaan kaget Annabellapun bangkit dari duduknya, dengan tatapan tidak percaya jika brankas berharganya akan dibobol. "Apa?! Dibobol agaimana bisa Drak siapa yang berani melakukannya?" tanya Annabella, "entahlah nona karena mereka berkelompok dan menurut keterangan anak buah kita kelompok mereka menggunakan topeng" jawab Drak
"Lalu apa kau sudah mengirimkan anak buahmu tambahan kelokasi?" Tanya Annabella "sudah nona Aiken beserta anak buahnya sedang menuju kelokasi kejadian, lalu bagaimana dengan kita apa kita akan kesana nona?" tanya Drak
"Iya tentu kau pergi bersiap-sia, dan jangan lupa beritahukan Baldwin untuk mencari tahu siapa mereka" jawab Annabella dan iapun segera bersiap-siap mengambil senjatanya,
"Alexander kau tetap disini aku pergi dulu sebentar" turun Annabella, yang langsung dianggukan Alexander. Annabellapun berlalu pergi dan diikuti Drak dan beberapa para anak buahnya menuju lokasi.
Tidak berselang lama Annabellapun telah tiba di lokasi kejadiannya dan benar saja adanya, baku tembakpun masih berlangsung dari kedua belah pihak, antara kelompok musuh dan kelompok Annabella.
Dengan cepat Annabellapun segera keluar dari dalam mobilnya, dengan mengendap-endap ia memperharikan kesekitaarnya dan ia sudah bisa melihat para musuhnya yang mengenakan topeng.
Para anak buah Annabella sudah banyak yang terluka, bahkan Aikenpun sedah terkena tembakan dibagian bahunya.
__ADS_1
Annabella berlari kearah kebelakang mobil miliknya, yang diikuti oleh Drak.
Pandangan pandangan Annabella tertuju pada seseorang yang masih berada didalam mobil, Annabellapun mulai mengarahkan senjatanya dan ia mulai membidikkan senjatanya ke dalam mobil, yang ditumpangi oleh seseorang yang tak terlihat dengan jelas.
Dorrr.. Dorrr..
Dua kali tembakan Annabella berhasil menembus seseorang yang ada didalam mobil tersebut tanpa melesat menembus tepat sasaran, dan timah panas Annabellapun menembus bahu seseorang yang berada didalam mobil tersebut.
Tidak lama kemudian teriakan kata mundur pun terdengar jelas dari pihak musuh, hingga dengan gerakan cepat mereka, para musuh dan mobil-mobilnya berhamburan melarikan diri, yang akan berusaha menghancurkan berangkas milik Annabella. Karena ketua kelompok mereka telah tertebak, oleh timah panas dari Annabella sehingga mereka mengurungkan niatnya karena mereka harus membawa ketua mereka kerumah sakit.
Annabella setelah melihat para musuhnya sudah pergi, ia berjalan masuk kedalam ruangan tempat menaruh berkas-berkas berharganya selama ini.
"Drak pindahkan semua barang-barang yang ada dibrangkas ini, jangan sampai ada yang tertinggal" Drak pun segera memberi perintah kepada para anak buahnya, untuk memindahkan berang-berang berharga milik Annabella. Aiken yang tertembak, dia segera dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Sedangkan Annabella dia kembali kerumahnya, ia masih memikirkan siapa orang-orang dibalik pembobolan berangkas miliknya.
"Alexander coba kau cari tahu siapa mereka dan apa tujuannya, kenapa mereka mau membobol berangkasku" "baiklah sayang akan aku cari tahu dengan Baldwin siapa mereka sebenarnya"
Teriak salah satu pengawal Hideo, yang melihat tuan mereka mendapatkan luka tebak di bagian bahunya. Akhirnya pasukan mobil mereka pun sampai dirumah sakit untuk membawa Hideo yang terluka,
Hideo yang tertembak tak berkata sepatah katapun, ia tak menyangka jika dirinya akan terkena tembakan dari seseorang yang tak diketahuinya. setelah beberapa menit pihak rumah sakit berhasil mengeluarkan peluru dari bahu Hideo. "Junichi kau minta peluru itu dan bawa cepat aku ingin melihatnya,!" Teriak Hideo, yang meminta Junichi untuk membawa peluru yang berhasil menembus tubuhnya.
Junichipun segera meminta peluru tersebut dari suster dan memberikannya kepada Hideo, yang telah berhasil dikeluarkan dari bahu Hideo. Hideo menatap tajam kearah peluru tersebut, ia mengetahui betul dengan jenis peluru yang berhasil menembus bahunya. "Peluru ini hanya dimiliki beberapa orang didunia, dan aku yakin jika pemilik peluru ini adalah Annabella siketua Mafia itu" kata hati Hideo. "Hemm ternyata dia perempuan yang luar biasa, tak seperti yang kubayangkan, aku harus lebih berhati-hati lagi untuk menghadapinya" Hati Hideo terus berkata-kata dan ada rasa sedikit ketakutan dihatinya untuk melakukan penyerang ulang terhadap Annabella.
Maicon dan Ernesto sedang mengadakan pertemuan dimarkas besarnya, karena kini Maicon telah kembali memegang kekuasaannya menjadi ketua Mafia setelah kepergian Alexander. Maicon dan Ernesto yang sudah berada didalam markas, mereka sedang merencanakan babak selanjutnya untuk menyerang Annabella. "Bagaimana Ernesto apa kau telah mendapatkan informasi mengenai pembunuh bayaranmu itu?" Tannya Maicon "untuk saat ini belum Maicon, tapi kemungkinan mereka sedang membuat strategi untuk melawan Annabella, lalu bagaimana dengan Alexander apa kau sudah mengetahui keberadaannya?" tannya balik Ernesto
"Tidak Ernesto aku tidak mendapatkan informasi mengenai putraku, sepertinya aku sudah benar-benar kehilangan jejak putraku, kemungkinan besar mereka telah melenyapkan Alexander putraku Ernesto" Ujar Maicon"Itu bisa saja terjadi kepada Alexander anakmu, tapi apa tidak sebaiknya kau mengirimkan mata-mata kesana, siapa tahu Alexander masih berada dirumah perempuan itu" tutur Ernesto "sudah aku kirim beberapa mata-mata kesana Ernesto, tapi mereka tak ada kembali ataupun kabar yang dikirimnya Ernesto"
__ADS_1
Ernesto dan Maicon kebingungan dengan menghilangnya Alexander bak ditelan bumi,
karena selama ini Alexander tak pernah menapakkan dirinya, walaupun sekalinya keluar bersama Annabellapun, ia akan melakukan penyamaran. Karena ia tak ingin keberadaan dan pernikahannya diketahui oleh Maicon ayahnya yang menginginkan kedudukan dan kematian Annabella.
Hari berganti bulan berlalu Hideo sudah kembali pulih setelah mendapatkan perawatan dari dokter, "Junichi kau hubungi Katsuo, saat ini kita sedang membutuhkannya" perintah Hideo, Junichipun segera menghubungi Katsuo untuk segera datang ke Paris. Junichi merasa kebingungan dengan tuannya, karena selama ini Hideo tak pernah mengulur-ngulur waktu jika sedang melakukan tugasnya, tapi kali ini ada yang berbeda dengan Hideo ia terlihat ketakutan dengan lawan yang akan dihadapinya.
Ditengah malam, Baldwin terus menatap layar monitor yang ada dihadapannya, ia merasa ada yang aneh dengan sistem pengamanan rumah Annabella. Yang secara tiba-tiba rusak saat ia melihat hasil rekaman CCTV, Baldwin kembali dikejutkan dengan CCTV yang tersembunyi, ia melihat ada beberapa mobil dan motor yang sedang mengarah kearah rumah Annabella tuanya. Dan sebagain kendaraan tersebut sudah berada didepan pintu gerbang rumah Annabella. Baldwin memperbesar gambar rekaman CCTV hingga ia bisa melihat dengan jelas, dan ternyata para anak buah Annabella sudah tergeletak begitu saja.
"Oh my God!!" Teriak Baldwin sambil berlari keluar dari ruangan monitornya menuju kamar Annabella, "Drak... Aiken!! cepat keluar selamatkan diri kalian musuh kita didepan gerbang!!" Teriak Baldwin membuat Drak dan Aiken beringsut dan ikut berlari menuju kamar Annabella. Ketika Baldwin sampai dipintu kamar Annabella yang disusul oleh Drak dan juga Aiken, ternyata Annabella sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya. Annabella berjalan keluar dengan keadaan dirinya yang sudah siap untuk melawan musuhnya, "Baldwin kau pergi dengan Alexander sedangkan kau Drak dan Aiken ikut denganku"
Setelah mendengar perintah dari Annabella, Alexander dan Baldwinpun berlari kearah dapur untuk menuju ruang bawah tanah.
Sedangkan Annabella dengan Drak serta Aiken mereka berlari menuju menuju lantai dasar rumahnya, suara tembakan sudah mulai terdengar dari pihak musuh. Yang sudah berhasil masuk menerobos pintu gerbang rumah Annabella. dengan cepat Annabellapun berlari sambil mengendap-endap dan sudah siap dengan kedua senjatanya, akhirnya Annabellapun berhasil keluar rumah dengan diikuti Drak dan Aiken. Sesampainya dipelataran rumah Annabella meloncat dan berguling, dengan mengarhkan kedua senjatanya kearah lawan.
Dorrr.. Dorrr..
Beberapa anak buah musuhnya berhasil Annabella lumpuhkan.
satu hari sebelum kelompok Katsuo dan Hideo menyerang kediaman Annabella.
Setelah Katsuo datang menemui Hideo yang berbeda di Paris, akhirnya merekapun sepakat untuk melakukan penyerangan terhadap Annabella dimalam hari. Katsuo dan Hideo terlebih dulu menemui Ernesto dan Maicon, untuk meminta bayaran yang lebih besar lagi, karena musuh yang akan mereka hadapi adalah seorang Mafia terkuat dengan kemampuan yang super, dan sulit untuk di lumpuhkan. Akhirnya Maicon dan Ernestopun sepakat untuk kembali membayar Hideo dan Katsuo dua kali lipat dari nominal sebelumnya.
Dan akhirnya Hideo dan Katsuo pun melakukan penyerangannya dimalam hari, dengan kediaman Annabella. Kini Hideo dan Katsuo sudah berhasil masuk kehalaman rumah milik Annabella, dan mereka berhasil membantai para anak buah Annabella yang berada diluar pintu gerbang, namun Hideo dibuat terkejut melihat Junichi pengawal terkuatnya sudah tewas bersimbah darah.
Hideo ikut berlari mengikuti para anak buah lainnya, yang berusaha menerobos untuk masuk. Namun mereka tak mengetahui jika Annabella sudah berada diantara mereka.
__ADS_1
Annabella melihat beberapa anak buah Hideo sedang berlari, Annabellapun ikut berlari diantara mereka barisan musuhnya, tanpa mereka sadari jika yang ada dihadapan mereka itu adalah Annabella musuh mereka.